Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 242 dunia hanya milik berdua.


__ADS_3

Karena kekesalan Felly di mana pelayan toko mencoba mengganggu suaminya. Akhirnya Aditya harus membatalkan belanjaan yang sudah mereka pilih cape- cape. Sudah membuat sibuk pelayan dan akhirnya tidak jadi belanja.


Dengan tangannya berada di pundak istrinya yang merangkulnya erat. Pasangan suami istri itu keluar dari toko tersebut.


" Apa dia tidak akan di marahi bosnya?" tanya Felly.


" Aku tidak peduli. Aku hanya melakukan karena istriku di buat kesal olehnya. Jadi jika dia sampai di marahi bosnya itu urusan dia," sahut Aditya tersenyum tipis pada istrinya dengan menggedikkan bahunya.


Namun Felly tersenyum lebar dengan mencubit manja perut suaminya.


" Dasar jahat," ucap Felly dengan geram


" Sakit," keluh Aditya sangat gemes dengan Felly.


" Itu aja sakit," sahut Felly dengan sewot.


" Memang iya kok," sahut Aditya.


" Sudah sekarang kita mau kemana lagi kita?" tanya Felly.


" Hmmm, kamu mau kemana?" tanya Aditya yang bukan menjawab malah bertanya.


" Ke pantai, aku ingin melihat suasana pantai," ucap Felly tiba-tiba mendapatkan ide.


" Baiklah, aku akan mengajakmu kesana," jawab Aditya tanpa menolak.


" Benar?" tanya Felly tidak percaya.


" Apa aku terlihat bercanda?" tanya Aditya. Felly menggeleng.


" Hmmm, kalau begitu ayo kita pergi," ucap Aditya. Felly mengangguk-angguk dengan tersenyum.


Aditya dan Felly pun sudah meninggalkan tempat tersebut dan sekarang mereka berada di dalam mobil yang melaju di jalanan sepi dengan dataran tinggi yang di bawahnya langsung terlihat lautan yang udah dengan ombak-ombak yang sampai kebatu- batu.

__ADS_1


Atap mobil di biarkan terbuka agar bisa menikmati udara yang segar dan matahari yang cerah. Aditya menggunakan kaca mata hitam begitu juga dengan Felly. Bukan masalah gaya. Tetapi agar mata mereka tidak silau.


Tangan Felly di lentangkan seakan ingin menangkap udara. Angin yang terhembus kencang membuat rambutnya menari-nari sehingga beberapa kali tangannya harus menyelipkan rambutnya ke belakang telinganya karena angin membuat rambut indah itu menutupi wajah cantiknya.


Aditya melihat Felly sekali-kali dengan wajah Aditya yang juga tersenyum lepas. Mungkin melihat kebahagian Cherry juga membuatnya sangat bahagia dan begitu damai.


" Aku boleh berdiri?" tanya Felly. Aditya mengangguk dan Felly langsung melanjutkan aksinya langsung berdiri dengan melentangkan ke-2 tangannya memejamkan matanya dan menghirup udara dalam-dalam dan Aditya hanya tersenyum dengan kebagian Felly yang benar-benar simpel tetapi dia juga ikut merasakan kebahagian itu.


Tidak lama akhirnya mereka sampai di pantai. Di mana bukan hanya mereka yang ada di sana banyak juga pasangan yang ada di sana yang mungkin juga sedang pacaran dan menikmati semua keindahan di pantai tersebut.


Felly dan Aditya tidak memakai alas kaki berjalan santai dengan tangan yang saling menggenggam dengan wajah jangan tanya yang penuh Kebahagian.


" Gula-gula kapas," ucap Felly menunjuk abang-abang penjual gula-gula kapas. Tidak meminta izin pada Aditya. Felly langsung lari untuk membelinya. Aditya mendengus lalu mengikuti Felly. Di mana Felly sudah memegang apa yang di belinya.


" Makasih, Pak," ucap Felly yang langsung menikmatinya.


" Kamu mau?" tanya Felly.


Gula-gula kapas sangat cepat habis sampai mereka yang sama-sama menikmati. Di mana wajah Aditya sudah mendekati Felly dan mungkin bibirnya akan sampai pada bibir Felly. Dengan gigitan terakhir hampir hal itu terjadi.


Tetapi Felly langsung membekap mulut Aditya dengan geleng-geleng. Namun Aditya tampak kesal dengan menaikkan 1 alisnya.


Felly tersenyum dan langsung mendorong Aditya. Dan langsung lari menghindari ciuman Aditya.


" Dasar," geram Aditya yang langsung mengejar Felly.


" Jangan lari Felly!" teriak Aditya yang mengejar istrinya dengan lari-larian manja.


Dunia terasa milik berdua. Di mana Felly yang selalu membuat Aditya kesal. Memancing Aditya dan sekarang dia berlari-lari di kejar-kejar Aditya di pinggir pantai seolah-olah hanya ada mereka berdua di sana sampai akhirnya Aditya mendapatkan Felly memeluk pinggangnya dari belakang mengangkatnya dan memutarkan Felly.


" Aditya aku bisa jatuh turunkan aku!" keluh Felly. Namun Aditya tidak peduli dan terus melakukannya.


Mereka menikmati kebersamaan berdua dengan dan bahkan sekarang mereka saling siram -siraman, kembali kejar-kejaran, sampai Felly berapa kali jatuh dan saat Aditya menguasai dirinya dan Aditya ingin menciumnya.

__ADS_1


Lagi-lagi Felly berhasil lolos dan lari-lari lagi. Dia benar-benar puas membuat suaminya marah.


Sekarang Aditya duduk di salah satu batu yang bisa di duduki dan Felly berada di pangkuannya dengan tangan Felly memegang pundak Aditya. Felly sedikit tinggi dari Aditya karena Felly ada di pangkuannya.


Aditya membelai-belai rambut Felly dan Menyinggirkan anak-anak rambut Felly yang menutupi wajah cantik itu.


" Kenapa belakangan ini kamu suka jahil?" tanya Aditya dengan suara beratnya.


" Tidak, kapan aku seperti itu. Itu hanya perasaan kamu saja," sahut Felly. Aditya mengusap-usap lembut pipi Felly dengan jarinya.


" Itu tidak perasaan ku. Tetapi memang jelas. Aku merasakan jika kamu sangat jahil," ucap Aditya. Felly hanya tersenyum menundukkan kepalanya dengan kening mereka yang saling menempel.


" Terima kasih sudah mengajakku kemari," ucap Felly. Aditya mengangguk senyum dengan mengecup bibir Felly. Kali ini Felly tidak jahil dia menerima kecupan itu Aditya tersenyum dan tidak mengecupnya saja. Aditya ingin mencium dalam.


Tetapi namanya Felly memang suka mencari gara-gara malah memundurkan kepalanya. Aditya memajukan wajahnya yang ingin meraih bibir itu. Felly tetap mundur Aditya tetap maju sampai akhirnya bibir itu di raihnya.


Aditya memegang pipi Cherry dan mencium bibir Cherry. Dengan perlahan Cherry memejamkan matanya dan menerima ciuman itu. Aditya yang mendapat izin langsung menelusuri isi di dalam mulut istrinya itu, ciuman yang semakin dalam.


Mereka berciuman dengan lembut dan saling menikmati di sekitar pantai yang juga banyak orang-orang di sana yang juga. Aditya dan Felly seakan tidak peduli apapun bagi mereka. Hanya mereka yang ada di dunia ini dan yang lain hanya mengontrak.


***********


Lain dengan kebahagian Felly dan Aditya yang memadu kasih dengan cinta dan penuh kebahagian.


Damar harus menghilangkan steres dengan dengan minum-minuman di Club malam bukannya berpikir untuk menyelesaikan masalah dia malah menghabiskan waktunya di sana.


Suara dentingan musik yang kuat dengan suasana Club yang kelap-kelip dengan lampu disko. Banyak orang-orang di sana yang benar-benar menghabiskan waktunya untuk menghilangkan penat atau bersenang-senang minum-minuman beralkohol menari sana sini sesuai irama musik DJ.


Tempat yang sangat menyengat dengan minuman beralkohol dan pastinya asap rokok di mana-mana. Sama dengan Damar yang juga terus meminum minuman beralkohol itu.


Bersambung


Entah sudah beberapa

__ADS_1


__ADS_2