Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 11 Kembang Kedawung bag ke delapan.


__ADS_3

Di luar padepokan gunung Pandan Itu sendiri,.Jati Andara, Japra Witangsa dan Dewi Dwarani sedang memperbincangkan langkah -langkah selanjutnya.


Apa yg akan kita lakukan selanjutnya , Andara, tanya Japra Witangsa kepada temannya itu.


Kita menunggu kabar dari Kemuning, nanti setelah nya baru kita membuat langkah -langkah selanjutnya, apakah kita akan masuk atau tetap menunggu disini, jawab Jati Andara.


Dewi Dwarani sendiri masih memikirkan sesuatu untuk dapat masuk ke dalam Padepokan itu.


Menurut Putri Ki Bekel itu , sangat berbahaya hanya membiarkan Kemuning sendiri di dalam sana, jika mereka berdua tentu lebih dapat saling menjaga.


Kang, sebenarnya Rani ingin masuk ke dalam menemani Kemuning , agar kami berdua dapat saling membantu, dan juga bisa secepatnya mengetahui keberadaan dari Savitri itu, jika memang ia berada disini, kita akan membawanya kembali ke Kedawung dan jika tidak, kita tinggalkan saja tempat ini, jelas dari Dewi Dwarani.


Apakah mereka tidak akan mencurigai kedatangan mu, setelah kehadiran dari Kemuning sebelum nya, boleh jadi mereka akan semakin meningkatkan kewaspadaan nya, jika memang kembang Kedawung itu berada di dalam tentu akan mereka sembunyikan, kata Jati Andara menjawab pernyataan dari Adiknya itu.


Tetapi usul dari adikmu itu dapat juga kita terima, Andara, bila seorang diri saja Kemuning di dalam, tentu geraknya agak terbatas tetapi dengan hadir nya Rani disana, berdua mereka lebih dapat untuk memeriksa tempat itu, terdengar ucapan dari Japra Witangsa.


Jati Andara mendengar ucapan dari Temanya itu membenarkan nya, tetapi ia khawatir itu akan menimbulkan kecurigaan orang -orang yg ada di dalam Padepokan itu.


Begini saja, kau kembali ke rumah Nyi Warseh untuk mengambil kuda -kuda kita, adikku masuk ke dalam, dan aku sendiri berjaga disini, jika memang benar Savitri putri Ki Demang Kedawung itu ada di dalam , nanti malam kita usahakan untuk membawanya dari sini, dan kita tinggalkan tempat ini secepatnya, kata Jati Andara.


Tetapi kita belum mengetahui apakah memang Savitri itu berada di dalam atau tidak, nanti lah setelah kita mendapat kan berita dari Kemuning, baru kita berbagi tugas , sahut Japra Witangsa.


Sari Kemuning sendiri yg tengah berada di dalam telah di ajak oleh Arnawa ke barak para cantrik perempuan, memang tidak terlalu jauh dari bangunan yg paling besar itu, barak cantrik perempuan itu tepat berada di belakang, dengan melintasi beberapa barak cantrik laki -laki sampailah Sari Kemuning di tempat itu.


Hemmphh, tempat ini dekat dengan persembunyian kakang Witangsa dan kakang Andara, aku dapat leluasa untuk mengatakan kepada mereka jika nanti telah bertemu Savitri putri Ki Demang Kedawung itu, berkata di dalam hatinya, Sari Kemuning.


Ia pun masih dapat melihat pohon Jati raksasa yg ada di luar pagar dari padepokan itu, Kemuning merencanakan sesuatu jika telah bertemu dengan Savitri, kembang Kedawung itu.


Di barak cantrik bagian perempuan itu di pimpin oleh seorang wanita yg sudah berusia paruh baya, dengan tubuh yg lumayan besar , perempuan yg bernama nyi Warni itu.


Arnawa langsung menyerahkan Sari Kemuning kepada perempuan itu.


" Bi, ini ada seorang calon cantrik yg akan belajar di padepokan Romo, ini," kata nya kepada perempuan itu.


" Siapa dia ngger, apakah Romo mu telah menyetujui nya untuk belajar disini,?" tanya Nyi Warni itu.


" Romo belum mengetahui nya , Bi, tetapi menurut ku ia layak untuk di terima disini," jawab Arnawa.


" Mengapa Angger Arnawa berani mengambil keputusan sebelum mendapatkan persetujuan dari kakang Ronggo," kata Nyi Warni lagi.


" Romo tentu bersedia menerima nya sebagai murid guna menemani adikku itu," sahut Arnawa


" Siapa nama mu,?" tanya Nyi Warni kepada Sari Kemuning.


" Kemuning , Bi,". jawab Sari Kemuning.


" Darimana asal mu?" tanya perempuan itu lagi.


" Aku berasal dari Kademangan Sekar, Bi,". jawab Sari Kemuning berbohong.


Putri Jagabaya itu tidak berani mengatakan yg sebenarnya , takut nanti baik perempuan itu maupun Arnawa akan menjadi curiga jika ia mengatakan berasal dari Kenanga yg ber tetangga dengan Kademangan Kedawung.


Kemudian perempuan itu mengajak Sari Kemuning ke sebuah bilik yg ada di barak cantrik perempuan itu.


Melewati sebuah bilik yg tampak lain dengan bilik -bilik yg berada disitu, hati Sari Kemuning bertanya -tanya, bilik siapakah itu .


Dan tidak jauh dari bilik itu, Nyi Warni menunjukkkan tempat untuk Sari Kemuning.


" Ini bilik mu, nanti jika kau memerlukan sesuatu panggil saja , mbah uyut," ucap Nyi Warni.


" Siapa mbah uyut itu , Bi,?" tanya Sari Kemuning.


" Ia yg bertugas untuk menjaga tempat ini," jawab Nyi Warni.

__ADS_1


" Oh iya, Bi, bilik siapakah itu,?" tanya Sari Kemuning.


Sambil menunjukkan ke arah bilik yg telah mereka lewati tadi. Bilik itu terlihat rapi dan indah dengan banyak tanaman kembang di depan nya.


" Hehh,itu bilik anak perempuan kakang Ronggo, sudah jangan banyak tanya, sana, kamu harus segera bersiap, setelah makan siang , para cantrik perempuan akan segera berlatih," jelas Nyi Warni.


" Baik , Bi," jawab Sari Kemuning.


Ia masuk ke dalam bilik nya itu, dan Nyi Warni pergi meningglkan tempat itu. Dari biliknya itu , Sari Kemuning mengintip kepergian Nyi Warni.


Setelah di rasa aman , Putri Ki Jagabaya itu segera keluar dari biliknya dan berjalan menuju ke tempat bilik yg cukup rapi itu, disana sini terlihat kembang yg telah tertata dengan indah.


Kemuning ber jalan agak berjingkat agar tidak terdengar langkah kaki nya.Setelah berhasil mencapai bilik itu, Sari Kemuning segera merapatkan tubuhnya ke dinding dan melihat ke dalam nya.


Ia melihat seorang perempuan cantik yg tengah duduk sambil memainkan rambut nya.


Perempuan itu memiliki pakaian yg lumayan bagus, tapi tampak nya ada sesuatu yg lain pada perempuan itu.


Apakah ini Putri Ki Demang Kedawung itu, tanya Sari Kemuning dalam hatinya.


Kalau dari ciri -cirinya, yg telah di katakan oleh Nyi Demang memang perempuan inilah orangnya, kata Sari Kemuning lagi.


Putri Ki Jagabaya desa Kenanga itu beringsut mendekati pintu bilik bagian belakang , ia berusaha untuk masuk ke dalam.


Belum sempat ia masuk terdengar panggilan untuk keluar kepada para cantrik perempuan itu.


Segera lah Sari Kemuning mengurungkan niat nya. Ia cepat kembali ke biliknya.


Dan keluar lagi seraya berkumpul dengan para cantrik perempuan lain nya.


Pada pertemuan kali ini, Sari di kenalkan sebagai murid baru yg ada di padepokan itu.


Nyi Warni yg memimpin para cantrik itu untuk makan bersama diteruskan latihan bersama hingga menjelang sore.


Sari Kemuning mencari kesempatan untuk menyampaikan pesan kepada teman -teman nya yg ada di luar.


Ketika Sari Kemuning merapatkan tubuhnya kedinding pagar, segeralah Dewi Dwarani melihatnya.


Kakang Andara,itu sepertinya Kemuning, ada sesuatu yg akan disampaikan oleh nya ,cepat kakang Andara menemui nya, terdengar ucapan dari Putri Ki Bekel desa Kenanga itu.


Jati Andara segera menghampiri Sari Kemuning dan langsung berbicara kepadanya.


Bagaimana ,apa yg telah engkau lihat , Kemuning, tanyanya kepada putri Ki Jagabaya itu.


Aku melihat sepertinya memang Kembang Kedawung itu berada di tempat ini dan berada pada bilik itu, ucap Sari Kemuning dan menunjukkan ke arah bilik yg sangat baik itu.Bilik yg berdiri sendiri tidak bersatu dengan bilik yg lainnya.


Jati Andara berusaha melihatnya dari celah-celah dinding pagar itu.


Ia dapat memastikan tempat itu,dan selanjutnya ia berkata kepada Putri Ki Jagabaya itu.


Kemuning, jika memang itu adalah Putri Demang Kedawung, usahakan agar nanti malam engkau dapat membawa nya keluar, ucap Jati Andara.


Jika ia tidak mau bagaimana kakang Andara, apakah aku harus memaksanya , tanya Sari Kemuning kepada Jati Andara.


Yah, kau harus memaksanya, kau dapat menotok nya dan membawanya keluar nanti kami akan menjaga mu, jelas Jati Andara lagi.


Baiklah kalau begitu, terdengar ucapan dari Sari Kemuning, ia pun cepat berlalu dari situ karena ada seorang tua yg sedang membersihkan tempat itu.


Jati Andara pun segera berlalu dari tempat itu, ia kembali ke tempat semula di dekat pohon Jati raksasa.


Bagaimana, Andara, apakah memang Kembang Kedawung ada di padepokan ini, tanya Japra Witangsa.


Iya,tampak nya kembang Kedawung itu memang berada di dalam menurut Kemuning, Jawab Jati Andara.

__ADS_1


Apa yg harus kita lakukan , apakah kita akan masuk menyerbu padepokan ini, tanya Japra Witangsa.


Seperti biasanya putra Ki Jagabaya itu agak gegabah dalam bertindak.


Jangan , kita tidak perlu melakukan hal itu karena selain kita memang tidak tahu akan kemampuan dari penghuni padepokan ini terutamanya Ki Ronggo Sathru itu, boleh jadi kita akan terjebak di dalamnya, jelas Jati Andara kepada Japra Witangsa.


Jadi , haruskah kita berpangku tangan saja menunggu nya di sini, tanya Japra Witangsa lagi.


Tidak kita harus bertindak , namun setelah malam, aku telah menyuruh Sari Kemuning membawa Kembang Kedawung itu keluar, dan tugas kita adalah berjaga dari segala rintangan yg tentu akan di hadapinya , sahut Jati Andara.


Oleh sebab itu, tugas mu adslah kembali secepatnya ke dukuh Klino, ambil kuda -kuda kita itu bawa kemari, agar nanti kita dapat membawa Putri Ki Demang Kedawung itu, kata Jati Andara lagi.


Baiklah, aku akan segera turun ke bawah dan mengambil kuda -kuda kita itu, jawab Japra Witangsa.


Sebaiknya kau ikut dengan Witangsa , kata Jati Andara kepada adik nya Dewi Dwarani.


Gadis itu pun setuju, ia pun segera ikut turun untuk mengambil kuda -kuda mereka yg di tinggalkan di rumah Nyi Warseh.


Sedangkan Jati Andara masih di menunggu di tempat itu, ia masih berharap dapat berita dari Sari Kemuning, namun sampai menjelang maghrib , Sari Kemuning tidak datang ke tempat itu.


Sari Kemuning sendiri tengah berpikir keras untuk dapat membawa keluar perempuan yg ada di bilik di sebelah nya itu, putri Ki Jagabaya itu memang meyakini bahwa gadis yg ada di bilik itu adalah Savitri putri Ki Demang Kedawung.


Aku harus berusaha melumpuhkan nya jika memang ia menolak untuk diajak keluar, pikir Sari Kemuning lagi.


Sambil terus memikirkan bagaimana cara yg terbaik untuk melepaskan gadis itu.


Tetapi kelihatan nya ia tidak merasa sedang di culik, ia merasa senang -senang saja, apakah benar ia itu memang putri dari Ki Ronggo Sathru itu, kata Sari Kemuning lagi di dalam hatinya.


Disaat itu ketika saat maghrib tiba, terdengar suara yg agak keras memanggil, tepat di depan bilik yg diyakini oleh Sari Kemuning sebagai bilik Savitri.


" Adi Savitri, adi Savitri, ada di panggil oleh Romo,"


Suara yg agak keras itu pun sampai terdengar ke bilik Sari Kemuning.


Puteri Ki Jagabaya itu segera mengintip keluar , dilihatnya Arnawa putra dari Nyi Warseh itu tengah berdiri di depan bilik itu.


Dan tidak terlalu lama keluar lah gadis yg di yakini oleh Sari Kemuning sebagai Savitri melangkah turun dari tempat itu.


Gadis itu berjalan mengikuti Arnawa , putra dari Nyi Warseh itu, keduanya menuju bangunan yg besar tepat di tengah-tengah tempat tersebut.


Sari Kemuning pun tidak tinggal diam ia keluar dari bilik nya mengikuti kedua orang tersebut.


Saat kedua orang itu masuk ke dalam bangunan itu, Sari Kemuning berusaha mencari tempat agar dapat melihat ke dalam, di susuri nya dinding bangunan itu dan ketika ada sebuah celah yg dapat melihat ke dalam ia berhenti disitu.


Putri Ki Jagabaya itu dengan leluasa untuk melihat apa yg terjadi.


Tampak seorang lelaki paruh baya dengan tubuhnya tinggi besar duduk di sebuah kursi, disebelahnya ada Nyi Warni, pemimpin cantrik perempuan itu dan di hadapan keduanya duduk lah Arnawa , pemuda yg merupakan putra Ki Ronggo Sathru dan Nyi Warseh itu.


Sedang kan di sebelah nya ada gadis yg bernama Savitri itu.


Hehh, berarti yg telah bertarung dengan Kakang Witangsa dan Kakang Andara adalah Ki Jarong ini, seru Sari Kemuning dalam hatinya .


Karena dilihatnya lelaki yg duduk di sebuah kursi itu, tangan dan pundak nya berbalut kain ,dan masih Nampak bercak noda darahnya, karena kain pembalut itu berwsrna putih.


Sari Kemuning pun dapat mendengar dengan jelas apa yg di ucapkan oleh lelaki itu.


" Anakku , Savitri, Romo tidak menahanmu disini atau membawa mu lari dari ibumu, tetapi Romo ingin memberikan suatu pelajaran kepada Sungkono itu, yg telah berani merebut ibumu dari tangan ,Romo ," kata Lelaki itu.


Sedang kan Savitri hanya diam saja mengangguk, ia seakan tidak terlalu menghiraukan ucapan itu.


" Karena sesungguhnya dirimu itu adalah anak Romo, Putri kandung Romo yg telah direbut oleh Sungkono itu dan sekarang ia pulalah yg telah jadi Demang di Kedawung, jadi saat ini adalah pembalasan Romo kepada orang yg telah menganggap mu anak itu baru saja di mulai, " katanya lagi.


" Karena Romo tidak rela setelah apa yg dilakukan nya kepada Romo, ia masih dapat enak duduk sebagai seorang Demang tanpa memperdulikan sakit hati Romo dan ibumu itu, Karena Romo tahu bahwa ibumu itu masih mencintai Romo ,ketika ******* itu datang merebutnya dari tangan Romo, sampai mati pun Romo tidak sudi menerima nya," lanjut nya lagi.

__ADS_1


Hei , ternyata Kembang Kedawung itu adalah Putri dari Ki Jarong ini, kata Sari Kemuning lagi.


Ia terus saja melihat apa yg akan terjadi di tempat itu dan yg membuat nya bingung , mengapa gadis yg bernama Savitri itu tidak memberikan tanggapan apa pun atas ucapan dari Lelaki itu.


__ADS_2