Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 141 Penyelamatan


__ADS_3

Aditya dan Felly melanjutkan perjalanan mereka untuk menelusuri hutan. Dengan tangan mereka yang bergenggaman. Sambil melihat kekiri-kenan untuk mengawasi di sekitar mereka.


" Apa masih jauh untuk keluar dari tempat ini?" tanya Felly.


" Sebentar lagi," jawab Aditya. Sedari tadi Aditya memang bertanya sebentar lagi dan sebentar lagi. Mungkin memang itu untuk memberikan Felly semangat agar Felly tidak terlalu panik.


Sampai di tibanya Aditya dan Felly kembali berada di pinggir sungai yang airnya mengalir deras dengan banyak bebatuan yang besar-besar.


" Kita akan menyebrang," ucap Aditya melihat ke arah Felly. Felly melihat kesungai tersebut dan merasa ngeri.


" Sebrang?" tanya Felly. Aditya mengangguk dan melihat keraguan di wajah Felly.


" Kenapa, kamu takut?" tanya Aditya. Felly mengangguk.


" Bukannya itu sangat licin, bagaimana jika aku terjatuh," ucap Felly yang takut terpeleset.


" Kalau sudah tau seperti itu. Jadi saran ku harus hati-hati. Jangan bertingkah," ucap Aditya tampak ketus. Felly langsung mengkerutkan wajahnya.


" Sudah ayo, jangan membuang waktu kita harus cepat sampai," ucap Aditya. Felly mengangguk-angguk. Aditya dan Felly pun akhirnya pelan-pelan menelusuri sungai tersebut.


Pasti Aditya akan menjaga Felly. Karena tidak ingin terjadi apa-apa pada Felly apalagi sampai Felly harus jatuh. Karena kasihan pada bayi yang di kandung Felly dan juga pasti kasihan pada sang mamanya.


Aditya memang merasa. Jika jalan keluar ada di sebrang sungai sana. Makanya dia begitu yakin dan langsung ingin kesana. Agar mereka cepat kembali pulang.


Aditya dan Felly terus menelusuri sungai dengan genggaman tangan mereka yang sama sekali tidak lepas. Aditya benar-benar menjaga Felly dengan baik. Takut jika istrinya sampai kenapa-kenapa.


Sampai akhirnya mereka berhasil menyebrangi sungai dan Aditya membantu Felly untuk menaiki tebing yang tidak terlalu tinggi.


" Auhhhh," lirih Aditya saat dadanya tertancap kayu.


" Kau tidak apa-apa?" tanya Felly panik.


" Tidak apa-apa," jawab Aditya yang menarik kayu tersebut dari dadanya dan membuat Felly benar-benar ngeri dan panik. Lalu Aditya menyusul naik.


" Hhhhhh," keduanya sama-sama membuang napas panjang dan melihat di sekitar mereka dari kejauhan 30 meter mereka melihat kendaraan yang lewat yang sepertinya beberapa langkah lagi mereka benar-benar akan keluar dari hutan karena sudah hampir menemukan jalan.

__ADS_1


Aditya dan Felly saling melihat. Sehingga ada senyum tipis di wajah itu walau Felly sangat khawatir dengan luka baru pada Aditya. Saat ke-2nya merasa bahagia. Karena sebentar lagi benar-benar bisa kembali.


" Kita akan pulang?" tanya Felly. Aditya mengangguk. Felly tersenyum dengan kebahagiannya yang tidak percaya akan pulang setelah 2 hari di dalam hutan.


" Ayo," ucap Aditya. Felly mengangguk dan mereka melangkahkan kaki mereka dengan serentak.


Tetapi tiba-tiba saja. Aditya dan Felly harus menghentikan langkah mereka saat di depan tiba-tiba banyak orang.


Wajah Felly dan Aditya seketika menjadi panik dan refleks mundur selangkah dengan tangan Felly yabg semakin di genggam erat oleh Aditya.


" Aditya mereka," ucap Felly dengan suara seraknya. Suara yang jelas begitu takut dan tangan yang tadinya hangat itu berubah menjadi dingin dan wajah yang memang sudah pucat itu semakin bertambah pucat.


" Tenanglah, jangan takut," ucap Aditya yang mencoba menenangkan Felly.


" Mau lari kemana kalian," ucap salah satu pria yang berada di tengah yang terlihat sangat peteng-tengan.


Tetapi Aditya tidak melihat Leon orang yang di carinya selama ini dan pasti orang yang ingin di bunuhnya.


" Kurang ajar, apa yang harus aku lakukan," batin Aditya yang panik dan merasa tidak akan bisa melawan orang-orang itu.


Apa lagi Aditya melihat orang-orang itu membawa senjata tajam, sementara dirinya hanya dengan tangan kosong saja.


Aditya yang mendengarnya melebarkan matanya dan pasti geram dengan kata-kata itu. Aditya pun langsung pasang badan di depan Felly tanpa melepas genggaman tangan itu.


" Jangan berani menyentuhnya," ucap Aditya dengan tegas dengan matanya yang melebar memerah yang benar-benar ingin menerkam orang-orang tersebut.


Kata-kata Aditya membuat segerombolan orang-orang itu tertawa dengan penuh kemenangan.


" Tetapi kami menginginkannya. Kami ingin bersenang-senang dengannya," ucap salah satu pria itu dengan tawanya yabgebar yang membuat Aditya mengepal tangannya yang ingin menghajar langsung orang yang berani bicara itu.


" Ya Allah, aku mohon selamatkan kami. Jangan biarkan aku dan Aditya sampai kalah dengan mereka. Aku mohon lindungi Aditya. Aku sangat takut terjadi sesuatu padanya pada bayiku," batin Felly yang berserah diri pada ilahi. Dengan 1 tangannya yang memegang perutnya.


Hampir ingin selamat. Tetapi ternyata tidak orang-orang yang berusaha untuk membunuh merela langsung ada di sana dan pasti jumlah itu hanya akan membuat Aditya kalah.


Sebenarnya Aditya bisa melawannya. Tetapi Karena ada Felly. Takut mereka akan mengambil kesempatan membawa Felly dan Aditya tidak bisa menyelamatkan istrinya.

__ADS_1


" Hajar, dia!" perintah Pria yang sedari tadi hanya berbicara terus. Orang-orang tersebut yang mulai maju dengan perlahan dan Felly dan Aditya mundur perlahan.


" Aditya, bagaimana ini?" tanya Felly semakin takut


" Jangan takut. Tidak akan ada yang terjadi. Semuanya akan baik-baik saja," ucap Aditya yang terus menenangkan Felly.


Tetapi bagaimana mungkin bisa tenang mereka terus melangkah dengan wajah mereka yang penuh kemenangan.


" Hentikan!" teriakan seorang Pria yang menggelegar yang membuat orang-orang tersebut menghentikan langkahnya dan berbalik badan ingin tau siapa yang sudah menghalangi pekerjaan mereka.


Aditya dan Felly juga melihat siapa yang berteriak itu dan Felly merasa suara teriakan itu sangat tidak asing.


" Kak Andre," ucap Felly yang kaget melihat kakaknya yang berdiri dengan tegap dan banyak orang-orang di belakangnya yang dia tidak tau siapa itu.


" Andre," ucap Aditya yang juga heran yang tidak percaya jika Andre akan datang dan sudah ada di sana.


" Kenapa Andre bisa ada di sini," batin Aditya heran.


Aditya semakin heran melihat orang-orang yang di belakang Andre beberapa dari orang-orang itu adalah orang yang di kenalnya yang tak lain adalah orang-orangnya.


" Sial, siapa kalian," teriak Pria yang sedari tadi bicara itu.


" Hajar mereka!" teriak Andre dengan lantang dan tanpa aba-aba orang-orang yang datang bersama Andre langsung menghajar dan terjadilah baku hantam di sana. Sementara Andere berlari mendekati adiknya.


" Felly kamu tidak apa-apa?" tanya Andre memegang ke-2 pundak adiknya dan melihat adiknya apa ada yang luka atau tidak. Andre juga langsung memeluk adiknya dengan erat.


" Tidak kak, Felly tidak kenapa-kenapa," jawab Felly yang juga memeluk kakaknya yang pasti dia sangat lega karena ada sang kakak di sampingnya yang membuatnya benar-benar tenang. Andre melepas pelukan itu dari adiknya dengan wajahnya yang masih panik. Andre mencium kening Felly lembut.


" Maafkan kakak, kakak datang terlambat," ucap Andre yang merasa bersalah dengan matanya yang berkaca-kaca yang benar bersalah karena sampai membiarkan adiknya seperti itu.


" Tidak kak, kakak tidak salah. Dengan kakak datang, itu sudah penyelamat untuk Felly dan Aditya," ucap Felly dengan air matanya menetes melihat ke arah Aditya yang tampak diam saja melihat mereka berdua.


" Kamu tidak apa-apa Aditya?" tanya Andre.


" Aku tidak apa-apa," jawab Aditya.

__ADS_1


" Syukurlah kalian benar-benar baik-baik saja," sahut Andre yang merasa lega.


Bersambung.


__ADS_2