Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 22 Hari Yang Dinanti. bag ke delapan


__ADS_3

" Entahlah ,.. Ki Bekel,..Senggani belum memutuskan,..apakah akan segera pindah ke Kotaraja Demak atau tetap disini,..walaaupun permintaan dari Kanjeng Gusti Sinuwun,..memang demikian,.." jawab Raka Senggani.


" Kalau menurut aki,.. memang sebaiknya,..Angger Senggani segera pindah ke Kotaraja,..agar dirimu semakin berkembang,..Ngger,..," sahut Ki Bekel.


Sementara putra Raka Jaya ini hanya menghela nafasnya,..ia cukup mengerti dengan kehidupan istana yg penuh dengan kepalsuan bahkan iri dan dengki sudah menjadi watak dari orang orang yg ada di dalam nya,..apakah ia akan sanggup mengatasi itu semua,..jangankan di Kotaraja Demak,..di Kota Pajang saja,.. Tumenggung Wangsa Rana telah berkeluh kesah dengan keadaan di dalam keraton itu.


Inilah penyebabnya ia masih enggan memutuskan untuk segera pindah kesana.


Rasa -rasanya tinggal di desa Kenanga ini lebih tentram dan damai.


Tidak terlalu banyak persoalan yg di hadapi selain tugas yg harus dijalankan.


Entahlah,..apakah diriku akan mampu bertahan di Kotaraja jika kelak aku harus pindah kesana,..itulah yg menjadi pertanyaan besar yg ada di dalam hatinya.


Melihat Raka Senggani yg diam dan kelihatan sedang memikirkan sesuatu,..Bekel desa Kenanga segera berkata,..


" Jika kelak angger Senggani memutuskan pindah ke Kotaraja Demak ,..jangan lupakan ,.. Angger Andara,..aki tetap berharap ia dapat menjadi seperti Angger Senggani,.." terang Ki Bekel.


Seolah tersadar akibat kata kata yg diucapkan oleh Ki Bekel,..Raka Senggani langsung menyahutinya..


" Tenang Ki Bekel , kalau masalah kakang Andara,..adalah persoalan yg mudah,.bahkan Senggani pun telah mengangkatnya menjadi prajurit sandi Demak,.. demikian pula dengan kakang Witangsa jika ia memang berkeinginan untuk menjadi seorang prajurit,.." jelas Raka Senggani.


" Ahh,...Syukurlah,..aki amat berterima kasih kepada Angger Senggani,.." ucap Ki Bekel.


Pemimpin pasukan Kenanga itu menyalami tangan Senopati Sandi Demak ini.


Sedangkan pada waktu itu,..Japra Witangsa yg masih bersama dengan Jati Andara di rumah Ki Bekel memceritakan apa yg menjadi harapan nya ,..jika kelak adik nya Sari Kemuning dan Raka Senggani pindah ke Kotaraja Demak.


Ia akan mengikuti mereka berdua. Dan akan mencoba untuk mendalami apa yg telah ia terima dari adik iparnya itu.


Jati Andara yg mendengar nya pun merasa senang,.. karena ia pun akan segera terlepas dari permintaan orang tuanya,.. Ki Bekel.


Di suatu tempat yg agak jauh dari desa Kenanga..Dua orang perempuan tengah menghadapi makanan,.mereka tengah membicarakan apa yg telah terjadi di desa Kenanga dengan selesai nya pernikahan dari Raka Senggani dan Sari Kemuning.


" Ndhukk,..saat ini,..sudah saat nya kita mematangkan rencana,..agar niatmu itu dapat kesampaian,.." ucap Nyai Sriti Wengi.


Sementara itu , gadis yg berparas cantik yg sedang membolak balik panggangan ,..yaitu daging menjangan, tidak segera menyahut,..ia masih saja asyik dengan pekerjaan nya.


" Apakah dirimu masih menyimpan dendam terhadap istri dari Senopati Demak itu,..?" tanya nya lagi.


" Sangat,...aku sangat mendendam terhadap Sar Kemuning,..sampai kapan pun,.." jawab gadis itu.


" Bagus lagi kalau begitu,..nanti malam kita akan mendatangi mereka,..tentu keadaan saat ini sudah tidak seramai dengan hari kemarin,.." jelas Nyai Sriti Wengi.


Ia merasa sudah memiliki kesempatan untuk membalaskan sakit hati muridnya itu,.. karena sudah tidak ada lagi orang orang yg akan dapat mengahlangi mereka lagi seperti Panembahan Lawu.


Mendengarnya ,..Gadis cantik itu pun tersenyum,.. hasratnya untuk segera melampiqskan dendamnya akan segera terkabul.


Sedangkan di desa Kenanga sendiri,..Raka Senggani tengah kedatangan seorang tamu, .ia merupakan Lurah prajurit sandi Demak yg bertugas di wilayah kulon.


Orang itu adalah Ki Lintang Panjer Rina.


" Maaf sebelum nya,..senopati,..apakah prajurit sandi yg akan di kirimkan ke kulon telah siap untuk di berangkatkan,..?" tanya nya.


" Sudah Ki Lintang Panjer Rina,..nanti akan segera aku pertemukan dengan dirimu,.." jawab Raka Senggani.


Ia kemudian membawakan Lurah prajurit itu untuk bertemu dengan Jati Andara dan Japra Witangsa.


Setelah bertemu, hati Ki Lintang Panjer Rina amat senang,.. karena ia sudah mengenal keduanya.


" Apakah mereka berdua yg akan , Senopati kirimkan,..?" tanya nya kepada Raka Senggani.


" Benar ,..Ki Lintang Panjer Rina,..mereka berdualah yg akan bersama Ki Lintang,..ke kulon,.." jelas Senopati Sandi Demak.


Maka Ki Lintang Panjer Rina menjelaskan , apa apa saja yg harus di lakukan oleh mereka.


Termasuk juga apa apa saja,..tanda dan isyarat yg mereka harus pahami.


Sehingga tidak akan terjadi kesalahan pahaman dengan para prajurit sandi Demak yg lain.


Pada hari itu, sampai malam harinya,.. Jati Andara dan Japra Witangsa di berikan pengarahan oleh Ki Lintang Panjer Rina.


Raka Senggani sendiri kemudian meninggalkan mereka .


Ia dan Sari Kemuning kembali ke rumahnya di pategelan si mbok Rondo.


Ada yg ingin ia bicarakan dengan Paman nya Raka Jang dan Kj Lamiran.

__ADS_1


Sangat Kebetulan sekali keduanya tengah bersantai di dalam rumah.


" Paman dan Aki,..Senggani ingin menanyakan sesuatu ,...?" ucap nya.


" Hal apa yg ingin angger Senggani tnayakan,..?" tanya Ki Lamiran.


Pande besi desa kenanga ini sangat penasaran karena tidak seperti biasanya pemuda itu bersikap seperti itu sangat serius sekali.


Setelah menatap keduanya , secara bergantian barulah ia angkat bicara,..


" Aki dan Paman,.. menurut Kanjeng Gusti Sultan Demak,..Senggani harus segera pindah ke kotaraja Demak,..apakah sebaiknya itu di terima atau tidak,..?" tanya nya.


Berpandanganlah kedua orang tua itu,..keduanya sungguh tidak menyangka bahwa itulah yg akan di tanyakan oleh Raka Senggani itu.


Mereka tidak menyangka bahwa secepat itu ia akan meninggalkan desa kenanga , padahal baru saja ia kembali.


" Ngger,.. bukannya kami tidak mau memjawab nya,..namun akan bertanya,.. bagaimana dengan hati mu sendiri,..?"


Pande besi itu lah yg balik bertanya ,.. karena ia merasa bahwa hati nya tidak rela pemuda itu meninggalkan mereka.


" Itulah yg Senggani sulit untuk memutuskan nya , sehingga harus bertanya kepada aki dan paman,..dan dari dasar lubuk hati,..Senggani masih berat untuk meninggalkan desa kenanga ini,.." terang Senopati Sandi Demak.


Raka Jang, pamannya segera berkata,..


" Begitu pun dengan kami semua yg ada di sini, terasa berat untuk berpisah denganmu,..Ngger,.."


Suara dari pamannya yg bernada sedih untuk berpisah dengan nya. Jadilah Senopati Bima Sakti yg yg tersentuh hatinya mendengarkan ucapan paman nya itu.


Ketika hal itu di tanyakan kepada istrinya Sari Kemuning,..sang istri pun tidak mampu memberikan pendapatnya.


Sampai malam mereka berada di rumah itu,..ketika gelap telah turun,..kemudian keduanya meninggalkan rumah tersebut.


Berjalan berdua , sepasang suami istri yg baru ini terlihat berbahagia sekali. Seolah -olah mereka itu hidup hanya berdua saja dan yg lain adalah numpang.


Sehingga kewaspadaan mereka agak berkurang ketika,..sebuah Senjata rahasia segera melesat menyerang mereka,..


" Siiiiieng,.."


" Taph,.."


" Hehh,.."


Beruntung keduanya selamat,..dan senjata itu menancap pada sebuah batang pohon yg tidak terlalu besar,..Raka Senggani segera mendekatinya dan mencabut pisau kecil itu.


Ada secsrik kain yg bertuliskan dengan tinta darah di kain tersebut.


" Ada apa kakang,..?" tanya Sari Kemuning.


" Sepetinya sebuah surat,.. Kemuning,.." jawab Raka Senggani.


Ia pun kemudian membaca surat tantangan tersebut yg di tujukan kepada istrinya Sari Kemuning.


Bahwa orang tersebut ingin melakukan perang tanding dengan istri Senopati Bima Sakti ini, di suatu tempat yg berada diatas luar desa kenanga, tepatnya ara -ara yg dimana Raka Senggani pernah di cegat oleh seseorang.


" Apa isinya,..kakang,..?" tanya Sari Kemuning penasaran.


Senopati Bima sakti menyerahkan surat itu kepada sang istri.


Sari Kemuning meraihnya dan segera memabcanya.


" Hehh,. siapa orang nya yg berani menantang istri dari Senopati Demak dan Pajang, .apa orang itu sudah bosan hidup,.." seru Sari Kemuning.


Putri Ki Jagabaya itu nampak sangat berang sekali,.ia sangat marah, di saat hari bahagianya ,..masih ada orang yg ingin mengajak nya untuk bertarung.


" Kakang Senggani,..antarkan Kemuning esok malam ke tempat itu,. akan Kemuning beri pelajaran kepada orang yg telah berani menantangku itu,.." ucap nya dengan keras.


Malam yg belum terlalu larut,. membuat suaranya terdengar jelas.


" Sabarlah Kemuning,..kakang tahu perasaan mu,..memang orang yg telah berani menantang mu perang tanding itu adalah orang yg tidak mempunyai hati,..kakang akan membawa mu kesana,..tenanglah,.." ucap Raka Senggani.


Sambil memeluk tubuh istri nya untuk menenangkan nya. Raka Senggani membelaj rambut istrinya dengan lembut kemudian mengajak untuk meninggalkan tempat itu.


Sari Kemuning pun menurutjnya, mereka berdua berjalan meninggalkan tempat itu dengan tetap waspada.


Di rumah Ki Jagabaya sendiri,..masih dalam keadaan ramai,.. tetapi hati kedua pemilik rumah itu agak gelisah karena dua orang pengantin baru itu belum pun kembali.


" Apa mereka berdua menginap disana,..Nyi,..?" tanya Ki Jagabaya.

__ADS_1


" Ahh,..tidak mungkin ,..kakang ,..tadi Kemuning tidak berkata apa -apa,..mereka hanya ingin bertemu Ki Raka Jang dan Ki Lamiran membicarakan masalah permintaan Kanjeng Gusti Sultan Demak itu,.." jawab istri nya.


" Tetapi mengapa sudah malam begini mereka kembali,..Witangsa dimana ,..Nyi,..?" tanya Ki Jagabaya lagi.


" Ia berada di rumah Ki Bekel,..!" jawab nya istrinya.


Perempuan itu tengah memebereskan beberapa perabotan yg telah di pakai saat hajatan di gelar.


Ki Jagabaya segera memrintahkan kepada salah seorang pengawal desa untuk memanggilkan Japra Witangsa putranya untuk kembali ke rumah.


Tidak terlalu lama ,.. putranya itu pun telah tiba di rumah.


" Ada apa Romo memanggil Witangsa,..?" tanya nya kepada Ki Jagabaya.


" Coba kau cari adikmu ,..sudah malam begini mereka belum kembali,..!" ucap Ki Jagabaya.


Sedangkan Japra Witangsa yg mendengarkan kata dari Romonya menjadi merasa aneh,..memang nya kenapa harus mencari mereka berdua,..bukankah keduanya berangkat bersama dan satu yg menjadi terasa sangat lucu baginya , di saat adiknya telah memiliki ia malah di suruh untuk menjaganya.


Kok ,..aneh ,..katanya dalam hati.


" Romo,..biarkan saja mereka berdua itu,. dan lagi siapa yg berani mengganggu keduanya,.. paling paling mereka menginap disana ,.." ujar Japra Witangsa.


" Hushhb,..di suruh ,..malah banyak jawab ,..sudah sana pergi ke rumah Ki Raka Jang,..jika memang mereka akan menginap disana,..cepat kau laporkan kemari,.." ucap Ki Jagabaya tegas.


Japra Witangsa tidak berani membantah lagi,..spertinya Orang tua nya ini memang tidak sedang bercanda ,..mau tidak mau ia pun melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu.


Tetapi belum pun jauh dari rumahnya, masih berada d halaman, ia pun berpapasan dengan sepasang muda mudi yg baru saja jadi pengantin.


" Kakang Witangsa mau kemana,..?" tanya Sari Kemuning.


Sambil tangan nya tetap menggenggam erat lengan suaminya seakan tidak mau di pisahkan.


" Hehh,..gegara kalian berdua ,..Romo jadi marah kepadaku,.." sahutnya.


" Mengapa Romo harus marah pada kakang Witangsa,..?" tanya Sari Kemuning.


" Entahlah,..yg jelas kakang di suruh untuk mencari kalian berdua,.." jawab Japra Witangsa.


Putra Ki Jagabaya tersebut seraya meninggalkan keduanya, ia menuju rumah Ki Bekel.


" Aneeehhh,.." desis kedua muda mudi itu.


Mereka pun menuju pendopo rumahnya. Dan didalam rumah ,..baik Ki Jagabaya maupun istrinya terlihat senang sekali atas kehadiran kedua nya.


" Kami telah berpikir, bahwa kalian akan menginap disana,.. apakah kalian tadi bertemu dengan kakakmu ,..Witangsa,..?" tanya istri Ki Jagabaya.


" Memang nya ada apa , dengan kami berdua biyung,..mengapa terlalu mengkhawatirkan kami,..?" tanya Sari Kemuning,


Sedangkan Raka Senggani telah duduk di pendopo menemani beberapa orang keluarga dari Ki Jagabaya yg belum kembali pulang ke Kediaman nya masing-masing.


Keluarga dari Ki Jagabaya ini banyak tersebar di beberapa tempat yg cukup jauh dari desa Kenanga ,..sehingga mereka membutuhkan waktu untuk beristrahat sejenak setelah selesai nya hajatan itu.


Umumnya mereka menghormati menantu Ki Jagabaya ini,.bahkan ada yg ingin mengajukan permintaan kepada nya agar anaknya dapat d terima sebagai seorang prajurit.


Sedangkan di dalam ,..Ki Jagabaya segera menjelaskan kepada putrinya itu ada beberapa kerabatnya yg memerlukan berbicara kepada suaminya mengenai beberapa hal.


Oleh sebab itulah Ki Jagabaya mencemaskan keduanya bermalam di rumah Paman nya itu,..karean kemungkinan nya ,..para kerabatnya akan pulang pada esok hari,. sehingga tidak dapat berbicara dengan sang menantu.


" Ooo,.."


Sari Kemuning mennaggapi pernyataan Romo nya,..ternyata suaminya ingin lebih di kenalkan dengan pihak kekuarganya yg berada jauh dari desa Kenanga.


Sari Kemuning tida menceritakan sebab kedatangan mereka yg terlambat itu karena ada gangguan orang yg ingin menantang nya berperang tanding,..takut keduanya menjadi sedih dan melarang nya untuk pergi besok malam nya.


Sesuai dari surat tantangan itu.


Sari Kemuning kemudian meminta izin kepada ibunya untuk ke rumah Ki Bekel menemui Dewi Dwarani.


" Ndhukk,..pamit pada suami mu,..mulai saat ini ,..apa pun akan dirimu lakukan minta izinlah kepada nya,.." terang biyung nya.


" Baik ,..biyung,.." jawa Sari Kemuning.


Ia pun meminta izin kepada Raka Senggani yg telah menjadi suaminya itu, karena ada yg perlu ia katakan kepadq temannya itu.


" Nanti pun Kakang akan kesana,.." jawab Raka Senggani.


Setelah sebelumnya ia memberikan izin kepada sang istri.

__ADS_1


Dengan cepat Sari Kemuning berjalan menuju rumah ki Bekel,..ia ingin bertanya sesuatu pada deai Dwarani ,..putri Ki Bekel.


__ADS_2