Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 277 Terlibat.


__ADS_3

Kantor polisi.


Rebecca sudah berada di dalam buih kurang lebih 3 Minggu dan Rebecca selalu mendapat perlakuan yang tidak baik. Selain menjadi budak ***. Rebecca juga sering mengalami kekerasan fisik dan sama sekaki Rebecca tidak bisa melawan.


Di dalam ruangan yang gelap. Rebecca yang hancur dengan rambut yang berantakan dan tubuh penuh luka memeluk tubuhnya di sudut ruangan. Tangannya penuh dengan bekas luka.


Rebecca yang menunduk memeluk tubuhnya mengangkat kepalanya. Matanya yang penuh dengan tatapan kosong.


" Baskoro, jadi kamu yang sudah membayar orang-orang itu untuk memperkosaku," desis Rebecca yang ternyata akhirnya tau jika suaminya sendiri yang sudah membayar 9 pria yang menjadikannya budak ***.


" Baskoro, kurang ajar kamu!" teriak Rebecca yang mengepal tangannya.


" Semuanya hancur. Usahaku selama ini sia-sia. Semuanya berantakan. Aku di penjara, di siksa, di jadikan pemuas nafsu oleh pria-pria bajingan itu. Damar berada di rumah sakit jiwa. Damar bahkan mencoba bunuh diri. Aku kehilangan semuanya. Hartaku, semuanya punah. Sementara Aditya bersenang-senang dengan istrinya. Semua kekayaan Harison telah di milikinya. Aku yang sudah berusaha bertahun-tahun untuk mendapatkan semuanya. Tetapi semuanya sia-sia," teriak Rebecca yang penuh kemarahan.


" Harison sama sekali tidak membantuku dan Baskoro suami kurang ajar itu. Malah menyuruh orang untuk menjadikanku budak ****, kurang ajar kamu Baskoro. Bajingan kamu. Aku akan membalasmu Baskoro. Aku pasti akan membalasmu!" teriak Rebecca dengan meremas rambutnya. Dia benar-benar terlihat frustasi dengan keadaannya.


" Ha-ha-ha-ha-ha," Rebecca sekarang malah tertawa-tawa layaknya seperti orang gila. Rebecca tertawa-tawa dan sesekali menangis. Seharusnya yang di rumah sakit jiwa itu Rebecca bukan Damar. Karena Rebecca yang benar-benar mengalami gangguan jiwa.


" Baskoro bodoh, Harison tolol, Baskoro bodoh, Harison tolol," Rebecca tepuk-tepuk tangan dengan bernyanyi dengan kata-kata yang terus di ulang. Tertawa, menangis, tertawa menagis, hal itu terus yang di lakukannya di dalam sel yang gelapnya minta ampun.


************


" Aditya, Aditya, Aditya, Aditya," Felly keluar dari kamarnya dengan memanggil-manggil Aditya. Sampai-sampai Felly menuruni anak tangga dengan lari-larian. Sabila tiba-tiba keluar dari arena dapur dan melihat putrinya yang lari-lari. Padahal sedang hamil.


" Felly!" tegur Sabila geram melihat Felly yang seperti lupa. Kalau sedang mengandung.


" Felly apa yang kamu lakukan, kamu sedang hamil kenapa sampai lari-larian seperti ini," ucap Sabila yang kepanikan melihat cerobohnya anaknya.


" Mama, lihat Aditya?" tanya Felly dengan wajahnya yang panik yang mencari-cari suaminya.


" Mama tidak melihatnya memang ada apa. Sampai kamu harus seperti ini?" tanya Sabila.

__ADS_1


" Aku harus mencarinya ma, aku harus menemuinya," sahut Felly yang tidak menjawab pertanyaan Sabila. Dan Langsung pergi dengan wajahnya yang penuh kepanikan.


" Felly, tunggu kamu mau kemana, jangan lari-larian. Kamu sedang sakit hamil Felly!" teriak Sabila yang panik dengan Felly.


" Apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa dia panik seperti itu untuk mencari Aditya. Seperti ada sesuatu sampai Felly se khawatir itu," batin Sabila yang ikutan panik dengan ke adaan Felly.


*********


Felly terus mencari suaminya di sekitar rumah dengan memanggil-manggil nama suaminya dan Felly berpapasan dengan Aqni adiknya.


" Kak, pelan-pelan, kakak kenapa teriak-teriak sambil lari-larian," ucap Aqni yang ternyata juga panik dengan kakaknya.


" Kamu lihat Aditya?" tanya Felly.


" Aku tadi lihat kak Aditya di taman belakang. Memang ada apa. Kenapa kakak sepanik itu. Kakak tidak sadar sedang hamil," ucap Aqni mengingatkan kakaknya.


" Ya sudah. Kakak akan temui Aditya dulu," sahut Felly yang buru-buru pergi. Bukannya menjawab pertanyaan adiknya dia langsung pergi.


" Ishhh, aneh banget sih, di tanya bukannya di jawab malah main pergi saja. Memang tidak takut apa kandungannya kenapa-kenapa sampai lari-larian gitu," gerutu Aqni geleng-geleng melihat kakaknya itu. Dia yang malah ngeri melihat kakaknya yang seperti itu. Mungkin memang ada sesuatu sampai Felly harus tergesa-gesa mencari suaminya.


********


" Kenapa bisa seperti ini," ucapnya dengan napas yang tidak stabil. Sementara Bion hanya diam di depannya.


" Apa yang terjadi. Kenapa masalahnya menjadi panjang seperti ini," ucap Aditya yang kelihatan apa yang di sampaikan Bion membuatnya khawatir.


" Aditya!" panggil Felly tiba-tiba. Aditya menoleh kearah suara tersebut dan Felly berlari memeluk Aditya.


" Sayang, kamu kenapa?" tanya Aditya yang merasakan tubuh istrinya bergetar seperti ada sesuatu.


" Aku melihat berita di televisi. Papa, papa terlibat dengan kematian Wiliam dan Heriyawan, papa terlibat," ucap Felly dengan bibir bergetar.

__ADS_1


Ternyata itu yang membuatnya panik dan terus mencari suaminya.


" iya, Felly aku tau," sahut Aditya dan Felly melepas pelukannya dari Aditya melihat ke arah suaminya itu.


" Kamu tau, papa melakukan itu?" tanya Felly dengan suara seraknya.


" Iya, baru saja Bion melaporkannya. Jika ada di temukan bukti di lokasi kejadian yang melibatkan papa," ucap Aditya yang juga begitu cemas.


" Lalu bagaimana, kenapa bisa seperti ini?" tanya Felly dengan paniknya.


" Kamu tenang ya Felly, Bion sedang mencari papa. Karena papa tidak di temukan. Semoga saja orang-orangku terlebih dahulu menemukan papa sebelum polisi menemukannya," ucap Aditya menenangkan istrinya.


" Aditya apa bukti yang di temukan polisi akan membuat papa di penjara?" tanya Felly dengan kepanikannya.


" Sayang, semuanya masih dugaan, kita jangan berpikir yang lain-lain dulu ya," sahut Aditya.


" Aditya, aku tau hubungan mu dan papa tidak baik. Tapi papa pasti kesepian dia pasti butuh kamu. Bantu dia Aditya. Jangan biarkan dia menghadapai masalah ini sendirian," ucap Felly yang lebih khawatir pada ayah mertuanya itu.


" Iya sayang, kamu tenang saja. Aku tau apa yang harus aku lakukan," sahut Aditya yang kembali memeluk istrinya untuk menenangkan istrinya.


" Apa mungkin papa yang membunuh Wiliam dan juga Heriyawan. Jika iya maka papa melakukan itu untuk dendam," batin Aditya yang sangat cemas dengan ayahnya itu.


Jika dia yang melakukan. Pasti tidak akan masalah. Karena dia orang yang pintar dan pasti Aditya itu terbebas dari hukum. Tetapi sang papa. Mau sembunyi kemanapun pasti akan do temukan polisi.


" Ya Allah, apa ini yang membuatku tidak tenang beberapa hari ini. Apa ini ya Allah," batin Felly.


Ternyata pembicaraan itu terdengar di telinga Elia. Mengetahui papanya di cari polisi karena banyak dugaan kasus kematian Wiliam dan Baskoro membuat Elia meneteskan air mata.


" Apa papa membunuh mereka ber-2 hanya untukku. Papa melakukan itu untuk keadilan bagiku. Tapi apa papa tau jika apa yang di lakukannya. Justru membuat papa akan dalam bahaya. Hidup papa bisa berantakan. Papa bisa di penjara sampai mati. Kenapa papa harus ikut campur melakukan hal itu. Jika Aditya yang melakukannya maka tidak akan seperti ini," batin Elia yang beberapa kali meneteskan air mata.


Dia memang membenci papanya. Marah, dan tidak mudah memaafkannya. Tetapi untuk hal ini Elia menjadi sangat khawatir. Elia begitu takut jika sang papa akan kenapa-kenapa. Hatinya tidak bisa bohong jika dia sangat panik.

__ADS_1


Ya sebesar apapun kesalahan orang tua. Pasti orang tua juga akan memberikan balasan pada orang-orang yang menghancurkan hidup putrinya. Dan itu yang di lakukan Baskoro pada Elia.


Bersambung


__ADS_2