
Aditya dan Felly pulang kerumah. Brukk Aditya membuka pintu kamar kuat dan langsung mendorong tubuh Felly kedingding dengan menghimpit tubuh Felly membuat Felly merasakan sakit di punggungnya. Karena Aditya sangat mendadak melakukannya.
" Apa yang kau lakukan tadi," ucap Aditya menekan suaranya dengan menatap Felly tajam dengan tangannya yang mencengkram kuat lengan Felly. Mungkin Felly juga kesakitan.
" Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya tidak ingin ribut," jawab Felly menahan sakit di lengannya.
" Kau pikir kau merasa hebat dengan semua yang kau lakukan. Apa kau ingin menjadi pahlawan di depanku. Kau hanya mencari mati. Apa kau mengerti," gertak Aditya yang benar-benar marah dengan tindakan Felly.
" Aditya apa yang di katakan Tante Rebecca tidak benar. Apa yang di katakannya. Hanya membuat kamu di salahkan tanpa mengetahui kejadian sebenarnya. Jadi aku hanya ingin berbohong juga. Agar kamu tidak di salahkan dan masalahnya selesai," ucap Felly lembut.
" Kau tidak perlu ikut campur urusanku!" teriak Aditya tepat di depan wajah Felly. Sampai Felly harus memejamkan matanya.
" Bagaimana tidak ikut campur. Kau seperti itu. Karena aku," sahut Felly.
" Jadi kau merasa hebat dengan semua yang kau lakukan. Kau ingin aku berhutang budi padamu hah!" ucap Aditya.
Aditya langsung membalikkan tubuh Felly. Sehingga Felly sudah menghadap dinding dengan menahan sakit.
" Aditya lepaskan," ucap Felly kesakitan karena perbuatan Aditya. Aditya yang marah langsung menyibak dress Felly sehingga bagian belakangnya terbuka dan membuat Felly kaget.
" Apa yang kau lakukan?" tanya Felly yang panik dengan perbuatan Aditya.
" Luka ini saja belum hilang dan kau masih mencoba menjadi pahlawan," bentak Aditya yang ternyata melihat punggung Felly yang terluka karena pukulan akibat Felly juga menolongnya. Felly hanya diam dan dengan kasar Aditya kembali membalikkan tubuh Felly menghadapnya.
" Dengarkan aku Felly. Kau hanya menikah denganku dan bukan berarti kau harus ikut campur dan sok-sokan menjadi pahlawan. Kau pikir dirimu sudah sehebat itu. Kau tidak tau siapa yang kau hadapi. Jadi aku peringatkan diam lah di tempatmu dan jangan ikut-ikutan dengan semua urusanku," gertak Aditya menunjuk tepat di wajah Felly dan langsung melepas kasar cengkraman tangannya dari Felly.
Brakkkk.....
ditya menampar dingding di samping Felly membuat Felly tersentak kaget sampai memejamkan matanya.
" Kau memang selalu seperti," desis Aditya dan langsung pergi sebelum emosinya semakin membesar pada Felly.
Brukkkk.
Aditya menutup pintu kamar sangat kuat. Membuat Felly kembali tersentak kaget. Setelah Aditya keluar dari kamar. Felly mengusap-ngusap lengannya yang memerah akibat perbuatan Aditya.
__ADS_1
" Kenapa semua yang aku lakukan salah baginya. Dia hanya bisanya marah-marah, sampai merobek bajuku. Apa uangnya tidak sayang," ucap Felly yang bingung dengan Aditya sambil menolehkan kepalanya kebelakang berusaha melihat punggungnya.
" Tante Rebecca kenapa dia sejahat itu pada Aditya. Memang apa salah Aditya. Kenapa mereka semua terkesan sangat ingin Menyinggirkan Aditya. Bahkan papanya sendiri. Bukannya mencari tau dulu apa yang terjadi dan malah langsung ingin memukul Aditya,"
" Selama aku tinggal di rumah ini. Kau tidak pernah melihat papa memarahi mas Damar. Bukannya ke-2nya adalah anaknya. Memang keluarga sangat aneh," Fly terus bergerutu di dalam hatinya. Bingung dengan drama dalam keluarga Aditya.
**********
Setelah memarahi Felly dan memperingatinya. Aditya memasuki kamarnya dan meluapkan emosinya di dalam kamarnya.
Aditya yang berada di depan cermin langsung menghempaskan ke-2 telapak tangannya di atas meja rias. Sehingga benda-benda tangan ada di atasnya sebagian berjatuhan.
" Dia benar-benar selalu ceroboh. Bukannya mengambil pelajaran dari apa yang terjadi. Dia tidak pernah berpikir. Kemarin punggungnya terluka karena sok-sokan melindungi dan sekarang dia bahkan melakukannya lagi. Apa dia pikir dia punya nyawa banyak," oceh Aditya yang kesal dengan tindakan Felly.
" Wanita ini kerumah ini hanya menambah beban saja. Jika tau seperti ini. Aku akan berpikir seribu kali untuk menikahinya. Dia selalu sok pintar," desis Aditya.
Aditya sepertinya menyesal telah menikahi Felly. Tadinya dia pikir akan bisa mengendalikan Felly dan memperlancar niat balas dendamnya.
Tetapi pada kenyataannya dia selalu khawatir dengan Felly dan seakan-akan lebih memprioritaskan Felly. Yang takut di apa-apai Rebecca.
*******
Aditya melangkah dengan pelan dan Langsung menghampiri ranjang menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Aditya menurunkan pandangannya pada Felly yang tertidur lelap dengan berbaring lurus.
Aditya menoleh ke arah lengan Felly yang tampak memerah. Dan itu adalah akibat perbuatannya. Dia baru menyadari jika dia benar-benar sangat emosi. Sehingga menyebabkan lengan Felly sampai memerah seperti itu.
Aditya membuka laci di sampingnya dan terlihat mengeluarkan botol kecil dari laci itu yang seperti salap. Aditya meraih tangan Felly dan langsung mengolesi salap tersebut kepada Felly.
" Kau memang perempuan yang keras kepala. Tidak bisa di kasih tau," desis Aditya yang ternyata masih kesal dengan Felly.
Walau masih marah. Tetapi pengobatan yang di lakukannya sangat lembut. Bahkan sampai Felly tidak terbangun.
Selesai mengobati lengan Felly Aditya kembali menyimpan salap itu pada tempatnya. Aditya menarik selimut sampai ke dada Felly dan pandangan matanya turun pada perut Felly. Aditya tampak membuang napasnya perlahan.
Tangannya yang reflek langsung mengusap lembut perut Felly. Seakan ingin menyapa baginya yang ada di rahim istrinya. Mungkin jika akan melakukan USG lagi. Bayi itu pasti sudah semakin terlihat jelas.
__ADS_1
**********
Felly yang berada di dalam kamar. Terlihat menuang susu yang sangat rutin di minumnya sesuai anjuran dari Dokter. Sementara Aditya berada di depan cermin yang bersiap untuk kekantor. Di bagian pinggir ranjang.
" Berikan no rekening," ucap Aditya tiba-tiba sambil memakaikan dasi di lehernyam
" Untuk apa?" tanya Felly bingung sambil mengaduk susunya.
" Jangan banyak tanya berikan saja," sahut Aditya.
" Felly mengambil ponselnya dan langsung mengirim pada Aditya. Handphone Aditya yang berada di atas tempat tidur mengambil ponselnya dan terlihat melakukan sesuatu dan tidak berapa lama. Ponsel Felly kembali masuk notif. Felly membukanya dan melihat dengan matanya yang melebar.
" Apa ini?" tanya Felly menoleh kearah Aditya dengan wajah kagetnya.
" Gunakan dengan sebaiknya. Untuk keperluan mu. Termasuk membeli pakaianmu. Ingat kau sudah menjadi istriku. Jadi gunakan pakaian yang mahal di tubuhmu bukan pakaian murahan," ucap Aditya menjelaskan.
Felly masih schok dengan uang yang di transfer Aditya sebanyak 5 Miliyar dengan cepat. Bahkan tidak sampai 1 menit.
" Jangan bikin ulah, selama aku tidak di rumah" ucap Aditya langsung pergi keluar dari kamar.
" Kenapa dia memberiku uang. Apa dia memberiku uang. Hanya untuk membeli pakaian," batin Felly yang kebingungan dengan Aditya.
*********
Begitu Aditya keluar dari rumah. Bion yang sudah menunggu di depan rumah langsung membukakan pintu mobil. Aditya memberikan tasnya dan langsung masuk kedalam mobil duduk di kursi penumpang.
" Apa semuanya lancar?" tanya Aditya ketika Bion sudah ada di menduduki kursi pengemudi.
" Lancar tuan. Tuan Mark bahkan sudah melihat kasusnya dan akan segera mengabari kuat tuan Anderson. Jika dia bersedia menjadi pengacara. Tuan Anderson," jelas Bion.
" Baguslah jika begitu. Memang seharusnya seperti itu. Ya sudah jalan!" perintah Aditya.
" Baik tuan," sahut Bion yang langsung menjalankan mobilnya.
" Aku berharap kasus papanya Felly secepatnya tuntas dengan begitu. Kakek juga akan tau bagaimana cucu kesayangannya itu yang asal main ambil milik orang lain," batin Aditya yang berharap banyak.
__ADS_1
Bersambung