Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps. 69. Bertemu calon kakak ipar.


__ADS_3

Elia marah besar. Karena pernikahan adiknya harus di ketahuinya dari media. Aditya memang belum membicarakan pernikahan itu dengan kakaknya. Karena takut kakanya banyak pertanyaan.


Menurut Aditya itu juga hanya menikah biasa saja dan dia melakukan itu hanya untuk balas dendam. Merasa tidak perlu memperkenalkan Felly.


Karena Felly bukan wanita yang di cintainya. Bukan wanita yang di pilihnya untuk pernikahan yang sebenarnya. Jadi tidak perlu untuk mengenalkan Felly.


Tetapi tidak di sangka nya. Kakaknya sangat marah dengan apa yang di lakukan Aditya. Dia harus mengetahui berita pernikahan itu dari media dan pasti akan membuatnya marah semarah-marahnya.


" Maaf kan Aditya kak, Aditya tidak bermaksud memberitahu kakak. Pernikahannya sangat mendadak dan Aditya belum sempat memberi tahu kakak. Jika Aditya akan menikah," ucap Aditya mencari alasan pada sang kakak yang sedang merajuk.


" Bohong. Kamu memang tidak menganggap kakak ada. Makanya kamu tidak memberi tahu kakak dan membiarkan kakak. Harus bertanya-tanya. Apa itu benar atau tidak. Kamu sangat jahat Aditya," ucap Felly yang benar-benar marah pada Aditya.


" Kak, Aditya tidak berbohong. Aditya mohon kakak jangan seperti ini," ucap Aditya.


" Tidak bohong kamu bilang. Bisa-bisanya kakak tidak tau kamu berhubungan dengan seorang wanita dan kamu bahkan menikah dan kamu masih bilang tidak bohong," ucap Felly yang benar-benar kesal dengan adiknya.


" Kak sudahlah. Maafkan asitya. Sekarang Aditya sudah membawanya. Ayo mari bertemu dengannya," ucap Aditya yang terus membujuk kakaknya. Elia menoleh ke arah Aditya.


" Apa dia ada sini?" tanya Elia yang penasaran.


" Iya. Dia ada di sini?" jawab Aditya.


" Kenapa kamu menikah dengannya?" tanya Elia. Aditya terdiam. Karena memang dia tidak punya jawaban untuk hal itu.


Tidak mungkin dia mengatakan jika menikahi Felly hanya untuk memperalat Felly. Agar semua dendamnya tercapai. Yang ada kakaknya akan marah. Karena sebelumnya sang kakak juga sudah mengingatkannya. Tentang hal itu.


" Aditya. Kenapa kamu diam? apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan?" tanya Elia. Dia memang wajar kaget dengan adiknya yang tiba-tiba akan menikah.


" Kenapa kakak bertanya seperti itu. Jika aku menikah dengan kekasihku. Bukankah itu suatu komitmen yang sudah kami bahas sebelumnya dan memutuskan untuk menikah. Jadi kakak tidak perlu bertanya alasan kenapa aku menikahinya," ucap Aditya.


" Jadi kamu tidak akan menjawab alasan kamu menikah dengannya. Apa kamu hanya berkomitmen untuk menikah makanya itu menjadi alasan kamu untuk menikah. Atau kamu mencintainya. Makanya kamu memilih menikah dengannya," ucap Elia.


" Kak," tegur Aditya.


" Katakanlah! di mana di antara ke-2 itu. Kamu mencintainya atau hanya sekedar komitmen?" tanya Elia.


Aditya meraih ke-2 tangan kakaknya, dan menggenggamnya dengan ke-2 tangannya. Menatap mata kakaknya yang penuh keraguan kepadanya.


" Kakak tidak mempercayaiku?" tanya Aditya. Elia menggelengkan kepalanya.


" Katakan apa alasan kamu menikah dengannya?" tanya Elia lagi.


" Aku mencintainya. Makanya aku menikah dengannya," jawab Aditya dengan lancar.


Berharap kebohongannya menikahi wanita itu. Tidak membuat sang kakak mencurigainya.


" Kamu mencintainya?" tanya Elia.

__ADS_1


" Iya aku mencintainya. Makanya aku menikahinya," jawab Aditya yang berusaha menyakinkan sang kakak.


" Apa kakak bisa percaya?" tanya Elia ragu. Aditya mengangguk.


" Kakak harus percaya. Karena aku tidak pernah bohong. Aku mencintai Felly. Dan memutuskan untuk menikah dengannya," 3 kali Raihan mengungkapkan kata itu. Malaikat pasti sudah menulisnya dan mungkin akan mengabulkan suatu saat. Kalau Aditya mencintai wanita yang di peralatannya.


" Jadi namanya Felly?" tanya Elia. Yang baru mendengar nama calon istri adiknya.


" Iya namanya Felly. Dia sedang menunggu di bawah. Kalau kakak tidak keberatan ayo temui dia," ucap Aditya.


" Apa dia cantik?" tanya Elia.


Aditya bingung harus mengatakan apa. Kalau di katakan jelas Felly sangat cantik. Tetapi apa iya dia harus mengatakan kepada kakaknya. Jika Felly cantik.


" Aditya, kenapa dia, apa Felly cantik?" tanya Felly.


" Iya dia sangat cantik," jawab Aditya, " Ayo kita temui," ajak Aditya. Elia mengangguk. Akhirnya usaha Aditya untuk membujuk kakaknya akhirnya berhasil.


**************


Sementara Felly masih menunggu di ruang tamu. Dia gelisah dan sebentar-sebentar. Melihat arloji di tangannya yang menunggu Aditya yang tak kunjung datang.


" Sebenarnya ini tempat siapa. Kenapa dia mengajakku kemari?" tanya Felly yang benar-benar bingung. Sedari tadi kepalanya berkeliling melihat ruangan itu yang tak kunjung menemukan orang lain.


Tiba-tiba orang yang ditunggu Felly pun muncul. Aditya yang datang bersama seorang wanita yang membuat Felly kebingungan.


" Siapa wanita itu?" tanya Felly di dalam hatinya bingung.


Aditya sudah berdiri di samping Felly dan meletakkan tangannya di pundak Felly membuat Felly bingung.


" Apa lagi yang di lakukannya?" tanya Felly di dalam hatinya dengan sikaf Aditya yang pasti bersandiwara penuh.


" Kenalin kak, ini Felly calon istriku," ucap Aditya.


" Kakak. Apa ini kakaknya," batin Felly dengan tersenyum penasaran.


" Hay, aku Elia, aku kakak Aditya," sahut Elia dengan ramah menyapa Felly.


" Jadi benar ini kakak Aditya. Wanita yang kemarin menjadi bahan pertengkaran. Jadi kakak Aditya masih hidup. Lalu kenapa Aditya tidak mengijinkan papanya untuk menemuinya," batin Felly benar-benar bingung.


" Kamu tidak memperkenalkan diri kamu?" tegur Aditya agak memegang kuat bahu Felly. Agar calon istri palsunya itu tidak diam saja.


" Oh maaf, aku Felly," sahut Felly yang kurang fokus.


" Benar kata Aditya. Kamu sangat cantik," ucap Elia yang langsung memuji Felly.


" Apa dia, mengatakan aku sangat cantik. Aissss paling cuma sandiwara," batin Felly yang sudah tau.

__ADS_1


" Kenapa juga kakak harus mengatakan itu yang adanya dia akan kegeeran," batin Aditya kehilangan harga diri. Karena sudah memuji Felly.


" Ya sudah, ayo duduk kembali," ucap Elia mempersilahkan.


" Iya kak, terima kasih," sahut Felly yang akhirnya duduk.


" Kamu mau minum apa biar kakak buatkan?" tanya Elia yang benar-benar sangat ramah.


" Tidak usah kak. Tidak perlu. Jangan repot-repot," tolak Felly yang benar-benar tidak ingin di repotkan.


" Siapa yang repot, tunggu sebentar. Kakak akan membuatkan kamu minumannya," ucap Elia yang langsung pergi.


" Tepi kak," ucap Felly yang merasa tidak enak.


Felly menoleh kearah Aditya yang menatapnya dengan sinis.


" Ada apa?" tanya Felly bingung.


" Dengar ya Felly. Jangan sampai kamu mengatakan hal yang tidak-tidak kepada kak Elia. Jika kamu membicarakan sesuatu. Maka kamu tau sendiri akibatnya," ucap Aditya mewanti-waniti terlebih dahulu sebelum Felly bicara yang tidak-tidak dan pasti akan menggunakan ancaman dulu kepada Felly.


" Jadi dia juga takut dengan kakaknya?" batin Felly. Seakan punya satu tongkat lagi.


" Kamu mendengarku atau tidak?" tanya Aditya.


" Hmmm, aku mendengarkan mu. Sangat mendengarmu," jawab Felly dengan ketus.


" Awas saja. Kalau kau banyak tingkah. Kau benar-benar akan berakhir di tanganku," ucap Aditya mengancam kembali.


********


Setelah berbincang-bincang cukup lama dengan sang kakak. Akhirnya Aditya berpamitan pulang. Felly sudah berada di dalam mobil. Sementara Aditya masih bersama kakaknya di depan pintu berpamitan.


" Aditya. Maaf ya kakak tidak bisa datang di hari pernikahan kamu," ucap Elia yang memang tidak mungkin menghadiri acara pernikahan sang adik. Karena Aditya juga pasti tidak mengijinkannya.


" Iya kak. Aku tau. Aditya minta maaf soal itu," sahut Aditya.


" Jangan meminta maaf. Kamu tidak salah apa-apa. Semuanya memang sudah seperti itu," ucap Elia.


" Ya sudah Aditya pergi dulu. Ini sudah malam," ucap Aditya pamit.


" Iya. Kamu jaga Felly. Ingat jangan menyakitinya. Kakak berharap pernikahan kalian tetap utuh," ucap Elia dengan wajah seriusnya.


" Iya kak pasti Aditya akan menjaganya dan tidak akan menyakitinya," jawab Aditya meyakinkan kakaknya.


" Kakak percaya sama kamu. Karena kamu tidak akan mungkin mengecewakan kakak," ucap Elia.


" Iya kak. Ya sudah Aditya pamit pulang dulu," ucap Aditya.

__ADS_1


" Iya hati-hati," ucap Elia. Aditya mengangguk dan langsung pergi.


Bersambung......


__ADS_2