Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 93 Selalu ada.


__ADS_3

Rebecca dan Felly saling melihat. Mata Rebecca menatap Felly penuh kebencian. Sementara Felly melihat Rebecca penuh ketakutan. Bahkan Felly sampai keringat dingin.


" Aku tidak bisa memastikan wanita ini hamil atau tidak. Tapi tidak mungkin Aditya membeli susu bayi jika wanita ini tidak hamil," batin Rebecca merasa marah. Karena tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari Felly.


" Bagaimana ini apa yang harus aku lakukan," batin Felly yang penuh rasa khawatir.


Rebecca memajukan langkahnya membuat Felly semakin takut.


" Kau tidak akan menerima minumanku," ucap Rebecca. Felly menggelengkan kepalanya. Membuat Rebecca tersenyum sinis.


" Baiklah. Jika kau tidak mau meminum. Minuman mahal ini. Maka kau bisa mencium aromanya dengan lebih dekat," ucap Rebecca tersenyum sinis.


Byurrryy......


Tanpa aba-aba Rebecca menumpahkan minuman ke tubuh Felly dengan perlahan seperti aliran air mengalir membuat Felly kaget dan hanya dia mematung menerima air seperti aliran air shower.


" Baju mu yang mahal sangat cocok untuk minuman mahal itu Felly. Jangan pernah berpikir. Jika kau menikah dengan Aditya. Kau akan terbebas dari ku. Kau dengar wanita tidak tau diri. Bagiku kau hanya wanita miskin. Kampungan yang sangat menjijikkan yang tiba-tiba menjadi wanita berkelas dengan cara menjual dirimu," ucap Rebecca dengan sinis membuat air mata Felly jatuh dengan penghinaan Rebecca.


Padahal dia sudah menahan sedari tadi. Agar air mata itu tidak jatuh. Tetapi kata-kata Rebecca yang seharusnya terbiasa di dengar sangat menyakitkan. Dia hanya menerima saja dengan tangannya yang terus memegang dressnya.


" Kau tidak pernah sadar. Siapa dirimu," Rebecca memegang bahu Felly dan wajah Felly Sekarang berhadapan dengan Rebecca. Rebecca tersenyum puas dengan wajah yang menyedihkan itu.


" Kau adalah sampah. Kau sampah yang sangat kotor," tegas Rebecca melepaskan pegangan tangannya dari dagu Felly dengan kasar sampai wajah Felly langsung membuang kesamping.


Rebecca memegang pundak Felly dengan 1 tangannya. Membuat Felly semakin ketakutan dan air matanya semakin mengalir deras.


" Aku tau. Kau tidak menyukai bau minuman itu. Makanya. Aku harus membersihkannya dari kulitmu dan juga baju mahalmu," ucap Rebecca tersenyum miring. Membuat Felly yang heran dan kembali melihat Rebecca.


" Apa maksud Tante?" tanya Felly dengan bibir bergetar dengan kata-kata Rebecca yang terkesan menakutkan.


" Aku rasa air kolam renang ini cukup untuk membersihkan tubuhmu yang kotor itu. Sekalian air itu bisa menyadarkan mu dari mimpimu," sahut Rebecca melihat kolam renang yang di samping mereka. Membuat Felly terkejut mendengarnya.


" Jangan Tante. Felly mohon jangan lakukan itu," ucap Felly yang sudah tau jika Rebecca akan menjatuhkannya kedalam kolam renang.


" Shutt, jangan memohon seperti itu. Aku hanya ingin membantumu saja," ucap Rebecca tersenyum miring.

__ADS_1


Sementara Felly geleng-geleng dengan Rebecca yang benar-benar akan mendorongnya. Rebecca pun tersenyum dengan licik dan mendorong bahu Felly dengan telapak tangannya.


Tanpa mempedulikan Felly. Felly memejamkan matanya saat akan jatuh kekolam renang.


Tetapi tangannya yang panjang tiba-tiba tertarik dan membuatnya berada di awang-awang yang ingin jatuh.


Yang ternyata Aditya yang datang dan memegang lengan Felly sampai menggenggam erat- erat jemari Felly dan menariknya. Sampai Felly sudah berada di pelukannya. Felly baru bisa melepaskan napasnya setelah itu.


Rebecca yang melihat kehadiran Aditya tersentak kaget. Dia tidak percaya. Jika Aditya sudah ada di depannya.


" Sial kenapa dia bisa ada disini," batin Rebecca yang panik dengan keberadaan Aditya.


Sementara Felly yang berada di pelukan Aditya dengan debaran jantungnya yang tidak menentu dan mungkin Aditya bisa merasakan debaran jantungnya.


Felly membuka matanya perlahan. Wajahnya sudah berada di bidang dada yang sangat hangat. Felly mengangkat kepalanya dan melihat Aditya ternyata ada di dekapannya dan dia tidak jadi jatuh kekolam renang.


Aditya juga menurunkan pandangannya dan melihat wajah Felly yang pucat dan pasti ketakutan dengan Rebecca. Aditya juga melihat air mata istrinya. Yang seakan membuatnya marah.


Pandangan mata Aditya berpaling dari wajah Felly dan mengarah kearah Rebecca. Menatap ibu tirinya bak seorang Monster yang ingin mencabik-cabik wanita di depannya.


" Baru ku tinggal sebentar, kau langsung mengambil kesempatan untuk menyakitinya," ucap Aditya dengan sinis pada Rebecca.


" Kau pikir aku buta. Aku bisa melihat bagaimana kau ingin mendorongnya kedalam kolam renang," ucap Aditya geram sampai merapatkan giginya.


" Sial. Dia benar-benar tau apa yang ingin aku lakukan," batin Rebecca yang sekarang gantian yang ketakutan.


" Sepertinya kau menguji kesabaran ku. Apa kau ingin aku secepatnya mempercepat kematian putramu. Apa aku harus mengantarkan mayatnya seperti Pria biadap yang mati di tanganku yang kau suruh. Agar kau berhenti menggunakan tanganmu untuk menyentuhnya," ucap Aditya dengan penuh ancaman pada Rebecca.


" Apa maksud Aditya. Pria yang disuruh. Apa itu pria yang menculik ku dan apa itu suruhan Tante Rebecca," batin Felly yang kebingungan.


" Sialan dia selalu mengancamku. Di depan Felly. Anak ini seharusnya aku memusnahkannya," batin Rebecca mengepal tangannya.


" Aku peringatkan kau. Jika mataku sampai menangkap mu, melakukan hal itu. Aku tidak akan segan-segan akan melenyapkan mu. Lebih cepat dari apa yang kau pikirkan," ucap Aditya kembali memperingati.


" Ayo kita pergi dari sini," ucap Aditya menggenggam tangan Felly dan membawanya pergi.

__ADS_1


Rebecca masih diam di tempatnya dengan matanya yang melotot ingin keluar. Giginya yang merapat menahan kegeraman. Aditya saat melewati Rebecca menabrak bahu Rebecca dan sedikit mendorongnya. Rebecca yang kehilangan keseimbangan langsung terjatuh kekolam renang.


Byurrrr.


Felly menoleh kebelakang dan kaget dengan Rebecca yang sudah masuk kedalam sana. Sampai dia menutup mulutnya. Bahkan ada keinginan untuk menolong. Tetapi Aditya menarik genggamannya. Agar Felly tidak mempedulikan Rebecca.


" Dia memang seharunya harus membersihkan dirinya dari kotornya tubuhnya. Sangat pantas wanita sepertinya. Mendapatkan hal itu," batin Aditya tersenyum sinis.


" Siallll," teriak Rebecca memukul air dengan keras ketika dirinya sudah kecebur.


" Kurang ajar kamu Aditya. Aku akan membalasmu," teriak Rebecca dengan wajah memerah. Dia benar-benar marah di permalukan Aditya.


***********


Felly sudah duduk di atas kursi dan Aditya berjongkok di depannya dengan melap tubuh Felly dengan handuk putih membersihkan bekas air alkohol yang ada di tubuh dan baju itu.


" Kau memang selalu bikin susah. Kapan kau tidak menyusahkanku. Baru ditinggal sebentar sudah seperti ini," oceh Aditya yang marah-marah pada Felly. Sambil terus melap tubuh Felly dengan lembut.


Felly tidak berbicara dan diam saja. Bahkan hanya melihat wajah Aditya yang tampak marah kepadanya.


" Makanya lain kali. Jangan kemana-keman. Apa susahnya hanya berdiri di sampingku. Kau sudah tau dia wanita seperti apa masih saja mendekatinya," oceh Aditya lagi yang sekarang sudah melihat Felly. Aditya melihat Felly masih menjatuhkan air matanya.


" Aku akan menyiram matamu dengan air cabai. Jika kau hanya menangis untuk wanita sepertinya," ucap Aditya dengan wajah seriusnya. Felly langsung menyeka air matanya ketika mendengar ucapan Aditya.


" Jangan mengeluarkan air mata hanya untuk wanita sepertinya. Kau mengerti!" tegas Aditya. Felly mengangguk. Aditya kembali membersihkan tubuh dan baju Felly.


" Kenapa dia seperti ini. Padahal tidak ada orang. Dia tampak marah saat aku di sakiti Tante Rebecca," batin Felly yang terus menatap Aditya.


Meski Aditya terkesan sangar bak seorang Monster. Tetapi dia merasakan kelembutan hati Aditya yang juga tidak bisa di jelaskannya. Apa artinya itu.


Setelah selesai melap tubuh Felly, walau tidak sempurna bersih. Aditya membuka jasnya dan memakaikan pada Felly yang mungkin kedinginan. Aditya berdiri dan mengulurkan tangannya yang ingin di sambut.


" Ayo kita pulang. Ini sudah malam," ucap Aditya membuat Felly diam dan mendongak keatas hanya melihat Aditya saja.


" Kau masih ingin di sini," tegur Aditya membuat Felly membuyarkan lamunannya dan meraih uluran tangan itu. Lalu berdiri.

__ADS_1


" Dengarkan baik-baik. Lain kali berhati-hati dengan wanita itu," ucap Aditya memperingati istrinya. Felly mengangguk-angguk.


Bersambung.......


__ADS_2