Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 209 Menemukan.


__ADS_3

Ternyata memang benar dansa yang di lakukan Aditya tiba-tiba hanya sebuah peralihan saja. Untuk Felly yang agar tidak ikut campur dan agar fokusnya orang-orang teralihkan pada mereka. Agar Lusi dan Laura bisa bekerja dengan baik.


Di mana ternyata Laura yang memakai jaket lie dengan celana jeans dengan memakai topi dan rambutnya di ikat satu dan pasti memakai masker yang sudah masuk kedalam ruang kerja Damar yang pasti ada hal penting yang di lakukannya.


Sementara sang mama berada di ruang Cctv yang juga sudah mengganti pakaian pelayanan dengan jeans dan juga kemeja. Dia juga menutup wajahnya dengan masker untuk jaga-jaga agar tidak ketahuan.


Di dalam ruangan Cctv tersebut di mana 2 orang yang biasa menjaga ruangan itu sudah di lupuhkannya. Ke-2 Pria itu sudah pingsan dan tinggal Lusi yang mencoba menghapus jejak cctv yang tadinya merek tertangkap dan pasti mematikan cctv di bagian ruang kerja Damar yang ada di rumah besar itu.


Ruangan itu jelas memakai pengawasan cctv dan tangannya langsung mengotak-atik demi keamanan Laura yang sedang bekerja di ruangan itu.


" Ayo cepat Lusi, jangan sampai semuanya berantakan," ucap Lusi dengan jarinya yang lincah mengotak-atik di atas keyboard. Sepertinya Lusi memang lebih cocok jadi cyber dari pada desainer. Dia begitu ahli dalam melalukan pekerjaan singkat itu.


Sementara Laura sudah mulai membongkar- bongkar ruangan kerja Damar mencari-cari apa yang penting. Laura juga memakai headset yang terhubung dengan Lusi yang mungkin Lusi akan memberikan informasi padanya jika ada yang memasuki ruangan itu.


" Di mana dia menyembunyikannya," ucap Laura yang berjongkok dengan membolak-balikkan dokumen..


Tangannya juga begitu lincah untuk mencari-cari apa yang di perlukannya.


" Dia benar-benar, sangat licik. Aku harus menemukannya secepatnya. Jika tidak malam ini akan sia-sia," ucapnya lagi yang terus mencari-cari kesemua meja, kesemua laci, lemari.


Laura membongkar-bongkar kamar itu. Saking semangatnya Laura perut Laura terhantam ujung meja sehingga dia sempat hampir terjatuh dan lumayan merasakan sakit. Dalam insiden kecil itu. Laura tidak menyadari jika earphone di telinga terlepas.


Dalam menahan sakit. Laura terus melanjutkan pekerjaannya mencari-cari semuanya degan cepat. Dengan tergesa-gesa.


Sementara Lusi tetap mengawasi dari cctv apakah ada orang yang masuk atau tidak ke ruangan itu. Lusi juga memantau acara pesta. Apakah ada yang mencurigakan atau tidak. Dari pantauan yang di lihatnya.


Acara dansa sudah selesai. Aditya terlihat mengobrol- ngobrol dengan tamu. Tetapi Lusi tidak menemukan Felly di sekitar acara pesta.


" Kemana Felly," batin Lusi yang penasaran dan mencari keberadaan Felly di setiap ruangan yang ternyata Felly berjalan menuju toilet.

__ADS_1


" Huhhhh, di kirain kemana. Ternyata ke toilet," ucapnya merasa lega.


*******


Damar memilih menyinggir dari acara pesta yang menurutnya sangat membosankan. Apa lagi Damar melihat Aditya dan Felly yang pasti membuat hatinya kepanasan dan memilih lebih baik tidak ada di sana.


Damar melangkah terus di sekitar rumah. Kamar Damar berhadapan dengan ruangan kerjanya dan Damar ingin memasuki kamarnya untuk beristirahat.


Ceklek. Damar membuka pintu kamarnya dan ingin memasuki kamarnya. Namun baru melangkah. Damar menghentikan langkahnya dan melihat kebelakang nya. Dia merasa mencurigai sesuatu di depan ruangan kerjanya.


" Apa aku tidak mengkunci pintunya," batin Damar yang melihat pintu itu itu terbuka sedikit. Laura tampaknya buru-buru sampai tidak merapatkannya.


Damar kembali menarik pintu kamarnya dan menutup pintu itu dan memilih tidak jadi masuk kedalam kamarnya. Dan memilih melangkah menuju ruangan kerjanya yang menurutnya ada sesuatu yang mencurigakan di sana.


Apa yang terjadi pun terpantau oleh Lusi dan membuat Lusi kaget dengan langkah Damar yang benar-benar akan memasuki ruangan kerja itu.


" Sial," desis Lusi mendadak panik dan mendekatkan earphone ke mulutnya.


" Laura kamu masih ada di sana. Laura dengarkan mama, Laura, cepat keluar, Laura, kamu dengar mama atau tidak," ucap Lusi yang benar-benar kepanikan dan merasa earphonenya tidak berfungsi.


" Apa yang terjadi, bagaimana ini," ucapnya Lusi kepanikan seketika melihat Damar sudah berada di depan pintu ruangannya.


Sementara Laura masih sibuk di dalam ruangan itu tanpa menyadari suara langkah Damar dan earphonya yang jatuh yang juga tidak di sadarinya. Dia terus membuka-buka dokemuen dengan serius.


" Ini dia," ucap Laura yang menemukan dokumen yang di carinya yang bersampul merah. Laura menyinggirkan yang lainnya dan membolak-balik dokumen itu untuk memastikannya.


" Benar, ini dia yang aku cari," ucapnya merasa lega saat menemukannya. Saat Laura membolak-balik lagi dokumen itu terjatuh Flasdisk kecil kelantai.


" Apa ini," ucapnya yang langsung mengambilnya dengan penuh penasaran.

__ADS_1


" Masa bodo, yang penting aku sudah mendapatkannya," ucapnya langsung memasukkan dokumen itu kedalam jasnya agar aman. Dan Laura masih melihat flashdisk yang kecil itu.


" Apa ini kita?" tanya masih penasaran.


Semetara Damar sudah memegang gagang pintu yang ingin menutup pintu ruangan kerjanya. Tetapi saat ingin menutup Damar kaget saat melihat seseorang berada di sana yang membelakanginya dan membuat Damar benar-benar terkejut sampai membuka pintu ruangan itu.


Brakk.


Laura tersentak kaget saat mendengar suara pintu.


" Siapa kau!" gertak Damar membuat Laura melotot di mana dia benar-benar ketahuan. Damar melihat ruangan kerjanya berantakan.


" Apa yang kau lakukan di ruanganku?" bentak Damar dan Laura semakin tidak bisa melakukan apa-apa debaran jantungnya berdetak dengan kencang.


" Sial, dia sempat datang," Laura melihat kebawah kekaki meja yang ternyata ada earphonenya di sana.


" Sial kenapa aku tidak menyadarinya. Laura kenapa kamu begitu bodoh," batin Laura yang menyadari kebodohannya.


" Hey, jawab jangan diam saja. Siapa kamu!" teriak Damar yang melangkah mendekati Laura dan Laura semakin takut Laura menoleh ke arah kendala di dekatnya dan dengan cepat Laura berlari menuju jendela. Tetapi Damar lebih cepat darinya dan langsung menarik jaket Laura sehingga Laura tidak bisa kabur.


Damar dengan tenaganya lebih kuat langsung membanting Laura kedingding.


" Auhhhh," lirih Laura merasakan sakit di punggungnya.


" Brengsek berani Samali kamu masuk keruangan ku," geram Damar yang melangkah mendekati Laura yang menahan sakit. Damar ingin membuka penutup wajah Laura. Tetapi dengan cepat Laura menendang perut Damar sehingga Damar menjauh dengan memegang perutnya.


" Kurang ajar," kesal Damar yang langsung menyerang Laura. Laura pun langsung membalas serangan itu yang tidak ingin tertangkap oleh Damar.


Laura dan Damar berkelahi di dalam ruangan itu dengan saling memukul dan saling mengelak. Ternyata Laura punya ilmu bela diri. Sehingga dia seperti seorang laki-laki yang tangguh berkelahi yang beberapa kali mengelakkan pukulan dari Damar. Dan damar bahkan beberapa kali mendapat pukulan dari Laura yang tenaga Laura tidak bisa di anggap main-main.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2