
Ki Ageng Boyolangu segera mendesak Ki Garengpati,..dengan pukulan tombak yg ada di tangan nya itu,.. pemimpin Tanah Perdikan Boyolangu mengarahkan tombak itu ke kepala Ki Garengpati.
Lelaki paruh baya itu agak terlambat memhindarinya sehingga bahu nya terkena pukulan itu.
" Aaakkhh,"
Teriakan dari mulut Ki Garengpati yg bahu nya kena pukul senjata dari Ki Ageng Boyolangu itu.
Sontak saja Ki Garengpati melompat mundur guna menghindari serangan lanjutan dari Ki Ageng Boyolangu itu.
Sementara Ki Ageng Boyolangu tidak langsung melanjutkan serangan nya itu,..ia masih memperhatikan Ki Garengpati dan berkata,..
" Sudahlah Garengpati,..kita akhiri saja pertarungan ini,..karena tidak ada gunanya,..". ucap Ki Ageng Boyolangu.
Sedangkan Ki Garengpati nampak sangat geram mendengar ucapan dari Pemimpin tanah perdikan itu.
" Hehh,..aku belum kalah Bayu Dhono,..sudah saatnya dirimu mati ditanganku,..!" seru Ki Garengpati.
Sambil memutar golok nya,..Ki Garengpati segera melompat menyerang lagi,..
" Hiyyyaaaat,.."
" Mampus kau Bayu Dhono,.."
Teriak nya sambil menebaskan goloknya memdatar mengarah leher Ki Ageng Boyolangu,..sambil tangan yg satu nya lagi di kepalkan dan di lesakkan mengarah dada Pemimpin tanah perdikan itu.
Melihat serangan yg cepat dan bertenaga dari Ki Garengpati,. Ki Ageng Boyolangu langsung melindungi dirinya dengan,.memutar tombak nya dengan cepat di depan dada.
" Traanngg,.."
Golok dari Ki Garengpati harus beradu kembali dengan tombak Ki Ageng Boyolangu,..dan tangan nya tidak berani masuk,..ia menarik pulang pukulan itu dengan menggantinya ,. sebuah tendangan mendatar di lepaskan oleh Ki Garengpati.
Ki Ageng Boyolangu melompat menghindari serangan itu dan mengirimkan serangan balasan dengan menggunakan tombak nya.
" Hiyyyaaaat,."
Teriak Ki Ageng Boyolangu sambil mencoba menggapai tubuh Ki Garengpati dengan tombaknya,..namun luput.
Ki Garengpati melompat mundur menghindarinya. Namun Ki Ageng Boyolangu melanjutkan serangan , saat dirinya masih mangapung di udara ,.ia memutar tombaknya dan memukulkan kembali ,..dan kali berhasil,..tombak Ki Ageng itu berhasil memukul pinggang Ki Garengpati.
Dan membuatnya harus meringis kesakitan.
Tampaknya Ki Ageng Boyolangu masih memberi kesempatan pada orang Kepercayaan nya itu ia menyerah.
Berulangkali ia tidak langsung menusukkan mata tombak itu,..padahal itu dapat dilakukan nya.
Sementara Ki Garengpati tidak menyadari hal itu,..ia malah semakin nekat.
Sambil melompat mundur ia bersiap akan mengeluarkan ajian yg di milikinya.
" Sudahlah Garengpati,..hentikanlah pertarungan ini,..apakah dirimu tidak menyadari bahwa diriku hanya memukulkan landean tombak ku saja,..tidak menusuk mu dengan ujung nya,.." seru Ki Ageng Boyolangu.
Sedangkan yg melihat pertarungan itu,..baik Raka Senggani dan teman -teman nya,..bahkan Ki Tanu pun tahu,.. kemampuan dari Ki Garengpati masih jauh di bawah Ki Ageng Boyolangu.
Memang Bayu Dhono ini masih sangat-sangat tangguh tanggon,.. kehebatan pukulannya di sertai kecepatan yg sangat tinggi,..kalau bertarung dengan Ki Rinting belum tentu dirinya kalah,..kata Ki Tanu dalam hati.
Tetapi Ki Garengpati tetap pada pendiriannya ia akan melepaskan ajian yg di miliki nya.
" Bersiaplah Bayu Dhono,..aku tidak akan membiarkan dirimu menghinaku dengan mengusirku,..serta telah mengambil Juminten dari tanganku,.. Aku tidak akan main -main lagi ,. ..terima ini,.. HeaĆ ah,."
" Dhumb,.."
Selarik cahaya putih menyerang Ki Ageng Boyolangu itu, .yg masih berdiri tegak ,..tetapi begitu Ki Garengpati itu melepaskan ajian nya,.. dengan sangat cepat pemimpin Boyolangu itu yg semasa mudanya bergelar Macan Alas Boyolangu telah tidak ada di tempatnya.
Serangan dari Ki Garengpati menerpa tempat kosong.
" Hehh,.. Garengpati,..apa dirimu sudah,..gila,. apakah memang,..kau ingin membunuh diri,?" tanya Ki Ageng Boyolangu.
Ia telah berada di sebelah kiri dari Ki Garengpati itu.
Ki Garengpati sangat panas mendengar ucapan dari Pemimpin tanah Perdikan itu.
" Hehhh,..Bayu Dhono,..sudah saatnya,..dirimu di lenyapkan dari Boyolangu ini,..dan sebagai pengganti nya adalah diriku,.." teriak Ki Garengpati.
Namun semua yg ada di pendopo rumah Ki Ageng Boyolangu itu sangat menyayangkan tindakan dari Ki Garengpati itu.
" Ki Tanu,..apa tidak sebaiknya pertarungan kedua orang itu di hentikan,..?" tanya Raka Senggani.
" Biar sajalah,..Ngger,.. biar Garengpati tahu rasa,..jangan terlalu sombong dan tinggi hati,..". jawab Ki Tanu.
" Akan tetapi ,..jika dilanjutkan tentu ia akan tewas,..seperti yg telah di katakan oleh Ki Ageng itu,.." jelas Raka Senggani.
__ADS_1
" Tetapi apa yg harus kita lakukan Ngger ,..untuk mengehentikan mereka,..apa Ngger,..?" tanya Ki Tanu.
" Coba Ki Tanu ,..katakan kepada Ki Garengpati itu untuk menghentikan perlawanan nya itu,..mungkin ia mau akan mendengar nya,.." ucap Raka Senggani.
Sementara itu kedua orang itu kembali bertarung lagi dan kali ini,..Ki Ageng Boyolangu melayani nya dengan mengeluarkan ilmunya.
Raka Senggani yg kasihan kepada Ki Garengpati itu,..karena tentunya ia tidak akan mampu melawan Ki Ageng Boyolangu.
" Ngger,..coba katakan kepada istri Ki Ageng Boyolangu itu untuk menghentikan perlawanan nya,..mungkin ia mau mendengar nya,.." pinta Ki Tanu.
Mendengar hal itu Raka Senggani mendekati istri Ki Ageng Boyolangu itu.
Ia mengatakan kepada nya untuk menghentikan perlawanan dari Ki Garengpati itu.
Sedangkan Ki Garengpati sendiri semakin kalap,..ia terus menyerang Ki Ageng Boyolangu itu.
Ki Ageng Boyolangu sendiri masih menahan diri untuk tidak melepaskn serangan tepat ke tubuh Ki Garengpati itu.
" Kukatakan sekali lagi,.. Garengpati ,..untuk menghentikan serangan ..sayangilah nyawamu,.." teriak Ki Ageng Boyolangu.
" Tidak ,..kau harus mati,..di tanganku atas apa yg telah kau perbuat terjadapku,.." teriak Ki Garengpati.
" Memangnya apa salahku terhadapmu,..apakah karena Juminten telah menjadi istriku,..itu yg kau maksud,..?" tanya Ki Ageng Boyolangu.
" Nah,..itu kau tahu,.. sesungguhnya si Juminten itu adalah calon istriku,.tapi mengapa dirimu masih nekat untuk menikahinya,..?" tanya Ki Garengpati.
" Kakang Garengpati,..semua itu bukan salah ,.. Kangmas Boyolangu,..itu adalah kesalahan mu sendiri,..mengapa dirimu pergi dan tidak pernah kembali,."
Terdengar jawaban dari Istri Ki Ageng Boyolangu itu dari belakang.
Mendengar jawaban istri Ki Ageng Boyolangu itu,..Ki Garengpati menoleh ke belakang.
Dilihatnya Juminten,..istri dari Ki Ageng itu telah berdiri tepat di belakang nya.
" Tetapi kakang kan telah berjanji,..untuk menikahi mu kelak jika kembali lagi,.." sahut Ki Garengpati.
" Tetapi Kakang ,..tidak pernah kembali sampai waktu yg lama,..dan ketika kembali pun kakang telah memiliki anak dan istri,..jadi dimana letak kesalahan Kangmas Boyolangu,,..?" tanya istri Ki Ageng Boyolangu itu.
Ki Garengpati terdiam mendengar penuturan dari Nyi Ageng Boyolangu itu.
Lama ia menatap wajah istri dari Ki Ageng Boyolangu itu kemudian berkata.
" Akan tetapi kakang akan tetap menikahi mu,.Minten,.." jawab Ki Garengpati.
" Kakang akan menceraikan istri Kakang itu,..dan menikahi dirimu,..asalkan orang ini tidak ada lagi di dunia ini,.."
Terdengar ucapan dari Ki Garengpati sambil menunjuk ke arah Ki Ageng Boyolangu.
" Aku tidak mau,.. Kang,..dan lupakanlah diriku,..kembali kakang kepada anak dan istrimu itu,..pulanglah.." jawab Nyi Ageng Boyolangu.
" Tidak bisa ,..aku harus membunuh suami itu,..baru aku mau kembali,.." kata Ki Garengpati .
" Kakang jangan bertindak bodoh,.. kakang lah yg akan kalah,.. sudahlah ,..pergilah tinggalkan tempat ini,..selagi dirimu masih belum terluka apalagi sampai tewas,..apakah kakang tidak melihat orang -orang yg ada di sini,..jika mereka mau tentu kakang akan segera kalah,..jadi tinggalkanlah tempat ini,.. lupakan semua dendam mu itu,.." jelas Nyi Ageng Boyolangu lagi.
Mendengar hal itu,..Ki Garengpati memandangi orang -orang yg ada diatas pendopo itu,..empat orang yg duduk di atas pendopo terlihat memang sedang memperhatikan dirinya.
Walaupun ia tidak melihat nya,.. tetapi ia juga mendengar bahwa salah seorang diantara ke empat itu telah berhasil mengalahkan Ki Rinting. Tentu orang itu berilmu sangat tinggi.
Untuk menghadapi Ki Ageng Boyolangu saja ia sudah tidak sanggup apalagi untuk menghadapi mereka semua.
Nalar Ki Garengpati pun segera bekerja,..ia akhirnya berkata,..
" Baiklah Juminten,..aku akan meninggalkan Boyolangu ini,..tapi jangan harap ,..aku akan membalas kekalahan ini,.." ucapnya.
Ia pun segera meninggalkan tempat itu tanpa berkata apa -apa lagi.
Ki Ageng Boyolangu langsung naik keatas pendopo rumahnya setelah kepergian dari Ki Garengpati.
Ia duduk dan menyerahkan kembali tombaknya kepada Istri.
" Simpanlah,..tombak ini,..Nyi,.." ucap nya.
" Baik,.. Kangmas,..". jawab Istrinya itu.
Setelah menerima tombak itu,.ia langsung menuju ke dalam rumah itu untuk menyimpan nya.
Kembali Ki Ageng Boyolangu bercakap cakap dengan ke empat orang itu,..malam pun semakin larut.
************
Sementara itu di desa Kenanga,.Jati Andara dan Sari Kemuning terkejut dengan kehadiran dari Tara Rindayu.
__ADS_1
Putri Juragan Tarya itu terlihat sedang berbelanja di pasar.
Hal itu tidak di sia -siakan oleh Sari Kemuning.
Putri Ki Jagabaya itu segera berkata,
" Rindayu,.. apakah dirimu tidak merasa bersalah,..terhadap kami,..?" tanya Sari Kemuning.
" Memangnya apa salahku kepadamu,.. Kemuning,..?" tanya Tara Rindayu balik.
" Dirimu jangan berkelit atas dosa yg telah kau perbuat terhadap kakang Senggani,.." seru Sari Kemuning.
Hehh,.. mengapa Sari Kemuning tahu tentang keadaan dari kakang Senggani itu,.. berkata dalam hati Tara Rindayu.
" Apa jawabmu,..Rindayu,.. mengapa dirimu tega menyakiti hati kakang Senggani,..memangnya apa salah Kakang Senggani kepadamu,..bukankah dirinya lah yg telah menyelamatkan mu dari tangan Singo Lorok pada waktu itu,.." seru Sari Kemuning.
Tara Rindayu terdiam,.ia tidak menyangka bahwa cerita tentang Raka Senggani itu telah sampai ke Kenanga.
Berarti kakang Senggani masih selamat,.. dirinya masih hidup,.syukurlah,.. katanya lagi dalam hati.
" Kemuning,..memang ku akui bahwa diriku memang telah menjebak kakang Senggani,.. tetapi itu kulakukan karena terpaksa,..guruku telah memaksa ku,.." jelas Tara Rindayu.
Dengan mata yg berkaca -kaca,..ia mengatakan hal itu,..karena dirinya merasa bersalah.
" Rindayu,..apakah dirimu sadar,..akibat perbuatan mu itu,..kakang Senggani kehilangan semua kemampuan nya,..jadi atas namanya,..aku akan menantang mu, bertarung,..guna membalas sakit hati ,.. guru kami itu,..bukan begitu kakang Andara,.?"
Sambil berkata Sari Kemuning meminta pendapat dari Putra Ki Bekel itu,.. karena apapun itu mereka masih merupakan satu keluarga dari ilmu yg telah mereka terima dari Senopati Pajang itu.
Dan Jati Andara pun mengangguk kan kepalanya,..ia memang turut sakit hati mendengar cerita bahwa teman sekaligus guru mereka itu telah dikhianati oleh Tara Rindayu.
Sehingga mau tidak mau ia pun mengiyakan apa yg telah di katakan oleh Putri Ki Jagabaya itu.
" Nah,.. berhubung ,.. Kakang Andara pun setuju,..jadi aku menantang mu untuk bertarung dengan ku,..di pategalan kakang Senggani pada malam ini,..kuharap diri mu datang,..jangan lari dari perbuatan yg telah kau lakukan terhadap kakang Senggani itu,.." ucap Sari Kemuning.
" Baik,..aku akan datang nanti malam,.. diriku tidak akan lari dari tanggung jawab,.. walaupun mungkin kakang Senggani tidak akan memaafkan ku,.. diriku memang bersalah,.." jawab Tara Rindayu.
Kemudian Putri Juragan Tarya itu segera kembali pulang setelah selesai berbelanja,.. dirinya pun tidak berani singgah di tempat Ki Lamiran,.ia takut orang itu pun akan memarahinya.
" Ingat Rindayu,.. Ku tunggu,..nanti malam,..jangan sampai dirimu tidak datang,". seru Sari Kemuning.
" Baik ,..aku akan datang,..". jawab Sari Kemuning pendek.
Ia segera berlalu meninggalkan tempat itu. Dan kembali pulang ke rumah nya.
Di dalam perjalanan pulang itu,..hati Putri Juragan Tarya itu terlihat senang mendengar ucapan dari Sari Kemuning bahwa Raka Senggani masih hidup dan selamat,..padahal menurut gurunya,..Mpu Loh Brangsang bahwa Senopati Pajang itu telah mati akibat dirinya telah memusnahkan seluruh ilmu nya.
Namun ternyata dirinya masih hidup dan selamat adalah suatu berita yg menggembirakn gadis itu.
Walaupun ia tidak akan memaafkan ku tetapi biarlah ,..asal dirinya masih selamat adalah sesuatu yg sangat menggembirakan hati., katanya dalam hati.
Ia mempercepat langkahnya supaya cepat sampai ke rumah.
" Mengapa dirimu,..cepat kembali,..Nduk,..?" tanya ibunya kepada Tara Rindayu.
" Ahh,.. tidak biyung,..memang sudah tidak ada lagi yg akan ku beli,..". jawab Tara Rindayu.
" Apakah dirimu tidak singgah di tempat Ki Lamiran,..Nduk,..?" tanya ibunya lagi.
" Ehh,..Ndayu ,..lupa biyung,.." jawab Tara Rindayu lagi.
" Mengapa bisa lupa Nduk,..bukankah Romo telah memesan beberapa peralatan darinya,..dan hari ini tentu sudah selesai di kerjakan nya,.." sebut biyung nya.
Tara Rindayu terdiam ,..ia memang sengaja tidak singgah di tempat Ki Lamiran itu.
Namun akhirnya biyung nya tidak mempermasalahkan lagi. Tara Rindayu pun segera berlalu dari tempat itu. Ia langsung ke belakang,..menemui Nyi Wani dan Ki Kranjan.
Pengawal dari Romo nya itu adalah saudara seperguruan nya dari Puncak Merapi.
Ia mengajak Nyi Wani untuk berlatih di belakang rumahnya itu.
Karena ia akan bertarung nanti malam,dengan Sari Kemuning jadi ia harus berlatih lagi.
Sementara itu Sari Kemuning dan Jati Andara mendatangi tempat Ki Lamiran.
Sampai di tempat Ki Lamiran itu keduanya kemudian menceritakan yg telah terjadi pada diri Raka Senggani akibat perbuatan dari Tara Rindayu itu.
Orangtua itu sangat kaget mendengar cerita kedua anak muda itu, bahkan ia langsung berkata,..
" Sungguh tega,..Angger Rindayu itu,..apa salah dari Angger Senggani itu,..?" tanya nya.
Ia memang tidak habis pikir dengan perbuatan dari Tara Rindayu itu.
__ADS_1
Apakah kemampuan dari anak angkatnya itu dapat kembali