Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 234 Kesal dengan suami.


__ADS_3

Sekarang Anderson dan Arya sudah kembali Kerumah Aditya. Yang menjadi tempat tinggal mereka selama ini. Anderson terus merangkul istrinya yang selalu setia mendampinginya selama ini.


" Ini rumah Aditya pa, selama ini kami tinggal di sini," ucap Felly. Kepala Anderson berkeliling melihat rumah yang mewah bagai istana itu.


Juga di lihatnya ada beberapa bodyguard di sana yang berdiri dengan badan yang tegap.


" Selamat datang di rumah ini," sahut Aditya. Anderson tersenyum mendengarnya.


" Terima kasih Aditya. Kamu sudah banyak membantu saya. Kamu juga sudah sudah menjaga keluarga saya. Terlebih lagi untuk putri saya. Terima kasih untuk kebaikan kamu," ucap Anderson yang bersyukur telah mendapatkan menantu seperti Aditya.


" Tidak pa, tidak ada yang harus berterima kasih, seperti yang saya katakan. Felly adalah tanggung jawab saya. Jika Felly tanggung jawab saya. Maka yang lainnya juga. Jadi ini sudah kewajiban saya," ucap Aditya tersenyum lebar.


" Apapun itu, saya harus mengucapkan terima kasih untuk kamu. Saya berhutang Budi pada kamu," ucap Anderson.


" Tetapi saya tidak menganggap itu hutang budi, jadi jangan berpikiran yang lain. Karena seperti yang saya katakan berulang-ulang. Ini adalah kewajiban saya," tegas Aditya sekali lagi. Felly tersenyum mendengarnya. Aditya memang tidak akan mau di anggap apa yang di lakukannya adalah hutang Budi.


" Pak Anderson, sebaiknya bapak dan Pak Arya istirahat. Kami sudah menyiapkan kamar untuk kalian beristirahat," sahut Elia dengan ramah.


" Baiklah!" sahut Anderson mengangguk.


" Atau Papa mau makan dulu?" tanya Aqni.


" Benar pa Felly, akan memasak untuk papa," sahut Felly dengan semangat.


" Boleh," sahut Anderson menjeda omongannya. " Tapi papa hanya mau di masakkan oleh mama kalian, boleh kan," sahut Anderson mengundang tawa kecil.


" Baiklah, Aqni, Felly, kalian mengalah saja. Karena tidak ada yang mengalahkan masakan papa di lidah mama," sahut Andre sama-sama tertawa dengan Felly.


" Iya deh," sahut Felly dan Aqni tersenyum.


Mata Elia berkaca-kaca melihat kebahagian keluarga kecil itu.


" Aku dulu pernah merasakan kebagian kecil ini. Tetapi semuanya hilang karena keserakahan wanita yang tidak tau diri," batin Elia dengan tersenyum haru.


Adiknya melihat kakaknya yang berkaca-kaca. Seakan tau apa yang di rasakan sang kakak membuat Aditya mengusap pundak Elia dan Elia melihat adiknya. Mereka tersenyum seakan saling menguatkan satu sama lain.


*********


Aditya duduk di pinggir ranjang dengan kakinya berpijak pada lantai terbuka sedikit yang sedang menurunkan telpon dari telinganya. Lalu terlihat memijat kepalanya yang sepertinya kepalanya sangat berat.

__ADS_1


Felly mendapati suaminya seperti itu lalu langsung mendekati suaminya dan duduk di samping suaminya dengan memegang tangan Aditya.


" Kamu kenapa?" tanya Felly lembut dengan. Aditya tersenyum melihat Felly.


" Tidak apa-apa, kakek barusan menelpon dan hanya ingin bertemu," jawab Aditya.


" Lalu apa masalahnya, bukannya itu hal biasa?" tanya Felly.


" Kakek ingin menemui kak Elia," jawab Aditya. Felly terkejut mendengarnya. Seakan tau apa yang di khawatirkan suaminya. Felly langsung mengusap pundak Aditya.


" Lalu kamu bilang apa?" tanya Felly pelan.


" Aku mengatakan tidak bisa menjamin ya," jawab Aditya.


" Lalu kak Elia sendiri bagaimana apa kamu sudah menanyakannya?" tanya Felly. Aditya menggeleng dengan memijat kepalanya yang semakin berat.


" Apa sangat lelah?" tanya Felly. Aditya mengangguk.


" Mau aku picit?" tanya Felly. Aditya menoleh ke arahnya.


" Memang kamu bisa?" tanya Aditya.


" Hmmm, kamu meragukanku," sahut Felly yang langsung beralih kebelakang Aditya dan duduk di belakang Aditya dengan ke-2 lututnya berpijak pada ranjang dan langsung memijat bahu Aditya dengan ke-2 tangannya membuat Aditya tersenyum.


" Belum masih enakan pijatan wanita yang ahlinya," sahut Aditya. Felly langsung melotot dan memukul bahu Aditya spontan.


" Auhhh," lirih Aditya memegang bahunya akibat pukulan Felly.


" Kamu sering pijat sama wanita lain?" tanya Felly dengan wajah kesalnya. Aditya mengangguk tanpa dosa membuat Felly kesal.


" Sejak kapan, apa kita sudah menikah?" tanya Felly dengan serius.


" Ya kalau aku lelah aku memang suaka pijat, sebelum kita menikah dan sesudah kan kamu tidak pernah melakukannya. Jadi jelas aku sering pijat," sahut Aditya dengan santainya bicara membuat Felly semakin geram.


" Aditya!" teriak Felly geram. " Berani sekali kamu melakukan itu. Awas saja ya, kalau kamu melakukan itu lagi, aku akan memotong tangan wanita yang berani menyentuhmu," ucap Felly emosian yang cemburuan hanya dengan kata-kata Aditya yang belum tentu benar dan itu hanya membuat Aditya tersenyum.


" Kau malah ketawa lagi, aku serius, kau sudah menikah, dan kau tidak boleh pergi-pergi ketempat- tempat wanita penggoda itu. Apa lagi ketukang pijat. Aku serius akan membunuhmu dan juga wanita yang berani dekat denganmu," tegas Felly yang marah-marah.


" Aku jadi takut mendengarnya!" sahut Aditya.

__ADS_1


" Kamu jangan tersenyum, aku serius," sahut Felly yang merasa di permainkan.


" Baiklah, aku akan menurutimu. Kalau bisa melakukannya. Bukan hanya pijat ini saja tetap yang lain juga. Maka aku tidak mungkin mencari wanita lain," ucap Aditya tersenyum miring melihat Felly yang sekarang masih emosian.


" Ishhhh, dasar otak kotor," kesal Felly dengan wajah cemberutnya mengalihkan pandangannya tidak mau melihat Aditya. Aditya mendengus tersenyum melihatnya.


" Katakan siapa yang otak kotor?" tanya Aditya memegang tangan Felly.


" Kamu lah, siapa lagi," sahut Felly jujur dengan wajah cemberutnya.


" Sudah jangan marah-marah. Cantik kamu akan hilang, ayo pijat aku lagi," ucap Aditya membuat tangan Felly kembali di pundaknya.


" pijatan kamu sangat enak, cepat pijat aku lagi," ucap Aditya.


" Bohong!" sahut Felly tidak percaya yang masih kesal.


" Aku serius, aku mana mungkin bohong. Ayo cepat, nanti kita gantian," sahut Aditya tersenyum miring.


" Ishhh, dasar mesum," sahut Felly kesal yang kembali keposisi awalnya memijat suaminya.


" Awa saja, kalau kamu berani pijat-pijatan dengan wanita lain," ucap Felly kesal.


" Hmmm," jawab Aditya dengan deheman yang menikmati pijatan sang istri yang membuatnya merasa lebih tenang.


" Felly, setelah ini kamu buatkan aku makanan aku lapar," sahut Aditya banyak maunya.


" Aku yang buat?" tanya Felly. Aditya mengangguk.


" Sejak kapan kamu mau makanan yang aku masak," sahut Felly heran. Aditya mendengus kembali mendengarnya.


" Sudah jangan bawel dan banyak protes, kamu buatkan saja. Kamu tadi sama Aqni berebut untuk memasakkan untuk papa, dan sekarang giliran ku. Kamu juga harus memasakkanku," ucap Aditya.


" Kamu akan memakannya?" tanya Felly.


" Ya iyalah aku makan," jawab Aditya.


" Awas saja kalua tidak memakannya," Felly dengan nada mengancam.


" Iya Felly, kamu tenang saja, aku akan memakannya. Kamu terus saja berpikiran buruk," sahut Aditya.

__ADS_1


" Iya deh," sahut Felly tersenyum dan kembali memijat suaminya tercinta.


Bersambung


__ADS_2