Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 203 menemui sang istri.


__ADS_3

Felly pun akhirnya memilih-milih pakaian untuk acara pesta ulang tahun sang kakek. Wajah Felly terlihat sendu saat memakai pakaian itu tidak ada semangat sama sekali.


Mungkin saja karena Felly sudah mendengarkan banyak cerita dari Lusi. Dia sudah mengetahui kebenarannya siapa Laura sebenarnya. Jadi mungkin Felly hanya memikirkan tentang hal itu. Sementara Lusi sibuk mengukur dirinya


" Tante tidak percaya jika kamu bisa selamat dari ledakan itu," ucap Lusi sambil mengukur bagian tangan Lusi.


" Jika tidak mungkin Aditya akan gila jika kamu benar-benar tidak ditemukannya," sahut Lusi membuat Felly melihatnya dengan wajah serius.


" Waktu kamu di nyatakan Gilang, seharian Aditya mencari kamu sampai pagi. Laura bercerita pada Tante jika dia terlihat begitu menyedihkan saat tidak menemukan kamu," lanjut Lusi lagi. Felly yang mendengar hal itu pasti merasa tidak percaya.


" Bukannya dia meninggalkanku malam itu. Lalu kenapa sibuk mencariku," batin Felly.


" Ya mungkin bisa di katakan terakhir kali Aditya hancur, terakhir 17 tahun lalu mungkin di sana terakhir kali air matanya keluar. Tetapi bertemu kamu membuat Aditya beberapa kali harus mengeluarkan air mata," lanjut Lusi seakan ingin mengerakkan hari hati Felly.


Felly juga mengingat bagaimana air mata Aditya menetes di bahunya saat Felly meninggalkannya. Di saat Pria itu memeluknya dari belakang.


" Apa yang kamu lakukan Felly?" tanya Lusi tiba-tiba melihat ke arah Felly.


" Maksud Tante?" tanya Felly heran.


" Apa yang kamu berikan kepada Aditya. Sehingga dia bisa sepeduli itu kepadamu. Apa yang kamu lakukan kepadanya sehingga dia sangat mencintaimu dan tidak ingin kehilanganmu dia bahkan menyerahkan hidupnya kepada kamu," ucap Lusi yang bertanya lembut pada Felly dan wajah Felly terlihat schok mendengar pertanyaan itu yang mana mungkin jika Aditya mencintainya.


Lusi meraih tangan Felly dengan menggenggamnya erat.


" Jika kamu sudah mengetahui apa yang terjadi pada Aditya. Bagaimana kehidupannya di masa lalu dan bagaimana menderitanya dia. Lalu kenapa harus meninggalkannya di saat dia sangat membutuhkanmu," ucap Lusi membuat hatinya seakan terketuk dengan matanya yang bergenang.


" Felly, jangan meninggalkannya, dia sangat membutuhkanmu. Jika kamu membuatnya membutuhkanmu maka kamu harus bertanggung jawab untuk berada di sisi nya," ucap Lusi memberikan arahan kepada Felly.


Felly meneteskan air matanya dan melepas tangannya dari Lusi. Dan berbalik badan dengan air matanya yang menetes lumayan banyak.


" Mungkin kalian bisa bicara dengan mudah. Tetapi Kalian tidak tau apa yang terjadi dengan ku. Bagaimana aku yang kehilangan anakku. Kalian bicara sangat mudah. Tetapi tidak tau bagaimana perasaan ku," batin Felly dengan sesak di dadanya.

__ADS_1


Orang-orang mungkin berpikiran dia sangat egois yang pergi begitu saja. Tetapi orang-orang tidak tau jika dia dan Aditya hubungannya seperti apa. Apa yang di alaminya tidak ada yang tau.


Lusi mengusap pundak Felly.


" Maafkan Tante, jika Tante salah bicara. Tetapi ketahuilah Tante bicara seperti ini. Karena saat pertama kali saya bertemu kamu. Saya sudah melihat kamu wanita yang akan mampu memberikan kebahagian untuk Aditya. Dan mungkin kepergian kamu dari sisinya mempunyai alasan yang besar, makanya kamu memilih jalan itu.


" Maafkan Tante Felly, jika kata-kata Tante membuat perasaan kamu tersinggung. Sungguh Tante tidak bermaksud sama sekali," ucap Lusi dengan mengusap-usap pundak itu.


Felly terdiam tanpa mampu menjawab apa-apa. Air matanya hanya keluar dengan perasaannya yang pasti juga bimbang di dalam sana. Untuk seorang Felly tidak mudah baginya menerima atau memaafkan semuanya.


Apa lagi situasi semakin rumit. Di mana dia juga merasa bersalah. Karena sudah 2 kali menjadi penghalang bebasnya papanya dan keadilan untuk mama dan kakak Aditya. Jelas perasaannya juga tidak menentu. Situasi yang di alaminya sangat tidak mudah.


*********


Aditya berada di ruangan kerjanya dengan serius menatap layar laptopnya dan tidak beberapa lama Bion memasuki ruangan itu tanpa mengetuk pintu dan kehadiran Bion membuat Aditya sedikit kaget. Mungkin karena buru-buru.


" Apa tanganmu sudah tidak berfungsi untuk mengetuk pintu," sahut Aditya dengan penuh sindiran tanpa melihat ke arah Bion.


" Ada apa kau kemari?" tanya Aditya dengan jarinya yang terus mengetuk.


" Saya hanya mengantarkan ini," sahut Bion yang meletakkan berkas yang di bawanya kehadapan Aditya dan Aditya mengambilnya dan terlihat membolak-balikkan berkat itu.


" Apa Felly sudah pulang?" tanya Aditya.


" Sudah tuan," jawab Bion.


" Bagiamana dia saat di butik?" tanya Aditya.


" Nona Felly memilih pakaian yang semestinya tanpa Tebet. Tetapi tidak sengaja saat kami sampai butik. Laura keluar dari dalam butik dan dengan penasaran nona Felly mempertanyakan masalah Laura kepada Bu Lusi," jelas Bion Aditya melihat ke arah Bion.


" Jadi dia benar-benar masih sepenasaran itu dengan Laura," batin Aditya.

__ADS_1


" Lalu apa yang di katakan Tante Lusi, apa dia menceritakan siapa Laura?" tanya Aditya.


" Iya tuan, Bu Lusi pada akhirnya menceritakan tentang Laura dengan apa adanya," jawab Bion.


" Lalu bagaimana dia?" tanya Aditya.


" Saya kurang tau pendapat nona Felly. Karen Bu Lusi hanya menyampaikan itu saja kepada saya. Tetapi sewaktu saya mengantar nona Felly pulang saya melihat nona Felly di dalam mobil tampak murung dan bahkan melihatnya meneteskan air mata," jelas Bion membuat wajah Aditya tampak lusuh mendengar kata-kata itu.


" Dan ini tuan, saya menemukan ini di kursi belakang," ucap Bion yang langsung memberikan pada Aditya selembar foto di mana yang ternyata adalah foto hasil USG Felly.


Melihat hasil USG itu hati Aditya juga sakit. Dia pasti di hantui dengan rasa bersalah dan pasti dia menyadari penyebab Felly kehilangan bayi itu. Aditya terlihat membuang napasnya perlahan kedepan.


" Kau awasi saja dia terus," ucap Aditya memberi pesan.


" Baik tuan," sahut Bion menundukkan kepalanya.


" Tuan, Dokter yang menangani nona Felly kemarin. Juga mengatakan nona Felly tidak sadarkan diri bukan karena ledakan di dalam gedung itu. Tetapi karena sebelumnya ada dugaan jika nona Felly sedang bertengkar dengan sesorang yang saling memukul sehingga mendapat banyak luka fisik," jelas Bion membuat Aditya kaget mendengarnya.


" Apa maksud kamu. Apa kamu mengatakan jika sebelumnya ada seseorang di dalam itu bersama Felly?" tebak Aditya.


" Benar tuan. Karena saya juga menemukan noda darah sedikit jauh dari tempat nona Felly di temukan," sahut Bion.


" Apa Felly bersama Rebecca saat itu," batin Aditya yang penuh dengan penasaran yang memang tidak mengetahui. Jika apa yang terjadi pada istrinya di dalam sana.


Aditya langsung berdiri dengan cepat.


" Kamu siapkan mobil. Kita menemui Felly!" ucap Aditya yang melangkah terlebih dahulu yang melewati Bion.


" Baik tuan," sahut Bion menundukkan kepala dan langsung menyusul Aditya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2