Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 181 Menahan rindu.


__ADS_3

Aditya sibuk dengan pekerjaannya yang terbengkalai. Karena ulah Felly. Dia harus menyusun kembali rencana demi melawan Rebecca yang benar-benar sangat kuat. Bahkan Rebecca menyerang sekarang terang-terangan tanpa ampunan demi menghancurkan Aditya.


Karena jika Aditya bisa membuktikan banyak kecurangan dalam perusahaan Layer yang menjadi perusaan Mitra Erlain dan mertuanya terbebas dari tuduhan. Maka Rebecca Damar, dan antek-anteknya akan tamat.


Tetapi hal itu tidak belum bisa di atasi Aditya. Karena musuhnya yang semakin bersatu dan dia juga mengkhawatirkan kakeknya. Jika bertindak gegabah.


Beberapa hari Aditya tidak berada di rumah dan mungkin ada 2 hari. Dan Felly benar-benar tidak di pedulikan. Dia yang sakit sama sekali tidak di lihat. Tidak mendapatkan perhatian dan untung masih ada Elia yang memang memperhatikan kondisinya seperti sekarang ini sehabis memakan sedikit bubur nasi yang di siapkan Elia.


Elia langsung memberikan obat untuk Felly. Agar kondisi adik iparnya itu membaik. Karena dia begitu kasihan dengan adik iparnya yang semakin parah.


" Apa kamu sudah enakan?" tanya Elia yang duduk di samping Felly menunggu Felly minum. Dan Felly hanya mengangguk. Elia tersenyum tipis memegang pipi Felly, lalu mengambil gelas yang di pegang Felly dari tangan Felly dan meletakkannya pada tempatnya.


" Kak, apa Aditya sudah pulang?" tanya Felly dengan wajah sendunya. Terlihat dari matanya di merindukan Aditya.


" Belum. Aditya masih di luar kota. Dia pasti secepatnya pulang," ucap Elia.


" Kenapa Aditya. Tidak mengangkat telponku?" tanya Felly. Elia tersenyum dan memegang tangan Felly.


" Felly, kamu tenang ya. Kamu jangan terlalu banyak pikiran. Dia akan kembali. Kamu harus ingat kamu sedang mengandung dan bayi kamu bisa tidak sehat jika kamu banyak pikiran. Aditya akan kembali. Kakak akan menyuruhnya pulang," ucap Elia yang memberikan Felly harapan.


" Tapi dia benar-benar sudah tidak peduli denganku. Dan juga anak ini. Aku memang benar tidak ada artinya. Dia benar hanya menjadikanku sebagai alat balas dendam," batin Felly meneteskan air mata.


" Hey, kenapa menangis. Apa yang membuat kamu sedih hah!" sahut Elia yang langsung mengusap air mata Felly.


" Cup-cup," Elia langsung memeluk Felly. Jangan menangis Felly. Aditya akan kembali," ucap Elia yang mencoba menenangkan Felly.


" Aditya kenapa sih. Bisa-bisanya tidak peduli dengan Felly, apa masalah mereka begitu besar sampai dia sama sekali tidak peduli dengan Felly," batin Elia yang kasihan dengan Felly.


" Felly kamu harus tenang, kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh. Aditya pasti akan kembali," ucap Elia yang terus menenangkan Felly. Felly melepas pelukan itu.


" Aditya pergi dengan siapa?" tanya Felly dengan suara seraknya.


" Dengan Laura?" jawab Elia yang memang apa adanya. Dan mendengarnya Felly langsung sangat sakit. Lukanya semakin bertambah sakit.

__ADS_1


" Kamu kan tau sendiri. Aditya pekerjaannya sangat banyak. Dia berusaha untuk membebaskan papamu. Jadi kamu harus mengerti," ucap Elia yang mencoba membuat Felly tidak berpikiran yang aneh-aneh.


" Siapa Laura. Kenapa menurutnya dia sangat penting?" tanya Felly yang memang tidak pernah mendapat jawaban siapa Laura sebenarnya.


" Dia rekan Aditya," jawab Elia dengan singkat.


" Apa mereka memang dekat sejak awal?" tanya Nayra.


" Jangan menjawab apapun. Jika Felly bertanya masalah Laura. Karena pekerjaanku bisa berantakan. Identitasnya bisa terbongkar," lintasan kata-kata Aditya teringat di benak Elia yang adiknya sudah memberi kan peringatan sebelumnya kepadanya.


" Felly sudah ya," ucap Elia yang memegang pipi Felly. Dia tampaknya tidak akan menjawab pertanyaan Felly.


" Kamu jangan memikirkan apa-apa lagi. Laura, Bion dan Aditya. Mereka sama-sama berusaha. Jadi tidak ada yang perlu kamu khawatirkan," ucap Elia tetap bungkam.


" Kak Elia bahkan tidak memberi tahuku," batin Felly yang hanya akan semakin penasaran dengan wanita pemicu rumah tangganya renggang. Membuatnya menjadi melakukan hal-hal yang membuat Aditya marah.


" Ya sudah. Sekarang kamu istirahat ya. Kamu tidak boleh memikirkan apa-apa," ucap Elia berdiri dan membantu Felly untuk rebahan. Elia menarik selimut sampai ke dada Felly dan mengusap-usap pucuk kepala Felly.


" Istirahat ya!" ucap Elia. Felly hanya menganggukkan matanya.


Felly langsung miring kesamping dan memegang perutnya, mengusap-usap dengan air matanya menetes.


" Ternyata aku yang kalah. Aku kalah dengan perasaanku dan membuat semuanya terasa sakit. Aditya kenapa kamu Setega itu kepadaku. Lalu bagaimana dengan bayi ini. Apa kamu benar-benar tidak peduli. Apa kata-kata kamu benar-benar nyata," batin Felly menangis senggugukan dengan hatinya yang benar-benar sakit.


*******


Aditya berada di ruangannya dengan duduk di kursi kerajaannya dan Bion dan Laura berdiri di depannya.


" Ini yang akan di serahkan kepengadilan," ucap Laura memberikan dokumen pada Aditya dan Aditya langsung mengambilnya dan membuka-bukanya.


" Itu semua bukti pemasukan dana dari Rebecca dan juga pengaliran ke rekening Leon, William dan Hariyanto," ucap Laura.


" Dan ini tuan, data rekening 17 tahun lalu yang berhasil saya dapatkan pada tanggal 22 Oktober," sahut Bion lagi yang memberikan bukti yang bersusah payah di dapatkannya.

__ADS_1


" Itu berarti tanggal setelah kejadian itu," batin Aditya mengepal tangannya.


" Tanggal, 22 masing-masing dari mereka mendapatkan 100 juta dan setelah 1 bulan mereka masing-masing mendapat 1 M," jelas Bion lagi.


" Jadi segitu bayaran yang di berikan wanita iblis itu untuk ke-3 pria biadap itu," desis Aditya merapatkan giginya.


" Lalu kita apakan bukti ini?" tanya Laura.


" Aku menunjukkan semua ini pada kakek dengan begitu kakek bisa menilai sendiri. Ke-4 orang itu mempunya hubungan. Sampai-sampai Rebecca bisa mentransfer sebanyak itu untuk ke-3 orang itu," sahut Aditya yang langsung akan memberitahu kakeknya.


" Lalu apa itu terlalu berbahaya?" tanya Laura khawatir.


" Aku rasa mereka tidak tau. Kalau kita memiliki bukti ini. Jadi tidak akan bahaya," sahut Aditya yang juga sebenarnya cemas. Tetapi hanya berusaha tenang.


" Lalu bagaimana dengan tuan Anderson?" tanya Bion.


" Dengan bukti ini sudah jelas. Bukan hanya Anderson yang akan bebas. Tetapi juga mereka yang masih berkeliaran akan menggantikan Anderson di dalam penjara," sahut Aditya. Bion dan Laura saling melihat mengangguk.


" Lalu dengan keselamatan, nona Felly dan nona Elia?" tanya Bion.


" Besok aku akan memberikan bukti ini. Kamu terus memperbanyak keamanan di rumah dan pastikan Felly benar-benar tidak kemana?" sahut Aditya menegaskan.


" Lalu bagaimana. Jika Felly akan membuat ulah lagi?" tanya Laura pelan. Yang sebelumnya rencana mereka berantakan karena kecerobohan Felly.


" Dia tidak akan melakukannya lagi. Kalian berhati-hati terus dan lakukan semuanya dengan benar. Dan kamu juga Laura hati-hati dalam bertindak di rumah kakek. Jangan sampai Damar menangkapmu," ucap Aditya mengingatkan.


" Iya, aku tau," sahut Laura.


Dratttt, Dratttt, Dratttt.


Ponsel Aditya tiba-tiba berdering dan matanya langsung melihat ke atas meja yang ternyata panggilan masuk dari kakaknya.


" Kalian keluar lah, nanti aku akan memanggil kalian," ucap Aditya.

__ADS_1


" Baik tuan!" sahut Bion yang menundukkan kepala bersamaan dengan Laura dan mereka langsung pergi dan Aditya langsung mengangkat telpon dari sang kakak.


__ADS_2