Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 26 Bara dendam. bag ke delapan.


__ADS_3

" Tetapi mereka akan mendobrak pintu itu,. Rindayu,.!" ucap Surti.


" Sudah , biarkan saja,..kalau dirimu mau, ..bangunkan saja Nyai Sumini,..!" balas Tara Rindayu.


Surti tidak menjawab perkataan dari Tara Rindayu , ia nampak bingung.


" Kenapa,..?" tanya Tara Rindayu.


Yang heran melihat sikap dari Surti ini.


" Ahhh,..aku segan jika harus membangunkan mereka,..!" jelas Surti.


" Ya,..sudah biarkan saja,..!" sahut Tara Rindayu.


Sementara orang yang berada di luar rumah terus saja berteriak.


" Cepat,..buka pintu ini , atau akan Aku dobrak,..!" seru orang itu.


Sedangkan Ki Sumirat dan Nyai Sumini yg telah tertidur itu segera bangun setelah mendengar suara ribut-ribut yg ada di luar rumah nya.


" Kang , ada orang di luar,..!" ucap Nyai Sumini.


Pemilik warung ini membangunkan suaminya.


" Eaahhh,..biarkan saja lah, Nyi,.." sahut Ki Sumirat.


Lelaki paruh baya dengan tubuh buncitnya itu nampak menggeliat , ia masih saja tidur.


" Mereka akan merusak pintu rumah kita,jika kita tidak membukakan pintu itu,.!" kata Nyai Sumini lagi.


" Hahhh,..berarti Rampok itu,..Nyai,..!" seru Ki Sumirat nampak kaget.


Ia melompat dari pembaringan nya menuju ke pintu bilik.


" Kang,..mau kemana,..?" tanya Nyai Sumini.


" Lebih baik kita lari , Nyi, sebelum mereka membunuh kita,.!" sahut Ki Sumirat.


Lelaki ini berusaha membuka pintu biliknya. Namun segera di cegah oleh Nyai Sumini.


" Kita tidak boleh lari kang,. bagaimana nasib Surti dan tamu kita itu,..?" tanya Nyai Sumini.


Ki Sumirat menoleh ke belakang dan ia tidak jadi membuka pintu bilik itu, ia bertanya,..


" Jadi apa yang harus kita lakukan,..?" tanya nya.


Dalam benak orang tua ini adalah bayangan Surti yg akan mendapatkan perlakuan tidak baik dari para perampok ini.


" Sebaiknya kita temui mereka dan menyuruh Surti dan tamu kita itu untuk segera pergi meninggalkan tempat ini,..!" jelas Nyai Sumini.


Ki Sumirat menganggukkan kepalanya.


" Baiklah Nyi,..!" sahut lelaki tua bertubuh buncit itu.


Pintu rumah nya terus saja di gedor gedor oleh orang yang tidak di kenal.


" Sudah,. dobrak saja pintu itu, Walang kutung,..!" teriak seorang yang bertubuh tinggi besar.


Ia masih berada di punggung kudanya dan nampak basah kuyup di timpa hujan.


" Baik kakang Kebo Bujul,..!" jawab orang yang di panggil Walang kutung itu.


Ia kemudian mundur ke belakang beberapa langkah untuk mengambil ancang ancang hendak menghancurkan pintu rumah milik Nyai Sumini ini.


Namun belum pun sempat ia bergerak hendak menendang pintu tersebut,..


" Kreeeikk,.."


Pintu rumah tersebut terbuka. Dua orang muncul dari dalam rumah tersebut.Ki Sumirat dan Nyai Sumini.


Keduanya berhadapan dengan Walang kutung.


" Hehh,..mengapa terlalu lama kalian membuka pintu ini,.!" seru Walang kutung ketus.


Lelaki yang bertubuh jangkung dan kurus dengan sebelah lengan nya nampak terputus ini nampak mendekati pemilik rumah tersebut.


" Maaf,..kami berdua tadi masih tertidur,..!" jawab Nyai Sumini.


Walang Kutung melangkah mendekat seraya,..


" Shreeeeit,.."


Ia mencabut sebilah golok dari sarungnya dan langsung menodongkan ke leher Nyai Sumini.


" Cepat,..serahkan seluruh hartamu kepada kami,..dan kau berjalan lebih dahulu,.!"


Terdengar ucapan dari Walang Kutung meminta Ki Sumirat untuk berjalan masuk ke dalam rumah nya dengan di iringi oleh Nyai Sumini yg di dorong oleh Walang Kutung dari belakang dengan tetap menempelkan golok nya pada leher wanita itu.


" Bb,..bb,..baik,..te,.te.taapi ,.jangan bunuh kami berdua ,.!" ucap Ki Sumirat terbata bata.


Langkah ketiganya kemudian di ikuti pula oleh salah seorang yang masih berada di punggung kudanya itu.


Maka dua orang segera mengawal Ki Sumirat dan Nyai Sumini masuk ke dalam rumah nya.


Tanpa ada perlawanan , baik Ki Sumirat maupun Nyai Sumini masuk ke dalam rumah seraya langsung menuju ke dalam biliknya.

__ADS_1


" Cepat,..ambil semua perhiasan dan uang mu,..serahkan kepada kami,..!" seru Walang Kutung.


Ia memerintahkan kepada Ki Sumirat untuk mengambil uang dan perhiasan yg mereka miliki.


Ki Sumirat menuruti perintah itu dengan membuka salah satu lemarinya, kemudian ia mengeluarkan beberapa buah perhiasan yang di miliki oleh istrinya,.Nyai Sumini.


" Kang,..!" ucap Nyai Sumini pelan.


Seakan perempuan itu tidak ingin melihat barang barang perhiasannya itu jatuh ke tangan perampok itu.


" Apa,..kau tidak rela hartamu itu kami ambil,..Hehh,..!" teriak Walang Kutung.


Lelaki kurus dan bertubuh jangkung ini membentak Nyai Sumini dengan keras sambil menekan goloknya lebih kuat lagi di leher perempuan itu.


" Aaakhh,..!"


Jeritan tertahan keluar dari mulut Nyai Sumini,.tampak segores luka kecil di leher,..dan darah pun mengembun keluar.


" Wangas,..Cepat kumpulkan barang barang itu,..!"


Perintah Walang Kutung kepada teman nya ,


" Baik,.. Kakang,..!" sahut orang yang bernama Wangas itu.


Ia pun segera mendekati Ki Sumirat yg tengah mengeluarkan barang barang yang merupakan perhiasan dari Nyai Sumini.


Orang yang bernama Wangas ini kemudian memasukkan semua barang barang itu ke dalam sebuah kampil yg telah di sediakan nya.


" Hehhh,..mana uang mu,..cepat serahkan kepada kami ,..!" seru Walang Kutung lagi.


Ia meminta kepada Ki Sumirat untuk mengeluarkan uang yg ada pada mereka itu.


" Kami tidak memiliki uang,..Tuaan,.!" ucap Ki Sumirat dengan nada memelas.


" Bohong,...!" teriak Walang Kutung .


" Benar,..kami tidak memiliki uang, yg ada hanya perhiasan ini saja,..!" kata Ki Sumirat lagi.


" He,..kalian inikan pemilik warung yg ada di depan itu, tidak mungkin kalian ini tidak memiliki uang, cepat serahkan kepada kami, atau nyawa istri mu ini sebagai taruhan nya,." seru Walang Kutung.


" Wangas , cepat cari uang mereka ini,..!" katanya lagi pada temannya itu.


" Sungguh kami tidak memiliki uang tuaan,..!" kata Ki Sumirat lagi.


" Berarti dirimu tidak sayang akan nyawa perempuan ini,.baiklah,..lebih baik ku gorok saja lehernya ini,.." ucap Walang Kutung.


" Sudahlah Kang,..turuti saja permintaan mereka,."


Terdengar perkataan dari perempuan pemilik warung itu. Ia tidak ingin mati di tangan para perampok ini, yg sepetinya tidak main-main dengan ancaman nya.


Jadilah Ki Sumirat yg kebingungan menghadapi situasi yang sangat gawat ini, sebenarnya ia tidak terlalu mengkhawatirkan akan keselamatan istrinya itu, tetapi jika ia tidak menuruti keinginan mereka , nyawa nya pun terancam pula.


Mau tidak mau akhirnya Ki Sumirat bergerak lagi ke sebuah Lincak yg ada di bilik itu,..ia kemudian mengambil sebuah karung yg tidak terlalu besar dan kemudian menyerahkan kepada orang bernama Wangas itu.


Oleh Wangas karung tersebut kemudian di buka nya,.. ternyata di dalam nya ada sekampil uang .


Cukup banyak memang uang berada di dalam kampil itu.


" Kang ,..ternyata isinya cukup banyak,..!" seru Wangas.


Sambil ia mengangkat sebuah kampil yg memang berisi uang.


" Cepat , segera bawa keluar,..serahkan kepada Kakang Kebo Bujul,.." perintah Walang Kutung.


" Kang,.. bagaimana dengan kedua orang ini ,.?" tanya Wangas kepada Walang Kutung.


" Sudah ,.. mereka ini menjadi urusan ku,..!" jawab Walang Kutung pendek.


" Apakah akan kakang Bunuh,..?" tanya Wangas lagi.


" Iya,..agar mereka tidak membuka mulut,..!" sahut Walang Kutung lagi.


Tanpa bertanya lagi, maka Wangas pun langsung keluar meninggalkan temannya itu.


Sedangkan di dalam rumah,.Ki Sumirat dan Nyai Sumini istrinya , pucat pasi mendengar bahwa mereka berdua akan di bunuh oleh perampok yg bernama Walang Kutung itu. Jika di sayat kedua bibir dari sepasang suami istri itu tentu tidak akan mengeluarkan darah lagi karena putihnya.


Akan tetapi nampak kemudian Walang Kutung mengeluarkan sebuah tali,.dan segera memerintahkan Nyai Sumini untuk mengikat Ki Sumirat.


" Cepat ikat suami mu itu,.!" teriak Walang Kutung.


Sambil mendorong Nyai Sumini , pemilik warung itu ke depan , ia melemparkan tali tersebut ke hadapan perempuan itu.


Nyai Sumini pun kemudian melakukan apa yang di perinrahkan oleh Walang Kutung, ia mengikat tangan dan kaki suaminya , Ki Sumirat.


" Kau ,..cepat kemari,.!"


Terdengar Walang Kutung memanggil Nyai Sumini untuk mendekat lagi.


Setelah cukup dekat Nyai Sumini, dalam satu sentakan tarikan yg kuat wanita itu pun kemudian jatuh ke dalam dekapan Walang Kutung.


Hahh,.. sungguh sayang ,..di saat malam yg dingin begini,.. Aku melewatkan untuk bermain dengan perempuan ini, malam ini ia akan menjadi penghangat tubuh ku, biar saja Kakang Kebo Bujul kembali ke rumah kepala desa itu,..berkata dalam hati Walang Kutung.


Ia mulai mengerayangi tubuh Nyai Sumini, mulai dari dada sampai pada kedua belah kaki nya, Nyai Sumini tampak meronta -ronta berusaha melepaskan diri.


" Diaam,..atau golok ini yg akan bicara,..!" seru Walang Kutung dengan keras.

__ADS_1


Nyai Sumini terdiam, tubuhnya tampak gemetaran ,..akan tetapi ia sudah tidak berusaha untuk meronta lagi. Ia sangat takut dengan ancaman Lelaki yg mendekap nya itu dari belakang dengan golok menempel di lehernya.Maka dengan leluasa Walang Kutung menjalankan aksinya, ia kembali menggeranyangi tubuhnya bahkan kali ini di sertai dengan ciuman. Sangat kasar tamoaknya perbuatan dari salah seorang perampok ini.


Sementara itu dari dalam bilik, dua pasang mata mengintip apa yang telah terjadi di ruangan tengah itu.


" Surti,.. Aku akan menolong nyai Sumini,.kau tetap disini jangan kemana mana,..!" kata Tara Rindayu.


" Kau mau kemana, Rindayu,..?" tanya Surti kepada Tara Rindayu.


" Aku akan menolong Nyai Sumini,..!" jawab Tara Rindayu.


" Jangan ,.. nanti dirimu akan celaka,..Rindayu,..!" seru Surti agak keras.


" Sssst,..jangan keras keras nanti mereka akan mengetahui keberadaan kita, tenang saja , Aku tidak akan apa -apa,..!" jelas Tara Rindayu.


Gadis cantik itu kemudian membuka pintu bilik tersebut dan ,..


" Ciaaat "


Ia segera melesat dan langsung melepaskan tendangan ke arah punggung Walang Kutung yg masih mendekap Nyai Sumini.


" Buggghh,.."


Walang Kutung jatuh tersungkur demikian pula Nyai Sumini,.akan tetapi wanita itu telah terlepas dari dekapan Lelaki kurus itu.


Walang Kutung berusaha bangkit dan menatap ke arah Tara Rindayu seraya berkata,..


" Hei,..ternyata di rumah ini menyimpan seorang bidadari, sungguh beruntung diriku,..!" ucap Walang Kutung.


Lelaki Jangkung bertubuh kurus ini kemudian meraih golok nya yg sempat terlepas tadi dan mengacungkan nya ke arah Tara Rindayu.


" He, he,.he,.. sebaiknya dirimu menyerah saja Cah Ayu,..temani kakang malam ini,..!" ucap Walang Kutung.


" Puihhj..kakangg,...siapa sudi memanggil mu kakang ,..manusia laknat yang bermoral bejad seperti dirimu,..hadapi aku sekarang,..!" seru Tara Rindayu ketus.


Ia pun segera mencabut pedang nya dan segera berhadapan dengan Walang Kutung.


Terdengar dari luar suara yang memanggil Walang Kutung.


" Walang Kutung , cepat lah kita tinggalkan tempat ini,..!"


Suara itu adalah Kebo Bujul, pemimpin rampok yg singgah di rumah Nyai Sumini ini.


" Tunggu sebentar kakang Kebo Bujul, !" jawab walang Kutung dengan keras.


" Apa yang tengah kau kerjakan di dalam rumah itu ,.. Walang Kutung,..?" tanya Kebo Bujul lagi.


" Kakang ,..ternyata di dalam rumah ini menyimpan seorang bidadari, sebaiknya Kakang Kebo Bujul segera masuk untuk melihatnya,..!" jawab Walang Kutung.


Namun belum pun sempat terdengar jawaban dari luar, dengan sangat cepat Tara Rindayu menerjang Walang Kutung ,..


" Heaahhh,.."


" Weeshhh,.."


Ia menebaskan pedang nya ke arah leher Walang Kutung, Lelaki yg bertubuh jangkung dan kurus itu melompat mundur menghindari serangan dari murid Nyai Sriti Wengi ini.


Pada serangan pertama ini, Tara Rindayu nampaknya belum berhasil melukai tubuh lawannya.


Ia pun segera mengemposi tenaga dalam nya dan langsung mencecar lawannya. Dengan pedang di tangan nya gadis cantik ini berusaha mendesak Walang Kutung. Beberapa kali golok dari Lelaki kurus ini harus menepis dan menangkis serangan yang cepat dari lawan nya yg seorang perempuan itu.


Pada suatu ketika , diaaat tubuh Tara Rindayu agak dekat Nyai Sumini , ia pun berkata agak pelan kepada perempuan pemilik warung itu,.


" Nyai ,..lekas buka ikatan Ki Sumirat itu dan segera tinggalkan tempat ini,..!"


Nyai Sumini yg terlihat agak kebingungan segera tersadar dan melakukan apa yang di perintahkan oleh tamunya itu. Ia pun mendekati tubuh Ki Sumirat yg tengah terikat itu.


Sementara Walang Kutung yg terdesak segera memberi isyarat dengan sebuah suitan yg keras.


Tidak terlalu lama kemudian, Wangas telah muncul di dalam ruangan itu.


" Ada apa kakang Walang Kutung,..?" tanya Wangas.


" Cepat kau bantu aku untuk menangkap perempuan ini,..!" jelas Walang Kutung.


" Hah,. mengahadapi seorang perempuan pun kakang Walang Kutung tidak sanggup,..?" tanya Wangas heran.


" Sudah ,..jangan banyak tanya, cepat kita tangkap perempuan ini,..!" tukas Walang Kutung agak jengkel.


Akhirnya orang yang bernama Wangas itu pun mengikuti perintah Walang Kutung.


Mereka berdua kemudian mengeroyok Tara Rindayu. Akan tetapi gadis cantik asal desa Kenanga ini tampaknya tidak gentar ia berlompatan di dalam rumah Nyai Sumini yg lumayan luas itu sehingga tandang nya mampu mendesak kedua perampok itu.


Hingga pada suatu ketika,..


" Hiyyyah,."


" Sheeeit,.."


Pedang yang ada di tangan nya mampu merobek pakaian yang di gunakan oleh Walang Kutung ini. Darah pun segera keluar dari bekas luka sayatan itu.


" *******,..kau harus membayar semua ini,..!" teriak Lelaki kurus itu.


Ia berusaha menggapai tubuh Tara Rindayu dengan golok nya, namun dengan sangat cepat Putri Juragan Tarya ini berkelit menghindari serangan tersebut seraya membalasnya dengan sebuah tendangan.


Pertarungan kembali terjadi dengan serunya, Tara Rindayu nampaknya berusaha untuk melumpuhkan Walang Kutung,..ini terlihat banyaknya serangan yg di arahkan pada lelaki yang bertubuh jangkung itu.

__ADS_1


__ADS_2