Pendekar Pilih Tanding

Pendekar Pilih Tanding
episode 11 Kembang Kedawung. bag ketiga.


__ADS_3

Keempat anak muda asal Kenanga itu pada keesokan harinya, segera berangkat menuju ke Kademangan Kedawung.


Meskipun mereka baru saja kembali dari Pajang, namun semangat keempat tetap tinggi untuk membantu Ki Demang Kedawung itu.


Setelah matahari menggatalkan kulit, maka keempatnya tiba di Kademangan Kedawung itu.


Disana telah terlihat ramai, dan nampak sang Demang masih saja hilir mudik berjalan.


" Bagaimana ini Gandhik, apakah kita belum mendapatkan jejak atas hilangnya anak ku itu,?" tanya Ki Demang.


" Belum Ki Demang, sampai saat ini belum ada khabar mengenai keberadaan dari Savitri Itu,". jawab Gandhik.


Tidak terlalu lama terdengar lah derap langkah kaki kuda memasuki halaman rumah Ki Demang Kedawung itu.


Empat orang penunggangya segera turun dari kuda -kuda tersebut.


Mereka adalah Jati Andara, Japra Witangsa, Dewi Dwarani serta Sari Kemuning.


" Apa kabar nya Ki Demang, kami adalah utusan dari Desa Kenanga,". sebut Jati Andara.


" Aahh , kabarku saat ini kurang baik, karena belum pun ada berita tentang menghilangnya putriku itu, mari silahkan masuk ke rumah , kita berbicara nya di dalam saja,". ajak Demang Kedawung.


Kemudian keempat orang itu masuk ke dalam rumah Ki Demang Kedawung itu.


Setelah semua nya duduk dan makanan serta minuman telah di sajikan berkatalah Ki Demang Kedawung.


" Silahkan Angger , mencicjpi makanan nya, nanti baru kita lanjutkan masalah tentang hilang nya putri Ku itu," kata Ki Demang Kedawung.


" Terima kasih Ki Demang," Sahut Jati Andara.


Sesaat keempatnya menikmati sajian yg telah di hidangkan itu, baru setelah nya Jati Andara yg membuka percakapan.


" Sebenarnya kapan hilangnya putri Ki Demang itu,?" tanya Jati Andara.


" Kemarin malam , setelah ia kembali dari rumah salah satu temannya yg ada di ujung tanah kademangan ini," jawab Demang Kedawung.


" Apakah tidak ada orang yg dapat kita curigai sebagai pelaku penculikan nya itu, Ki Demang ,?" tanya Japra Witangsa.


" Maksud Angger,?" tanya Ki Demang.


" Ya, seperti musuh dari Ki Demang,.atau seseorang yg menyukai Putri Ki Demang itu,?" tanya Japra Witangsa.


" Kalau menurut ku, tidak ada orang yg bermusuhan denganku, entahlah kalau yg suka kepada Savitri, aku tidak tahu,!". jawab Ki Demang.


" Atau putri Ki Demang pernah berhubungan dengan seorang lelaki, dan lelaki itu tidak berani terhadap Ki Demang sehingga ia berusaha melarikan Putri Ki Demang itu," ucap Dewi Dwarani.


Demang Kedawung diam, ia mengingat -ingat siapa orang yg pantas untuk di curigai, namun ia tidak menemukannya, kepala terlihat menggeleng.


" Ngger, Aku benar -benar tidak mengetahui tentang teman lelaki dari Savitri putriku itu, " kata Ki Demang Kedawung lagi.


Lama semua yg hadir di tempat itu terdiam tidak ada yg mengeluarkan kata kata.


" Atau mungkin Nyi Demang mengetahui kedekatan putri nya dengan seseorang laki -laki,?". tanya Sari Kemuning.


Demang Kedawung itu menatap Putri Ki Jagabaya itu, kemudian ia bersuara agak keras,


" Nyi, nyi, kemari sebentar, ada yg ingin di tanyakan," seru Ki Demang kepada istrinya.


Dan tak terlalu lama, kemudian muncullah istri Demang Kedawung itu.


Ia duduk di sebelah suaminya.


" Apakah dirimu mengetahui tentang hubungan putri kita dengan seorang laki -laki,?" tanya Ki Demang Kedawung kepada istrinya itu.


Kepala Nyi Demang menggeleng,


" Aku tidak mengetahui nya, Kangmas," jawab Nyi Demang.


" Apakah Savitri tidak pernah bercerita tentang seorang lelaki kepada Nyi Demang,?". tanya Jati Andara.


Nyi Demang Kedawung itu mengingat -ingat ucapan dari putri nya itu.


" Ada, Ngger, ia pernah mengatakan bahwa salah seorang pemuda sering mengganggu nya jika ia ke rumah Juminten," kata Nyi Demang Kedawung.


" Siapaaaa,?" tanya keempat orang itu bersamaan.


" Pemuda itu seorang yatim piatu dan tinggal tidak terlalu jauh dari rumah Juminten, Namanya Kawit,". jelas Nyi Demang lagi.


" Kawit,!!!??


Seru keempatnya. Memang setelah mendengar ada nama seseorsng yg sering mengganggu Savitri itu, keempat orang itu semakin penasaran.

__ADS_1


" Gandhik, apakah dirimu dapat memanggil datang orang yg bernama Kawit itu,?". tanya Jati Andara.


" Bisa, bisa, aku akan segera kesana guna menghadirkan Kawit kemari," sahut Gandhik.


Ia langsung berdiri dan meningglkan rumah Ki Demang itu. Tujuan dari kepala pengawal Kademangan Kedawung itu adalah rumah seorang Pemuda yg bernama Kawit, meski rumah nya cukup jauh, namun Gandhik dengan langkah -langkah yg cepat telah dekat dengan tempat itu.


Di depan pintu rumah yg sangat sederhana itu, Gandhik berseru keras,


" Kawit, Kawit , Kawit , keluar kamu,!" terdengar teriakan yg keras dari Kepala pengawal Kademangan Kedawung itu.


Pintu rumah itu terbuka dan nongol lah kepala seorang pemuda, ia bertanya,


" Ada apa Gandhik, memgapa engkau berteriak -teriak begini,?" tanya Kawit.


" Sini , kamu,!" panggil Gandhik.


Kawit pun keluar dari rumah nya dan mendekati Gandhik, ia merasa tidak punya masalah dengan kepala pengawal Kademangan itu.


Begitu dekat, tangan pemuda itu langsung di cengkram dengan keras oleh Gandhik, ternyata tanpa bicara lagi, Kepala pengawal Kademangan itu menarik tangan Kawit itu untuk mengikuti berjalan menuju ke rumah Ki Demang.


" Mau di bawa kemana, aku,?" tanya Kawit.


" Sudah jangan banyak tanya, ikut saja," jawab Gandhik.


Ia terus saja menyeret si Kawit itu, dan pemuda yg tidak memiliki siapa pun di Kademangan Kedawung terpaksa mengikuti langkah kaki Kepala pengawal Kademangan Kedawung itu.


Tidak terlalu lama sampailah keduanya di rumah Ki Demang Kedawung.


Dengan keras Gandhik menarik Kawit untuk duduk.


" Duduk kamu, cepat jawab semua pertanyaan Ki Demang," terdengar ucapan dari Gandhik.


Dan Kawit pun terduduk di hadapan Ki Demang Kedawung itu.


Ki Demang sendiri kemudian berusaha menenangkan si pemuda itu.


" Tenang , tenang, ambil nafas dan jawablah pertanyaan ku," ucap Ki Demang Kedawung.


" Memang nya ada apa, Ki Demang, apa salahku sehingga harus dipaksa datang kemari,?" tanya Kawit.


" Begini, aku hanya akan bertanya, apakah dirimu mengetahui keberadaan Savitri , putri ku itu,?" tanya Ki Demang.


" Apakah kau yg telah menculik putri ku, hayo jawab," teriak Nyi Demang menyela.


" Bukan, bukan , aku tidak menculik den Savitri, !" jawab Kawit.


" Kalau bukan dirimu , jadi siapa lagi orangnya yg telah menculik putri ku itu, karena Savitri mengatakan bahwa dirimu sering mengganggu nya jika ia telah pulang dari rumah Juminten, jadi pasti kau orang nya yg telah menculik putri ku itu," teriak Nyi Demang lagi.


" Sabar nyi, biar Kangmas saja yg menanyai si Kawit ini, tenang kan dirimu Nyi," ucap Ki Demang Kedawung menyabarkan istrinya.


Nyi Demang Kedawung itu agak mereda kemarahan nya setelah Ki Demang memberikan pengertian.


" Begini, Kawit, jika memang bukan dirimu jadi siapa orang nya yg telah melakukan nya, karena memang dirimu lah yg sering mengganggu Savitri jika pulang dari rumah teman nya itu,!" kata Ki Demang Kedawung.


" Memang bukan aku pelaku nya Ki Demang, memang Aku sering menggoda den Savitri, tetapi kalau sampai melakukan penculikan , itu tidak mungkin Ki Demang, mana berani aku ," jelas Kawit.


" Kau mengaku saja , atau kalau tidak, kau akan berhadapan denganku," seru Gandhik.


" Memang bukan aku pelaku nya, Gandhik , aku berani sumpah," kata Kawit lagi.


Demang Kedawung dan Gandhik menatap tajam kearah Kawit, mereka melihat tingkah anak muda itu, dan nampak nya ia berkata jujur.


Pemimpin Kademangan Kedawung itu tidak melakukan pertanyaan lagi, ia semakin merasa menemui jalan buntu untuk menemukan putri nya itu.


Jati Andara dan teman -teman nya yg diam saja kemudian bertanya kepada pemuda yg bernama Kawit itu.


" Jika memang bukan dirimu pelaku nya, apakah engkau melihat saat putri Ki Demang itu pulang kemarin sore itu,?" tanya Jati Andara.


" Hehh, Aku tidak tahu ,!" jawab Kawit.


" Kamu jangan berbohong , karena tentunya dirimu tahu saat kepulangan dari putri Ki Demang itu, pasti engkau melihat nya saat kembali,!" kata Jati Andara lagi.


Pemuda itu kemudian mengingat sesuatu setelah di desak oleh Jati Andara.


" Ya, ya , saat sore itu , aku melihat ada seseorang yg mendekati den Savitri,!" jawab Kawit.


" Siapaaa,!!!?" tanya Ki Demang Kedawung penasaran.


Lama Kawit mengingati kejadian sore itu, ia mengumpulkan segala ingatan nya atas kejadian yg menimpa Putri Ki Demang itu.


Setelah ia berhasil mengumpulkan ingatan nya , Kawit berkata,

__ADS_1


" Aku tidak mengenalnya Ki Demang, yg jelas usia paruh baya," jawab Kawit.


" Bagaimana ciri -cirinya,?" tanya Ki Demang.


" Orang nya tinggi besar, dan wajahnya tidak terlalu jelas, karena aku melihatnya cuma dari belakang, " jawab Kawit.


" Dan mengapa baru sekarang kau katakan kepada kami, di saat seluruh Kademangan ini telah kebingungan , kau malah diam saja, apa maksud mu,?" tanya Gandhik .


" Ehh, bukan maksudku untuk tidak mengatakan nya , namun saat itu den Savitri , terlihat tidak dalam ketakutan, jadi aku tidak menyangka ia akan di culik,". jawab Kawit.


" Tenang Gandhik , biar Si Kawit ini menyelesaikan ceritanya terlebih dahulu sehingga kita akan lebih mudah untuk menelusuri jejak si Savitri itu," kata Jati Andara.


" Silahkan lanjut kan lagi ceritamu , kemana perginya kedua orang itu,?". tanya Jati Andara


" Sepertinya kedua orang itu,... bukan, bukan , orang itu tidak datang sendiri, ada seorang lagi teman nya yg muncul belakangan dan mereka kemudian menuju alas Kedawung," jawab Kawit.


" Menuju Alas Kedawung,?" tanya Ki Demang Kedawung itu.


" Benar, Ki Demang , mereka bertiga berjalan menuju alas Kedawung, dan saat itu hari hampir malam, jadi yg seorang lagi aku benar -benar tidak mengetahui nya, apakah masih muda, sudah tua , laki atau perempuan pun, aku tidak mengetahui nya," jelas Kawit.


Setelah mndengar pernyataan dari pemuda itu, akhirnya Ki Demang berpikir keras untuk mencari tahu siapa sebenarnya orang yg telah menculik putri nya itu.


Sedangkan Dewi Dwarani langsung berkata,


" Bagaimana kakang Andara jika kita langsung memulai penyelidikan dari Alas Kedawung itu, siapa tahu kita bisa mendapatkan petunjuk di sana," ucap putri Ki Bekel desa Kenanga itu.


" Benar kakang Andara mumpung masih siang, kita dapat segera kesana lagi pun jarak nya tidak terlalu jauh dari sini," ujar Sari Kemuning.


" Benar Andara , secepatnya kita ke Alas Kedawung itu, agar kita dapat petunjuk," ungkap Japra Witangsa.


" Sabar, sabar, kita masih menunggu cerita si Kawit ini, apakah setelah itu ia tidak melihat sesuatu yg lain, misalkan nya ada orang lain lagi yg datang ke tempat itu," kata Jati Andara.


" Tidak ada orang lain lagi yg datang, setelah itu tidak ada lagi orang yg lewat di tempat itu," jawab Kawit.


Jati Andara kemudian bertanya kepada Ki Demang Kedawung itu,


" Maaf sebelumnya Ki Demang, apakah Ki Demang tidak memiliki seorang musuh yg bercirikan orang yg telah di sebutkan oleh saudara Kawit ini,?" tanya nya kepada Demang Kedawung.


" Sepertinya tidak ada ,Ngger, entahlah kalau dahulu, sewaktu masih muda,!" jawab Ki Demang.


" Mungkin orang yg telah menculik putri Ki Demang itu adalah orang yg di kenal oleh Savitri putri Ki Demang itu,". ucap Jati Andara lagi.


Ki Demang hanya terdiam, ia mulai mengira -ngira, siapa orang yg di sebutkan oleh Jati Andara itu.


" Sepertinya tidak ada,.Ngger," kata Ki Demang Kedawung.


" Mungkin sewaktu dahulu, Ki Demang memang memiliki seorang musuh ,misalkan untuk mendapatkan Nyi Demang ini,?" tanya Dewi Dwarani.


" Hahhhh, " kedua orang itu terkejut .


Baik Ki Demang ataupun istri nya memang cukup memiliki kisah cinta yg berliku.


Sehingga hal itu di tanyakan oleh Dewi Dwarani keduanya jadi terperanjat, sebuah kisah lama nampak membayang di mata kedua orang itu.


" Apa mungkin , Ki Jarong , pelakunya, Nyi,?" tanya Ki Demang Kedawung kepada Istri nya itu.


" Tidak mungkin itu, Kangmas, karena kakang Jarong sudah tidak berada disini lagi," jawab Nyi Demang.


" Siapa tahu ia telah kembali," kata Ki Demang lagi.


Karena baik Jati Andara, Gandhik dan orang yg berada di tempat itu tidak mengetahui duduk pembicaraan dari dua orang pasangan suami istri itu , jadi mereka hanya mendengarkan nya saja.


" Tidak Kangmas, kakang Jarong sudah berjanji kepada ku untuk mempermasalahkan kejadian waktu yg telah lampau itu," jelas Nyi Demang lagi.


" Tetapi kita tidak tahu pikiran orang, siapa tahu ia berubah pikiran dan akan membalaskan nya dengan menculik putri kita itu," kata Ki Demang Kedawung.


" Tidak mungkin itu , Kangmas, karena aku tahu sifat kakang Jarong, ia tidak mungkin melakukan hal gila ini , pasti ada orang lain yg telah melakukan nya " tukas Nyi Demang.


" Iya tetapi siapa, siapa orang nya yg pantas kita curigai, Nyi kalau bukan Ki Jarong itu," jawab Ki Demang Kedawung.


" Kangmas asal jangan main tuduh begitu, aku tahu siapa kakang Jarong itu," seru Nyi Demang meninggi.


" Maaf Ki Demang dan Nyi Demang, sebenarnya apa permasalahan nya dengan orang yg bernama Ki Jarong itu,?" tanya Jati Andara.


Kedua orang pasangan suami istri itu saling berpandangan satu sama yg lainnya.


" Maaf , Ngger, Ki Jarong itu adalah bekas pacar nya , istriku ini, dan mereka dahulu sempat bertunangan," jelas Ki Demang Kedawung.


" Jadi , Ki Demang lah yg telah menggagalkan pertunangan mereka berdua, begitu,?' tanya Jati Andara lagi.


Sementara Nyi Demang melemparkan pandangan nya ke tempat lain, ada rasa yg tidak mapan di dalam hatinya, terlihat raut kesedihan nampak di wajahnya.

__ADS_1


" Benar, Ngger, akulah yg telah menggagalkan pertunangan mereka berdua itu," jawab Ki Demang .


__ADS_2