
Di dalam ruangan tertutup. Ruangan yang sangat gelap. Ruangan yang bisa di katakan gudang karena banyak barang-barang rongsokan.
Terlihat Felly yang tergeletak di lantai dengan pipinya yang menempel di lantai dan tangannya yang terikat kebelakang begitu juga ke-2 kakinya yang terikat sehingga membuat tubuh Felly meringkuk seperti bayi yang berada di dalam kandungan.
Mata Felly terbuka perlahan, beberapa kali mata itu terbuka dan kembali menutup. Pandangannya belum sempurna dan melihat di keberadaanya yang begitu gelap tanpa adanya cahaya. Terdengar suara napas berat Felly yang sepertinya dadanya sangat sesak.
" Dimana aku," lirihnya dengan pelan yang tidak mengetahui tempat di mana dia berada. Karena tempat itu sangat gelap. Felly kembali memejamkan matanya perlahan dan mengingat kejadian terakhir sebelum dia tidak sadarkan diri.
Felly mengingat dia melihat Aditya dan Laura berada di dalam kamar dan Laura yang berada di atas tubuh Aditya. Membuat ada sakit di dalam sana.
Sakit itu semakin parah saat Aditya tidak peduli, bukannya menjelaskan atau meminta maaf. Tetapi Aditya malah pergi bersama Laura di depan matanya yang membuatnya harus meneteskan air mata sekarang ketika mengingat kejadian itu.
" Cukup Felly! jangan menangisi sesuatu yang menyakitimu. Jadi hentikan semuanya. Hentikan Felly," batinnya yang berusaha menguatkan dirinya.
Felly pun kembali membuka matanya perlahan dan menoleh kebelakang melihat tangannya yang terikat. Dengan sekuat tenaga Felly mencoba untuk duduk dan akhirnya dia bisa duduk dan melihat ke arah kakinya yang juga terikat.
" Siapa mereka. Kenapa aku bisa ada di sini," ucapnya kebingungan dengan kepalanya yang berkeliling melihat tempat yang bisa di katakan lumayan sangat menyeramkan.
uhuk-uhuk-uhuk-uhuk. Felly terbatuk. Karena tenggorokannya terasa begitu kering.
" Haus, aku sangat haus. Sudah berapa lama aku di sini," ucap Felly dengan suaranya yang serak karena dia cukup haus. Dan sangat lemas seperti tidak bertenaga.
Felly melihat ada besi sekitar 3 meter darinya yang sepertinya cukup tajam. Felly pung mengesot mendekati besi itu dan langsung membelakingi besi itu. Yang ternyata Felly menggosok-gosokkan ikatan tangannya pada besi itu agar ikatan itu terbuka.
Felly hanya berusaha sekuat tenaganya untuk membuka ikatan itu dengan cara singkat. Cukup lama dia berusaha sendirian. Sampai suara napasnya yang naik turun terdengar. Karena memang pasti tidak mudah untuk membuka ikatan itu.
Lama berusaha dengan tenaga yang semakin habis. Akhirnya ikatan itu terlepas dan Felly langsung membuang napasnya dengan cepat kedepan merasa lega.
" Akhirnya," lirihnya dengan napas beratnya. Felly menggoyang-goyangkan ke-2 tangan yang perih itu.
__ADS_1
Bagaimana tidak perih sampai pergelangan tangan itu memerah. Tangannya sudah aman dan Felly langsung melepas ikatan kakinya yang juga kesulitan di buka walau menggunakan tangannya. Dan akhirnya ikatan itu terlepas dan sama dia merasa sangat sakit dan juga memerah.
" Tempat apa ini," ucapnya lagi dengan kepalanya yang berkeliling.
Dan Felly mengusap dahinya yang berkeringat dengan punggung tangannya. Felly menundukan kepalanya mengusap perutnya yang masih ramping.
" Sayang, mama tau kamu haus. Kamu bersabar ya. Kita akan coba pergi dari tempat ini. Kita akan mencari minum," ucap Felly yang berbicara pada janinnya. Dengan sisa kekuatannya Felly berusaha untuk berdiri yang mungkin Felly ingin berusaha untuk keluar dari tempat itu.
*********
Aditya kembali keruangan di mana orang-orang nya yang bekerja untuk melacak istrinya setelah 2 hari tidak di temukan. Tiba-tiba Laura datang dan menghampiri Aditya yang terus memijat kepalanya.
" Ada apa?" tanya Aditya ketika melihat Laura di depannya. Laura memberikan amplop coklat berukuran persegi untuk Aditya.
" Apa ini?" tanya Aditya yang dengan menaikkan 1 alisnya.
" Aku menemukannya di dekat pagar," jawab Laura dan dengan cepat Aditya membukanya.
" Siapa yang mengirim ini?" tanya Aditya dengan suaranya yang mengeras.
" Kalian periksa cctv," sahut Laura yang langsung memerintah salah seorang bodyguard di sana. Bodyguard itu mengangguk.
" Kurang ajar!" teriak Aditya langsung melempar foto-foto itu dan berserakan di lantai dan mata Laura pun melihat ke arah lantai dan baru melihat yang ternyata foto-foto Felly dan pantas saja Aditya sangat marah.
Sampai mengepal tangannya dengan rahang kokohnya yang mengeras dan wajah Aditya juga terlihat memerah.
Dratttt, Dratttt, Dratttt
ponsel Aditya tiba-tiba berdering dan Aditya langsung melihat panggilan yang tidak ada nama itu dan no yang masih baru dan Aditya langsung mengangkatnya.
__ADS_1
📞" Selamat pagi tuan aditaya," sahut suara seorang Pria di sana yang suaranya baru di kenali Aditya.
📞" Siapa kau?" tanya Aditya dengan suara gertakannya.
📞" Jadi kau tidak mengingat suaraku," sahut Pria itu membuat Aditya heran dengan mengkerutkan dahinya.
📞" Jangan banyak bicara. Katakan siapa kau?" tanya Aditya geram dengan pria itu.
📞" Bocah kecil yang sekarang sangat menyeramkan," sahut pria itu yang menimbulkan teka-teki yang membuat Aditya kebingunang dengan siapa yang berani menelponnya.
📞" Dunia memang sangat sempit. Sehingga kita bisa bertemu lagi. Aku tidak minatmu 17 tahun lalu. Tetapi kau pasti melihatku dan mengingatku," ucap Pria itu yang membuat Aditya semakin emosi.
📞" Kau katakan kau siapa. Jangan berbicara kata-kata yang membuatku akan merobek mulutmu," ucap Aditya menekan suaranya.
📞" Santailah Aditya kamu langsung semarah itu. Apa kamu tidak mengingat siapa aku. Apa suaraku berbeda dengan 17 tahun lalu?" tanya pria itu.
📞" Siapa pria brengsek ini," batin Aditya mengepal tangannya yang merasa di permainkan.
📞" Aku hanya salut dan tidak menyangka aku akan bertemu dengan bocah yang menyedihkan itu dan ternyata adalah menantu dari Andersson si pria bodoh itu," ucap Pria itu membuat Aditya melotot mendengar kata-kata Anderson.
📞" Putrinya yang malang menikah dengan Pria malang yang begitu menyedihkan," lanjut Pria itu membuat Aditya mengepal tangannya.
📞" Apa yang kau katakan. Aku bertanya sekali lagi kepadamu. Siapa kau. Sebelum aku benar-benar merobek mulutmu," ucap Aditya dengan suaranya yang menekan.
📞" hahahaha," Pria itu tertawa terbahak-bahak.
📞" Kau berusaha mencari cela dari ku. Tetapi suaraku saja kau tidak mengenalinya. Tapi baiklah cukup aku banyak bicara dengan mu. Yang pasti kata-kata ku sangat membosankan. Akan aku perkenalkan siapa aku. Aku adalah William. Kau jelas tau siapa aku," sahut Pria itu yang baru mengatakan siapa dirinya mendengar nama William membuat Aditya kaget.
📞" Kau kaget mendengarnya. Apa aku terlalu cepat menelponmu. Karena kau belum sempat memenjarakanku seperti Heriyawan," sahut Pria itu dengan tertawa-tawa.
__ADS_1
Aditya merapatkan giginya. Ketika orang yang menelponnya adalah William pengacara keluarga Felly yang berhiyanat yang bekerja sama dengan Damar untuk menghancurkan perusahan Anderson dan tak lain Pria yang bernama William itu adalah Pria yang memperkosa kakaknya.
Bersambung