
Karena tidak melihat suaminya masuk. Felly masih tetap di posisinya dengan melihat kearah pintu yang sudah di tutup dan dari hatinya yang paling dalam masih mengharapkan Aditya untuk masuk kekamarnya.
" Dia bahkan tidak pernah menanyakan kondisiku. Jangan menayakanku deh. Tanyakan saja bayinya. Apa susahnya coba," batin Felly yang sekarang lagi galau. Felly pun akhirnya tertidur. Karena kebanyakan berbicara sendiri dan menjawab pertanyaannya sendiri.
***********
Pagi hari kembali tiba. Felly ke luar dari kamarnya dan kepalanya menoleh ke arah sampingnya. Melihat kamar Aditya yang kata pelayan di rumah itu memang berada di sebelahnya.
" Apa dia sudah bangun," batin Felly yang penasaran suaminya sudah bangun atau tidak.
Felly yang penasaran sang suami sudah bangun atau tidak langsung melangkahkan kakinya menuju kamar itu. Tetapi belum sempat melangkah pintu itu sudah terbuka dan menampilkan Aditya.
Felly langsung mundur dan berpura-pura sibuk merapikan rambutnya. Sementara Aditya yang berdiri di depan pintu heran melihatnya.
" Sedang apa kau?" tanya Aditya dengan suara dinginnya.
" Sedang apa. Kenapa menyakannya. Ya tidak apa-apa, aku baru keluar dari kamarku," jawab Felly yang berpura-pura tenang padahal dia sedang gugup di depan Aditya yang hampir saja ketahuan kepo.
" Ayo turun! sarapan. Setelah itu kita pergi," sahut Aditya yang langsung pergi.
Tanpa menanggapi apa-apa lagi yang di katakan Felly. Aditya memang terlihat dingin dan tidak marah-marah seperti biasanya. Sampai Felly pasti heran dengan perubahan Aditya.
" Kenapa belakangan ini aku merasa dia sangat aneh. Dia bahkan tidak banyak bicara," batin Felly yang terus menerus galau. Karena perubahan sikap Aditya.
**********
Mobil Aditya sudah berhenti di depan rumah Harison. Tadi Felly hanya sarapan sendiri di meja makan yang besar yang ada di rumah Aditya.
Sementara Aditya berada di ruangan tamu menunggu Felly. Setelah selesai sarapan. Merekapun akhirnya pergi dan ternyata Aditya membawanya ke rumah Harison.
" Kenapa membawaku kemari. Ada apa lagi ini. Apa lagi yang akan di katakan Damar nanti kepadanya yang mungkin jika Damar mengatakan yang tidak-tidak lagi. Bisa-bisa Aditya akan kembali marah padaku," batin Felly yang mulai gelisah. Ketika Aditya sudah mengajaknya Kerumah itu.
" Ayo turun!" ucap Aditya.
Felly pun dengan tidak bersemangatnya turun. Dia harus menyiapkan kembali mentalnya yang tadinya hanya untuk menghadapi Rebecca. Tetapi sekarang Damar juga di hadapi dan bahkan Damar lebih parah.
__ADS_1
Aditya berjalan paling depan dengan langkahnya yang panjang yang menunjukkan sikap Arrogantnya. Sementara Felly hanya mengikut di belakangnya yang pasti tidak dengan perasaan tenangnya. Dia bahkan terlihat beberapa kali membuang napasnya kedepan.
" Semoga saja, Aditya tidak berubah pikiran. Semoga dia tidak menyuruhku kembali Kerumah ini," batin Felly yang was-was jika sang suami akan menyuruhnya kembali Kerumah itu. Dia benar-benar sangat takut berada di rumah itu.
Aditya menghentikan langkahnya di ruang tamu ketika mendapati sang kakek ada di sana.
" Felly," tegur Harison yang melihat Felly dan Harison langsung berdiri.
" Kakek," sapa Felly.
" Bagaimana ke adaan kamu. Apa kamu baik-baik saja?" tanya Harison yang melihat Felly dengan teliti dan seperti da apa yang di lihatnya. Felly memang kelihatan baik-baik saja.
" Iya kek, Felly sudah baik-baik saja," jawab Felly memang apa adanya dia merasa baik-baik saja.
" Syukurlah jika begitu. Kamu jaga kesehatan ya lain kali. Juga selalu hati-hati dalam segala hal," ucap Harison memberi saran Felly dengan memegang tangan Felly.
" Iya kek, Terima kasih. Kakek sudah memberi banyak perhatian pada Felly," ucap Felly merasa bahagia.
" Sama-sama," jawab Harison.
Sudah tau bersalah. Masih berani menatap Felly yang seakan ingin kembali di terkam nya.
" Anak ini memang banyak nyawa. Dia selalu saja hidup. Seharusnya dia mati," batin Rebecca dengan kebenciannya yang tidak berkurang sedikitpun dari Felly.
" Felly sudah sembuh apa dia baik-baik saja," batin Damar yang benar-benar tidak tau diri. Masih berpikiran untuk tau kondisi Felly. Tetapi Damar tidak ingat dengan apa yang di lakukan kepada Felly yang ingin melecehkan Felly dan bahkan menuduhnya yang tidak-tidak di depan suaminya.
" Percepat langkah kalian!" ucap Aditya yang dengan suara tegasnya.
Rebecca dan Damar tidak menanggapi dan tetap melangkah biasa saja. Dan akhirnya sampai di bawah dan sudah bergabung bersama Harison, Felly dan Aditya. Dan tidak ada Baskoro di sana ya syukur. Jika memang tidak ada di sana.
" Ada apa papa memanggil kamu?" tanya Rebecca yang masih terlihat santai.
Yang sepertinya Rebecca tidak pernah takut dengan siapapun. Atau mungkin. Karena Rebecca yang belum mendapat hukuman dari Harison makanya sesantai itu.
" Berlutut dan minta maaf kepadanya!" sahut Aditya menyambar dengan suara menekannya.
__ADS_1
Rebecca dan Damar kaget mendengar ucapan Aditya. Bukan Hanya Rebecca atau Damar. Tetapi juga Felly yang heran. Kenapa Aditya menyuruh Rebecca dan Damar untuk meminta maaf padanya bahkan dengan cara berlutut.
" Apa maksud kamu. Jangan menyuruh hal yang tidak mungkin ku lakukan," sahut Rebecca dengan matanya yang sudah melotot.
" Apa kau tuli. Dengan apa yang aku katakan. Minta maaf kepadanya dengan berlutut. Karena kau mendorongnya ke dalam kolam renang," ucap Aditya. Felly yang mendengarnya kaget.
" Apa, Tante Rebecca yang sudah mendorongku kedalam kolam renang," batin Felly yang melihat ke arah Rebecca.
" Kau juga memotret foto-foto yang tidak dan mengirimnya kepadaku. Jadi minta maaf sekarang juga kepada istriku dengan semua kelakuan mu," ucap Aditya menegaskan sekali lagi.
" Foto. Apa yang di maksud Aditya. Foto apa," batin Felly kebingungan.
" Dan kau juga minta maaf padanya," tunjuk Aditya pada Damar dengan mata Aditya yang menatap tajam.
" Berlutut dan memohon ampun kepada-nya. Karena kau berani-beraninya masuk kekamarnya dan ingin melecehkannya," lanjut Aditya menegaskan. Felly mendengarnya kaget. Dia memang orang yang paling bereksperesi terkejut di tempat itu. Seperti memang tidak tau apa-apa.
" Kau juga bahkan berani menuduhnya yang tidak-tidak. Jadi minta sekarang minta maaf kepadanya," lanjut Aditya dengan menegaskan.
" *Jadi Aditya sudah tau semuanya. Dia sudah tau kebenarannya dan bahkan Tante Rebecca sudah mendorong ku, jadi mereka berdua benar-benar ingin menyinggirkanku," batin Felly yang semakin tidak habis pi*kir.
Lama semakin lama. Semakin terlihat keaslian wajah mereka. Dia seakan bersyukur tidak jadi menikah dengan Damar. Karena dia tidak tidak tau apa yang akan terjadi pada hidupnya. Karena sekarang dia tau betapa jahatnya Pria yang pernah di cintainya itu.
" Kenapa diam saja apa kalian tuli?" tanya Aditya yang mulai kesal.
" Kau jangan menyuruh dengan sesukamu Aditya. Aku tidak mungkin berlutut di depannya," sahut Rebecca yang langsung memprotes.
" Itu tidak masuk akal. Jika harus berlutut. Kau jangan memanfaatkan keadaan. Lagi pula kau tidak punya hak untuk memerintah kami," sahut Damar yang tidak kalah protesnya dengan sang mama.
Aditya mendengus kasar melihat 2 orang itu yang banyak cerita jika di suruh untuk minta maaf.
" Minta maaf lah padanya," sahut Harison yang ternyata mendukung Aditya.
Rebecca dan Damar serentak melihat ke arah Harison melihat sang kakek dengan tatapan kaget. Aditya mendengarnya tersenyum miring.
Bersambung.....
__ADS_1