Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 244 pagi yang malu.


__ADS_3

Aditya dan Felly yang tampak saling memadu kasih dengan penuh cinta di atas ranjang yang panas di mana Felly menyerahkan kembali dirinya pada Aditya. Dia mencintai Aditya dan Aditya juga mencintainya dan benih yang kembali di tabur di rahim Aditya dan Felly adalah benih hasil cinta mereka berdua.


Sementara Damar masih berada di club malang dengan botol vodca yang sudah berjejer di mejanya. Dia sudah mabuk parah beberapa wanita yang ada di sana tampak mendekati Damar.


Damar memang tampan jelas wanita-wanita penghibur di sana ingin bersenang-senang dengan Damar. Namun beberapa kali Damar menolaknya dia datang ke Club tersebut bukan untuk bersama wanita-wanita ******. Tetapi untuk menghilangkan steres dengan minum-minum.


" Kenapa semua jadi aku yang mengganggunya. Mama bahkan seperti ingin lepas tangan, kenapa harus aku. Kenapa," ucap Damar yang kembali meneguk minuman itu.


" Aku tidak bisa tinggal diam. Aku tidak ingin di penjara. Aku melakukannya tidak sendiri. Itu artinya. Aku tidak akan sendirian. Enak saja. Kalian yang menikmati. Tetapi aku yang kenak imbasnya," batin Damar yang penuh dengan rencana.


Tatapan mata Damar sudah terlihat kosong. Dia bahkan layaknya Seperti Pria yang tampak hancur bahkan damar sudah batuk-batuk yang beberapa kali minum yang sangat berlebihan.


" Sial," ucapnya yang tampaknya menyadari jika dia mabuk berat. Damar langsung berdiri dengan sempoyongan. Lalu berjalan dengan langkah yang tidak menentu dan beberapa kali mau jatuh. Karena Damar memang begitu mabuk dan berjalan tidak beres.


Damar melewati orang-orang yang menari-nari di dalam Club tersebut. Dengan jalannya yang tetap sempoyongan dan ada yang menyenggol dan Damar dan hampir saja Damar tersungkur jatuh.


Kalau tidak ada wanita di depannya yang mana akhirnya Damar jatuh kepelukannya dan wanita itu harus menahan tubuh Damar yang berada di pelukannya. Kalau tidak dia juga bisa ikut jatuh.


Damar langsung melepas diri dari pelukan itu. Dan melihat tidak berapa jelas wanita itu yang mana ternyata Laura.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Laura yang memegang lengan Damar agar tidak jatuh. Damar tidak menjawab dan hanya melihat-lihat dengan jelas Laura. Tetapi Damar malah kembali jatuh kepelukan Laura yang sepertinya Damar memang sudah tidak sadarkan diri.


Laura menyunggingkan senyumnya saat melihat ke adaan Damar yang seperti itu.


" Dasar, menyusahkan. Tapi tidak apa-apa, semuanya demi rencana. Hmmmm Pria lemah dan sangat bodoh," geram Laura dengan bibirnya yang kerucut.


Tetapi masih tersenyum miring dengan keberadaan Damar yang sepertinya berada di dalam genggamannya.

__ADS_1


************


Mentari pagi kembali tiba. Hotel yang mana salah satu kamarnya di sewa Felly yang mendapat tempat istimewa yang langsung mengarah pada pantai yang indah dengan kamar yang juga di siapkannya dengan kamar ala pengantin baru.


Kamar yang awalnya gelap itu karena hanya ada cahaya lilin. Sekarang kamar itu cerah dengan masuknya sinar matahari di sela-sela jendela kamar. Kamar itu sudah tidak seindah tadi malak. Kelopak mawar sudah tidak tersusun.


Lantai bahkan terdapat, pakaian, sepatu yang berserakan dan ranjang itu juga terlihat berserakan dengan mawar yang juga di mana. Terlihat Aditya yang tertidur dengan memeluk Felly di mana pasangan itu tidak memakai pakaian sehelai benang pun dan hanya menutupnya dengan selimut.


Aditya mengerjapkan-ngerjapkan matanya dan juga membukanya dengan perlahan karena sinar matahari yang mengganggu tidurnya. Aditya memijat kepalanya dan menoleh kearah sampingnya di mana istrinya masih tertidur lelap di dada bidangnya.


Aditya tersenyum dengan penuh kebahagiaan lalu mencium lembut kening Felly. Dia jelas adalah laki-laki paling bahagia tadi malam.


Di mana merasakan cinta yang besar dengan seorang wanita yang juga di cintainya. Percintaan mereka yang sangat romantis, begitu manis dan sangat indah, saling memberi, saling menikmati dan saling melayani. Malam ini akan menjadi sejarah untuk Aditya.


Aditya memeringkan sedikit tubuhnya agar bisa menatap wajah cantik istrinya itu. Jarinya sudah membelai-belai lembut pipi Felly. Bahkan kening Felly beberapa kali di kecup hangatnya.


Aditya tersenyum melihat istrinya itu. Tetapi tampaknya Felly malu dan akhirnya menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.


" Jangan melihat ku seperti itu aku malu," ucap Felly yang malu-malu membuat Aditya mengendus dengan senyum miring


" Kenapa malu, bukannya sudah sering melakukannya. Aku dan kamu sudah sangat familiar dengan tubuh masing-masing," ucap Aditya dengan menggoda Felly. Membuat Fey mengkerutkan dahinya.


" Kapan kita sering melakukannya. Kita hanya tidak kali, dan aku tidak hafal-hafal dengan tubuhmu," ucap Felly. Aditya semakin gemes dengan istrinya dan tampaknya ingin sekali lagi bercinta dengan istrinya.


" Tapi aku hafal dengan tubuhmu," bisik Aditya membuat Felly merinding dan aku juga mengingat semuanya. Apa lagi malam ini. Aku mengingat kamu sangat liar dan tidak mau kalah," ucap Aditya dengan suara menggoda yang membuat Felly semakin malu dengan tetap menyembunyikan wajahnya di 2 telapak tangannya.


Felly memang harus mengingat kembali apa yang di lakukannya tadi malam. Di tangannya yang membuka pakaian Aditya dan Aditya melepas pakaiannya dan bahkan ketika pasangan itu tanpa sehelai benangpun Felly berada di atas tubuh Aditya dan memberikan ciuman di seluruh tubuh suaminya.

__ADS_1


Dari bibir leher, serta dada sispeck Aditya dengan seluruh kenikmatan yang di berikannya pada Aditya dan sekarang dia baru menyadari perbuatannya tadi malam itu melakukan dan tidak punya muka dengan Aditya.


" Jangan membahasnya lupakan kejadian itu," sahut Felly yang mungkin jika tangan menutup wajahnya di buka pasti sudah memerah.


" Mana mungkin aku melupakannya," sahut Aditya yang memegang tangan Felly dan menyinggirkan tangan Felly dari wajah Felly dan Felly harus memejamkan matanya yang tidak berani menatap Aditya.


" Ayo buka matamu. Aku suamimu," ucap Aditya yang terus menggoda istrinya.


" Kamu jangan mengatakan masalah tadi malam lagi," ucap Felly.


" Kenapa apa yang salah bukankan itu hal yang biasa. Sudah buka matamu," ucap Aditya dan perlahan Felly membuka matanya dan bertemu langsung dengan mata Aditya.


" Kau sangat pintar, aku sangat bahagia Felly. Terima kasih sudah memberikanku segalanya," ucap Aditya dengan tulus dan Felly masih saja malu.


" Kamu belajar dari mana dalam hal itu?" goda Aditya membuat Felly mengkerutkan dahinya. Dia sangat malas. Jika suaminya harus membicarakan tentang hubungan intim.


" Kamu," geram Felly dengan wajah kesalnya.


" Aku bercanda," sahut Aditya. Felly tersenyum melihatnya.


" Aku mencintaimu," ucap Aditya membuat hati Felly berbunga-bunga, " kamu mencintaiku?" tanya Aditya.


" Felly mengangguk-angguk dan langsung mengalungkan tangannya di leher suaminya dan memeluk suaminya.


" Aku sangat mencintaimu," jawab Felly berbisik di telinga Aditya. Dan Aditya jelas sangat bahagia mendengarnya dan juga memeluk istrinya dengan erat.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2