Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 298 pesan terakhir.


__ADS_3

Rebecca yang terkena tembakan yang juga tergeletak berusaha untuk mencoba duduk. Melihat Baskoro sibuk dengan Aditya dan Elia yang main tangisan membuat Rebecca mengambil kesempatan.


Rebecca mengambil pistol yang tidak jauh darinya dan mengarahkan kepada punggung Aditya yang mana, Elia dan Aditya memang membelakanginya.


Baskoro yang melihat hal itu langsung kaget. Di saat dia melihat Rebecca ingin menarik pelatuk pistol dengan cepat Baskoro mendorong Aditya dan Elia dan mengambil pistol dan menebak Rebecca.


Dorr Dorr dorr, dorr saling tembak terjadi Antara Rebecca dan juga Baskoro.


" Papa!" teriak Elia yang melihat pertumpahan darah di antara papa dan Rebecca. Aditya juga menyaksikan hal itu melotot yang tidak bisa bergerak.


Damar meneteskan air matanya saat melihat sang mama yang duduk dan ayahnya yang duduk dan saling menembak di tubuh mereka dengan darah yang bertumpahan.


Sampai akhirnya peluru terakhir Baskoro habis dan di tubuh Rebecca dan membuat Rebecca tergelatak dengan tumpahan darah. Baskoro tersenyum melihatnya dengan muntahan darah yang keluar dari mulutnya.


Baskoro juga akhirnya tergelatak yang tersenyum. Merasa puas di mana sebelum dia mati Rebecca sudah mati terlebih dahulu di tangannya.


" Papa!" teriak Elia yang berlari menghampiri papanya yang begitu juga dengan Aditya.


" Pah, bangun, pah," ucap Elia dengan wajah paniknya melihat tubuh sang ayah sudah di penuhi darah.


" Elia, hiduplah dengan tenang. Jalankan hidup kamu dengan baik. Kalian berdua bahagialah. Karena kalian tidak akan melihat orang seperti ku lagi yang mengganggu kehidupan kalian. Hanya ini Elia yang bisa papa lakukan untuk memberimu keadilan. Maafkan papa Elia," ucap Baskoro yang kesulitan bicara di mana Elia sudah meletakkan kepala sang ayah di pahanya.


" Papa harus hidup. Elia ingin keluarga kita kembali lagi. Ayo pah bangun. Kita harus mulai semua dari awal," ucap Elia menagis sengugukan.


" Tidak Elia. Ini sudah waktunya papa mempertanggung jawabkan perbuatan papa di atas sana," sahut Baskoro menahan sakit tetapi masih bisa tersenyum.


" Aditya. Jagalah terus kakakmu. Papa bangga memiliki anak seperti mu. Maaf untuk semuanya," ucap Baskoro.


" Lupakan semuanya pah. Aku sudah memaafkan semuanya," sahut Aditya dengan air matanya yang mengalir yang memegang kuat tangan Baskoro.


Basko memiringkan kepalanya melihat ke arah Damar yang tergelatak tidak jauh di sampingnya. Di mana Damar menahan sakit dengan tembakan di dadanya dan juga air matanya yang mengalir melihat papanya.


" Kamu tetap anakku. Maaf aku juga gagal menjadi ayah untukmu. Kamu menjadi anak yang salah karena didikan wanita yang salah," ucap Baskoro. Damar menganggukkan matanya yang tidak bisa berbicara apa-apa.


" Aditya. Dia adalah saudaramu. Berdamaila padanya. Dia juga adikmu. Kalian harus saling menjaga," ucap Baskoro berpesan. Aditya melihat kearah Damar.


" Iya pah," sahut Aditya. Baskoro tersenyum. Melihat satu persatu anaknya itu. Dari Elia, Aditya dan Damar. Lalu perlahan memejamkan matanya.


" Pah, pah, pah," lirih Elia yang yang panik.


" Papa!" teriak Elia memeluk papanya. Aditya mengecek nadi Baskoro. Aditya menunduk lemas dengan air matanya mengalir yang mana Baskoro sudah tiada.

__ADS_1


Damar juga menagis dengan melihat kematian ke-2 orang tuanya di depannya yang saling membunuh.


Liu, Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu Liu


Suara sirene polisi pun terdengar kuat dan banyaknya mobil polisi yang terparkir dan anggota ke polisian langsung keluar dari mobil dan berlari ke lokasi pertumpahan darah itu.


2 mobil BMW hitam juga ada di sana. Yang mana terlihat Lusi dan Laura yang keluar dari mobil. Laura yang sudah di lihat terkejut dari kejauhan melihat Rebecca yang sudah tewas dengan banyaknya darah memenuhi tubuhnya.


Laura juga melihat Aditya yang memeluk Elia di samping Baskoro yang juga sudah tiada. Dan yang paling mengejutkan untuk Laura. Laura melihat Damar yang juga tergelatak.


" Damar!" teriak Laura yang berlari menghampiri lokasi tersebut. Untuk memastikan kondisi pria yang di cintainya.


Di mobil yang satunya. Felly, keluar dengan Baskoro dan juga Andre. Begitu melihat suasana itu. Felly juga yang panik langsung mencari keberadaan suaminya.


Felly melihat Rebecca yang dengan matanya terbuka lebar yang sudah tidak bernyawa yang membuatnya ngeri dan melihat Baskoro yang juga sepertinya sudah tewas.


" Aditya?" lirih Felly memegang pundak suaminya. Aditya melihat ke belakang dan melihat istrinya. Felly berjongkok dan langsung memeluk Aditya dengan erat. Dia sangat bersyukur suaminya tidak apa-apa.


Sementara Laura panik sudah berada di samping Damar dengan meletakkan kepala Damar di pahanya dan memegang kuat tangan Damar.


" Aku tidak apa-apa. Aku sudah berjanji untuk kembali padamu," ucap Damar dengan kesulitan bicara.


" Tidak apa-apa. Bagaimana kamu terluka Damar. Lihat apa yang terjadi padamu. Kamu terluka parah," ucap Laura yang menagis sengugukan dengan paniknya melihat kondisi Damar.


" Bagaimana aku tidak menyusulmu. Lihat apa yang terjadi padamu. Aku ketakutan. Kamu harus bertahan Damar. Kamu bertahan demi anak ini," ucap Laura yang benar-benar begitu takut. Damar mengangguk dengan senyumnya yang masih bisa keluar. Memegang pipi Laura menyeka air mata itu.


" Aku mencintaimu Laura aku sangat mencintaimu," ucap Damar yang tersenyum mengatakan cinta di tengah-tengah kritisnya.


" Aku juga mencintaimu. Bertahanlah Damar!" lirih Laura. Damar mengangguk dan memejamkan matanya dengan perlahan.


Hak itu membuat Laura panik dan ketakutan dengan apa yang terjadi pada Damar.


" Damar! Damar! Damarrrrrr!" teriak Laura.


Teriakan Laura membuat Aditya melepas pelukannya dari Felly dan Aditya langsung menghampiri Damar dengan cepat Aditya mengecek nadi Damar dengan wajahnya yang juga panik.


" Dia masih hidup," ucap Aditya dengan bernapas lega.


" Aditya tolong, tolong Damar," ucap Laura yang kepanikan.


" Kita harus membawanya Kerumah sakit," ucap Aditya memutuskan.

__ADS_1


" Iya ayo kita bawa," sahut Laura yang kepanikan.


Ambulan juga datang di saat yang tepat dan langsung berlari untuk membawa Damar yang satu-satunya masih hidup. Yang terluka parah. Laura ikut masuk kedalam mobil ambulan.


Felly menghampiri Aditya yang di dekat mobil ambulan dan memegang lengan suaminya. Aditya menghadapnya dan memeluk istrinya itu kembali.


" Maafkan aku. Aku tidak bermaksud membuatmu menangis kemarin," ucap Aditya merasa bersalah. Felly mengangguk-angguk dan memeluk erat suaminya.


Lokasi kejadian pun sudah di beri tanda garis polisi. Baskoro berada di tengah-tengahnya dan melihat menantunya yang di masukkan kedalam kantung mayat. Mata Rebecca bahkan masih terbuka, Baskoro memejamkan matanya dengan membuang napasnya perlahan.


Baskoro melihat ke arah putra semata wayangnya yang juga di masukkan kekantung mayat. Sebagai ayah tidak mungkin jika air matanya tidak menetes untuk melihat kematian putranya yang tragis itu.


Elia juga masih menangis yang terduduk dan Bion menghampirinya mengajak Elia untuk pergi. Seolah Bion memberinya kekuatan dan Elia memang sangat menurut.


Baskoro juga melihat Aditya dan Felly yang berpelukan. Di mana Felly yang memberikan suaminya kekuatan dalam pelukan itu.


Baskoro juga melihat ke arah mobil ambulan yang pintunya belum di tutup. Melihat Laura yang menagis berusaha membangunkan Damar.


" Dendam hanya akan membuat pertumpahan darah. Ketika memiliki dendam harus siap dengan kehilangan. Siap dengan air mata yang mengalir deras," batin Baskoro yang menarik kesimpulan dalam tragisnya drama keluarganya itu.


************


Rumah sakit.


Mayat Rebecca dan Baskoro masih di proses untuk pemakaman dengan cepat, sementara untuk Damar masih berada di ruangan ICU.


Di mana Dokter sedang menanganinya untuk mengeluarkan peluru dari tubuhnya. Di depan ruangan ICU. Laura yang menunggu dengan panik yang juga di sana ada Elia, Bion, Lusi, Felly dan Aditya. Mereka khawatir dengan kondisi Damar.


" Ya Allah aku mohon berikan Damar kesempatan untuk hidup," batin Laura yang begitu cemas dengan beberapa kali Laura mengigit jarinya pertanda jika dia sangat ketakutan.


" Laura, tenanglah semuanya akan baik-baik saja," ucap Lusi yang tampaknya membuka jalan untuk hubungan Laura dan Damar. Laura langsung memeluk mamanya.


" Laura takut mah," ucap Laura yang kembali mewek.


" Tidak akan terjadi apa-apa. Pria bodoh itu mana mungkin mati meninggalkanmu," sahut Lusi yang masih ketus saja. Tapi terlihat caranya bicara dia merestui putrinya itu.


Aditya dan Felly saling melihat dengan terukir senyum tipis di wajah mereka. Tangan mereka juga saling menggenggam kuat. Namun Felly melepasnya seketika dan menghampiri Elia yang duduk dengan menunduk dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya.


Felly menghampirinya duduk di samping Elia. Memegang bahu Elia, Elia mengangkat kepalanya dan Felly langsung memeluk kakak iparnya itu untuk memberinya kekuatan dengan duka yang di alami kakaknya itu.


" Papa sudah tenang kak," ucap Felly. Elia mengangguk dengan memeluk erat Felly.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2