
Persidangan Damar di gelar. Yang pasti di hadiri istrinya Laura. Bukan hanya itu. Aditya, Felly, Harison, Elia dan Lusi. Selain itu juga di hadiri orang tua Felly Anderson dan Sabila. Juga ada Andre yang ikut menghadiri persidangan. Karena memang kasus utama Damar yang bersangkutan dengan Anderson. Di tambah dengan membedakan Rebecca yang menambah hukuman Damar.
Jalannya persidangan pun sudah mulai. Jaksa penuntut dan pengacara saling mengeluarkan argumen masing-masing.
" Ya Allah, semoga hukuman Damar tidak berat," batin Laura yang sedari tadi hanya berdoa. Tangannya yang sedari tadi saling mengatup sudah dingin. Lusi di sampingnya memegang tangan putrinya itu untuk menenangkannya.
" Kamu jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja," ucap Lusi memberikan Laura ketengan.
" Iya ma," sahut Laura yang berusaha kembali tenang.
" Dengan saudara Damar di jatuhkan 2 tahun 4 bulan," ucap hakim dengan mengetuk palu. Damar hanya pasrah dengan berapa lama yang di jatuhkan hukuman padanya.
Namun Laura langsung memeluk mamanya ketika putusan hakim di bacakan. Pengacara Damar yang di siapkan Harison masih melakukan banding untuk mengurangi masa hukuman itu dan berharap memang masa tahanan Damar di kurangi.
Andersson dan istrinya memang tidak menuntut apa-apa lagi pada Damar. Mereka sudah berdamai dengan keadaan. Makanya hukuman Damar sebenarnya sudah sangat ringan. Tetapi tetap walau berdamai hukum tetap harus di jalankan dan Damar harus tetap menerima hukumannya.
Damar menoleh kebelakang dan melihat Laura istrinya menangis. Dia sebenarnya tau apa yang terjadi padanya hanya menambah luka untuk Laura. Tapi mungkin benar ini ujian dalam rumah tangga mereka.
Persidangan pun akhirnya selsai tinggal masalah banding yang mudah-mudahan di setujui hakim agar hukuman Damar berkurang.
Laura dan Damar bertemu di dalam ruangan yang di luarnya di jaga Polisi, di mana Damar terus memeluk istrinya dengan erat dengan tangannya yang di borgol di depan.
" Laura kamu sudah berjanji untuk tidak menagis. Jadi kenapa sekarang menangis," ucap Damar.
" Bagaimana aku tidak menagis Damar. Kalau aku tidak menagis itu jelas aneh," sahut Laura. Laura pun melepas pelukan itu dan Damar mengusap air mata istrinya dengan tangannya yang terborgol.
" Waktu sangat tidak terasa Laura. Aku akan pulang secepatnya. Jadi jangan khawatir. Kamu juga jangan macam-macam. Ingat kamu istri orang. Kamu juga sedang hamil. Jadi jangan aneh-aneh. Apa lagi dekat-dekat sama Pria lain," ucap Damar yang berusaha menghibur istrinya.
" Ishhh, kamu ini aku sedang tidak bercanda!" geram Laura memukul pelan dada suaminya. Damar tersenyum mendengarnya.
" Makanya jangan menagis lagi," ucap Damar. Laura pun mengangguk yang merasa jauh lebih tenang sekarang. Damar pun berlutut dan mencium perut Laura.
" Kamu jaga mama ya sayang. Maafkan papa. Papa tidak bisa menemani perkembangan kamu. Kamu anak yang kuat. Kamu pasti bisa menghadapi semua ini," ucap Damar yang mengajak anaknya untuk bicara.
" Laura, anak kita mengatakan. Dia akan terus mengawasi kamu. Kalau kamu macam-macam saat aku pulang nanti dia akan melaporkan semua kepadaku apa-apa yang kamu lakukan. Jadi jangan macam-macam ya," ucap Damar yang melihat istrinya yang masih bercanda.
" Aku tidak akan macam-macam," sahut Laura dengan wajah sendunya. Damar mengangguk dengan tersenyum. Lalu kembali berdiri dan mencium kening istrinya.
__ADS_1
" Sana kembali. Yang lain sedang menunggumu," ucap Damar.
" Iya, aku pergi dulu. Aku akan terus datang untuk membesuk mu," ucap Laura.
" Iya. Kalau datang berpenampilan cantiklah. Supaya orang tau kalau aku memiliki istri yang sangat cantik," ucap Damar yang lagi-lagi bercanda.
" Issshhh," sahut Laura kesal. Laura kembali memeluk manja suaminya itu. Dia masih ingin melampiaskan kerinduannya.
*********
Aditya, Felly, Elia, Harison, Andre, Anderson Sabila dan Lusi menunggu Laura di depan kantor pengadilan.
" Pak Anderson terima kasih ya. Sudah memberikan keringanan hukuman untuk cucu saya," ucap Harison.
" Tidak Pak. Saya tidak melakukan apa-apa. Lagian itu hanya masala lalu. Jika memang ada yang bisa saya lakukan untuk mengurangi hukuman Damar saya akan lakukan," sahut Anderson.
" Kita semua sudah menjadi keluarga. Kami semua juga sudah memaafkan semua masa lalu itu. Ya suami saya yang di penjara selama bertahun-tahun. Intinya dapat hikmahnya dan Damar juga sudah mempertanggung jawabkan perbuatannya. Semoga saja dia bisa kuat menghadapi semuanya," sahut Sabila.
" Kami memang sangat beruntung kehadiran Felly di keluarga kami yang membuat hidup keluarga kami lebih berwarna," sahut Harison. Aditya dan Felly saling melihat dengan penuh tersenyum lebar.
" Di hadirkan. Menantu yang cantik, yang baik dan sangat tulus," ucap Harison memuji Felly.
" Bilang aja iri," sahut Felly menatap kesal suaminya itu dengan kesal.
" Sudah-sudah. Kami sebaiknya pulang duluan. Soalnya hari ini Aqni ada acara di sekolah yang mengharuskan orang tua datang. Jadi kami harus menghadiri acaranya," ucap Anderson.
" Iya silahkan pak," sahut Harison.
" Felly sama Aditya akan menyusul nanti ma," ucap Felly.
" Iya. Mama tunggu ya," sahut Sabila.
" Kami duluan mari," sahut Anderson. Yang lain mengangguk melihat kepergian itu.
" Hmmmm, kakak juga duluan ya Felly!" sahut Andre.
" Iya kak hati-hati," sahut Felly. Andre pun menyusul ke-2 orang tuanya dan tidak lama Laura pun akhirnya datang.
__ADS_1
" Sudah selesai Laura?" tanya Lusi.
" Iya mah," sahut Laura.
" Kamu kalau ada apa-apa. Bilang sama aku ya Laura," sahut Felly menawarkan diri.
" Iya Felly, makasih ya," sahut Laura tersenyum.
" Tapi hanya sama Felly ya jangan samaku. Kalau kamu ada apa-apa lapor padaku. Nanti Felly cemburu," sahut Aditya yang masih saja membuat istrinya kesal.
" Ishhhh, kamu ini benar-benar ya," geram Felly.
" Ya sudah kita sebaiknya pulang," sahut Elia geleng-geleng melihat adiknya yang terus saja mencari gara-gara dengan istrinya.
" Iya ayo kita pulang," sahut Harison.
Saat mereka pulang tiba-tiba Bion menghampiri mereka.
" Maaf tuan!" sapa Bion menundukkan kepala berdiri di depan semua orang yang tadi ingin pulang.
" Ada ala Bion?" tanya Aditya. Bion mengeluarkan surat putih dari dalam jasnya dan memberikannya pada Aditya. Aditya langsung mengambilnya semua orang heran apa yang di berikan Bion. Aditya pun langsung membukanya dan wajah Aditya terlihat terkejut saat membuka apa yang di berikan Bion.
" Apa ini Bion?" tanya Aditya menatap Bion dengan serius.
" Maaf tuan Aditya. Saya sudah cukup lama mengabdi pada tuan. Jadi saya memutuskan untuk mengundurkan diri," sahut Bion menundukkan kepalanya. Semua orang kaget mendengarnya. Termasuk Elia yang tidak percaya dengan apa yang di dengarnya itu. Bion Pria yang membuatnya jatuh cinta. Namun tidak lagi bekerja dengan Aditya.
" Bion kamu jangan aneh-aneh apa maksud kamu," sahut Felly yang terlihat schok.
" Itu keputusan saya nona Felly," sahut Bion tampak yakin.
" Bion. Apa saya melakukan kesalahan. Sampai kamu mengundurkan diri?" tanya Aditya.
" Tidak tuan. Bukan itu. Ini sudah waktu. Lagian semua juga sudah selesai. Dan sudah waktunya saya juga pergi," sahut Bion dengan keputusannya yang bulat.
" Kita bicara di rumah," sahut Aditya yang menggandeng tangan istrinya yang berjalan terlebih dahulu.
Aditya tampaknya tidak rela. Jika Bion harus mengundurkan diri. Bion hanya mengangguk dan melihat Elia sebentar lalu pergi menyusul Aditya.
__ADS_1
" Kenapa Bion mengundurkan diri," batin Elia yang terlihat sangat gelisah.
Bersambung