
Felly keluar dari kamarnya dan tiba-tiba Felly langsung berpapasan dengan Rebecca. Langkah Felly terhenti ketika Rebecca sudah di depannya dengan ke-2 tangan di silangkan di dada dan pasti tatapan Rebecca sangat tajam pada wanita itu. Apalagi jika tidak ingin menerkam Felly.
" Tante Rebecca, bagaimana ini. Dia pasti marah dengan kejadian kemarin. Apa yang harus aku lakukan, dan dia aku yakin dia pasti ingin melakukan sesuatu," batin Felly yang panik dengan Rebecca yang ada di hadapannya.
" Aku ingin tau. Apa yang akan di lakukan gadis kampungan ini. Beraninya kemarin dia ikut campur urusanku," batin Rebecca memang menyimpan dendam besar pada Felly.
" Felly," tiba-tiba sahutan suara terdengar membuat Felly dan Rebecca kaget dan melihat suara itu yang ternyata berasal dari belakang Rebecca yang ternyata Kakek Harison.
" Huhhhhh," terlihat tarikan napas panjang Felly yang seakan lega. Rebecca membalikkan badannya dan melihat mertuanya itu.
" Kakek, untung saja ada kakek," batin Felly.
" Sial, kenapa papa selalu saja ada. Apa dia tidak bisa di kamarnya," batin Rebecca yang menyimpan kemarahan. Rencana nya gagal- gagal lagi yang pasti memiliki niat jahat pada Felly.
" Kakek," ucap Felly.
" Mari ikut kakek sebentar," ucap Harison. Felly benar-benar lega. Mendengar ajakan itu.
" Iya kek," sahut Felly dengan cepat.
" Ada yang ingin kamu sampaikan Rebecca kepada Felly?" tanya Harison.
" Tidak pa, aku hanya menanyakan keadaannya saja," jawab Rebecca.
" Baguslah kalau begitu! Ayo Felly ikut kakek sebentar," ucap Harison kembali mengajak Felly.
" Baik kek," jawab Felly. Felly langsung menunduk pada Rebecca dan langsung pergi mendekati Harison.
" Benar-benar sial, dia memang selalu beruntung. Aku tidak bisa seperti ini terus. Dia selalu merasa terlindungi. Aditya selalu seakan ingin melindunginya. Jika aku tidak bisa melenyapkannya. Maka aku akan menghempasnya ke luar dari rumah ini. Aku harus memainkan permainan yang sudah belasan tahun tidak aku lakukan. Karena hanya permainan itu saja yang bisa mengakhiri semuanya," batin Rebecca yang penuh rencana dengan senyum liciknya.
********
Felly terus mengikuti Harison sampai pada akhirnya yang ternyata Harison membawanya kelapangan golf. Kepala Felly berkeliling melihat tempat itu. Rumah itu memang sangat luas. Dan itu salah satu tempat yang juga tidak pernah di datanginya.
Karena dia memang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. Apa lagi jika tidak menghindari Rebecca ataupun Damar.
__ADS_1
" Kakek ngapain ngajak Felly kemari?" tanya Felly bingung yang terus melihat tempat itu.
" Kamu di kamar terus. Apa tidak bosan. Mari duduk, kita bersantai sebentar," ucap Harison yang sudah mengambil posisi duduk dan Felly mengangguk lalu duduk di samping Harison yang di berikan pembatas meja.
" Dulu waktu Aditya kecil. Aku dan dia sangat suka bermain golf di sini. Tempat ini menjadi Favorite kami. Dia memang berbeda dengan Damar. Kalau Damar lebih suka menghabiskan masa kecilnya dengan bermain game. Sementara Aditya sangat suka mencoba hal baru dan pasti sok tau," ucap Harison. Felly hanya menyimak apa yang di katakan Harison.
" Semasa kecilnya. Aditya tidak pernah menangis. Dia selalu ceria. Tetapi aku harus melihatnya menangis untuk pertama kali ketika mamanya pergi dari rumah ini," ucap Harison. Felly sedikit kaget mendengarnya.
" Jadi mama Aditya sebelum meninggal. Pergi dulu. Apa itu yang menyebabkan orang tuanya cerai," batin Felly yang tampak ingin tau.
" Kenapa mamanya Aditya pergi?" tanya Felly yang memang sangat penasaran.
" Dalam rumah tangga banyak yang terjadi. Sama halnya dengan apa yang terjadi pada orang tua Aditya yang pada akhirnya. Orang tuanya berpisah. Sejak saat itu Aditya menyimpan luka yang besar. Bahkan sangat membenciku. Karena aku tidak ingin dia pergi bersama mamanya. Aku menahannya dan membuatnya begitu membenciku. Dia menyalahkanku. Atas di usir paksa mamanya dari rumah ini," ucap Harison yang jika menceritakan hal itu akan sedih.
" Di usir. Jadi mamanya di usir. Tapi kenapa?" Felly mendengarnya kaget dan bertanya-tanya. Apa sebab mama dari suaminya itu di usir.
" Tapi tidak ada yang bisa di ubah. Semuanya memang seperti itu. Ya. Aku tidak mungkin menyalahkannya. Karena memang aku yang membuatnya terluka. Dan membuatnya menjadi orang yang sangat dingin. Masa kecil itu telah aku ambil dan menjadikan pertumbuhannya yang sangat datar dan pendiam," ucap Harison lagi yang menceritakan Aditya.
" Dia juga tidak seperti anak pada umumnya lagi. Dia penuh kebencian. Bukan hanya padamu. Tetapi seperti yang kamu lihat. Pada papanya, adiknya dan ibunya," lanjut Harison.
" Setelah dia remaja. Aku tidak tau dia memiliki kenekatan dari mana. Usianya masih 15 tahun. Tetapi dia meminta untuk melanjutkan sekolah di Italia. Ya aku harus menurutinya dengan berharap Aditya bisa mengerti. Jika aku masih kakeknya yang masih memanjakannya,"
" Dia melanjutkan sekolahnya dan ternyata aku salah. Cucu ku itu memang sangat pintar. Dia keluar Negri seperti melarikan diri dan bahkan tidak kembali. Aku harus kesana jika ingin menemuinya karena dia tidak ingin pulang. Dan itu berlaku sampai dia berusia 27 tahun dan baru ini Aditya menetap lama di Indonesia. Aku juga tidak menyangka jika dia akan tinggal di sini dan bahkan di rumah ini," lanjut Harison yang terus bercerita. Sementara Felly hanya menyimak saja.
" Apa kakek merindukannya?" tanya Felly yang melihat kesedihan di wajah Harison. Harison tertawa kecil mendengar pertanyaan Felly.
" Aku harus ribut dulu dengannya. Supaya aku banyak bicara dengannya. Dia harus kesal dulu denganku. Agar dia datang menemuiku. Memang sangat lucu," ucap Harison.
" Aditya selalu merasa jika kakeknya tidak mempedulikannya. Apa dia tidak tau. Jika kakek sangat merindukannya. Bahkan kakek sengaja membuat Aditya marah. Hanya untuk waktu banyak saling bercerita," batin Felly yang kasihan dengan Harison. Dan juga dengan simpatik dengan Aditya.
" Felly," ucap Harison melihat Felly.
" Iya kek," sahut Felly.
" Tetaplah bersamanya," ucap Harison. Membuat Felly kaget mendengar permintaan itu.
__ADS_1
" Aku tidak tau. Kenapa aku sangat menyukaimu. Saat kau datang kerumah ini aku melihat aura berbeda di dirimu. Terlepas dari apa yang terjadi antara kamu dan Aditya. Kakek hanya percaya. Jika kamu wanita yang bisa membuatnya layaknya manusia normal," ucap Harison. Felly terdiam tanpa bisa bicara.
" Apa aku juga akan menyakiti kakek nanti. Karena aku tidak mungkin mengabulkan keinginan kakek. Pernikahan ku dengan Aditya hanya sementara dan aku juga tau tujuannya untuk menikahi bukan karena bertanggung jawab atas anak yang aku kandung. Tetapi dia juga memanfaatkanku. Karena kebenciannya pada Damar dan Tante Rebecca. Jadi mana mungkin aku tetap bersamanya," batin Felly yang merasa bersalah karena tidak bisa berjanji apa-apa.
" Felly," tegur Harison yang melihat Felly bengong. Felly langsung membuyarkan lamunannya.
" Hmmm, iya kek. Pasti," jawab Felly yang terpaksa. Harison mendengarnya tersenyum. Dia merasa seakan lega dengan jawaban Felly.
************
Malam hari kembali tiba. Aditya dan Felly sudah sama-sama berada di atas ranjang. Felly memiringkan tubuhnya membelakangi Aditya. Yang ternyata masih menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dan masih sibuk pada laptopnya. Semua tempat memang di jadikan Aditya sebagai pekerjaan.
Tetapi Felly yang di sampingnya tampak gelisah. Sebentar-sebentar berbaring sebentar-sebentar miring kembali, berusaha menutup mata dan kembali membukanya. Ya dia sangat gelisah sehingga tempat tidur itu bergoyang-goyang.
" Apa kau tidak bisa diam. Jika tidak ingin tidur jangan di sini," sahut Aditya kesal dengan Felly yang mengganggu aktivitasnya. Felly hanya menoleh sewot dan kembali membelakangi Aditya.
" Jika tidak suka. Kenapa tidak dia aja yang pergi. Apa dia lupa ini kamarku," oceh Felly dengan berdumal.
" Apa katamu," sahut Aditya yang dapat mendengarnya.
" Tidak. Memang aku bicara apa," sahut Felly yang langsung membantah.
" Kau pikir aku tuli," sahut Aditya yang Sebenarnya mendengar ucapan Felly.
" Lalu kenapa tidak sadar diri," oceh Felly lagi.
" Kau," sahut Aditya. Lama-lama ingin memakan Felly.
" Ishhhh," desis Felly yang menyibak selimut kasar lalu beranjak dari tempat tidur.
" Mau kemana kau?" tanya Aditya yang melihat Felly ingin keluar kamar.
" Dapur," sahut Felly ketus lalu langsung pergi kedapur.
Bersambung
__ADS_1