
Setelah melakukan wajib lapor Aditya dan Felly sudah menghadap papanya. Tanu Anderson. Atau yang di kenal orang dengan Anderson.
" Jadi ini yang nama Anderson," batin Aditya yang memang baru melihat wajahnya sekarang.
Sebelumnya dia memang menyelidiki kasus papa Felly karena berhubungan dengan Wiliam Hartono salah satu pria yang memperkosa kakaknya. Makanya dia tertarik menyelidiki kasus itu kembali.
" Siapa namamu?" tanya Anderson pada Aditya.
" Aditya," jawab Aditya dengan datar.
" Kau serius ingin menikahi putriku?" tanya Anderson menatap Aditya dengan wajah serius. Sementara Aditya juga menatap Pria itu seperti meneliti.
" Benar, aku serius menikah dengannya," jawab Aditya dengan lantang tanpa ragu.
" Meski kau tau keadaan kami. Kau tau putriku hanya wanita biasa. Kami bukanlah orang kaya seperti kamu," ucap Anderson.
" Aku menikahinya. Bukan untuk mengambil kekayaannya. Jadi masalah harta itu tidak penting untuk ku," jawab Aditya
" Lalu bagaimana dengan keluargamu. Bukannya keluarga mu sangat terpandang. Bagaimana jika orang-orang tau kau menikahi putri dari anak seorang koruptor," ucap Andreson.
Felly mendengarnya mencoba untuk tenang dan tidak mewek. Hatinya sangat terluka jika melihat papanya yang semakin kurus berkata mengenai koruptor.
" Aku menikahi Felly sudah dengan keputusanku yang tepat. Jika Bapak tidak mengakui sebagai seorang koruptor, begitu juga dengan Felly yang tidak merasa ayahnya seorang koruptor. Lalu kenapa aku juga harus menganggap jika calon mertuaku adalah koruptor," ucap Aditya dengan kata-katanya yang berwibawa.
Kata-kata Aditya membuat Felly sampai melihatnya. Dia tidak percaya. Jika masih ada 1 orang yang di temuinya yang menganggap papanya bukan seorang koruptor.
" Jadi itu bukan alasanku untuk tidak menikah dengan Felly," lanjut Aditya. Felly masih terus melihatnya.
" Ternyata Putri ku sangat dekat denganmu," sahut Anderson tersenyum tipis. Saat mendengar kata-kata Aditya yang menganggapnya bukan koruptor.
" Tolong jaga putriku. Aku sudah merusak masa depannya. Aku berharap. Jika kau menikahinya kau memberinya kebahagian dan akan menjaganya. Aku berharap jika kau masih bisa mewujudkan mimpinya yang sudah ku rampas," ucap Anderson yang terus merasa bersalah pada papanya.
" Pa," sahut Felly memegang tangan papanya. Dia tidak mau papanya terus merasa bersalah.
" Sayang. Kamu harus patuh pada suami kamu. Papa merestui kalian. Semoga pernikahan lancar dan rumah tangga kamu akan selalu utuh selamanya," ucap Anderson membuat mata Felly bergenang.
" Iya pa," jawab Felly. Harapan papanya tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.
" Ya sudah! terima kasih sudah mengunjungi ku," kalian boleh pulang. Sekali lagi aku berterima kasih. Menerima putriku apa adanya. Tetap jaga dia. Aku hanya memintamu untuk tetap menjaganya," ucap Andrson yang terus berpesan.
" Iya aku akan menjaganya," jawab Aditya. Anderson tersenyum ketika melihat ada Pria yang benar-benar tulus kepada putrinya. Mungkin Anderson tidak ada yang tau bagaimana Aditya.
Anderson hanya melihat Aditya adalah pria yang sangat tulus. Dan percaya akan bisa menjaga putrinya yang pasti sudah menderita dalam banyak hal karena skandal yang di alaminya.
*************
__ADS_1
Aditya dan Felly sudah selesai menjenguk papanya. Dan mereka akan melanjutkan untuk pulang kerumah. Aditya dan Felly berjalan melewati koridor-koridor kantor polisi untuk menuju parkiran.
" Aku mau ketoilet sebentar," ucap Felly menghentikan langkahnya.
" Jangan lama-lama," ujar Aditya.
" Iya," jawab Felly langsung pergi.
" Kenapa aku merasa jika memang benar kata Bion ada sabotase dalam kasus papanya Felly," batin Aditya yang tiba-tiba kepikiran dengan masalah Anderson.
" Aku harus segera secepatnya mengetahui titik permasalahannya. Aku tidak akan membiarkan semuanya lama-lama. Wiliam Hartono juga sudah cukup hidup damai. Bukannya sekarang harus menyusul temanmu itu," batinnya lagi dengan sinis yang benar-benar punya rencana banyak.
***********
Felly mencuci wajahnya di wastafel dan melihat cermin.
" Kenapa Aditya seperti tau sesuatu. Dia memang sangat aneh. Seakan tau semuanya," batin Felly kebingungan.
" Dia juga berbicara dengan papa sangat manis dan seolah-olah sangat meyakinkan. Ya dia memang pintar bersandiwara," Felly terus bergerutu di dalam hatinya. Yang menganggap Aditya hanya bersandiwara.
Setelah memperbaiki riasannya sedikit. Felly keluar dari kamar mandi dan menghampiri Aditya yang pasti sedang menunggunya.
Memang benar Aditya sedang menunggunya di samping mobilnya. Dia sangat gelisah menunggu Felly yang tak kunjung datang.
" Lama sekali dia, apa dia tidur di dalam toilet," cicit Aditya kesal yang terus melihat jam tangannya.
" Mark, bukannya dia laki-laki yang dulu 1 hotel dengan Felly," batin Aditya mengingat jelas siapa pria tersebut.
" Pak Aditya apa kabar?" tanya Pria itu membuat Aditya terkejut karena melamun.
" Ohhhh, baik," jawab Aditya.
" Sedang apa di sini?" tanya Mark.
" Sedang....."
" Mas, sudah selesai," sahut salah seorang wanita yang menghampiri mas. Wanita yang sekitar berusia 40 tahunan.
" Oh, iya sudah, sayang," jawab Marka.
" Oh iya Pak, Aditya kenalkan ini istri saya," ucap Pria itu mengenalkan istrinya. Aditya sangat terlihat bingung seperti ada yang di pikirkannya.
" Aditya," ucap Aditya memperkenalkan dirinya.
" Mawar," jawab istri dari Mark.
__ADS_1
" Tuan Mark, ada keperluan apa di sini?" tanya Aditya kepo.
" Ohhhh, saya sedang menjenguk teman saya, Anderson," jawab Mark. Mendengarnya Aditya langsung kaget. Nama yang di katakan dari kliennya itu sama dengan nama orang yang baru di temuinya tadi calon mertuanya.
" Om, Mark. Tante mawar," sapa Felly yang tiba-tiba datang.
" Felly," mawar dengan wajah bahagianya langsung memeluk Felly.
" Ya ampun sayang, Tante sudah lama tidak menemui kamu. Kamu lagi jenguk papa kamu?" tanya mawar melepas pelukannya.
" Iya Tante. Tante sama Om juga lagi jenguk papa?" tebak Felly.
" Iya sayang, tante kangen sama kamu. Kenapa tidak menunggu Tante kemarin. Padahal Om kamu bilang kamu baru aja pergi," ucap Mawar seakan menyesalkan tidak bisa menemui Felly.
Sementara Aditya sudah pelongo- pelongo penuh kebingungan.
" Maaf Tante, kemari Felly jatuh dan minuman Om terkena tubuh Felly. Saat membersihkan di kamar mandi. Kerannya malah rusak dan menyemprot Felly. Karena sudah basah kuyup jadi Felly memilih pulang tanpa menunggu tante. Tapi pesan tante. Felly sampaikan kok sama papa," jelas Felly alasannya pergi dark hot tempat Mark dan istrinya menginap.
Sekalian penjelasan itu juga untuk Aditya yang sudah memikirkan buruk tentangnya. Karena mendapatinya berada di kamar hotel.
" Ya sudah tidak apa-apa sayang. Yang penting Tante sudah bertemu kamu," sahut nawar.
" Kalian saling kenal," sahut Aditya penasaran.
" Oh iya, Felly anak dari teman kami. Sudah dia anggap sebagi putri kami sendiri. Dia sudah bersama kami dari kecil. Merupakan harta kami satu-satunya," jawab Mark.
" Iya, Om Mark sama Tante mawar sudah seperti orang tua kandung ku sendiri. Sewaktu kecil aku sering bersama mereka bergantian dengan keluargaku. Kadang sebulan bersama mereka dan sebulan bersama keluarga ku," sahut Felly menjelaskan lebih detail.
Penjelasan itu seakan menampar Aditya yang suka berpikiran buruk tanpa ingin mengetahui apa yang terjadi. Aditya yang mendengarkan penjelasan itu hanya terdiam membisu.
" Jadi Felly berada di hotel itu karena itu," batin Aditya.
" Lalu Felly ini siapa pak Aditya?" tanya Mark.
" Dia calon istriku," sahut Aditya yang mengatakan apa adanya.
" Ya ampun serius, sayang selamat ya," ucap mawar ikut bahagia.
" Makasih Tante," sahut Felly.
" Hmmmm, ya sudah kami pulang dulu," ucap Aditya pamit.
" Oh iya," sahut Mark.
" Om, Tante, Felly pulang ya," ucap Felly pamit mencium punggung tangan Mawar dan Mark.
__ADS_1
" Iya sayang hati-hati ya," sahut Mawar.
Bersambung.