Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 308 Penjelasan yang tidak berarti.


__ADS_3

Elia pulang kerumahnya dengan perasaan yang hancur mendapat hinaan caci maki yang sungguh membuatnya terluka dan sangat terluka.


Elia membuka pintu bersamaan dengan Laura yang juga membuka pintu yang ingin keluar rumah.


" Kak Elia!" tegur Laura yang heran dengan Elia yang di dapatnya menangis. Elia dengan cepat menyeka air matanya.


" Kakak kenapa?" tanya Laura heran.


" Tidak apa-apa Laura," jawab Elia.


" Tidak apa-apa bagaimana. Kakak habis menangis," sahut Laura yang mengamati wajah Elia.


" Tidak Laura, kakak tidak apa-apa, sudahlah kakak mau istirahat dulu," ucap Elia yang langsung pergi yang tidak memberikan jawaban apa-apa.


" Aneh sekali apa yang terjadi pada kak Elia kenapa dia mengatakan tidak apa-apa?" batin Elia yang bertanya-tanya yang merasa memang Elia sedang menyembunyikan sesuatu yang tidak di ketahuinya..


" Ahhhh, sudahlah semoga saja memang benar kak Elia tidak apa-apa," batin Laura yang tidak mau ambil pusing. Laura pun melanjutkan membuka pintu rumah dan langsung pergi.


Sementara Elia memasuki kamar dan langsung menghempaskan tubuhnya di ranjang dengan telungkup dan melanjutkan tangisnya dengan terisak-isak.


" Kenapa aku tidak seberuntung orang lain. Aku tidak pernah menginginkan masa lalu yang kelam itu ada. Apa yang terjadi padamu membuat cacat diriku sehingga tidak ada yang mau menerimaku. Aku hanya di permainkan saja," ucap Elia yang lagi-lagi selalu merasa jika dirinya tidak pantas dengan orang yang dia cintai.


" Bion, aku jatuh cinta padanya. Aku mengira dia yang selama ini menjagaku melindungiku memberiku perhatian. Aku berpikir ada perasaan yang lain kepadaku. Tetapi apa aku salah. Dia sama sekali tidak memiliki perasaan apapun kepadaku. Dia pergi tanpa berpamitan kepadaku dan sekarang kembali dengan status barunya. Dan aku masih bisa-bisanya berharap banyak darinya. Kamu memang bodoh Elia. Seharusnya kamu tau diri. Jika kamu tau diri kamu tidak akan mendapatkan caci maki seperti tadi. Kamu tidak sadar diri Elia wanita hancur sepertimu tidak mungkin mendapatkan Pria yang mencintaimu," ucap Elia yang menyalahkan masa lalunya dengan kehidupan yang sekarang iya jalani.


Masa lalu ternyata tidak bisa di kubur begitu saja. Walau sejarah dendam sudah selesai. Tetapi mau gimana lagi semuanya sudah seperti itu.


**********


Hari ini Felly dan Aditya sedang melakukan pelatihan dalam kelahiran Felly nanti. Karena ingin melahirkan normal. Jadi memang Felly harus banyak pelatihan agar lahiran nya lancar tanpa ada masalah sama sekali.


Di mana sekarang Felly duduk di atas balon dengan memutar-mutar mengikuti irama balon dan Aditya di depannya memegang tangan istrinya yang ikut membantu istrinya dalam pelatihan.


Detik-detik masa kelahiran Felly. Beberapa kali Felly memang sering mengalami kontraksi. Tapi memang belum waktunya untuk melahirkan tapi rasa nyeri itu sudah mulai di rasakannya.


Selain Felly dan Aditya di ruangan itu ada Dokter yang memberi arahan. Ada juga Laura dan Elia yang menemani Felly. Laura yang juga hamil besar ikut memperhatikan. Agar dia juga saat menghadapi semua itu tidak kaget lagi.

__ADS_1


" Pelan-pelan saja ya Bu Felly," ucap Dokter.


" Baik Dokter," sahut Felly mengangguk.


" Beruntung sekali Felly. Saat hamil seperti ini. Aditya selalu ada di sampingnya. Ya Allah aku ingin sekali Damar ada di sisiku saat aku melahirkan nanti. Tapi apa itu mungkin," batin Laura yang berkaca-kaca melihat Felly dan Aditya.


Tidak sengaja pandangan mata Felly melihat ke arah Laura yang begitu sedih.


" Laura!" tegur Felly. Laura langsung tersentak kaget.


" Ha, iya kenapa?" tanya Laura gugup.


" Are you oke?" tanya Felly. Aditya melihat Laura heran dengan pertanyaan istrinya yang tiba.


" Iya, aku baik-baik saja, aku hanya tidak sabar, melakukan apa yang kamu lakukan. Rasanya sangat menyenangkan melihat kamu seperti itu," ucap Laura tersenyum menutupi kesedihannya.


" Kamu jangan khawatir. Kalau kamu nanti melakukan pelatihan sepertiku. Aku pasti menemani kamu," ucap Felly.


" Iya Felly makasih ya," sahut Laura. Felly dan Aditya sama-sama mengangguk.


" Ya sudah kak," sahut Laura.


Elia berdiri dan langsung kekamar mandi.


" Hmmm, Felly aku cari makan sebentar ya," ucap Laura pamit.


" Oh, ya sudah," sahut Felly.


Laura pun langsung pergi Aditya dan Felly kembali melanjutkan apa yang mereka lakukan sebelumnya.


" Apa ada yang sakit?" tanya Aditya.


" Tidak sayang," sahut Felly. Aditya tersenyum dan kembali membantu sang istri.


*********

__ADS_1


Elia yang selesai dari toilet langsung kembali menemui Aditya dan Felly. Namun saat ingin menuju ruangan itu tidak sengaja Elia berpapasan dengan Bion.


Dari kejauhan 7 meter ke-2nya saling melihat satu sama lain. Namun Elia langsung membalikkan tubuhnya dan melangkah cepat.


" Elia tunggu?" panggil Bion yang berusaha mengejar Elia.


" Elia tunggu!" ucap Bion yang berhasil memegang lengan Elia.


" Lepaskan!" tegas Elia menjauhkan tangan Bion darinya dan Bion pun langsung melepasnya.


" Ada apa memanggilku?" tanya Elia terlihat ketus.


" Aku minta maaf untuk kejadian tadi malam. Sunggul Elia aku tidak percaya semuanya bisa seperti itu," ucap Bion merasa bersalah.


Plakkk," Bion langsung mendapat tamparan dari Elia. Hal itu membuat Bion kaget dengan memegang pipinya yang merah akibat tamparan Elia.


" Jika sudah menikah. Seharunya kamu tidak membiarkan aku melewati batas ku seperti semalam," ucap Elia dengan menunjuk tepat di wajah Bion.


" Aku tidak percaya Bion. Jika kamu adalah laki-laki yang paling bajingan yang pernah aku temui. Apa yang terjadi tadi malam. Menyadarkan siapa aku dan kamu membuatku menjadi wanita paling hina," ucap Elia dengan menekan suaranya yang memang begitu sakit dengan perbuatan Bion.


" Aku bisa jelaskan semuanya," sahut Bion dengan suara seraknya.


" Apa yang ingin kamu jelaskan. Kamu ingin memperjelas jika istrimu sampai detik ini masih marah-marah. Atau jangan kamu menemuiku agar aku menemuinya dan berlutut untuk meminta maaf padanya," sahut Elia dengan sinis.


" Tidak seperti itu Elia," sahut Bion.


" Lalu seperti apa Bion," sahut Elia.


" Elia dengarkan aku dulu," ucap Bion yang berusaha menjelaskan pada Elia.


" Cukup! Aku rasa semuanya cukup. Jangan pernah sekalipun kamu muncul di hadapanku. Aku bukan pelakor seperti apa yang istrimu katakan. Jadi tolong jangan muncul di hadapan ku lagi. Aku dan kamu sama sekali tidak punya urusan apa-apa," tegas Elia menatap tajam Bion dan langsung pergi dari hadapan Bion.


" Elia tunggu!" panggil Bion. Namun Elia tidak mendengarkannya. Karena memang Elia tidak mau menjadi duri dalam rumah tangga Bion dan juga wanita yang bernama Gina itu.


" Tidak Elia semua tidak seperti yang kamu pikirkan dan aku tidak membiarkan kesalah pahaman ini terus berlanjut," batin Bion yang melihat punggung Elia yang semakin lama semakin jauh.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2