Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 94 mencoba melindungi


__ADS_3

Aditya dan Felly pun akhirnya keluar dari ruangan di mana dia dan Felly berada. Tangannya masih menggenggam istrinya.


" Kita tidak pamitan sama kakek dulu?" tanya Felly sambil berjalan.


" Tidak perlu. Nanti juga bisa bertemu di rumah," jawab Aditya singkat. Mereka kembali melanjutkan langkah mereka.


Tetapi Damar tiba-tiba berdiri di depan mereka dan membuat langkah Aditya dan Felly berhenti.


" Mas Damar," batin Felly. Yang melihat Damar tampak marah. Wajah Damar memerah dan bahkan pandangannya langsung pada Aditya yang menatap tajam Aditya.


Aditya juga melihatnya dengan sinis. Tetapi Aditya tampak tidak peduli dan melanjutkan langkahnya. Begitu melewati Damar. Damar langsung menghentikan dengan mendorong Aditya dengan 1 tangannya. Sampai Aditya menghentikan langkahnya.


" Berani sekali mendorong mama ku kedalam kolam renang," ucap Damar dengan suaranya yang menekan.


Hal itu yang membuat wajah Damar. Tampak marah dengan perbuatan Aditya yang tidak dapat di terimanya. Aditya mendengarnya mendengus kasar menatap Damar dengan tatapan mengejek.


" Aku tidak hanya akan mendorongnya kedalam kolam renang. Tapi akan menenggelamkannya kedalam lautan. Jika berani menyentuh istriku," jawab Aditya menegaskan.


Membuat Damar merapatkan giginya dengan tangannya yang mengepal. Tidak sabaran melayang kewajah Aditya.


Sementara Felly hanya diam dengan pandangannya pada Aditya yang berbicara seperti sangat tulus. Kata istriku yang kerap kali di dengar Felly membuat Felly terkadang tersentuh.


" Jadi benar Aditya semua itu perbuatanmu," tiba-tiba terdengar suara sahutan yang sangat lantang membuat Aditya dan Felly melihat ke arah suara itu.


Yang ternyata suara tampak marah itu berasal dari mulut Baskoro sang papa dan datang Bersama Harison dan juga wanita iblis yang masih berpakaian basah dengan di tutupi jas dan wanita itu terlihat menggigil kedinginan. dengan matanya yang mengeluarkan air mata.


Aditya melihatnya mendengus kasar. Dia sudah tau apa yang di lakukan wanita itu. Sampai-sampai sekarang dia di keroyok dan papanya yang sangat mencintainya ibu tirinya itu sudah melangkah mendekatinya dengan langkah yang penuh Amarah seakan ingin menerkamnya.


" Apa yang ada di otak mu sampai kau sanggup mendorong mamamu kedalam kolam renang," bentak Baskoro menunjuk tepat di wajah Aditya.


" Aku tidak mengulangi jawabanku. Seharusnya datang lebih awal. Atau tanyakan nanti pada anakmu. Karena aku sudah memberikan dia jawaban dari pertanyaanmu," sahut Aditya dengan santai. Menatap Rebecca yang sekarang menangis Sengugukan seperti sangat terzolimi.


" Anak kurang aja," geram Baskoro mencengkram kerah baju Aditya. Hal itu membuat Felly panik. Tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa.


" Dia yang kurang ajar, dia melewati batasnya," sahut Aditya menguatkan Volume suaranya dengan matanya melotot menatap papanya.


" Mas, sudah ini memang salahku, aku sudah mengatakan semua ini tidak perlu. Aku yang salah mas tidak perlu memarahi Aditya," sahut Rebecca yang menarik suaminya. Rebecca kembali berakting seakan ingin membela Aditya dari amukan suaminya.


" Kamu sudah di perlakukan seperti ini dan kamu masih bisa mengatakan sudah," sahut Baskoro yang benar-benar ingin menerkam Aditya.


" Sandiwara," desis Aditya menyunggingkan senyumannya, sangat muak dengan Rebecca yang sangat licik. Sangat pintar berakting.

__ADS_1


" Baskoro cukup! Lepaskan tanganmu dari Aditya," sahut Harison.


" Anak ini harus dikasih pelajaran pa. Semakin lama dia semakin tidak menghormati ibunya," sahut Baskoro dengan geram.


" Aku tidak perlu hormat kepadanya. Dia bukan siapa-siapa ku," sahut Aditya dengan sinis.


" Kau,"


" Cukup hentikan!" gertak Harison yang langsung menurunkan tangan Baskoro dari kerah baju Aditya.


" Jangan bikin keributan di sini. Bagaimana jika tamu mendengar pertengkaran kalian. Apa kalian tidak malu," ucap Harison menegaskan.


" Perbuatannya yang mencari keributan," sambar Damar yang terus menatap Aditya penuh kebencian.


" Rebecca aku bertanya kepadamu sekali lagi. Kenapa Aditya mendorongmu. Pasti ada sebabnya, sehingga dia mendorongmu," ucap Harison melihat kearah Rebecca.


Dia memang belum mendengar apa-apa dari Rebecca. Yang mungkin berbeda dari Baskoro pasti sudah mendengar aduan Rebecca yang berlebihan.


" Kakek tidak perlu bertanya kepada mama. Karena Aditya memang melakukan tanpa alasan. Dia membenci mama dan itu alasannya," sahut Damar yang melihat sinis Aditya.


" Damar, apa kau Rebecca?" ucap Harison. " Aku bertanya kepada ibumu bukan dirimu," lanjut Harison dengan tegas. Damar yang mendapat semprotan langsung terdiam.


Felly mendengarnya benar-benar kaget. Tidak satupun yang di bicarakan Rebecca benar. Rebecca mengarang cerita. Padahal dia ada di sana.


" Dan Aditya salah paham. Dia memaki dan mengancamku. Lalu mendorongku kedalam kolam renang. Aku tau dia dari dulu dia membenciku. Tapi apapun itu aku hanya ingin dekat dengan menantuku. Felly tetap menantuku. Walaupun dia tidak menikahi Damar. Tetapi bagiku. Dia tetap menantuku. Apa aku salah dekat dengannya," lanjut Rebecca yang menjelaskan dengan karangan ceritanya dan juga di dampingi air mata buaya.


" Kenapa Tante Rebecca bicara seperti itu. Dia bahkan mengarang semua cerita. Kenapa semua orang terkesan memojokkan Aditya. Dia juga sangat ingin Aditya di anggap salah oleh semua orang," batin Felly yang tidak habis pikir ketika berada di tengah-tengah Drama keluarga itu. Dan Rebecca yang benar-benar mengarang cerita yang sangat lari dari kenyataannya.


" Papa dengan sendiri apa kata Rebecca. Jika anak ini memang tidak punya sopan santun. Tidak punya tata krama. Dia sama sekali tidak bisa menghargai Rebecca. Kamu seharusnya bisa menghormati ibumu," teriak Baskoro dengan menunjuk-nunjuk Aditya dengan kemarahannya.


" Ibu ku sudah meninggal. Jika dia juga ingin di hormati. Maka tubuhnya harus menyatu dulu dengan tanah, baru aku menghormatinya," sahut Aditya dengan sinis.


" Anak kurang ajar," Baskoro yang geram ingin melayang tangannya.


" Pa hentikan," sahut Felly tiba-tiba yang memeluk Aditya seakan melindungi Aditya jangan sampai di pukul.


Damar melihatnya kaget. Begitu juga Aditya yang kaget dengan tindakan Felly. Sementara Baskoro tidak jadi memukul Aditya karena ada Felly.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Aditya pelan menekan suaranya yang pasti tidak menyukai tindakan Felly.


" Wanita ini sudah mulai ikut-ikutan," batin Rebecca geram.

__ADS_1


" Felly melindungi Aditya. Kenapa dia sampai seperti itu," batin Damar yang tidak habis pikir dengan tindakan Felly.


Felly membalikkan tubuh dan bahkan berdiri di depan Aditya. Seakan melindungi Aditya.


" Kakek, Pa. Felly yang salah. Felly yang mendorong Tante Rebecca bukan Aditya," sahut Felly yang tiba-tiba mengarang cerita.


Membuat semua orang kaget dan Bahakan Aditya yang tidak habis pikir dengan kata-kata Felly.


" Felly," desis Aditya.


" Apa maksud Felly," batin Damar. Tidak percaya jika Felly segitunya membela Aditya.


" Apa maksud kamu? tanya Baskoro yang sudah menurunkan tangannya.


" Maafkan Felly Tante, Felly tidak sengaja. Felly buru-buru berjalan. Dan Felly juga tidak melihat jika Tante jatuh. Maafkan Felly. Felly benar-benar tidak sengaja melakukannya," ucap Felly yang sekarang terlihat menyesal di depan Rebecca seakan memang dia yang melakukannya.


" *Anak ini, beraninya dia mengubah situasi. Benar-benar sangat lancang," batin Rebecca terlihat mengepal tangannya. Yang langsung emosi dengan tindakan Felly.


" Wanita ini, apa yang di katakannya," batin Aditya yang juga geram dengan Aditya dan langsung menarik tangan Felly*.


" Kita pulang, kau tidak perlu meminta maaf," sahut Aditya langsung menarik Felly.


Semua orang hanya melihat Aditya yang membawa Felly pergi. Sementara Rebecca sangat marah dengan Felly yang menggagalkan rencana.


" Sial," batin Rebecca tampak marah.


" Masalah ini selesai. Felly sudah meminta maaf, jadi ayo pulang, jangan di perpanjang lagi," ucap Harison menegaskan.


" Tapi Pa," sahut Baskoro.


" Cukup! aku sudah memperingatkan berkali-kali kepadamu jangan main tangan. Dia cucuku bukan hanya anakmu," tegas Harison yang langsung melangkah pergi.


" *Apa maksud papa. Kenapa kata-katanya terkesan sangat membela Aditya. Memang semenjak kehadiran wanita itu. Papa bahkan tidak pernah mendengar kata-kataku dan bahkan banyak hal yang tidak di percayainya,"


" Saat Aditya jelas-jelas berbicara kasar di depanku. Dia bahkan tidak memarahi Aditya dan bahkan hari ini dia seakan tidak mempercayaiku dan bahkan sangat membela Aditya, makanya dia menganggap semua dengan mudah selesai," batin Rebecca yang sudah mulai merasakan keanehan kepada papa mertuanya*.


Semua itu di rasakannya semenjak Felly hadir. Rebecca tampak panik dengan semua perubahan sikaf mertuanya itu.


" Semua ini memang gara-gara wanita itu. Aku tidak bisa diam saja. Aku harus secepatnya bertindak," batin Rebecca mengepal tangannya penuh rencana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2