Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 225 Misi di mulai.


__ADS_3

Aditya dan Felly pun akhirnya pergi bersama meninggalkan pemakaman. Aditya masih memegang tangan Felly dengan erat. Berjalan berdampingan menuju mobil mereka.


" Bagaimana perasaan mu saat menemui mama?" tanya Aditya menoleh kearah Felly.


" Hmmm, baik, aku sangat puas bertemu mama mu. Sepertinya mama sangat baik. Selain cantik dia pasti wanita yang ramah dan pasti sangat penyayang," ucap Felly menebak-nebak.


" Hmmm, kamu benar mama memang baik, cantik dan sangat penyayang sama seperti mamamu. Ketika bertemu dengan mamamu. Aku merasa jika aku kembali merasakan kasih sayang seorang ibu. Jadi aku tidak pernah merasa kehilangan," ucap Aditya yang mengagumi ibu mertuanya.


" Kamu menganggap mama ku sebagain ibumu?" tanya Felly. Aditya mengangguk membuat Felly tersenyum. Felly langsung memeluknya dengan erat.


" Maaf kan aku Aditya kamu pasti sangat marah kepadaku. Jika aku sok tau dengan kehidupanmu. Aku tidak pernah memikirkan perasaanmu. Kamu pasti sangat terluka dengan perbuatanku yang sangat egois," ucap Felly yang memeluk suaminya erat yang merasa perbuatannya selama ini telah membuat Aditya sedih.


" Apa yang kamu katakan. Hal itu sangat wajar karena kamu adalah istriku," sahut Aditya. Aku yang minta maaf karena aku tidak pernah membawamu kemari," ucap Aditya yang tidak ingin membuat istrinya merasa bersalah.


" Tetap saja aku yang minta maaf, karena aku memang sudah bersalah," sahut Felly. Aditya melepas pelukannya dan memegang pipi Felly dengan lembut.


" Kamu tidak salah dalam hal ini. Jadi sudah kita lupakan semuanya jangan menyalahkan diri kamu. Karena itu tidak benar. Aku tidak mau kamu memikirkan hal itu lagi, aku sudah membawamu pada mama dan itu artinya kamu telah mengenal mamaku sesuai dengan apa yang aku katakan. Aku tidak akan menyembunyikan apa-apa lagi kepadamu," ucap Aditya dengan penuh penekanan dan penegasan pada istrinya.


" Kamu mengertikan!" tanya Aditya. Felly menganggukkan matanya. Aditya mencium keningnya dengan lembut.


" Ya sudah kita sekarang pergi. Aku ingin mengajakmu. Ketempat sesuatu," ucap Aditya.


" Mau kemana ?" tanya Felly heran.


" Kamu ikut saja. Kamu akan tau secepatnya," sahut Aditya membuat Felly penasaran. Felly mengangguk dan mengurus saja untuk mengikuti Aditya kemana Aditya akan membawanya.


**********


Tidak berapa lama akhirnya mobil Aditya berhenti di pinggir jalan yang sunyi yang membuat Felly yang berada di dalam mobil itu heran dengan jalanan yang benar-benar sangat sunyi.

__ADS_1


" Aditya ngapain kita di sini?" tanya Felly heran.


" Hmmm, kamu tananglah. Kamu akan tau," sahut Aditya membuat Felly heran.


" Di mana mereka?" tanya Aditya pada Bion.


Bion menurunkan kaca mobilnya dan kepalanya berkeliling melihat di sekitarnya.


" Itu mereka!" tunjuk Bion yang melihat Laura dan Lusi yang berjalan dengan hati-hati yang minat kekiri-kenan yang memasuki menuju mobil mereka yang membuat Felly semakin heran.


" Laura Tante Lusi, kenapa Aditya memanggil mereka," batin Felly dengan heran.


Tiba-tiba berhenti mobil Limousine mewah di samping mobil mereka yang membuat Felly tampak khawatir namun Aditya terlihat tenang.


Sementara Laura dan Lusi yang kembali melihat di sekitar mereka. Yang sepertinya sangat waspada dan langsung memasuki mobil yang berhenti itu membuat Felly semakin heran.


Bion menoleh kebelakang mengarah Aditya. Aditya mengangguk dan membuka pintu mobil dengan mengajak Felly keluar yang membuat Felly semakin heran.


Wajah Felly hanya penuh kebingungan dengan apa yang di lihatnya. Lalu Aditya mengajak Felly memasuki mobil Limousine hitam tersebut dan juga Bion ikut masuk kedalamnya.


Felly begitu terkejut dengan apa yang ada di dalam mobil tersebuy. Lebih mewah dari pada di luar mobil. Di dalam mobil tersebut di bagian pinggir mobil terdapat bangku yang saling berhadapan dengan meja di tengah.


Selain itu ada juga meja yang panjang yang di penuhi dengan laptop dan kabel-kabel yang sama sekali Felly tidak mengerti apa itu. Banyak dokumen-dokumen yang bisa dikatakan mobil itu seperti kantor kecil yang mewah.


Untuk jendela mobil sama sekali tertutup dengan tirai putih dan selain itu juga banyak terdapat benda-benda yang tidak pernah di lihatnya dengan nyata. Benda-benda itu seperti apa yang di lihatnya di film hollywood.


Selain yang membuat Felly semakin terkejut. Bukan hanya isi mobil. Tetapi juga ada Elia dan kakaknya Andre yang ada di sana selain itu ada seorang Pria yang cukup tua yang tidak pernah di temui Felly.


" Kak Andre!" lirih Felly yang benar-benar kebingungan.

__ADS_1


Dia layaknya seperti orang bodoh. Aditya mengajak Felly untuk duduk. Setelah semuanya di pastikan masuk. Mobil itu berjalan yang bukan di setiri oleh Bion. Tetapi di setiri oleh supir lain yang juga di samping supir ada supir lagi.


" Kak Andre kenapa ada di sini?" tanya Felly heran.


" Felly kita di sini ingin melanjutkan misi kita yang tujuan pertamanya untuk mengeluarkan papamu dari penjara dan ini tuan Mark pengacara kami," ucap Aditya menjelaskan pada istrinya yang memang pasti akan mengikut sertakan Felly dalam setiap rencana mereka.


" Benar Felly, jadi kamu jangan tanya lagi. Kenapa kakak ada di sini. Kita sedang berjuang untuk papa dan keluarga Aditya," sahut Andre. Felly mengangguk-angguk dengan kepalanya yang masih berkeliling melihat seisi ruangan tersebut.


" Sebaiknya kita mulai saja," sahut Aditya. Yang lainnya mengangguk.


Mereka mulai melakukan pembahasan dengan serius di dalam mobil itu. Sementara Felly yang di samping Aditya hanya menyimak saja.


Dia jelas mana belum mengerti apa yang di bicarakan dia masih baru. Ibaratnya murid yang lama bolos sekolah dan tiba sekolah pelajaran sudah semakin jauh dan Felly hanya pelongo-pelongo saja. Tetapi pasti lama-kelamaan Felly akan mengerti. Karena Aditya memang sangat terbuka padanya sekarang.


" Jadi bagaimana apa kalian setuju?" tanya Aditya yang ingin meminta pendapat untuk kesimpulan yang di lakukannya.


" Apa itu akan berhasil?" tanya Elia.


" Sidangnya tanggal 22 dan ini tanggal 19. Ada 3 hari lagi waktunya. Saya rasa jika kita tepat maka akan berhasil," sahut tuan Mark.


" Aku juga setuju dengan kata-kata Aditya. Anggap saja kita takut dengan Rebecca dan mencoba menghindarinya. Kita mengalihkan mereka. Agar kita bisa fokus pada papa dan pasti mereka tidak akan kepikiran dengan hal itu," sahut Andre.


" Ya sudah, jika memang semuanya setuju. Kita lakukan cara ini. Dokumen ini dan bukti lainnya sudah cukup dan hanya tinggal.1 lagi," sahut Laura yang setuju-setuju saja.


" Baiklah, kalau begitu, kita akan siap-siap besok," sahut Aditya memutuskan yang lainnya mengangguk-angguk.


" Kamu setuju Felly?" tanya Aditya melihat kearah Felly. Dan Felly terlihat bingung.


" Hah, apa, setuju apa?" sahut Felly dengan gugup. Yang lain tersenyum melihatnya yang layaknya murid sekolah yang pura-pura mengerti tetapi tiba di tanya tidak tau.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2