
Aditya menuruni anak tangga masih menggendong istrinya. Tiba-tiba diujung anak tangga. Gilang sudah berdiri yang sepertinya memang menunggu Aditya.
" Ada apa?" tanya Aditya ketika sudah turun dari tangga dan sudah berdiri di depan Gilang.
" Ini pak laporan yang bapak minta kemarin," ucap Gilang.
" Besok saja berikan. Saya harus pulang," ucap Aditya.
" Baik pak," jawab Gilang.
" Oh iya. Bagaimana dengan Felly. Apa yang di makannya tadi?" tanya Aditya yang memang penasaran dengan makanan Felly. Yang siapa tau. Makanan itu adalah larangan dari Dokter.
Gilang terlihat diam. Seperti memikirkan pertanyaan Aditya.
" Kenapa diam?" tanya Aditya.
" Sepertinya. Bu Felly belum makan," ucap Gilang mengingat-ingat.
" Hah," pekik Aditya kaget.
" Apa maksud kamu?" tanya Aditya benar-benar bisa sinting. Jika apa yang di katakan Gilang benar. Bisa-bisanya istrinya belum makan.
" Maaf Pak Aditya. Tadi saya menanyakan Bu Felly untuk makan apa. Tetapi Bu Felly menolak," ucap Gilang yang sekarang sudah menunduk.
" Bisa-bisanya dia belum makan. Dia benar-benar sangat ceroboh," batin Aditya geram dengan Felly yang selalu membuatnya steres.
" Ya sudah. Saya pergi dulu. Lain kali kalau dia berada di sini dan tidak mau makan. Telpon saya," ucap Aditya.
" Baik pak," sahut Gilang menundukkan kepalanya. Aditya pun akhirnya pun pergi membawa Felly yang masih tertidur di dalam gendongannya.
Aditya membuka pintu mobil sedikit kesulitan dan langsung memasukkan Felly kedalam mobil dengan perlahan. Seakan sangat takut. Jika istrinya akan bangun.
Ketika sudah mendudukkan sang istri di jok mobil. Aditya memasangkan seat belt pada Felly. Setelah selesai memakaikan. Aditya melihat kembali wajah Felly yang tertidur seperti bayi.
" Aku menikahimu. Untuk menjalankan rencanaku. Mempermudah rencanaku. Bukan untuk membuatku stress karena memikirkan setiap ulahmu itu. Bisa-bisanya kau tidak makan. Kau pikir kau hanya sendiri. Kau lupa. Jika ada janin di dalam rahimmu. Kau benar-benar selalu membuatku frustasi," ucap Aditya mengoceh di depan wajah Felly.
Menatap sebentar. Aditya pun beralih dari memandang istrinya. Mungkin bisa sampai pagi dia menatap istrinya. Karena memang wajah Felly tidak membosankan.
__ADS_1
Aditya pun mengelilingi mobil dan langsung memasuki mobil. Duduk di kursi pengemudi. Sambil memakai seat belt ya. Aditya masih sempat-sempatnya menoleh kesamping untuk melihat Felly. Aditya geleng-geleng kepala dan langsung menarik gas mobilnya. Melaju dengan kecepatan sedang.
Beberapa menit di jalan. Felly mengerjapkan matanya. Suara bising jalan raya mungkin mengganggu tidurnya.
" Hahhhh," Felly menyapa panjang dengan menjulurkan tangannya kedepan. Aditya di sampingnya tampak cuek tanpa melihat apa yang di lakukan Felly.
Saat seluruh nyawanya terkumpul. Felly kaget dengan keberadaannya di dalam mobil yang sekarang sedang berjalan. Felly menoleh kesampingnya dan lebih kaget lagi saat melihat Aditya ada di sebelahnya.
" Kamu kok bisa ada di sini?" tanya Felly masih shock.
" Kamu disuruh bekerja bukan malah tidur," sahut Aditya yang langsung mengoceh. Bukannya menjawab pertanyaan Felly. Malah langsung memarahi Felly.
" Lagian sudah malam. Mana ada pekerjaan sampai selarut itu," sahut Felly yang selalu punya jawaban.
" Dasar tidak disiplin. Baru pertama kali bekerja. Sudah sembarangan," ucap Aditya.
" Dia selalu marah-marah. Sudah bekerja tidak di bayar. Di suruh sampai malam. Masih banyak protes," gerutu Felly kesal.
" Apa katamu," sahut Aditya yang mendengar ucapan Felly walau sangat pelan.
" Nggak ada. Lagian aku juga tidur. Ketika pekerjaan yang tidak wajar yang kau berikan sudah selesai," sahut Felly yang langsung sewot. Aditya memang sudah melihat hasil pekerjaan itu dan memang benar sudah selesai.
" Ishhhh," desis Aditya.
" Kenapa kau tidak makan!" tanya Aditya menoleh sebentar ke arah Felly.
" Aku tidak lapar," jawab Felly dengan cepat.
" Mana ada orang yang tidak lapar. Tidak makan seharian," sahut Aditya yang langsung naik pitam mendengar jawaban itu.
" Ya mau gimana lagi. Memang kenyataannya aku tidak lapar. Aku tidak selera makan," sahut Felly.
" Kau mu makan apa?" tanya Aditya yang sepertinya akan memberikan makanan apa yang di inginkan Felly.
" Aku tidak selera dengan makanan apapun kecuali...." ucap Felly menggantung kalimatnya membuat Aditya menoleh ke arahnya.
" Kecuali apa?" tanya Aditya yang sudah menoleh ke arah Felly.
__ADS_1
" Ahhhhh, tidak jadi mana mungkin ada," sahut Felly yang belum apa-apa sudah menyerah. membuat Aditya heran sampai-sampai mengkerutkan dahinya.
" Katakan apa. Apa yang tidak mungkin?" tanya Aditya dengan tegas. Wajahnya yang serius penasaran dengan apa yang di inginkan istrinya.
" Aku ingin makan rendang unta," jawab Felly.
Chitttt
Aditya langsung merem mendadak dan hampir membuat kepala Felly kejedot. Bagaimana tidak Aditya merem mendadak. Dia sangat kaget dengan istrinya yang meminta hal yang pasti tidak tau di mana di dapat.
" Aditya kau apa-apan sih," protes Felly.
" Apa katamu. Rendang unta, kau pikir makanan mu itu ada," sahut Aditya dengan kesal.
" Ya kan tadi aku juga bilang tidak mungkin. Kenapa harus langsung sentimen," sahut Felly dengan wajahnya yang cemberut.
" Ya karena permintaanmu. Aneh-aneh saja. Dan tidak masuk akal," sahut Aditya kesal.
" Ya namanya juga pengen. Kan kau bertanya. Aku menjawab. Jadi jangan marah-marah tidak jelas," ucap Felly.
" Wanita ini benar-benar. Permintaannya sangat aneh," batin Aditya kesal.
" Ya sudah aku lapar. Aku mau makan," ucap Felly tiba-tiba. Membuat Aditya mendengus kasar. Bisa-bisanya sekarang Felly minta makan. Dan tadi katanya tidak. Aditya hanya geleng-geleng dengan kelakuan Felly.
***********
Akhirnya Aditya menuruti Felly yang katanya ingin makan. Mereka makan di salah satu Restaurant yang bertemakan Outher di pinggir laut. Restaurant yang memang buka dalam 24 jam. Dan meski sudah pukul 11 malam masih banyak pengunjung menikmati makanan dengan tiupan angin yang segar. Suara ombak dan pemandangan langit yang indah.
Felly dan Aditya duduk berhadapan. Dengan makanan yang sudah penuh di depan mereka. Makanan yang benar-benar ingin di makan Felly. Pengganti daging unta yang diinginkannya.
Felly tidak main-main dengan pesanannya. Dia memesan makanan yang mahal. Dan mungkin bayi yang di kandung Felly sudah tau akan terlahir sultan.
Makanya sang mama ngidam yang yang mahal-mahal. Belum pernah Felly ngidam makanan yang biasa pada umumnya yang kebanyakan pasti makanan atau jajanan di pinggir jalan.
Felly malah ngidam makanan ala sultan. Seperti kemarin steak dan tadi meminta daging unta dan sekarang mejanya juga di penuhi makanan sultan.
Felly makan dengan lahap. Sementara Aditya yang duduk di depannya hanya melihat saja bagaimana Felly menikmati makanan itu. Walau Felly makan dengan lahap. Tetapi dia terlihat cantik dan elegan saat makan. Tidak rakus dan sembrono.
__ADS_1
" Mana mungkin bisa mendapatkan daging unta. Harus ke Arab dulu lah. Wanita ini benar-benar ada-ada saja. Bisa-bisanya meminta daging unta," batin Aditya yang sedari tadi ternyata memikirkan keinginan Felly.
Bersambung......