Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 301 Hukuman.


__ADS_3

Setelah acara pernikahan yang singkat itu Laura dan Damar berada di atas ranjang rumah sakit di mana Laura yang berada di dada bidang Damar dengan Damar yang memeluknya erat sambil mengusap-usap pucuk kepala Laura dan sesekali menciumnya.


" Aku sangat berharap ketika di persidangan nanti hukuman kamu tidak terlalu berat," ucap Laura.


" Iya Laura aku juga berharap seperti itu. Tapi apapun itu. Kamu hukuman itu berat atau ringan. Aku tetap menjalankannya karena itu adalah tanggung jawabku," ucap Damar. Laura mengangkat kepalanya dan melihat Damar suaminya.


" Aku akan tetap menunggumu sampai kapanpun itu," sahut Laura menatap sendu.


" Aku tau. Kamu memang akan menungguku. Aku sangat beruntung bisa bertemu denganmu. Kamu sangat baik Laura. Aku sangat mencintaimu," ucap Damar.


" Aku juga mencintaimu," sahut Laura.


" Aku tidak akan lama-lama pergi. Aku akan secepatnya kembali demi anak kita," ucap Damar mengusap perut Laura.


Laura mengangguk tersenyum dengan matanya yang bergenang. Damar mencium lembut kening Laura. Mencium pipi Laura dengan lembut dan mengecup bibir Laura. Laura tersenyum menerima ciuman singkat itu.


" Terimakasih untuk semua yang kamu lakukan kepadaku," ucap Damar menatap dalam-dalam istrinya itu.


" Aku juga berterima kasih untuk kebahagian kecil yang aku dapatkan," sahut Laura. Mereka sama-sama menatap dalam-dalam dan kembali mendekatkan bibir mereka mencium dengan lembut dan bukan hanya sekedar kecupan saja.


Aditya berjalan menuju ruangan Damar tangannya memegang kenopi pintu kamar Damar.


" Mau ngapain," sahut Felly tiba-tiba datang menghentikan suaminya membuka pintu itu.


" Mau masuk, aku mau bicara sama Damar," sahut Aditya dengan santai.


" Sayang jangan. Damar dan Laura sudah menikah. Jadi kamu jangan mengganggu malam mereka ucap Felly.


" Maksud kamu apa. Felly walaupun mereka sudah menikah. Ya nggak mungkin jugakan mereka malam pertama di rumah sakit," sahut Aditya yang merasa istrinya aneh.


" Apa yang tidak mungkin. Sudah kamu jangan mengganggu mereka kan kamu tau sendiri. Mereka tidak punya waktu banyak. Jadi urungkan niat kamu untuk masuk," ucap Felly menegaskan pada suaminya.


" Tapi sayang ini penting," sahut Aditya.

__ADS_1


" Apa yang mereka lakukan juga penting," sahut Felly menegaskan.


" Sudah jangan bertingkah, ayo kita pergi. Kamu ini seperti tidak pernah malam pertamanya," ucap Felly menarik tangan suaminya, membawa suaminya pergi dari ruangan itu dan Aditya pun harus mengikuti istrinya.


***********


Damar akhirnya ke luar dari rumah sakit dan yang benar saja. Damar keluar dari rumah sakit bukan di pindahkan Kerumah. Melainkan ke sel tahanan. Di depan ruang sakit mobil polisi sudah terparkir yang akan membawa Damar untuk melakukan proses hukum.


Aditya, Felly, Elia, Laura, Lusi dan Harison mengantarkan Damar kemobil Polisi. Polis sudah berada di kanan dan kiri Damar yang memegang lengan Damar yang membawanya pergi. Sementara Laura di tenangkan Felly dengan tangan Felly mengusap-usap pundak Laura.


Tetapi tetap saja sekuat apapun air mata Laura akan menetes. Setelah menikah suaminya harus di penjara. Sementara durinya sedang hamil.


" Boleh saya bicara sebentar dengan istri saya?" tanya Damar meminta izin.


" Silahkan," sahut Pak Polisi yang tidak masalah sama sekali. Damar pun mendekati Laura dan Laura langsung memeluk Damar dengan erat.


" Kamu baik-baik ya. Kamu sudah berjanji tidak akan menangis. Aku akan secepatnya kembali. Kamu jangan khawatir," ucap Damar.


" Hmmm, aku akan menunggumu," sahut Laura yang hanya bisa mengatakan itu saja. Damar melepas pelukannya dari Laura memegang ke-2 pipi Laura dengan mengusap air mata itu dengan lembut.


" Aku pergi ya," ucap Damar berpamitan. Laura mengangguk dengan derain air matanya.


" Aku menitipkan Laura pada kalian," ucap Damar yang melihat satu persatu orang yang mengantarkannya.


" Kamu tenang saja Damar Laura akan baik-baik saja," sahut Elia.


" Terima kasih untuk kalian semua. Aku pergi dulu," ucap Damar kembali berpamitan. Yang lainnya mengangguk.


Tangan Damar perlahan turun dari pipi Laura. Dengan berat hati Danar membalikkan tubuhnya berlalu dari hadapan Laura. Polisi pun membawa Damar kembali saat memasuki mobil Damar masih menoleh ke belakang, Damar melihat Laura yang masih menagis. Damar tersenyum tipis. Lalu akhirnya memasuki mobil polisi untuk di bawa pergi.


" Damar aku dan anak kita akan menunggumu semoga hukuman kamu di ringankan. Agar kamu kembali bersamaku. Aku mencintaimu Damar," batin Laura yang melihat mobil Polisi yang membawa suaminya semakin lama semakin jauh.


" Kamu wanita kuat Laura. Aku salut denganmu. Kamu mengambil banyak resiko untuk Damar. Aku selalu berdoa untuk kebaikan kalian ber-2," batin Felly dengan penuh harapan.

__ADS_1


************


Setelah dari rumah sakit. Laura, Lusi, Harison dan Elia langsung pulang sementara Aditya dan Felly masih berjalan-jalan di sekitar pantai tempat Favorite mereka.


Mereka duduk di atas pasir dengan kepala Felly bersandar di pundak Aditya dengan tangan mereka yang saling bergenggaman.


" Aditya. Kira-kira berapa lama hukuman Damar?" tanya Felly.


" Aku tidak tau Felly. Kamu kenapa menanyakannya. Apa kamu mengkhawatirkan nya," sahut Aditya. Felly mengkerutkan dahinya dan melihat kearah Damar.


" Kamu cemburu!" tebak Felly. Aditya menggedikkan bahunya membuat Felly tersenyum miring melihat wajah jutek suaminya itu.


" Kenapa kamu tersenyum?" tanya Aditya.


" Bagaimana aku tidak tersenyum. Kamu terlihat tampan jika cemburu tidak jelas," ucap Felly.


" Siapa yang cemburu. Aku hanya tidak mau saat kamu hamil. Kamu memikirkan Pria lain. Bisa-bisa anak itu tidak mirip sedikitpun denganku," ucap Aditya yang begitu manyun. Felly semakin di buat tertawa dengan tingkah kocak suaminya itu.


" Aku serius Felly jangan terus tertawa!" geram Aditya.


" Siapa yang memikirkan Pria lain. Kamu aja yang berlebihan. Masa iya hanya bertanya langsung memikirkan Pria lain. Kamu aneh," sahut Felly yang menghadap suaminya dengan jahil mencubit pipi suaminya itu dengan ke-2 tangannya.


" Dasar menyebalkan!" geram Felly mencubit pipi suaminya yang membuat Aditya melotot dengan kelakukan Felly.


" Felly kamu!" geram Aditya. Felly langsung berdiri dan berlari.


" Kejar kalau bisa," sahut Felly yang menjulurkan lidahnya yang menantang Aditya.


" Felly awas kamu!" teriak Aditya dengan cepat berdiri dan mengejar Felly.


" Felly kamu hamil jangan lari-larian," teriak Aditya yang berusaha mengingatkan istrinya. Namnya juga Felly dia tidak akan mendengarkan apa kata suaminya dan lihatlah.


Dia terus lari-larian dan bahkan Aditya sudah mendapatkannya. Namun tetap Felly mencari masalah pada suaminya. Dan sekarang mereka saling menyiram di pinggir pantai. Tidak ada yang mau mengalah mereka ber-2 sama saling mengerjai dengan wajah mereka yang tertawa penuh kebahagian.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2