Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 147 Felly yang ketahuan.


__ADS_3

" Felly kamu bisa memasak?" tanya Elia tiba-tiba di ditangan tatap-tapan Aditya dan Felly.


" Memasak, oh, bisa kak," sahut Felly. Elia tersenyum mendengarnya.


" Pasti kamu sering memasakkan Aditya kan," ucap Elia menebak-nebak.


" Hah," sahut Felly melihat ke arah Aditya yang sudah mulai menikmati nasi goreng buatan Elia.


" Iya kak. Tapi dia tidak pernah memakannya," jawab Felly dengan santai. Aditya mendengarnya tidak jadi menyuapkan nasi kemulutnya. Ketika mendengar ucapan Felly.


" Apa," sahut Elia langsung melihat ke arah Aditya. Wajah Elia tampak kaget. Aditya menelan salavinanya saat melihat sang kakak.


" Kamu tidak memakan masakan istri kamu?" tanya Elia dengan wajah seriusnya.


" Hah, itu, bukan begitu," Aditya gugup tidak mampu menjawab. Sementara Felly dengan santai mulai makan. Dia seakan menahan tawa. Dengan Aditya yang sekarang di intimidasi oleh Elia.


" Apaan sih Felly, pakai bicara kayak gitu lagi," batin Aditya kesal.


" Aditya, kamu ini gimana sih, masa iya kamu tidak memakan makanannya," ucap Elia yang kembali menanggapi dengan serius.


" Aditya, memasak itu bukan hal yang mudah. Dan kamu malah tidak memakan makanan istri kamu. Dia pasti kecewa. Kamu ini bukannya bersyukur malah melakukan hal-hal yang aneh," ucap Elia yang mengocehi Aditya dan Felly menikmati hal itu.


Dia merasa lucu. Jika Aditya yang garang benar-benar diam tidak berkutik. Ketika sang kakak memarahinya. Dia merasa suaminya itu malah terlihat menggemaskan.


" Dia pernah meracuniku. Makanya aku tidak memakan apa yang di masaknya," ucap Aditya membuat Felly kaget dan sekarang mata Felly melihat ke arah Felly. Elia menatap Felly seperti mengintimidasi.


" Kapan aku melakukannya," sahut Felly yang langsung membantah


" Kalian ini kenapa sih, pernikahan kalian sangat aneh. Masa iya istri kamu sampai meracuni kamu," ucap Elia yang pusing dengan jalan pemikiran adiknya.


" Itu kenyataan kak. Aku bertengkar dengannya dan dia marah. Lalu berniat ingin membunuhku. Jadi aku harus hati-hati dengan makanan yang di berikannya," ucap Aditya melihat sinis ke arah Felly.


" Kapan aku melakukannya," sahut Felly yang terus membantah.


" Kau tidak mungkin mengakuinya. Karena kak Elia. Ada di sini," ucap Aditya seakan-akan benar, jika Felly pernah meracuninya.

__ADS_1


" Sudah-sudah, lupakan semuanya. Kalian aneh sekali main racun-racun segala. Pertengkaran kalian sangat tidak wajar. Jangan melakukan hal itu lagi. Kamu juga Aditya. Istri kamu tidak mungkin melakukan itu. Jadi seharusnya apapun yang di masak Felly kamu harus memakannya. Bukan malah tidak memakannya," ucap Elia menegaskan.


" Kamu mengerti," ucap Elia kembali menegaskan.


" Iya kak," sahut Aditya menyunggingkan senyumnya melihat ke arah Felly yang sekarang kesal karena Aditya yang menuduhnya sembarangan.


" Sudah sekarang kalian sarapan, jangan malah saling menyalahkan seperti itu. Ayo sarapan," ucap Elia menyuruh adik-adiknya sarapan.


" Iya kak," sahut Aditya dan Elia serentak.


************


Selesai sarapan pagi. Felly memasuki kamarnya untuk mengambil ponselnya. Dia dan Aditya akan pergi hari ini ke rumah sakit. Aditya juga berada di kamar dan melihat ke datangan Felly.


Felly tampak cuek dan melewati Aditya asal saja dan langsung mengambil ponselnya di atas nakas dan saat Felly kembali melewati Aditya. Aditya menarik tangannya dan membuatnya kedekapannya. Sampai dada Fey dan Aditya bertabrakan.


" Apa yang kau lakukan," ucap Felly benar-benar kaget dengan tindakan Aditya.


" Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan?" ucap Aditya dengan wajah seriusnya.


" Apa maksudmu?" tanya Felly heran.


" Itu memang kenyataannya. Kau tidak mau memakan apa yang aku buat. Seharusnya kau tau memasak itu tidak gampang. Jadi apa yang aku katakan adalah kenyataan," ucap Felly dengan tegas.


" Kau segitu frustasi nya. Saat aku tidak memakan apa yang kau masak," ucap Aditya tersenyum sinis.


" Tidak, Aku juga tidak peduli," ucap Felly mendorong dada Aditya dengan ke-2 tangannya. Tetapi Aditya menarik punggungnya sehingga di semakin dekat dengan Aditya.


" Kau benar-benar semakin lantang, kau semakin berani berbicara dan melakukan sesuatu di luar dugaanku," ucap Aditya.


" Apa maksudmu, kau juga menuduhku yang tidak-tidak kepada kak Elia," sahut Felly.


" Aku tidak mengatakan masalah itu. Tetapi masalah sebelumnya," ucap Aditya dengan sinis.


" Apa maksudmu. Aku tidak mengerti," sahut Felly dengan heran.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan saat aku sedang mandi," ucap Aditya. Wajah Felly langsung kaget mendengar pertanyaan itu.


" Apa dia tau jika aku membuka ponselnya," batin Felly yang mulai ketakutan.


" Kenapa kau diam, apa kau tidak mendengarkan pertanyaan ku. Apa yang kau lakukan dengan ponselku," ucap Aditya lebih memperjelas pertanyaannya.


Dan Felly semakin takut. Jika memang Aditya benar-benar tau apa yang di lakukannya dengan ponselnya. Jelas dia sudah ketahuan.


" A_ a_ a_ aku tidak melakukan apapun," sahut Felly terbata-bata dengan mengelak apa yang sudah di lakukannya.


" Apa kau menganggap aku begitu bodoh. Sampai tidak tau apa yang kau lakukan," sahut Aditya dengan tajam menatap Felly. Sementara Felly sudah keringat dingin.


" Apa yang harus katakan lagi. Dia sudah tau jika aku membuka ponselnya," batin Felly semakin kebingungan.


" Kau dengarkan aku Felly. Aku sudah mengatakan kepadamu. Jangan mencampuri urusanku. Apa lagi kau sampai berani-beraninya membuka ponselku seperti apa yang kau lakukan tadi," ucap Aditya dengan tegas. Aditya mengambil tangan Felly.


" Tanganmu ini, sudah sangat lancang melakukan hal yang tidak perlu di lakukan, dan matamu yang indah itu benar-benar sudah kelewat batas untuk melihat sesuatu yang tidak perlu kau lihat dan telingamu itu terlalu jauh mendengarkan apa-apa yang sama sekali tidak perlu di dengarkan. Kau sudah melewati batasanmu," ucap Aditya dengan wajahnya yang terlihat marah.


" Aku tidak sengaja melakukannya," sahut Felly melepas tangannya dari Aditya. Dan mengakui jika dia memang membuka ponsel Aditya. Tetapi masih mengatakan tidak sengaja.


" Lalu apa kau juga tidak sengaja mendengar dan melihatnya," sahut Aditya.


" Kau sengaja melakukannya. Karena kau begitu penasaran dengan apa yang terjadi," ucap Aditya melepas tangannya dari pinggang Felly dan langsung pergi.


" Lalu kenapa jika aku memang ingin tau," sahut Felly membuat langkah Aditya terhenti dan kembali berbalik.


" Jadi benar, kau masih sepenasaran itu," ucap Aditya.


" Iya. Aku memang penasaran dan aku tidak mungkin tidak ingin mengetahui lebih lengkapnya, karena aku sudah terlanjur, mendengar dan melihatnya. Jadi jelas aku ingin lebih tau lagi," ucap Felly yang seakan menantang Aditya.


" Aku sudah mengatakan kepadamu. Jangan mencampuri urusanku. Apa kau tidak mengerti dengan apa yang aku katakan," sahut Aditya sedikit menguatkan volume suaranya.


" Aku tegaskan sekali. Jika aku mendapatimu lagi mencampuri urusanku. Kau akan tau akibatnya," ucap Aditya dengan nada ancaman. Felly diam saja dan tidak menanggapinya.


" Cepat turun! kita harus Kerumah sakit," ucap Aditya yang langsung pergi keluar dari kamar dan Felly langsung membuang napasnya panjang kedepan.

__ADS_1


" Memang apa yang akan di lakukannya. Jika aku melakukan hal itu lagi," batin Felly yang sepertinya ancaman Aditya tidak masuk kedalam otaknya.


Bersambung....


__ADS_2