
Felly masuk kedalam kamarnya dengan wajahnya yang mengkerut. Duduk di sisi ranjang dengan giginya yang merapat yang benar-benar emosi tingkat dewa.
" Kenapa mama malah sekarang mempedulikan Aditya. Memeluknya, memberinya makan, sementara aku di acuhkan dan bahkan di marah-marahi. Mama sudah nggak sayang apa sama ku," cerocos Felly yang marah-marah dengan penuh emosi.
" Dia benar-benar sangat pintar caper, dia memang sangat menyebalkan, melakukan semuanya dengan suka-sukanya, dia memang sangat memuakkan. Pintar bicara, pintar cari muka," ucapnya lagi yang mengeluarkan semua isi hatinya dengan matanya yang berkaca-kaca. Karena benar-benar emosi dengan Aditya.
Ternyata Felly terus mengoceh sampai akhirnya pintu kamarnya terbuka dan menampilkan Aditya. Felly langsung menatap Aditya dengan tatapan horor yang seakan ingin menelan Aditya sekarang.
Membuat Aditya sedikit ngeri melihat tatapan istrinya yang penuh kemarahan. Tetapi sangat menggemaskan. Tetapi Aditya sebenarnya ingin tertawa bahagia dan mengejek Felly.
Aditya berdiri di depan Aditya dengan ke-2 tangan Aditya berada di dadanya.
" Ada apa?" tanya Aditya seperti tanpa ada dosa.
" Kau masih bertanya ada apa. Setelah apa yang kau lakukan!" geram Felly.
" Memang apa yang ku lakukan. Aku tidak melakukan apa-apa," sahut Aditya dengan santai
" Ishhh, kau benar-benar penjilat, sana kau makan dengan suka-suka mu, sana kau cerita dan cari perhatian pada mamaku, sana," ucap Felly dengan suaranya yang menggelegar.
" Pelankan suaramu. Aku hanya mengingatkan saja. Jangan sampai mamamu datang kemari dan akan memarahimu jadi pelankan suaramu," ucap Aditya yang tersenyum penuh ejekan.
" Terserahmu! aku tidak peduli," sahut Felly dengan emosi. Aditya menggedikkan bahunya dan tidak mempedulikan kemarahan Felly.
Kepala Aditya berkeliling melihat kamar Felly yang pasti mini dan tidak luas seperti kamarnya. Bahkan tempat tidur Felly hanya berukuran kecil.Jika dan dia berada di sana, pasti sempit-sempitan dan tidak bisa jauh-jauhan.
Di dalam kamar itu terdapat lemari 2 pintu dan meja rias. Benar-benar tidak ada apa-apa lagi. Kaki Aditya melangkah seakan melihat-lihat apa-apa saja yang di kamar itu. Tetapi untungnya ada kamar mandi di dalam kamar Felly.
Walau Felly sudah lama meninggalkan kamarnya itu. Tetapi kamarnya masih sangat bersih karena benar-benar masih di rawat oleh mamanya.
Aditya melangkah ke meja di samping ranjang dan melihat bingkai foto keluarga. Ada mamanya dan papanya yang masih muda dan ada Felly, kakaknya dan adiknya yang masih kecil.
Aditya sudah tau siapa istrinya, di foto 2 wanita cantik itu. Dia juga harus mengakui sang istri cantik dari masih masih kecil membuatnya mendengus tersenyum.
Namun Felly yang menatap dengan sinis langsung berdiri dan merampas foto itu dari tangan Aditya.
__ADS_1
" Jangan menyentuhnya," sambar Felly dengan penuh emosi.
" Hanya memasang saja kau langsung seheboh itu," ucap Aditya geleng-geleng.
" Suka-suka ku," sahut Felly yang meletakkan kembali foto itu di tempatnya. Lalau langsung beranjak kekamar mandi.
Jika sudah membawa koper. Berarti memang dirinya akan menginap dan tidak tau sampai kapan. Karena memang apa-apa Aditya yang mengatur dia hanya mengikuti saja.
************
Elia keluar dari kamarnya dan Bion sudah berada di depan kamarnya yang ternyata Bion memang langsung mengambil alih menjaga pintu kamar Elia.
" Non Elia," sapa Bion menundukkan kepalanya.
" Aditya tidak akan pulang?" tanya Elia.
" Tidak nona, tuan Aditya akan menginap beberapa hari di rumah nona Felly," jawab Bion.
" Begitu rupanya," sahut Elia yang tampak sendu.
" Non Elia butuh sesuatu?" tanya Bion.
" Baik nona," sahut Bion kembali menundukkan kepalanya. Dan Elia pun memasuki kamarnya kembali.
**********
Felly sudah keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti pakainya yang ingin tidur. Sementara Aditya duduk di pinggir ranjang dan melihat ke arah Aditya.
" Apa kau tidak punya tempat tidur yang lebih baik dari sini," ucap Aditya.
" Kau tidak suka, kau tidur di lantai saja," sahut Felly dengan ketus.
Tok-tok-tok.
Ketukan pintu berbunyi membuat Felly langsung membukanya yang ternyata Agni yang datang dengan membawakan secangkir kopi.
__ADS_1
Felly langsung melihat ke arah Aditya dan mata Aditya melihat ke arah pintu yang seakan penasaran siapa yang mengetuk pintu.
" Kak Felly, Aqni mau antar ini," ucap Agni. Mendengar suara itu Aditya langsung berdiri dan menghampiri pintu.
" Aqni," ucap Aditya tersenyum.
" Kak Aditya, ini untuk kakak," ucap Aqni memberikan secangkir kopi untuk Aditya. Aditya tersenyum manis. Belum sempat Aditya mengambilnya Felly langsung mengambilnya.
" Sudah sana kamu pergi!" usir Felly dengan ketuanya. Membuat Aqni benar-benar heran dan Aditya mendengus melihat Felly yang lagi-lagi tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya.
" Apaan sih, ini juga mau pergi kali," sahut Aqni heran dengan kakaknya yang sangat judes.
" Ya sudah Aqni pergi dulu kak," ucap Aqni pamitan.
" Iya kamu istirahat ya. Mimpi yang indah," ucap Aditya dengan manis. Aqni tersenyum mendengarnya dan Felly yang melihat hal itu lagi langsung menutup pintu walau Aqni masih di depan pintu.
" Dasar mata keranjang," kecam Felly dengan emosi dan langsung beralih dari Aditya meletakkan kopi yang di bawa Aqni di atas nakas dan saat Felly ingin berbalik dia di kagetkan dengan Aditya yang sudah Adi di depannya. Sampai jantungnya hampir ingin copot.
" Apa kau tidak capek yang marah-marah terus dari tadi pagi," ucap Aditya dengan ke-2 tangannya di saku celananya.
" Kau begitu cemburuan, semua orang kau cemburui," ucap Aditya dengan tersenyum miring.
" Aku tidak pernah cemburu," sahut Felly yang mengelak.
" Wajahmu tidak bisa bohong. Jika kau benar-benar cemburu. Felly aku itu laki-laki yang aku butuhkan sangat banyak. Apa lagi masalah hubungan seksual. Itu jelas suatu kebutuhan yang besar untukku. Aku tidak memaksamu untuk melakukannya. Karena aku tidak ingin kau berteriak-teriak tidak jelas. Jadi wajar saja aku dekat dengan berbagai wanita untuk kebutuhan itu," ucap Aditya.
" Apa maksudmu. Kau tidak perlu menceritakan hal itu kepadaku. Kalau kau mau tidur dengan semua wanita sana. Aku tidak peduli. Karena memang dirimu seperti itu," sahut Felly marah-marah. Aditya tersenyum miring mendengarnya.
" Hmmm, aku heran kenapa kau selalu menolakku untuk melakukan hal yang indah itu," ucap Aditya dengan menatap bola mata Felly yang penuh kemarahan.
" Itu karena kau kasar kepadaku," jawab Felly dengan cepat. Aditya mendengarnya menaikkan satu alisnya. Dan Felly jadi panik. Karena kembali keceplosan.
Aditya melangkahkan kakinya mendekati Felly membuat Felly mundur dan sudah berada di pinggir meja dan tidak bisa mundur lagi. Aditya mendekatkan wajahnya pada Felly sampai Felly memundurkannya.
" Jadi kau mau di lembut kan," ucap Aditya dengan suara seraknya.
__ADS_1
" Aku bisa melakukannya, hal yang sangat lembut, sampai membuatmu benar-benar akan meminta lagi," bisik Aditya dengan suara seraknya yang menggoda Felly, sementara Felly sudah panik dengan Aditya yang menggodanya.
Bersambung