Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 261 Maaf yang tidak di terima.


__ADS_3

Baskoro berlutut di makam mantan istri Mariyati Saraswati. Air mata penyesalan tidak lepas menatap mesan dan masih ada foto di sana. Baskoro juga mengingat-ingat apa yang terjadi 17 tahun lagi. Di mana dia mengusir istrinya karena fitnah perselingkuhan yang sudah di buat oleh Rebecca.


" Maafkan aku Mariyati. Aku sudah menghiyanati pernikahan kita. Aku diam-diam berhubungan dengan Rebecca bahkan menikah sirih dengan Rebecca. Tapi kamu saat itu masih memaafkan ku. Kamu menerimaku dan bahkan menerima Rebecca dan Damar. Aku tidak pernah sadar apa yang kamu berikan kepadaku. Aku menghiyanatimu tidak bersyukur dengan memilikimu yang kamu memberiku kebahagian dan 2 anak yang cantik dan tampan. Aku tidak pernah bersyukur dan selalu merasa kurang dengan apa yang kamu berikan kepadaku.


" Mariyati, aku yang sudah menghancurkan pernikahan kita. Pernikahan kita hancur. Karena perbuatan ku. Aku sudah menodai semuanya. Tapi aku membalasnya dengan mengusirmu dark rumah menceraikanmu tanpa ingin mengetahui kebenarannya. Aku gelap mata Mariyati. Aku gelap mata selama ini,"


" Aku tidak tau betapa menderitanya kamu. Aku tidak tau apa yang kamu alami selama ini. Elia putri kita hancur dan aku tidak pernah mendengarkan kata-kata Aditya. Aditya harus menanggung semuanya. 17 tahun dia menanggung semuanya. Hanya karena kebodohanku,"


" Aku adalah suami dan ayah yang gagal. Aku sangat buruk. Semua terjadi karena ku. Aku yang sudah menghancurkan hidupmu, merampas kebahagianmu. Aku yang sudah menghancurkan hidup Elia, aku menghancurkan masa depannya. Hidupnya berantakan penuh dengan trauma dan semuanya karena perbuatanku. Aku yang membuat Aditya seperti ini. Aku merusak mental dan jalan pikirin Aditya. Aku yang sudah menghancurkan segalanya,"


" Mariyati aku sangat menyesal, aku menyesal melakukan semua ini. Aku menyesal telah menghiyanatimu mempercayai Rebecca. Aku sangat menyesal Mariyati," ucap Baskoro dengan tangisannya.


" Tidak ada yang perlu di sesalkan," tiba-tiba terdengar suara lantang membuat Baskoro menoleh kebelakang yang ternyata Aditya yang mengeluarkan suara itu yang datang bersama isterinya.


" Aditya," lirih Baskoro mengusap air matanya lalu berdiri dan Aditya dan Felly pun mendekati makam itu.


" Jangan meneteskan air mata di makam ibuku," ucap Aditya dengan suara dinginnya yang tidak melihat Baskoro sama sekali, " Air mata itu hanya akan mengganggu peristirahatannya dan juga kehadiranmu," lanjut Aditya yang dengan pedas bicara.


Felly langsung mengusap lengan suaminya. Seakan mengatakan jangan bicara keterlaluan pada Baskoro. Karena apapun Baskoro tetap adalah ayah Aditya yang harus di hormati.


" Aku tau Aditya kamu membenciku," sahut Baskoro.


" Iya, bagus, jika baru menyadari. Jika selama ini orang yang paling aku benci ada di depanku," ucap Aditya.


" Aditya!" lirih Felly.


" Pergilah dari tempat ibuku jangan mengganggunya. Cukup membuatnya menderita dan mengusik hidupnya saat dia hidup dan aku mohon jangan mengganggunya saat ini. Jelas kalian tidak ada hubungan apa-apa," tegas Aditya. Baskoro hanya diam dan membiarkan saja Aditya berbicara apa kepadanya. Karena memang itu pantas untuknya.


" Jadi aku peringatkan jangan bicara apapun pada ibuku," tegas Aditya.

__ADS_1


" Sampai kapan Aditya kamu akan membenci papa?" tanya Baskoro. Aditya mendengus kasar mendengarnya dengan senyum palsu Aditya yang keluar.


" Pertanyaan itu tidak akan ada jawabannya. Karena kehancuran ibuku dan juga kakakku di sebabkan olehmu dan tidak mungkin bisa berhenti untuk membencimu," tegas Aditya.


" Aditya, sudahlah," ucap Felly.


" Aku yang memang bersalah. Aku menyesal Aditya tidak pernah membuka mata untuk semua ini. Aku menyesal," ucap Baskoro.


" Penyesalanmu tidak akan mengembalikan apa-apa. Istrimu yang yang sangat kau percayai itu sudah menghancurkan segalanya. Istrimu sudah menganiaya ibu ku. Memfitnahnya dan paling terparah dengan biadap dia menyuruh 3 pria brengsek itu untuk merusak hidup kakakku. Apa kau merasa kebencian itu akan hilang," ucap Aditya dengan matanya memerah yang menyimpan luka yang dalam.


Baskoro menunduk yang tidak sanggup berkata apa-apa lagi.


" Aku selama ini berusaha mencari keadilan untuk ibu dan kakakku. Aku kehilangan arah karena dendamku kepada kalian semua. Tapi kau lihat semauanya apa di dapatkan istrimu tidak setimpal. Dia hanya di penjara berapa tahun untuk hukumannya, 1 tahun, 2 tahun atau hanya 10 tahun. Tetapi ibu ku harus tiada dan kakakku tidak bisa kembali seperti awal," ucap Aditya yang terus menahan air matanya.


" Aditya, sudah ya, sebaiknya kita pergi dari sini," ucap Felly yang berusaha menenangkan suaminya.


" Ayo Aditya, nanti saja kita menemui mama, kamu tenangkan diri kamu dulu," bujuk Felly lembut pada suaminya. Aditya mengangguk.


" Aku tidak pantas mendapatkan maaf dari kamu dan juga Elia. Kamu benar Aditya yang terjadi pada Elia tidak hanya bisa di balas dengan penjara. Aku yang bertanggung jawab untuk semua ini Aditya. Akulah orang yang harus bertanggung jawab," batin Baskoro dengan mengepal tangannya.


**********


Rebecca yang berada di dalam penjara yang sudah memakai pakaian orens khas penjara.


Tiba-tiba seorang polisi membuka selnya.


" Keluar!" ucap polisi tersebut. Rebecca diam dan polisi tersebut memaksanya untuk keluar.


" Tidak perlu menyeretku," ucap Rebecca kesal.

__ADS_1


" Di penjara saja masih banyak tingkah," cicit polisi tersebut memegang lengan Rebecca yang memaksanya keluar. Dan pasti Rebecca juga harus terpaksa mengikuti.


" Sial, aku pasti akan keluar dari neraka ini," batin Rebecca.


Rebecca dan polisi tersebut terus berjalan di lorong yang terlihat sunyi. Rebecca juga melihat-lihat ke kiri dan kanannya sama sekali tidak ada orang dan beberapa kali melihat kebelakang juga tampak sunyi.


" Mau kemana kita?" tanya Rebecca yang terlihat bingung. Polisi tersebut Dian dan tidak menjawab sama sekali dan tidak lama polisi tersebut berhenti di depan pintu. Rebecca terlihat cemas yang terus melihat di sekitarnya. Dan Polisi yang membuka pintu hanya santai dan begitu pintu terbuka polisi tersebut langsung mendorong Rebecca


" Hey," teriak Rebecca kesal saat sudah memasuki ruangan itu. Dan polisi tersebut menyunggingkan senyumnya lalu pergi dan menutup pintu.


" Hey mau kemana kau kenapa kau meninggalkanku!" teriak Rebecca menggedor-gedor pintu yang masih berada di dalam ruangan tersebut.


" Buka pintunya hey," teriak Rebecca.


" Jangan berisik," tiba-tiba terdengar suara yang keras membuat Rebecca perlahan membalikkan tubuhnya dan betapa terkejutnya Rebecca saat melihat apa di depannya terdapat 9 Pria ada di dalam ruangan itu ada yang berdiri ada yang duduk merokok dan yang melihatnya dengan tajam.


" Siapa kalian!" teriak Rebecca dengan wajah paniknya.


" Tampaknya dia orang kaya. Lihatlah tubuhnya sangat bagus. Pasti sering perawatan," sahut salah seorang pria yang menyoroti tubuh Rebecca.


" Jaga bicaramu, jangan bicara kurang ajar kepadaku," teriak Rebecca menunjuk Pria itu. Namun Pria itu menyunggingkan senyumnya.


" Jangan galak-galak, nanti tenaga mu akan habis," sahut Pria yang satunya.


" Tutup mulut kalian!" bentak Rebecca.


" Bawa dia kemari, jangan bertele-tele, aku sudah lama tidak bersenang-senang," ucap salah seorang pria tersebut.


" Baiklah,"

__ADS_1


" Apa yang kalian lakukan jangan mendekatiku, lepaskan aku! lepaskan aku! lepaskan aku!" teriak Rebecca meronta-ronta saat pria-pria itu menariknya. Rebecca hanya terus meminta tolong tetapi tetap dia tidak berdaya.


Bersambung


__ADS_2