Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 280 Perintah Aditya.


__ADS_3

Elia masih menagis karena tidak bisa mengejar papanya. Dia terduduk di aspal dan menagis senggugukan. Bion juga berjongkok di depannya untuk menenangkan Elia.


" Non Elia, ayo kita pulang!" ajak Bion dengan lembut.


" Bion, kamu antarkan aku ketempat papa. Ayo mencari papa," ucap Elia menyeka air matanya dengan cepat.


" Maaf non, saya tidak bisa melakukannya. Tuan Aditya menyuruh saya untuk membawa non Elia pulang. Jadi maaf, saya tidak bisa melakukan apa yang nona minta," sahut Bion dengan wajah sendunya.


" Baiklah," sahut Elia mengangguk kepalanya cepat, " jika kamu tidak mau maka aku akan cari papa sendiri," sahut Elia dengan cepat berdiri.


" Tapi non Elia," sahut Bion yang dengan cepat berdiri untuk menghentikan Elia yang ingin pergi.


" Lepaskan!" perintah Elia dengan menekan suaranya dan wajahnya terlihat garang.


" Maaf non, saya hanya melakukan perintah. Non Elia harus pulang," sahut Bion dengan lembut. Namun sangat tegas bicara.


" Aku tidak peduli dengan perinttahmu dan satu lagi. Itu tidak menjadi urusanku. Jadi aku minta kepadamu. Untuk melepaskan tanganmu dari tangan ku!" tegas Elia dengan melebarkan matanya yang sudah memerah.


" Saya tidak bisa melakukannya," sahut Bion.


" Bion, kau...." geram Elia dengan menunjuk tepat di wajah Bion.


Liu, Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu


Terdengar suara sirene polisi membuat Bion dan Elia sama-sama melihat ke arah suara di mana dari kejauhan banyak mobil polisi yang sepertinya tujuannya untuk kemakam.


" Non Elia, ayo kita pergi dari sini. Polisi pasti mencari tuan Baskoro dan jika kita ada di sini. Polisi akan mencurigai kita. Jadi ayo kita pergi," ajak Bion.


" Aku tidak mau, aku harus mencari papa," sahut Elia yang masih tetap keras kepala.


" Tidak non Elia, jangan mencari masalah. Jadi sebaiknya kita pergi dari sini," sahut Bion terlihat khawatir. Dan Elia memang benar-benar keras kepala dan bahkan ingin lari dari Bion yang masih ingin mengejar papanya. Sementara polisi semakin dekat.


" Lepaskan aku! lepaskan!" Elia terus memberontak saat Bion memaksanya pergi.


" Maaf, aku harus melakukan ini," batin Bion yang kewalahan menghadapi Elia. Dan akhirnya Bion mengambil tindakan. Bion memeluk Elia dan memukul Elia dengan jarinya di bagian leher Elia dan Elia langsung pingsan di pelukan Bion.


" Maafkan saya," ucap Bion merasa bersalah dan langsung menggendong Elia ala bridal style dan berlari menuju mobil mereka. Sebelum polisi menemukan mereka.


************


Elia yang tidak sadarkan diri berada di dalam ruangan, di mana Elia berbaring di atas tempat tidur yang ukurannya pas hanya untuk Elia saja.


Sepertinya tempat itu memang bukan kamar Elia. Karena tempat itu sangat kecil. Dan tidak terdapat apa-apa. Hanya sepetak dengan tempat tidur di sana.

__ADS_1


Sementara Bion berada di luar ruangan itu. Yang ternyata itu penginapan kecil. Bion sedang mengangkat telpon dari Aditya.


📞" Kamu bawa kak Elia ke Luar Negri. Dia akan frustasi jika berada di sini. Dia akan terus mengikuti kasus papa dan itu akan membuatnya semakin tidak tenang. Jadi bawalah dia pergi!" perintah Aditya pada anak buahnya itu.


📞" Baik tuan! tapi apa itu jalan yang terbaik," sahut Bion yang tampak ragu.


📞" Aku tau, kak Elia akan menolak. Tapi kita tidak punya pilihan lain. Aku harus mencari papa. Aku tidak bisa membujuknya. Jadi aku serahkan semua kepadamu," tegas Aditya pada Bion.


" Baiklah tuan, saya akan mencoba untuk membicarakan hal ini pada nona Elia," sahut Bion.


" Terimakasih Bion, kamu jagalah kak Elia," sahut Aditya menutup telponnya.


Bion menarik napas panjang-panjang dengan menurunkan ponselnya dari telinganya. Bion menoleh kebelakang melihat daun pintu yang di mana Elia pasti ada di dalamnya.


" Aku harus bicara pada non Elia," ucap Bion dengan yakin dan langsung memasuki ruangan itu untuk bicara pada Elia.


Saat Bion berada di ruangan itu. Elia masih tertidur dan Bion berdiri di sampingnya. Tidak lama Elia membuka matanya perlahan. Tangannya langsung memegang kepalanya yang terasa berat.


Lalu mata Elia berkeliling dan bingung dengan keberadaannya yang tidak dapat di ketahuinya. Ada di mana dia.


" Di mana aku!" tanya Elia dengan penuh kebingungan dan menoleh kesampingnya dan melihat Bion di sampinya.


" Di mana ini?" tanya Elia yang berusaha untuk duduk dan Bion dengan cepat membantunya.


" Maaf, non," sahut Bion menunduk. Elia yang sudah duduk melihat ke arah Bion, menatap pria itu dengan tajam.


" Berani sekali kamu membuatku seperti ini," sahut Elia dengan wajahnya yang begitu marah pada Bion.


" Maaf non Elia, saya tidak punya pilihan," sahut Bion menunduk mengakui kesalahannya. Ya Elia ternyata sadar jika Bion yang membuatnya pingsan.


" Kenapa tidak sekalian saja kau membunuhku," sahut Elia sinis. Bion tidak menjawab lagi. Hanya diam tanpa kata-kata.


" Jangan mencegahku untuk pergi. Aku tidak peduli. Aditya menyuruhmu atau tidak. Aku tidak peduli hal itu, ingat itu," tegas Elia yang mencoba untuk berdiri.


" Non Elia, tuan Aditya memerintahkan saya untuk membawa nona ke Luar Negri," sahut Bion tanpa basa-basi dan membuat Elia kaget mendengarnya.


" Apa katamu," pekik Elia.


" Iya non, itu adalah perintah," sahut Bion.


" Apa-apaan Aditya. Kenapa dalam suasana genting seperti ini. Dia malah menyuruhku keluar Negri. Apa dia tidak peduli kepadaku," batin Elia yang merasa kecewa dengan adikknya itu.


" Sini handphone mu," pinta Elia.

__ADS_1


" Untuk apa?" tanya Bion.


" Berikan saja, aku tidak akan mencurinya," sahut Elia. Mau tidak mau Bion pun memberikan ponselnya pada Elia dan Elia mengambilnya dan langsung menekan panggilan yang ternyata memanggil Aditya.


Tidak lama akhirnya panggilan itu tersambung dan handphone tersebut sudah berada di telinganya.


📞" Apa yang kamu lakukan Aditya. Kamu ingin mengusir kakak," ucap Elia yang langsung pada intinya.


📞" Maaf kak, tapi ini yang terbaik untuk kakak," sahut Aditya yang menelpon kau di sana.


📞" Terbaik apanya. Kamu hanya mengasingkan kakak. Jika kakak harus keluar Negri. Apa yang akan kakak dapatkan jika kakak ada di sana. Apa kakak hanya akan menunggu kabar buruk dari papa. Itu yang kamu inginkan," ucap Elia dengan dadanya terasa sesak bicara pada adiknya itu.


📞" Kak Elia. Maslaah tidak semudah yang kakak bayangkan. Semuanya sangat sulit kak. Dan apa yang terjadi pada papa. Tidak bisa di tangani dengan mudah. Dan kakak juga tidak bisa berkeliaran atau berusaha mencari papa. Hal itu akan membahayakan kakak. Jadi Aditya mohon mengertilah kak. Aditya akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu papa," jelas Aditya.


📞" Aditya, lalu apa masalahnya dengan kakak. Kakak tidak melakukan apapun. Kakak hanya ingin papa pulang itu saja Aditya," sahut Elia yang tetap keras kepala.


📞" Tolonglah kak. Menggerti keadaannya. Semuanya sedang kesulitan. Kondisi kakek sedang lemah, jadi aku mohon sama kakak mengertilah. Jangan mencoba untuk mencari papa dan dengarkan arahanku," ucap Aditya dengan lembut bicara pada kakaknya. Agar kakaknya mengerti dengan penjelasan Aditya.


📞" Kak Elia masih mendengarku," sahut Aditya yang yang tidak mendapat respon dari kakaknya.


📞" Baiklah, kakak tidak akan mencari papa," sahut Elia memutuskan. " Tapi kakak tidak mau ke Luar Negri," lanjut Elia memberikan syarat.


📞" Lalu kakak akan di mana?" tanya Aditya.


📞" Tetap di sini. Bukannya kamu mempercayai dia," jawab Elia yang melihat Bion.


📞" Baiklah kak, tapi aku mohon dengarkan arahan Bion," sahut Aditya yang setuju-setuju saja.


📞" Iya," sahut Elia yang akhirnya menuruti adiknya. Karena Elia juga harus membuang egonya. Dia tau Aditya sedang kesulitan.


📞" Kalau begitu kakak hati-hatilah, aku tutup dulu telponnya," sahut Aditya.


📞" Iya, katakan pada kakek, jika kakak tidak apa-apa," ucap Elia.


📞" Pasti," sahut Aditya yang langsung mematikan telpon itu.


Elia pun memberikan handphone Bion kembali pada Bion dan Bion langsung mengambilnya.


" Kamu jangan khawatir. Aku tidak akan kemana-mana. Sekarang keluarlah. Aku mau istirahat," ucap Elia.


" Baik nona," sahut Bion menundukkan kepalanya. Dan Bion pun langsung keluar.


" Aku hanya berharap semuanya benar-benar baik-baik saja," batin Elia dengan penuh harapan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2