
Felly tampak bersiap di dalam kamarnya. Hari ini Felly akan datang ke acara pesta ulang tahun sang kakek. Di mana pasti sebentar lagi Bion akan datang menjemputnya. Karena memang Felly akan bersama Bion dan tidak mungkin bersama Aditya. Maklum saja hubungan dan Aditya masih berantakan.
Dia sudah memakai pakaiannya yang kemarin di cobanya di butik Tante Lusi, yang tak lain adalah mama dari Laura.
Felly sangat cantik dengan pakaian yang di balut di tubuhnya. Felly memakai gaun berwarna perak tanpa lengan sehingga bagian dadanya terpampang. Gaun yang memanjang itu terlihat sangat mewah dengan ukiran-ukiran yang sangat indah dan pasti gaun itu sangat mahal.
Untuk tatanan rambutnya hanya di biarkan di gerai memanjang saja. Dengan sedikit gelombang yang Menambah kemewahan di tubuh wanita mungil itu.
Felly berdiri di depan cermin dengan memberi polesan makeup di wajahnya. Lalu memakai anting kecil senada dengan warna baju yang di pakainya.
" Jam berapa ini. Apa Bion sudah datang," ucap Felly melihat jam di ponselnya yang mana jarum itu menunjukkan pukul 7 malam.
Ceklek.
Felly di kagetkan dengan terbukanya pintu kamarnya yang tiba-tiba. Felly begitu terkejut saat melihat dari cermin yang mana Aditya masuk kedalam kamar itu. Pasti terkejut karena memang semenjak dia dan Aditya bertengkar. Mana pernah Aditya datang kerumahnya apalagi berani memasuki kamarnya.
" Aditya," lirih yang langsung berbalik badan dan melihat Aditya dengan wajahnya yang begitu terkejut.
" Ngapain kamu di sini," sambar Felly langsung marah ketika melihat suaminya masih mematung di depan pintu. Tangan Aditya masih memegang gagang pintu bagaimana tidak mematung.
Dia begitu pangling melihat istrinya yang cantiknya melebihi bidadari. Istrinya yang berusaha menjauhinya begitu cantik sehingga apa yang tadi ingin di tanyakannya kepada Felly. Jadi lupa karena melihat wanita yang membuat jantungnya tidak hentinya bergetar.
Felly mengkerutkan dahinya melihat Aditya yang tampak bengong. Felly langsung menghampiri Aditya.
" Apa kau tuli. Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Felly menguatkan sedikit suaranya membuat Aditya tersentak kaget. Aditya terlihat membuang napas panjang dan membuatnya perlahan kedepan dan menutup pintu kamar.
__ADS_1
" Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu," ucap Aditya dengan lembut.
" Aku tidak akan menjawab pertanyaan mu sekarang kamu keluar dari sini, jangan menggangguku," sahut Felly, " Sekarang kamu keluar!" usir Felly dengan mendorong Aditya keluar dari kamarnya. Tetapi Aditya langsung menahan tangannya.
" Felly jika kamu seperti ini. Kamu hanya akan membuat orang tuamu datang dan bertanya kepada kita," sahut Aditya yang memegang ke-2 pergelangan tangan istrinya itu.
Felly terlihat geram dan terlihat pemikiran yang mungkin memang benar apa yang di katakan Aditya, walau mamanya tau mereka bertengkar. Tetapi mungkin suasana akan semakin kacau. Kalau memang pertengkaran itu di pertontonkan.
" Apa katakan!" sahut Felly mengalah melepaskan tangannya dari Aditya. Dia memang tidak punya pilihan lain. Aditya merasa lega dengan Felly yang mau di ajak bicara dia memang harus bersabar untuk menghadapi Felly yang sekarang emosian.
" Aku ingin bertanya saat berada di dalam gedung tua itu. Apa sebelum terjadi ledakan di sana apa yang terjadi?" tanya Aditya.
" Kenapa kamu ingin tau. Apa itu ada gunanya untukmu," sahut Felly yang tampak marah.
" Apa kamu melihat Rebecca ada di sana?" tanya Aditya.
" Felly, aku hanya ingin tau siapa kamu temui saat kamu di sana?" tanya Aditya dengan lembut.
" Iya sebelum terjadi ledakan aku dan Tante Rebecca ada di dalam 1 ruangan. Aku dan dia sempat saling menyerang. Dia memukulku dan aku juga melakukannya. Dia mencekik ku, aku juga mencekiknya, aku sama Tante Rebecca sama-sama saling menyerang sang akhirnya dia menendang perutku dan aku tidak bisa melawan lagi," jelas Felly dengan lengkap dengan matanya yang bergenang yang bercerita.
Aditya juga mendengarkan hal itu sungguh miris. Ketika dalam kondisi yang darurat Felly masih bisa berusaha saling menyerang dengan Rebecca.
" Dan satu lagi yang harus kamu tau. Tante Rebecca dan orang-orangnya sengaja menanam bom di gedung itu untuk melenyapkan kamu dan yang penting kamu ketahui, aku yang sudah meledakkan bom itu," sahut Felly membuat Aditya kaget mendengarnya sampai matanya ingin keluar dengan wajahnya yang memerah.
" Apa maksud kamu?" tanya Aditya dengan suara beratnya.
__ADS_1
" Aku ingin dia mati. Makanya aku meledakkan tempat itu. Karena aku juga tidak ingin hidup ketika melihat janinku sudah tidak terselamatkan," lanjut Felly dengan air matanya yang menetes dan Aditya mendengarnya kembali merasa bersalah.
" Ada lagi yang ingin kau tanyakan?" tanya Felly.
" Intinya aku sudah menanggung semua perbuatanmu. Aku sudah kehilangan semuanya. Harga diri, kebebesan dan terakhir aku kehilangan calon anakku dan semuanya karena perbuatan mu. Dendammu yang melibatkan ku. Aku bahkan ingin memperbaiki semuanya. Aku ingin menerima dan ikut bersamamu. Tetapi kau yang menjauhkan diri dari ku yang tidak membiarkanku untuk bersamamu. Kau yang membuatku untuk mengakhiri segalanya," ucap Felly lagi berbicara mencoba tenang dan tegar. Tetapi air matanya terus mengalir deras.
" Apa sudah cukup Aditya, apa kau sudah puas," sahut Felly membuang napasnya panjang dengan perlahan. Dan menyeka air matanya. Aditya hanya diam di tempatnya dengan matanya yang juga memerah.
" Sekarang keluar dari kamarku!" ujar Felly yang kembali mendorong Aditya yang mengusirnya. Aditya langsung menarik tangan Felly dan memeluk Felly dengan erat.
Merasakan tubuh yang terluka itu. Tubuh yang sangat hancur akibat perbuatannya. Dia telah melakukan banyak hal untuk menyakiti wanita yang tidak tau apa-apa itu. Air mata Felly semakin mengalir deras saat di peluk Aditya dan Aditya yang memeluk itu juga tidak bisa menahan air matanya lagi.
" Lepaskan aku Aditya. Lepaskan aku," ucap Felly memberontak untuk di lepaskan. Tetapi Aditya terus memeluknya dengan erat.
" Meminta maaf padamu tidak akan bisa mengembalikan semuanya dan membedakan mu dari susuku juga tidak akan bisa menyelesaikan semuanya. Aku tau Felly kaulah korban dari semua ini. Aku menyadari kesalahan ku. Aku memperbaiki semuanya. Aku ingin kau tetap ada di sisi ku," ucap Aditya yang terus memeluk erat
Felly terdiam dan hanya mendengarkan kata-kata Aditya saja. Hatinya sedang bergejolak di dalam sana dengan di lema yang di rasakannya yang tidak menentu.
" Kau sangat jahat Aditya, Aku sudah kehilangan bayi ku Aditya. Aku kehilangan bayiku," ucap Felly yang menangis sengugukan.
" Aku akan bertanggung jawab untuk semua itu. Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya," sahut Aditya membuat Felly melepas pelukannya dari Aditya.
" Apa lagi yang kamu pertanggung jawabkan. Semuanya sudah selesai. Aku sudah kehilangan bayiku," sahut Felly.
" Jika kamu kehilangan bayimu, maka aku akan menggantinya," sahut Aditya.
__ADS_1
Bersambung