Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 238 kejar-kejaran


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan sang kakek di ruang itu. Aditya dan Felly pulang kerumah sementara Elia masih berada di rumah Harison yang mungkin akan menjadikan rumah surga bagi Rebecca menjadi neraka.


Aditya dan Felly memasuki rumah dengan tangan mereka yang tak lepas menggengam. Aditya dan Felly menghentikan langkah mereka di ruang tamu dengan Aditya menghadap Felly.


" Kamu sebaiknya istirahat," ucap Aditya memegang ke-2 bahu Felly, " aku mau bicara sebentar dengan Bion," ucap Aditya.


" Tentang apa?" tanya Felly kepo.


" Hanya tentang pekerjaan. Ini tidak ada urusannya dengan Rebecca yang lainnya," jawab Aditya. Yang pasti Aditya tau. Kalau Felly merasa ada rahasia.


" Ohhh, begitu rupanya, ya sudah kalau begitu," sahut Felly tersenyum tipis.


" Ya sudah sana naik," ucap Aditya.


" Aku buatkan kopi mau?" tanya Felly. Aditya mengangguk tersenyum.


" Aku tunggu di ruang kerja ku," ucap Aditya. Felly mengangguk tersenyum.


" Untuk Bion, juga boleh aku membuatnya?" tanya Felly harus meminta izin dan Bion yang ada di dekat situ mulai gelisah. Apa lagi saat mendapat lirikan dari Aditya membuatnya negeri-negeri sedap.


" Boleh. Tapi ada syaratnya!" ucap Aditya membuat Felly menyerngitkan dahinya.


" Apa!" tanya Felly heran.


" Kamu boleh membuatkan Bion kopi. Tetapi harus berbeda dengan ku. Kamu membuatkan ku kopi dengan penuh kasih sayang dan hanya membayangkan wajahku. Sementara Bion kamu harus membuatnya datar tanpa memikirkan apapun," ucap Aditya yang langsung posesif membuat Felly tersenyum. Dan Bion di sana pun menahan tawanya. Bosnya yang halal itu memang berubah menjadi bucin kalau sudah di depan istrinya.


" Kamu mengerti?" tanya Aditya memastikan dengan menaikkan 1 alisnya.


" Kamu ini hanya membuat kopi saja banyak syaratnya," ucap Felly tertawa kecil.


" Pokoknya harus kamu lakukan dan awas saja jika tidak," ucap Aditya.


" Iyaaaaa," sahut Felly.


" Ya sudah aku buat dulu. Nanti akan aku antar keruang kerjamu," ucap Felly. Aditya mengangguk dan Felly pun langsung pergi. Sementara Aditya melihat ke arah Bion yang kembali tegap dan wajah langsung serius.


" Jangan dengarkan apa yang aku katakan tadi," ucap Aditya. Bion hanya mengangguk saja.


" Ayo kita keruangan ku. Ada yang ingin aku bicarakan," ucap Aditya.

__ADS_1


" Baik tuan!" sahut Bion. Aditya berjalan duluan dan Bion pun menyusul.


Di ruang kerja Aditya. Bion terlihat berdiri di depan Aditya yang sibuk membolak-balik kan berkas-berkas yang barusan di berikan Bion.


" Kembalikan semua atas namaku!" ucap Aditya.


" Kenapa tuan. Bukannya awalanya tuan ingin memindahkan semua aset tuan Anas nama nona Felly. Lalu kenapa berubah pikiran. Saya sudah menyiapkan berkasnya dan tinggal di tandatangani nona Felly," ucap Bion heran.


" Tidak jadi, saya masih hidup belum mati," sahut Aditya.


" Sudah kamu jangan banyak tanya. Kembalikan semua seperti awal. Felly juga tidak butuh itu," sahut Aditya.


" Baik tuan!" sahut Bion. Ternyata Felly sempat mendengar sepelintiran kata-kata suaminya dengan Bion ketika dia memasuki ruangan itu.


" Apa yang tidak aku butuhkan?" tanya Felly tiba-tiba yang datang-datang saja. Aditya langsung kaget dan melihat Bion mengarahkan matanya untuk Bion mengambil dokumen di atas meja itu sebelum di lihat Felly.


Namun Bion bingung apa maksud kode dari bosnya yang sudah panik itu dan Felly pun yang sudah mendekati meja heran. Melihat Aditya dan Bion yang seperti menggunakan bahasa isyarat.


Saat Felly meletakkan 2 cangkir kopi itu di atas meja. Matanya tidak sengaja membaca bagian atas judulnya. Pengalihan hak waris. Dan Aditya langsung menutupnya dengan cepat.


" Tidak apa-apa," sahut Aditya tersenyum terpaksa dan memberikan dokument itu pada Bion dengan cepat. Namun Felly menatap dengan penuh kecurigaan dan keanehan.


" Memang aku tidak butuh apa. Kenapa kalian membicarakan ku?" tanya Felly penasaran.


" Ohhhhh, begitu rupanya," sahut Felly tetap curiga. Namun Aditya senyum-senyum mengalihkan suasana. Mata Felly melirik apa yang di pegang Bion dan dalam kesempatan Felly langsung menariknya dari tangan Bion.


" Nona Felly," sahut Bion panik dan Aditya juga panik.


" Apa ini?" tanya Felly bingung dan mencoba membukanya. Aditya panik dan langsung berdiri.


" Tidak apa-apa, Felly kembalikan pada Dion," sahut Aditya panik. Mencoba maju namun Felly mundur dan langsung membuka dokumennya.


" Pengalihan hak waris atas nama Aditya Sebastian Harison kepada Felly Valeria Anderson," baca Felly dengan garis besar isi dokumen itu.


Dan Aditya mendengar Felly membacanya panik dengan mengusap kepalanya kasar. Felly yang kaget langsung melihat ke arah Aditya dengan matanya berbinar.


" Kamu mau kasih semua harta kamu sama ku?" tanya Felly dengan wajah seriusnya.


" Tidak, itu tidak seperti itu. Itu hanya salah tulis," sahut Aditya yang panik yang melangkah ingin mengambil dokument yang di pegang Felly. Namun Felly mundur dengan senyum di wajahnya.

__ADS_1


" Salah tulis bagaimana, jelas-jelas di sini terangkan semua apa-apa yang akan kamu berikan kepadaku," sahut Felly membaca dokumen itu lagi.


" Sudah Felly, kembalikan itu tidak seperti yang kamu baca," sahut Aditya berusaha mengambilnya.


" Aku tidak percaya. Kalau kamu akan menyerahkan semua hartamu padaku. Berati aku tinggal tanda tangan dan semuanya jadi milikku dan kamu tidak memiliki apa-apa," sahut Cherry dengan wajah cerianya.


" Kamu jangan macam-macam serahkan. Aku sudah katakan itu salah tulis. Cepat serahkan, " ucap Aditya dengan wajah seriusnya. Namun Felly geleng-geleng dengan senyumnya yang membuat Aditya kesal.


" Aku akan menjadi kaya raya mendadak, kalau aku tanda tangan. Kau tidak pernah membayangkan," ucap Felly lagi yang memancing Aditya seakan mengejek Aditya.


" Aku sudah mengatakan jangan macam-macam kembalikan," uacp Aditya kesal.


" Mana mungkin," sahut Felly yang menutup dokumen itu dan menyembunyikannya di belakangnya.


" Felly, kembalikan," tegas Aditya. Felly geleng-geleng dan Aditya harus memaksanya dan Felly langsung lari.


" Felly, kamu jangan aneh-aneh kembalikan aku bilang," ucap Aditya mengejar Felly, yang mana Felly terus mengelak. Bahkan dia bersembunyi di belakang Bion dan Bion kebingungan melihat bosnya yang main kucing-kucingan di depannya.


" Aku tidak akan mengembalikannya dan akan menandatanganinya lalu semuanya jadi milikku dan kamu akan miskin," sahut Felly dengan senyumnya yang mengejek dan Aditya sudah semakin geram.


" Jangan Felly, aku masih hidup. Kamu jangan macam-macam," geram Aditya yang terus berusaha mengambilnya dari Felly. Namun Felly terus berlari menghindari Aditya.


" Masa bodo, siapa suruh secepatnya buat warisan," sahut Felly dengan santainya yang sengaja mempermainkan Aditya.


" Bion tangkap dia!" perintah Aditya membutuhkan Bion menangkap istrinya.


" Heh! awas kalau kamu berani kepadaku," sahut Felly menunjuk Bion membuat langkah Bion terhenti.


" Kamu tau, jika aku menandatangani ini. Aku pemilik semuanya dan kalau kamu berani kepadaku. Aku akan memecatmu," ucap Felly mengancam Bion dan Bion jadi bingung dan tidak berani.


" Bion! aku bilang tangkap dia, aku bosmu," sahut Aditya dengan tegas yang berusaha mengepung Felly.


" Aku yang menjadi bosmu sekarang," jawab Felly dengan menegaskan.


Dan Bion yang kelimpungan yang harus memilih siapa. Felly atau Aditya.


" Felly kembalikan aku bilang," ucap Aditya.


" Ambil aja kalau bisa," sahut Felly menantang Aditya dan akhirnya Aditya dengan cepat menangkap Felly memeluk pinggang Felly dan berusaha mengambil dokumen itu. Namun Felly tetap berusaha agar tidak jatuh pada Aditya. Memang Felly sengaja membuat Aditya kesal dan kepanikan dengan warisannya yang mendadak milik Felly.

__ADS_1


Sementara Bion hanya berdiri melihat ke-2 bosnya yang saling berebut itu.


Bersambung


__ADS_2