Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 72 Kiss


__ADS_3

Aditya dan Felly lanjut berdansa. Felly masih sama gugupnya. Tetapi semakin lama dia seperti terbiasa mengikuti Aditya. Satu tangannya sudah di pegang Aditya dan beberapa kali Aditya memutarkan tubuhnya.


Orang-orang yang menonton mereka tampak takjub dengan pasangan pengantin baru itu. Sangat romantis bagi mereka. Tidak tau saja. Aditya dan Felly saat berdansa saling berbisik dengan kesal.


" Kapan ini selesainya?" tanya Felly.


" Tidak akan selesai," jawab Aditya menyunggingkan senyumannya. Dia sangat suka melihat kegugupan Felly makanya dia sengaja melama-lamakannya.


" Aku capek seperti ini terus. Aku mau istirahat," ucap Felly yang sudah mulai mengeluhkan keadaannya.


" Itu bukan urusanku. Jadi nikmati saja. Jangan banyak tingkah," ujar Aditya yang benar-benar tidak peduli.


" Kenapa dia selalu melakukan dengan sesuka-sukanya," batin Felly kesal Aditya.


" Kau jangan sok-sokan. Aku tau kau sebenarnya sangat menyukai hal ini kan," ucap Adita tersenyum miring.


" Jangan kepedean. Aku tidak menyukai semua ini," sahut Felly menekankan.


" Wajah mu tidak bisa berbohong. Kalau kau menyukai semua ini," ucap Aditya yang terus-menerus membuat Aditya kesal menatap Felly dengan seriangi nakal.


Dasar," desis Felly membuang pandangannya dari tatapan mata Aditya.


Tetapi pandangannya jatuh pada Damar yang memang baru di lihatnya sekarang. Damar menatapnya dengan penuh kebencian membuat Felly menelan salavinanya dan reflek melepas tangannya dari Aditya.


" Aku tau Mas Damar sekarang membenciku. Tetapi ini sudah terlanjur dan ini adalah pilihanku. Maafkan aku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa," batin Felly terus melihat ke arah Damar saling menetap.


Aditya heran dengan arah pandang Felly dan langsung melihat kemana. Sampai Felly tidak melihatnya yang sangat tampan di depannya. Aditya pun melihat kemana tujuan mata istrinya yang ternyata ke arah Damar.


Aditya langsung kesal dengan tatapan itu yang berani-beraninya. Felly menatap Damar. Sementara Dia sudah sah menjadi suaminya.


" Kurang ajar. Berani sekali mereka saling menatap di depanku," batin Aditya yang tampak kesal.


Aditya yang penuh kekesalan yang melihat Felly seperti itu. Menarik pinggang Felly dan dekat dengannya.


" Hhh," Felly kaget saat wajah mereka sangat dekat. Dan ke-2 tangan Felly berada di dada Aditya. Melihat tatapan Aditya yang menakutkan.


" Apa yang kau lakukan," ucap Felly dengan penuh kegugupan. Aditya yang tampak kesal, lebih mendekatkan Felly ke padanya sehingga wajah itu tampak ada jarak sedikitpun. Dan hembusan napas ke-2nya saling menerpa.

__ADS_1


" Jangan melakukan sesuatu yang tidak aku sukai," ucap Aditya dengan suara seraknya.


" Apa maksudmu?" tanya Felly bingung dengan debaran jantungnya yang mulai tidak normal.


" Ini hukuman untukmu," ucap Aditya yang memegang ke-2 pipi Felly. Membuat Felly semakin bingung dan penuh kegugupan.


Saat dia benar-benar sangat bingung. Aditya langsung memyapu bibir Felly Sontak hal itu membuat Felly kaget sampai membulatkan matanya.


Aditya tersenyum melihat Damar yang juga tampak schok dengan dengan tetapi bukan Aditya namanya. Jika tidak membuat orang panas.


Tindakan Aditya mendapat tepuk tangan yang meriah dari orang-orang. Mereka merasa hal itu sangat romantis. Dan membuat mereka iri hati.


Aditya bukannya malah berhenti melakukan itu. dan memperdalam ciumannya kepada wanita itu. Sampai Felly akhirnya menutup matanya. Pasangan itu pun terkesan berciuman seperti saling mencintai padahal tidak sama sekali.


" Aditya. Kau bisa melakukan apapun kepadanya. Aku memberimu toleran. Tetapi hal itu tidak akan lama. Aku akan membuatmu mendapatkan balasannya. Karena Felly hanyalah milikku," batin Damar dengan mengepal tangannya.


Sementara kakek Harison yang melihat itu. Tersenyum dengan datar. Dia tidak bisa menanggapi jika hal itu berupa tontonan yang romantis seperti orang-orang menanggapinya. Karena dia tau bagaimana cucunya.


Setelah membuat orang-orang itu dengannya dan membuat Damar kesal. Aditya melepas ciumannya.


" Kau adalah istriku. Jadi jangan berani-berani menatap pria lain di depanku. Aku bisa melakukan hal yang lebih parah lagi," ucap Aditya dengan suara serak penuh ancaman pada Felly sambil mengusap pipi Felly dengan lembut. Felly diam tanpa bisa berkutik apa-apa.


Aditya meraih tangannya. Posisi berdiri mereka menjadi bersebelahan. Aditya dan Felly sama-sama menundukkan kepala. Pertanda mengakhiri dansa mereka.


Prok prok prok prok prok prok. Mereka kembali mendapat sorakan tepuk tangan yang gemuruh.


Adita dan Felly dengan tangan yang saling menggenggam kembali kepelaminan dengan senyum terpaksa di wajahnya.


" Aku ingin istirahat," ucap Felly. Ketika sudah sampai di pelaminan.


" Perutku tidak enak. Aku capek dari pagi," lanjut Felly yang mengeluhkan keadaannya.


" Baiklah!" sahut Aditya.


Aditya melihat 2 pelayan dan memanggilnya tanpa bersuara. Hanya menggunakan anggukan matanya. 2 pelayan itu mengerti dan menghampiri Aditya.


" Ada apa Tuan?" tanya pelayan itu.

__ADS_1


" Bawa dia kekamar!" perintah Aditya.


" Baik tuan," sahut pelayan itu.


" Mari nona," ucap Pelayan itu. Felly langsung mengangguk. Ke-2 pelayan itu meraih tangannya dan membantunya berjalan menuju kamar untuk beristirahat.


********


Tidak berapa lama. Felly keluar dari kamar mandi dengan kimono yang biasa di pakainya saat ingin ingin tidur.


Felly memang langsung Menganti pakaiannya dan membersihkan dirinya. Agar lebih segar dan tidak lengket. Kamar itu juga tampak indah layaknya seperti kamar pengantin pada umumnya.


Dengan dekor bunga-bunga dan lilin-lilin yang terpasang tanpa ada cahaya lampu yang terang dan hanya ada cahaya dari lilin.


" Apa acaranya belum selesai?" batin Felly melihat jam yang menggantung di dingding. Sudah pukul 11. Sementara Aditya sama sekali belum kembali.


Felly berjalan mendekati meja riasnya dan memperbaiki wajahnya. Felly mengambil locion di meja rias. Saat dia kembali melihat dirinya di cermin.


Betapa kagetnya Felly saat melihat ada orang di belakangnya dengan memakai topeng. Mata Felly membulat sempurna dengan ketakutan. Belum sempat Felly melakukan apa-apa.


Orang tersebut langsung memukul belakang Felly dan langsung melumpuhkannya sampai Felly pingsan dan tergelatak di lantai tidak sadarkan diri.


Orang yang bertubuh Pria yang memakai topeng itu langsung mengangkatnya seperti karung beras dan membawanya buru-buru pergi dari kamar tersebut.


Sementara Aditya masih berada di acara pesta tersebut. Mengobrol santai dengan para tamunya. Berdiri sambil memegang gelas.


Tiba-tiba Bion menghampiri Aditya dan berbisik di telinga Aditya. Entah apa yang di katakan Bion. Yang jelasnya wajah Aditya berubah menjadi kaget. Sangat kaget yang bercampur dengan panik. Aditya melihat di sekelilingnya seperti mencari seseorang.


" Sial," batin Aditya dengan geram.


Aditya pun berpamitan pada tamunya dengan ramah. Lalu pergi bersama Bion dengan langkah yang terburu-buru. Harison yang juga sedang mengobrol dengan tamunya. Melihat heran cucunya apa yang di lakukannya dan kenapa pergi dengan rasa khawatir seperti itu.


" Apa yang terjadi," batin Harison penasaran.


Bersambung


...Selamat Hari raya idul Fitri...

__ADS_1


__ADS_2