Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Epiosede 255 Menemukan.


__ADS_3

" Hallo Aditya!" tegur Laura yang heran dengan Aditya yang tidak meresponnya lagi.


" Iya Laura," sahut Aditya.


" Kamu masih ada di sana?" tanya Laura.


" Iya aku bersama Felly dan sepertinya rekaman yang kamu maksud ada bersama Felly," ucap Aditya.


" Kamu serius," sahut Laura tidak percaya.


" Iya Laura, jika memang itu yang kamu maksud. Sewaktu pesta ulang tahun kakek. Sewaktu kita bertabrakan saat Damar mengejarmu. Kamu menjatuhkan flasdisk dan mungkin itu yang kamu maksud," sahut Felly.


" Iya Felly, pasti itu. Karena memang Flasdisk itu jatuh," sahut Laura.


" Flasdisk itu masih ada. Aku masih menyimpannya," sahut Felly.


" Di mana?" tanya Aditya melihat dengan serius istrinya.


" Di rumah lama," jawab Felly.


" Ya sudah Laura, terimakasih infonya, sekarang aku dan Felly akan memastikan Flasdisk itu. Kita ketemu di rumah. Kamu kabari Bion. Dan untuk kak Elia sebaiknya tidak tau dulu masalah ini," ucap Aditya. Yang takut mental sang kakak kenapa-kenapa.


" Hmmmm, baik Aditya, aku akan mengatur semuanya. Kalian berdua hati-hati," ucap Laura.


" Iya, terima kasih," sahut Aditya yang langsung menutup telponnya dan melihat ke arah Felly.


" Ayo Felly kita harus segera pergi," ucap Aditya. Felly mengangguk dengan cepat. Aditya berdiri dan membantu istrinya berdiri lalu mereka buru-buru pergi untuk memastikan rekaman yang di katakan Laura.


Sementara Laura yang menelpon merasa lega.


" Semoga saja memang rekaman itu benar. Karena hanya dengan rekaman itu yang bisa menghancurkan Rebecca sampai akar-akarnya," batin Laura yang penuh harapan banyak.


Laura melihat ke dalam kamar di mana Damar sedang beristirahat.


" Kamu juga harus bertanggung jawab Damar, atas apa yang kamu lakukan Damar. Kamu juga bersalah. Terlepas semua pengaruh mama mu. Tapi pada intinya. Kamu juga salah dalam hal ini," batin Laura yang terus melihat Damar dalam tidurnya.

__ADS_1


Damar sekarang memang sangat mempercayai Laura dan bahkan sangat nyaman dengan Laura. Sampai tidak ada satupun yang tidak di ketahui Laura. Karena Damar begitu mempercayainya.


Dan mungkin Damar juga sudah menaruh hatinya pada Laura yang selama ini di katakannya jika dia hanya mencintai Felly. Tetapi mungkin Laura juga sudah berhasil membuat Damar memberikan hatinya pada Laura.


************


Aditya dan Felly sudah sampai di kediaman rumah Felly yang jaraknya memang sangat jauh dari Jakarta. Walau mengendari dengan kecepatan tinggi. Tetapi Aditya tetap hati-hati agar selamat sampai tujuan.


Felly dan Aditya turun dari mobil dengan buru-buru. Lalu Felly dengan cepat membuka pintu dan ketika pintu terbuka pasangan suami istri itu langsung memasuki rumah dengan cepat dan langsung menuju kamar di mana Felly menyimpan flashdisk tersebut.


" Kamu letakkan di mana?" tanya Aditya yang tampak mendesak istrinya.


" Kayaknya di sekitar sini," sahut Felly membongkar-bongkar bagian meja riasnya dan juga membuka laci-lacinya.


" Biar aku bantu," sahut Aditya yang tidak sabaran.


" Jangan," sahut Felly langsung mencegah membuat Aditya heran dengan menaikkan alisnya.


" Kalau kamu membantu, aku bisa lupa di mana letaknya. Mending kamu duduk santai. Biar aku yang cari," ucap Felly.


Dengan serius Felly mencarinya sampai akhirnya Felly menemukannya.


" Ini dia," sahut Felly membuat Aditya langsung berdiri dan menghampiri istrinya.


" Kamu yakin ini?" tanya Aditya yang langsung mengambil benda itu dari istrinya.


" Iya aku yakin. Karena aku hanya punya benda seperti ini. Hanya satu," jawab Felly.


" Ya sudah kalau begitu, ayo kita pergi. Kita temui Laura dan kita lihat apa isinya," ucap Aditya. Felly mengangguk dan dengan buru-buru mereka pun keluar dari rumah itu dan tanpa basa-basi mereka langsung melanjutkan perjalanan untuk kembali.


*********


Felly, Aditya, Bion, Laura, dan Lusi, sudah berada di ruangan kerja Aditya. Untuk Andre sendiri tidak ada. Karena Andre sedang mengurus beberapa hal mengenai permasalahan Damar.


Aditya dan Felly duduk di sofa dengan berdekatan. Sementara Lusi juga duduk di samping Aditya. Bion dan Laura berdiri di depan layar komputer sekitar 3 meter jauhnya dari pandangan mata Aditya.

__ADS_1


" Apa kita akan melihatnya?" tanya Laura.


" Kita harus memastikannya," sahut Aditya.


" Kamu yakin Aditya?" tanya Lusi.


" Iya Tante, aku yakin. Jika memang itu benar. Itu berarti sama dengan kejadian yang aku lihat dulu," ucap Aditya yang sebenarnya mengumpulkan mentalnya. Felly meraih tangan suaminya menggengamnya kuat seakan memberikan energi pada suaminya. Kekuatan agar suaminya tenang dan kuat.


" Putar!" perintah Aditya.


" Baik tuan!" sahut Bion mengangguk dan langsung memutarkan Vidio itu.


Terlihat nyata rekaman Vidio yang di tampilkan tanpa suara. Di mana terlihat beberapa orang menarik mamanya sampai keruang tamu dan terlihat jelas Rebecca yang memperlakukan sang mama layaknya seorang binatang.


Aditya mengepal tangannya melihat bagaimana Rebecca menganiaya mamanya. Memukul dengan suka-suka Rebecca, menampar bahkan sampai menendang mamanya.


Felly sangat ngeri melihat kejadian nyata di depannya itu dan dia juga bahkan pernah menjadi korban kekerasan dari Rebecca. Sang mama pun di seret kembali dan rekaman itu berpindah pada Elia.


Di mana terlihat 3 Pria yang satu Pria itu sudah mati di tangan Elia sendiri. Orang-orang itu jelas nyata memperkosa Elia dan menyiksanya. Felly langsung memeluk Aditya dan menutup mata Aditya dengan tangannya. Tidak sanggup Felly membiarkan suaminya melihat penderitaan sang kakak.


Tidak ada yang melihat Vidio itu. Bion, Laura pun menunduk tidak berani melihat perbuatan keji laki-laki brengsek pada Elia. Lusi juga tidak sanggup melihat keponakannya yang di perlakukan seperti itu.


Pada akhirnya. Laura pun mematikan rekaman Vidio tersebut. Sementara Felly terus memeluk Aditya menguatkan Aditya. Inilah luka yang selama ini di simpan Aditya. Luka yang pada akhirnya membawanya pada dendam.


**********


Setelah melihat Rekaman Vidio itu. Aditya duduk termenung di taman belakang rumah. Felly yang sedari tadi mencari Aditya. Akhirnya menemukan Aditya. Dan langsung menghampiri suaminya. Felly duduk di samping Aditya dengan memegang pundak Aditya. Membuat Aditya menoleh ke arahnya dan Aditya menutupi kesedihannya dengan tersenyum.


Aditya pun langsung meletakkan kepalanya di paha Felly berbaring lurus di kursi panjang itu dengan paha istrinya yang di jadikannya bantal. Tangan Aditya memegang tangan Felly. Sementara 1 tangan Felly mengusap-usap rambut Aditya.


Felly tau apa yang di rasakan Aditya. Dia tau suaminya itu sangat sedih. Kala melihat kembali kejadian nyata itu.


" Semuanya akan berakhir," ucap Felly meyakinkan Aditya. Aditya menganggukkan matanya. Dan memegang erat tangan Felly meletakkan di dadanya dan perlahan memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2