Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps. 174 Kemarahan yang tidak bisa di bendung lagi.


__ADS_3

Lembaran demi lembaran buku diary milik Elia pun di buka Felly, yang apa lagi jika awal lembaran itu membuatnya tersenyum dan lama-kelamaan wajah Felly menjadi sendu ketika membaca tulisan yang membuat hatinya tersayat.


Penderitaan yang di alami Elia saat masih 17 tahun membuatnya meneteskan air mata. Elia yang tidak berdosa harus menjadi korban keserakahan Rebecca yang sangat biadap yang tega merusak kehidupan Elia.


" Kasian kak Elia, dia harus mengalami masih seburuk ini," batinnya dengan derain air matanya.


Brakkk


Felly tersentak kaget, saat pintu kamarnya terbuka dengan keras dan yang ternyata Aditya yang membukanya yang membuat Felly melotot dan berdiri cepat.


Sampai buku yang di pegangnya terjatuh ke lantai dan mata Aditya turun pada benda yang jatuh itu membuatnya tangannya yang masih memegang kenopi pintu mengepal dengan kuat.


" Aditya," lirih Felly dengan suara bergetar. Dan wajah Felly langsung panik dengan kedatangan suaminya yang tiba-tiba yang membuatnya benar-benar takut.


Mata Felly turun pada lantai dan melihat buku yang jatuh itu dan jelas Aditya melihatnya dan Felly pasrah dengan tamatnya hidupnya di tangan Aditya. Karena dia tau apa yang di sentuh dan di pegangnya membuat Aditya akan murka.


" Berani sekali kau Felly," ucap Aditya dengan suara beratnya. Sudah tidak tau bagaimana lagi cara mengatasi istrinya yang benar-benar keras kepala dan memiliki keingin tau yang besar.


Aditya belum meluapkan emosinya masalah Felly yang memasuki Vaviliun dan sekarang di tambah lagi dengan tertangkapnya Felly membaca buku diary mamanya dan juga kakaknya.


" Aku_ aku_ a_ aku," Felly gagap bicara dengan napas naik turun yang tidak tau mau bicara apa. Emosi Aditya yang sudah menumpuk membuat kakinya melangkah cepat menghampiri Felly dan menarik tangan Felly dan langsung menghempaskan tubuh Felly kedingding.


" Apa yang kau lakukan!" teriak Aditya dengan suaranya menggelegar membuat Felly memejamkan matanya karena di penuhi ketakutan yang luar biasa. Lututnya bahkan bergetar melihat wajah Aditya yang penuh kemarahan. Seperti monster yang ingin menerkamnya.


" Jawab Felly," teriak Aditya lagi yang Felly semakin takut.


" Alu_ aku hanya tidak sengaja menemukannya," ucap Felly dengan terbata-bata.


Brukk Aditya langsung memukul dingding tepat di samping Felly dan membuat Felly tersentak kaget dengan air matanya yang keluar dan membuka matanya perlahan melihat punggung tangan Aditya yang berdarah.


" Aditya, dengarkan aku! aku bisa menjelaskannya, aku tidak bermaksud," ucap Felly dengan suara seraknya berusaha membuat Aditya tenang.

__ADS_1


" Kau benar- benar-benar melebihi batasmu Felly. Berani sekali kau menyentuh barang-barang milik almarhum mamaku," geram Aditya dengan melebarkan matanya menatap Felly tajam-tajam.


" Kau sudah lancang mengarang sebuah cerita dengan mengatas namakan namaku kepada pelayan dan kau berani mencuri kunci dari Laura dan kau juga berani masuk kedalam Vaviliun dan kau mengambil file itu. Kau benar-benar kelewatan Felly," teriak Aditya tepat di wajah Felly.


" Apa! Aditya mengetahuinya. Jadi dia tau jika aku memasuki Vaviliun," batin Felly, dengan deru napasnya yang naik turun dan dan tubuhnya yang bergetar.


" Katakan di mana file itu?" tanya Aditya dengan memelankan suaranya, tetapi menekan seakan menunjukkan kelelahannya menghadapi Felly.


" Apa yang kau katakan, aku tidak mengerti," sahut Felly yang masih berpura-pura tidak tau.


" Felly!" teriak Aditya membuat Felly memejamkan matanya. " Kau masih berani mengelak, kau pikir aku bodoh, aku tau semua apa yang kau berikan," teriak Aditya tepat di wajah Felly dengan sorot mata Aditya yang tajam menatap Felly.


" Katakan, di mana file itu?" tanya Felly lagi dengan suaranya kembali memelan. Felly memejamkan matanya.


" File itu sudah hilang," jawab Felly dengan pelan dengan menunduk.


" Apa katamu?" tanya Aditya dengan melepas cengkraman tangannya dari Felly. Melepas perlahan.


" Hilang katamu," ucap Aditya pelan. Felly mengangguk dan menunduk.


" Jadi kau menghilangkan file itu. Kau tidak tau betapa pentingnya file itu," teriak Aditya yang semakin emosi mendengar harapan satu-satunya telah hilang di tangan Aditya.


" Maaf kan aku. Aku tidak tau kalau itu penting," sahut Felly dengan mudahnya.


" Kau memang pernah mau tau apa yang penting tidak penting," teriak Aditya. Felly terdiam.


" Felly!" lirih Aditya mengacak-acak rambutnya Frustasi membelakangi Felly.


Sudah tidak tau mau bicara apa lagi. Aditya yang emosian langsung menyapu meja rias meluapkan kemarahannya pada Felly. Semua barang-barang itu berjatuhan kelantai dan Felly hanya bisa menyaksikan kemarahan suaminya akibat ulahnya.


Aditya duduk di pinggir ranjang dengan kakinya terbuka dengan mengusap kasar wajahnya dengan deru napasnya yang naik turun. Dia mencoba menetralkan dirinya yang benar-benar sinting karena perbuatan Felly. Sementara Felly berdiri di depannya hanya bisa diam dengan air matanya yang tidak berhenti jatuh.

__ADS_1


Aditya menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan dan mengangkat kepalanya melihat ke arah Felly yang tepat di depannya.


" Kenapa kau melakukan itu?" tanya Aditya dengan suaranya memelan.


" Maafkan aku Aditya, aku minta maaf, dengan apa yang sudah aku lakukan. Aku hanya ingin tau semuanya. Aku hanya ingin mengetahui apa yang terjadi," ucap Felly dengan penuh penyesalan.


" Apa katamu, maaf katamu," sahut Aditya tersenyum paksa mendengar maaf Felly.


" Kau pikir dengan maaf mu. Bisa mengembalikan semuanya. Kau tidak tau file itu lebih penting dari pada dirimu," tegas Aditya yang pasti membuat hati Felly sakit.


Aditya berdiri dan menghadap Felly.


" Berani sekali kau masuk ke Vaviliun. Itu adalah tempat yang tidak boleh diijakkan oleh siapa-siapa dan kau dengan enaknya memasuki tempat itu," ucap Aditya.


" Aku hanya penasaran apa yang di simpan Laura," sahut Felly.


" Jadi kau mengawasi Laura selama ini?" tanya Aditya.


" Aku berhak mengawasinya," sahut Felly.


" Kau pikir siapa dirimu," teriak Aditya.


" Aku istrimu dan aku berhak mengetahui apapun," sahut Felly. Membuat Aditya tersenyum.


" Mengetahui semunya katamu. Jadi selama ini kau hanya pura-pura. Kau pura-pura tidak tau apa-apa. Yang ternyata kau sudah mengetahui semuanya. Kau mengetahui masalah keluargaku. Kau berani membaca buku milik ibuku dan juga kakakku. Jadi ini yang membuat sikapmu berubah. Kau seakan-akan simpatik denganku karena kau tau apa yang aku alami, kau seakan menganggap aku sangat bodoh yang tidak tau jika kau sudah tau. Tetapi berpura-pura tidak tau apa-apa," ucap Aditya.


" Tidak Aditya, kau salah paham," sahut Felly mencoba untuk menjelaskan.


" Apa yang kau pikirkan Felly, kau mengejekku di dalam dirimu. Kau ingin mengatakan betapa menyedihkannya hidupku. Sampai kau seakan-akan berubah sikap, karena kau sudah tau dan dengan drama mu itu. Kau berpura-pura tidak tau apa-apa. Kau benar-benar sangat hebat Felly," ucap Aditya yang geleng-geleng melihat drama Felly yang tidak disangkanya mengetahui semuanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2