
Selanjutnya Raka Senggani kemudian bertanya,..
" Jadi paman Patih,..darimana kami harus memulai penyelidikan nya,..apakah tidak ada orang patut di curigai,..baik di dalam atqu di luar keraton,..?" tanya Senopati Pajang itu.
Patih Haryo Winangun menganggukkan kepalanya,..ia tidak langsung memjawabnya,.. malah menghela nafasnya,..
" Hahhh,..entahlah anakmas,. Paman tidak tahu,..harus darimana menelusurinya,..karena memang tidak ada yg melihatnya dengan pasti,..di tambah lagi untuk orang yg bisa dijadikan sebagai penculiknya pun tidak ada,.." jawab Patih Haryo Winangun.
Patih keraton Madiun itu pun memang seperti kehilangan jejak atas menghilangnya Sekar Kedaton tersebut.
Putri Ki bekel desa Kenanga,..Dewi Dwaranj memberanikan diri untuk bertanya,..
" Mohon ampun sebelum nya,.. Kanjeng Patih,..apakah Ratu Ayu sekar Kedaton itu tidak memiliki seorang kekasih,..?" tanya nya.
Patih Haryo Winangun menatap ke arah Dewi Dwarani sambil menggelengkan kepalanya.
" Dari yg Kutahu,..Sekar Kedaton itu tidak memiliki seorang kekasih,..bahkan para Pangeran atau bangsawan pun belum ada yg berani melamarnya,.." jawab Patih Haryo Winangun.
" Kakang Senggani ,..apa tidak sebaiknya kita menayakan hal ini kepada emban dan dayang dari Ratu Ayu itu,..siapa tahu mereka mengetahui siapa orang terdekat dari Gusti Ratu Ayu itu,." ucap Dewi Dwarani lagi.
" Benar juga yg kau katakan itu adi Rani,..kita dapat menanyakan hal ini kepada penghuni kaputren,.. apakah kami dapat masuk dan menanyakan hal ini kepada para emban dan dayang pengasuh dari Gusti Rara Sekar Kiranti itu,. Paman,..?" tanya Raka Senggani.
Ia menanyakan hal ini langsung kepada Patih Haryo Winangun,..karena adalah sesuatu yg sangat dilarang jika ada seorang lelaki yg akan masuk ke dalam kaputren.
Jadi sewajarnya lah ia menanyakan hal tersebut kepada Patih keraton Madiun itu.
" Bisa,..bisa,..nanti Paman sendiri yg akan menghadap Kanjeng Gusti Adipati guna memintakan izin masuk ke dalam Kaputren,..dan tentu nya Gusti Adipati akan memberikan nya karena mereka anakmas Senopati sendiri yg akan melakukannya,..tentu ia akan berharap banyak bahwa Putri nya itu akan segera di ketemukan,." ucap Patih Haryo Winangun.
Malam itu ,.. ketiga orang dari desa Kenanga itu bermalam di istana Kepatihan Madiun.
Bahkan ketiganya di berikan bilik yg berdekatan,..sehingga mereka masih sempat membicarakan hal itu sebelum beristrahat.
" Kalau menurut Kakang Senggani,.. siapa orang yg pantas untuk di curigai,,..?" tanya Dewi Dwarani.
" Menurutku,..orang yg pantas di curigai itu adalah orang yg menaruh hati kepada Sekar Kedaton itu,..Rani,.." jawab Raka Senggani.
" Tepat sekali Kang,..itulah yg ada di pikiran Rani,.. kemungkinan yg melakukan penculikan itu adalah seseorang yg menyukai Sekar Kedaton itu,.." tegas Dewi Dwarani.
" Apa tidak mungkin kejadian di Boyolangu berlaku di Madiun ini,..adi Senggani,..?" tanya Japra Witangsa.
Putra Ki Jagabaya itu yg sedari tadi diam saja kemudian angkat bicara.
" Kalau menurut Senggani kemungkinan itu sangat kecil,.. untuk apa menculik seorang putri bangsawan ,.. apalagi Putri seorang Adipati kalau hanya untuk di tumbalkan,..". jawab Raka Senggani.
" Iya,.. kakang Witangsa,..buat apa mencari seorang tumbal dari dalam keraton yg memiliki banyak prajurit,.. tentunya akan menyulitkan sekali,..jadi Rani sependapat dengan kakang Senggani,..ini adalah masalah hati,.. antara cint dan dendam,.." kata Dewi Dwarani.
Ketiganya terus berbincang sampai tengah malam,.. sebenarnya mereka memang ingin terus mengobrol guna memecahkan permasalahan yg ada di Madiun itu,..tetapi karena tubuh mereka cukup lelah setelah berjalan seharian di tambah lagi besok akan masuk ke dalam kaputren,.. akhirnya mereka sepakat untuk tidur.
Ketiganya segera masuk ke dalam biliknya masing -masing,.. tempat yg telah di sediakan oleh Patih Haryo Winangun.
Dan esok paginya mereka langsung menghadap kepada Kanjeng Patih Haryo Winangun,..sebelum sang Patih menghadap Kanjeng Gusti Adipati Madiun di dalam keraton.
" Anakmas Senopati sebaiknya menunggu disini saja tidak usah ikut menghadap Kanjeng Adipati,..biar Paman saja yg akan mengatakan hal ini kepada Kanjeng Adipati,..agar nantinya anakmas Senopati dapat langsung menuju Kaputren guna mencari tahu keadaan disana sebelum Kanjeng Rara Sekar Kiranti pergi menghilang,.." ucap Patih Haryo Winangun.
" Baik Paman Patih,..kami akan tetap berada disini Sampai Paman Patih kembali,.." jawab Raka Senggani.
Kemudian Patih Haryo Winangun meninggalkan istana kepatihan dan segera menuju ke dalam Keraton Madiun. Ia akan menghadap Gusti Adipati Madiun.
Sedangkan tiga orang itu tetap saja di istana kepatihan.
Sampai saat nya Patih Haryo Winangun itu kembali,..saat hari masih belum terlalu siang.
Ia pun memberikan jawaban kepada ketiganya bahwa dapat masuk ke dalam kaputren guna menyelidiki keadaan di sana.
Raka Senggani dan kedua temannya itu langsung berangkat menuju ke Kaputren dengan di iringi dua orang prajurit.
Setiba di depan lingkup kaputren tersebut,.salah seorang prajurit menyampaikan pesan bahwa dirinya membawa tiga orang yg akan mencari tahu tentang keadaan di Kaputren saat sebelum dan sesudahnya Sekar kedaton menghilang.
Oleh prajurit jaga kaputren ,.. ketiganya di beri izin untuk masuk.
Raka Senggani pun masuk dengan diiringi oleh Dewi Dwarani dan Japra Witangsa.
__ADS_1
Salah seorang prajurit jaga Kaputren berjalan di depan untuk menunjukkan tempat dimana Gusti ayu Rara Sekar Kiranti tinggal.
Sesampainya di taman kaputren itu mereka segera bertemu dengan kepala dayang disana.
Seorang Emban yg sudah agak sepuh meski nampak masih kuat.Ia bernama Nyi Asih.
" Ada apa prajurit,..mengapa dirimu membawa orang luar kedalam kaputren ini,..?" tanya Nyi Asih agak ketus.
Ia nampak nya kurang senang jika ada orang lain ,..apalagi bukan dari keluarga keraton yg masuk ke dalam Kaputren.
Jadi sebagai kepala pelayan,..atau emban pengasuh ia tetap harus menjaga kerahasiaan dari Kaputren itu sendiri dari orang asing sehingga dengan tatapan kurang bersahabat ia memandang ketiga orang it.
" Begini Nyi Asih,..ini sesuai keputusan dari Kanjeng Gusti Adipati sendiri,..bahwa tiga orang ini akan menyelidiki keadaan dalam kaputren ini saat sebelum dan sesudahnya Kanjeng Gusti Rara Ayu Sekar Kedaton menghilang ,." jawab prajurit jaga itu.
Nyi asih terdiam,..namun matanya bergantian memandangi ketiga orang itu. Seolah -olah ada perasaan yg kurang berkenan di hatinya.
" Jadi kuharap ,..Nyi Asih dapat membrikan keterangan yg benar kepada ketiganya,..jangan sampai Kanjeng Gusti Adipati marah,..jika kelak ketiganya melaporkan bahwa Nyi Asih telah mempersulit mereka,.." tegas prajurit itu.
Dan kemudian ia meninggalkan ketiganya di Kaputren dengan Nyi Asih.
Raka Senggani merasa bahwa kepala dayang ,..emban pengasuh itu kurang senang kepadanya segera berkata,..
" Maaf sebelumnya Nyi Asih,..kami berada disini karena mendapatkan tugas dari Kanjeng Gusti Adipati sendiri,..agar segera menemukan putri nya yg telah menghilang itu,..jadi kami berharap kepada Nyi Asih dapat berterus terang kepada kami,.." ucap Senopati Pajang itu.
Ia sebenarnya agak kesal dengan sikap kepala pelayan Kaputren itu,..karena terlalu mencurigai mereka.
Sebenarnya siapa sudi masuk kemari,..jika tidak ada perlunya,..kami akan lebih enak jika kembali ke Kenanga tanpa harus memikirkan urusan yg cukup pelik ini,..ditambah lagi dengan sikap emban yg satu ini ,.rasanya kepala.mau pecah melihatnya,..kata Raka Senggani dalam hati.
Raka Senggani memberikan isyarat kepada Dewi Dwarani untuk segera bertanya kepada si emban tersebut.
Dewi Dwarani kemudian menjalankan perintah dari Raka Senggani itu.
Awalnya ia berbasa basi dengan Nyi Asih dengan menanyakan kepada kepala pelayan itu tentang kehidupan pribadi nya sendiri dari jumlah anak dan cucu sampai dari mana asal nya.
Sengaja dilakukan oleh Putri Ki Bekel itu agar Nyi Asih tidak terlalu curiga kepada mereka.
Dan semua pertanyaan ngalor ngidul dari Dewi Dwarani itu di jawab oleh Nyi Asih.
Setelah cukup akrab barulah,,Dewi Dwarani masuk pada inti permasalahan,..yaitu diri Sekar kedaton itu sendiri.
" Nyi,.. dapatkah, kami ,..engkau tunjukkan dimana bilik dari Gusti Rara Ayu Sekar Kiranti itu ,..?" tanya Dewi Dwarani.
" Bisa,..bisa,..mari Nyi Asih tunjukkan,.." ucap perempuan tua itu.
Segera perempuan tua itu membawa ketiganya ke sebuah bilik yg dekat dengan tembok pagar kaputren tersebut.
Langsung saja Nyi Asih membawa masuk ke dalam bilik tersebut,.
Dan ketiganya kemudian memeriksa nya,..dan di hati ketiganya segera menimbulkan tanda tanya yg besar,.. ternyata bilik tersebut utuh seperti biasa tidak ada yg rusak sedikit.
Itu artinya,..tidak ada tindak kekerasan oleh sang penculik saat masuk ke dalam bilik tersebut.
" Inilah Ngger,..bilik dari Sekar kedaton itu,..semua nya tidak ada yg berubah,..meski beliau sudah tidak ada disini,.." ucap Nyi Asih.
Raka Senggani memperhatikan tempat itu ,.. tempat yg sangat sedap dipandang oleh mata,..karena bilik tersebut tertata cukup rapi dengan perabotan serba wah yg ada di dalamnya,..memang tidak di sangsikan lagi kalau tempat tinggal dari putri seorang Adipati tentu memang harus demikian ,..pikirnya.
Sungguh senang jika dapat tinggal dalam bilik itu ,..katanya lagi dalam hati.
" Oh ,.iya,..Nyi,.. Apakah Kanjeng Rara Ayu Sekar Kiranti tidak memiliki seorang kekasih,..,?" tanya Dewi Dwarani lagi.
" Setahuku,.. tidak ,..Ngger,..entahlah kalau diriku tidak tahu,.." jawab Nyi Asih.
" Mengapa Nyi Asih tidak tahu,.. bukankah Nyi Asih lah yg jadi emban dari Kanjeng Gusti ayu Rara Sekar Kiranti itu,..?" tanya Dewi Dwarani lagi.
" Iya,..Ngger,..memang dirikulah yg menjadi emban dari Kanjeng Gusti ayu Rara Sekar Kiranti itu kalau di dalam kaputren,..kalau di luar kan ,..bukan Nyi Asih yg menjaganya,.." jawab Nyi Asih berterus terang.
" Memang nya,..Gusti ayu Rara Sekar Kiranti itu sering keluar dari Kaputren ini,..Nyi,..?". tanya Dewi Dwarani.
Sambil membetulkan beberapa barang yg ada di dalam bilik itu,..Nyi Asih menjawab pertanyaan itu,..
"Yoo,..sering,..Ngger,..bukankah Gusti ayu Rara kiranti itu adalah seorang Srikandi,.." jawab Nyi Asih.
__ADS_1
" Seorang Srikandi,..apa maksudnya ,..Nyi,..?" tanya Dewi Dwarani penasaran.
Putri Ki bekel itu tidak memahami perkataan yg telah di ucapkan oleh kepala pelayan dalam kaputren itu.
" Ya,..Gusti ayu Rara Sekar Kiranti itu sangat senang bermain busur dan anak panah,..dan kegemaran nya itu sering dilakukannya di hutan perburuan ,.." kata Nyi Asih menjelaskan.
Ketiganya cukup terkejut atas cerita dari emban pengasuh itu.
Dalam hati mereka ,..jika Sekar Kedaton itu memiliki kegemaran berburu,..tentu dirinya pun memiliki ilmu silat,..mustahil ia berani masuk ke dalam hutan kalau tidak memiliki kemampuan ilmu silat,.. meski itu hutan perburuan.
Setelah cukup lama di dalam bilik dari Sekar Kedaton itu,. akhirnya mereka keluar.
Raka Senggani dan Japra Witangsa mengamat -amati di sekitar bilik itu.
Mereka berdua berusaha mencari tahu darimana masuknya si penculik itu,..atau ia memang masuk dengan sengaja dari depan atau tempat lain yg ada memberi jalan masuknya.
Sedangkan Dewi Dwarani terus mengorek keterangan dari Nyi Asih.
" Oh,..iya,..Nyi,. jika Gusti ayu Rara Sekar Kiranti keluar Siapa yg menemaninya.,apakah Nyi Asih sendiri,...?" tanya Dewi Dwarani.
" Tidak,..Ngger,.. Nyi Asih kan sudah tua,..jadi tentu nya sudah tidak sanggup lagi harus bermalam di hutan,..!" jawab Nyi Asih.
" Jadi Gusti ayu Rara Sekar Kiranti itu sampai bermalam di hutan kalau sedang berburu,..?" tanya Dewi Dwarani.
" Lha,.iyalah ,..Ngger,..bahkan sampai sepekan baru ia kembali,.." jawab Nyi Asih.
" Jadi siapa temannya,..atau embannya,..?" tanya Dewi Dwarani penuh selidik.
" Ada,..Ngger,..ia seorang emban yg masih berusia sangat muda bahkan mungkin lebih muda da Gusti ayu Rara Sekar Kiranti sendiri,..!" jawab Nyi Asih lagi.
" Siapa,..?" desak Dewi Dwarani.
" Namanya,..andini,..Ngger,.." jawab Nyi Asih.
" Bisakah,..Nyi asih bawa kami untuk menemui nya,..!" pinta Dewi Dwarani.
Nyi Asih terdiam,..ia tidak menjawab perkataan dari Putri Ki Bekel tersebut.
" Nyi,..apakah Nyi Asih tidak dapat membawa kami untuk menemui andini itu,..?" tanya Dewi Dwarani lagi.
Ia semakin penasaran dengan orang yg bernama andini tersebut.
" Sebenarnyalah bisa,..Ngger,..akan tetapi,..." Nyi Asih tidak melanjutkan kata -katanya.
Dirinya malah terdiam dan termenung sesaat,..seperti ada yg sedang di pikirkannya.
" Tetapi kenapa ,..Nyi,..?" tanya Dewi Dwarani lagi.
" Tetapi saat ini ia sudah tidak berada di dalam kaputren ini,..!" jawab Nyi Asih.
" Kemana perginya,..dan sejak kapan,..?" tanya Dewi Dwarani semakin penasaran.
" Kalau kemana perginya,..Nyi Asih tidak tahu,..tetapi kalau perginya bersamaan dengan saat menghilangnya diri Gusti Ayu Rara Sekar Kiranti itu,..Ngger,.." jawab Nyi Asih.
" Baiklah kalau begitu,..nanti kami kan menanyakan hal ini kepada,.. prajurit jaga,..tentunya mereka tahu darimana asalnya andini tersebut,.." jelas Dewj Dwarani.
Ia Kemudian mengajak Raka Senggani dan Japra Witangsa untuk menunggalkan tempat itu,..karena menurut nya sudah cukup untuk sementara bahan -bahan penyelidikan di tempat itu.
Dan ketika mereka keluar bertemu dengan prajurit jaga Kaputren,..Dewj Dwarani langsung bertanya,..
" Apakah kalian tahu darimana asalnya Emban yg bernama Andini tersebut,..?" tanya nya.
Kedua prajurit itu saling berpandangan,..mereka merasa aneh atas pertanyaan itu,..salah seorang langsung menjawab,
" Mengapa pertanyaan itu tadi tidak ditanyakan kepada Nyi Asih,..?" tanya prajurit itu.
" Memang nya kenapa,.. Siapa sebenarnya Andini itu ,?" tanya Dewi Dwarani lagi.
" Dia adalah cucu dari Nyi Asih sendiri,.." jawab prajurit itu.
Dewi Dwarani terbelalak matanya mendengar ucapan prajurit tersebut.
__ADS_1