Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Part 103 penegasan Pada Damar.


__ADS_3

Sarapan di meja makan seperti biasa akan ada rutinitas seperti itu. Aditya sebenarnya paling malas dengan semua rutinitas di keluarga itu. Apa lagi sarapan yang akan berkumpul dengan orang-orang yang munafik seperti Damar dan juga Rebecca.


Aditya bergabung terlebih dahulu sementara Felly masih di kamar. Di meja makan sudah ada Damar, Rebecca dan kakeknya.


" Di mana Felly Aditya?" Tanya Harison.


" Masih di kamar, sebentar lagi juga keluar," jawab Aditya mulai mengambil setangkap roti. Baru Aditya mengatakan sang istri masih di kamar Felly langsung menyusul kemeja makan.


Rebecca langsung melihat ke arah Felly. Tapi tidak menatap dengan sinis. Karena Rebecca seolah-olah menjadi mertua yang baik.


" Ayo Felly sarapan," ucap Rebecca tersenyum pada Felly.


Aditya mendengar hal itu langsung melihat ke arah Rebecca. Sementara Harison heran dengan sikaf Rebecca yang tiba-tiba sangat manis.


" Tumben mama seperti itu kepada Felly," batin Damar yang kebingungan melihat sang mama. Anaknya sendiri aja bingung. Apa lagi orang lain.


" Apa lagi yang di rencanakan wanita ini," batin Aditya sudah merapatkan giginya. Geram dengan Rebecca. Felly tampak gugup dan Hannya membalas dengan senyuman lalu duduk di samping Aditya.


" Oh, Iya ini mama buatin jus untuk kamu, special untuk kamu," ucap Rebecca yang menyodorkan jus untuk Felly.


" Makasih," jawab Felly pelan.


" Aku ingin tau apa dia hamil atau tidak. Kalau dia menyadari itu adalah jus nanas dan tidak ingin meminumnya berati dia memang hamil. Tapi kalau dia tidak menyadari minuman itu. Itu adalah hal bagus. Jadi jika dia hamil anak itu benar-benar akan gugur," batin Rebecca tersenyum licik.


" Ayo di minum Felly," ucap Rebecca dengan lembut.


Felly mengangguk dan meraih gelas itu dengan perlahan gelas itu mendekati mulutnya dan Rebecca terus melihatnya menunggu-nunggu hal itu terjadi.


Sementara tatapan Aditya tidak lepas dari Rebecca yang seperti tau sesuatu. Minuman itu sudah mengenai bibir Felly yang langsung ingin di minum.


Tetapi dengan cepat tangan Aditya mengambil gelas tersebut membuat Felly kaget dan bukan hanya Felly. Juga Harison, Damar dan pasti Rebecca.


" Kau punya alergi dan kau tidak pantas meminum itu," ucap Aditya menyinggirkan minuman itu dari dekat Felly.


" Sial," desis di Rebecca di dalam hatinya yang lagi-lagi usahanya gagal berantakan.


" Alergi apa maksud Aditya. Aku tidak punya alergi pada buah," batin Felly kebingungan.


" Jangan memberikannya sesuatu yang membuatnya bahaya," ucap Aditya dengan sinis menatap Felly.


" Aku tidak tau kalau Felly punya Alergi," sahut Rebecca dengan panik. Seakan-akan menyesal dengan apa yang di lakukannya pada Felly.

__ADS_1


" Sungguh pa, aku tidak tau," ucap Rebecca yang langsung mengatakan pada Harison. Agar Harison tidak berpikir apa-apa kepadanya.


" Makanya cari tau dulu. Baru bisa memberi dengan sesukamu. Kau seperti sengaja membuatnya celaka," ucap Aditya sinis.


" Kau jangan berlebihan Aditya. Hanya itu saja. Kau sudah entah seperti apa membesar-besarkan masalahnya," sahut Baskoro yang langsung ikut campur. Karena istrinya.


" Apa bedanya dengan papa. Aku hanya mengatakan kepada istrimu. Jika istriku tidak bisa meminum itu. Karena memiliki Alergi, dan papa langsung ikut-ikutan seakan takut aku membunuh istrimu di sini," sahut Aditya dengan menekan suaranya.


" Kau ini," sahut Baskoro mulai terpancing emosi.


" Sudah. Apa yang kalian bicarakan. Kenapa sedikit-sedikit langsung bertengkar. Rebecca kau seharusnya jika ingin membuatkan sesuatu. Kau ketahui dulu apa itu bisa dikonsumsi yang memiliki tubuh atau tidak," ucap Harison yang menegaskan pada Rebecca.


" Papa benar-benar. Dekarang bisa-bisanya menegurku di depan semua orang," batin Rebecca terlihat mengepal tangannya karena mertuanya menegurnya.


" Setauku Felly tidak punya alergi terhadap buah," sahut tiba-tiba Damar yang membuka suara. Mata Aditya langsung mengarah pada Damar yang langsung menyambar.


" Sekarang dia malah ikut-ikutan," batin Aditya geram dengan Damar.


" Dan aku juga pernah dengar dari Damar. Jika memang Felly tidak memiliki alergi semacam itu. Makanya aku memberikannya," sahut Rebecca menambahi. Dia memang paling pintar menggunakan kesempatan.


" Tau apa kau tentang dia," sahut Aditya dengan geram. Damar mendengus tersenyum mendengarnya.


" Pertanyaanmu sangat tidak masuk akal. Aku jauh lebih tau dia di bandingkan dirimu. Aku 1 tahun berpacaran dengannya. Dan makanya aku mengatakan. Jika Felly sama sekali tidak alergi dengan nanas," ucap Damar menekankan.


" Aku tidak membahas masa lalu kek. Tapi itu kenyataan. Dia tidak tau apa soal Felly. Tetapi sok tau. Agar mama di pojokkan. Padahal mama lebih tau tentang Felly di bandingkan dia," ucap Damar menatap tajam Aditya.


Aditya sudah mengepal tangannya. Mulai terpancing emosi sementara Damar sudah merasa paling benar dengan kata-katanya dan Felly sangat panik berada di situasi itu.


" Sudahlah Damar. Memang itu sudah biasa di pojokkan di rumah ini. Mama hanya berusaha membuatkan Felly minuman dan masalah di hargai atau tidak. Mama tidak bisa berbuat apa-apa," ucap Rebecca lagi dengan wajah sedihnya seakan tertindas.q


" Mereka benar-benar sangat pintar bersandiwara," batin Aditya yang memang sudah terbiasa dengan hal itu.


" Tapi apa yang di katakan Aditya memang benar," sahut Felly tiba-tiba.


Suara Felly membuat semua mata tertuju padanya. Termasuk Aditya yang duduk di sampingnya.


" Aku memang tidak bisa mengkonsumsi nanas. Karena aku memang memiliki alergi," lanjut Felly.


" Felly apa yang kamu katakan, aku tau kamu tidak punya alergi itu," sahut Damar membantah kata-kata Felly.


" Kau tidak tau apa-apa tentang diriku," ucap Felly dengan tegas.

__ADS_1


Bahkan kata-katanya sedikit kasar. Biasanya Felly memanggil Damar dengan awalan Mas. Tetapi kali ini Felly benar-benar tidak menggunakan hal itu membuat Damar schok.


" Aditya yang tau semuanya tentang ku dan juga tentang keluargaku. Aku denganmu sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Aku sudah menjadi istrinya. Jadi jangan mengatakan jika kau tau semua tentangku. Karena aku merasa tidak pernah sedekat itu denganmu," ucap Felly dengan menegaskan. Damar benar-benar sangat terkejut mendengar penuturan Felly.


" Wanita ini benar-benar sialan," batin Rebecca menatap tajam.


" Kau mengatakan tidak tau apa-apa tentangmu. Kita hampir menikah dan semuanya batal hanya karena dia. Dan kau masih bisa bicara seperti itu," sahut Damar dengan kemarahannya menaikkan volume suaranya. Sementara Aditya hanya menyimak pembicaraan itu.


" Aku tidak pernah merasa mau menikah denganmu," sahut Felly.


Damar tambah kaget mendengarnya. Sementara Aditya. Wajah marahnya. Sudah menyimpan senyum tipis.


" Kau tidak pernah memintaku pada orang tuaku dan itu berarti aku tidak pernah merencanakan pernikahan dengamu. Jadi aku meminta untuk tidak membahas masa lalu. Karena aku sudah menikah dengan Aditya," tegas Felly.


Harison tersenyum mendengar penegasan dari Felly. Memang seharusnya Felly harus menekankan hal itu. Agar Damar tidak terus menggunakan hal itu untuk mengecoh rumah tangganya dengan Aditya


"'Felly kau,"


" Kakak," sahut Felly dengan cepat. Membuat semua orang kaget.


" Apa maksudnya," batin Aditya heran mengkerutkan dahinya.


" Jika kau tidak mau memanggil Aditya dengan kakak. Bukan Berarti aku tidak kau panggil kakak. Karena aku kakak iparmu. Dan bahkan aku juga memanggil mamamu dengan mama. Walau suamiku tidak menyebutnya mama. Jadi gunakan tutur yang baik. Jika bicara dengan ku. Dan jangan membahas hal lain. Aku sangat tidak nyaman," tegas Felly. Damar mengepal tangannya mendengar semua hal itu.


" Kau benar-benar kurang ajar Felly," batin Damar merapatkan giginya.


" Wanita sialan berani-beraninya dia mempermalukan Damar," batin Rebecca sudah darah tinggi dan ingin meluapkan langsung.


" Ehmmm," Harison berdehem mencairkan suasana.


" Semuanya sudah jelas. Hanya perkara minuman. Semuanya melebar kemana-mana. Felly alergi minumannya dan lain kali harus hati-hati jangan membuat sembarang yang bisa membahayakan nyawa orang lain Dan kamu Damar. Kakek rasa kamu sudah dewasa dan kakek berharap pikiran kamu juga dewasa. Felly bukan siapa-siapa kamu lagi. Dia sudah menjadi istri dari kakak kamu. Jadi hargai hal itu tanpa mengait-ngaitkan masa lalu karena itu sangat tidak sopan," ucap Harison dengan penuh penegasan dan penekanan.


" Kamu Baskoro juga jangan sedikit-sedikit ikut-ikutan. Hal yang tidak perlu kamu campuri jangan di campuri jangan suka memperkeruh suasana," ucap Harison yang sekarang menegur Baskoro.


" Apa kalian bisa sekali ini saja mendengarkanku dan jangan pernah ribut lagi di meja makan," ucap Baskoro dengan menegaskan.


" Kalian mengerti. Jika mengerti lanjutkan sarapan kalian," ucap Baskoro lagi.


Semuanya terdiam dan melanjutkan sarapan masing-masing.


" Aku tidak percaya. Jika wanita ini bisa berbicara seperti itu. Tidak apa-apa. Paling tidak Damar akan tau diri sekarang," batin Aditya yang masih melihat ke arah Felly yang sarapan menunduk. Pasti Felly sangat canggung

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2