Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 155 Perhatian mama yang berpindah.


__ADS_3

Dugaan Felly benar, mobil Aditya berhenti di depan rumahnya. Rumah mamanya, wajahnya yang kesal langsung berubah senyum sedikit.


" Aku ingin menemui adik ipar ku yang cantik itu, aku merasa sangat merindukannya," ucap Aditya tersenyum miring dan Felly langsung melihat dengan cepat ke arah Aditya. Wajah Felly langsung berubah menjadi kesal dengan kata-kata Aditya.


" Kau benar-benar, laki-lakinya mesum. Semuanya ingin kau dekati. Kau memang tidak sadar siapa kau," ucap Felly yang kembali marah-marah dengan Aditya.


" Itulah gunanya punya wajah tampan," sahut Aditya sambil membuka seat belt nya.


" Tampan juga kalau bikin resah, tidak akan ada untungnya," sahut Felly geram. " Awas saja ya, kalau kau macam-macam dengan adikku," ucap Felly dengan nada mengancam.


Aditya dengan santai menggedikkan bahunya. Lalu Aditya langsung keluar dari mobil. Sementara Felly masih geram dengan Aditya.


" Ishhhh, dia pikir dia siapa bisa suka-sukanya kepada orang lain. Dia pikir dia sudah selaku itu apa," ucap Felly dengan kesal. Lalu pun langsung membuka mobil menyusul Aditya.


Aditya dan Felly sudah berdiri saling berdampingan. Aditya dan Felly saling melihat. Dan pasti Felly menatap kebencian dan Aditya pasti melihat dengan tatapan dengan menyunggingkan senyumnya.


Felly pun berjalan terlebih dahulu dan meninggalkan Aditya. Felly mengetuk pintu dan Aditya sudah berdiri di belakangnya.


" Aku tidak percaya jika dia benar-benar akan membawaku kemari. Padahal aku bohong padanya. Tetapi tidak apa-apa aku juga merindukan mama. Aditya benar-benar pria yang berbeda, aneh dan sulit di tebak. Seperti sekarang ini begitu dulunya di tebak yang bisa membawaku sampai kemari," batin Felly sembari mengetuk pintu dengan menyembunyikan senyumnya yang bahagia. Karena Aditya lagi dan lagi menuruti permintaannya.


Tidak lama mengetuk pintu. Pintu pun terbuka dan menampilkan Sabila sang mama yang pasti sangat di rindukannya.


" Mama," ucap Felly dengan wajahnya yang tersenyum lebar.


" Felly, Aditya," sahut Sabila yang juga tersenyum lebar dan Felly sudah menjulurkan ke-2 tangannya untuk memeluk mamanya. Sabila melangkah dan malah melewatinya membuta Felly heran dan melihat kebelakang yang ternyata sang mama memeluk Aditya membuat Felly kaget.


" Akhirnya kamu sampai juga, mama kira kamu tidak jadi datang," ucap Sabila yang memeluk Aditya dengan penuh ketulusan dan Aditya juga memeluknya. Sementara Felly masih kaget yang anak siapa. Tetapi yang di peluk siapa dan dirinya benar-benar di cuekin.


" Maaf ma, sudah membuat mama menunggu lama, seperti yang aku katakan, aku harus membujuk Felly dulu," ucap Aditya yang sudah melepas pelukannya dan melihat ke arah Felly yang sekarang wajahnya benar-benar masam.


Sabila menoleh ke arah Felly, menatap putrinya seperti ingin mengintimidasi.


" Kamu benar-benar sudah tidak merindukan mama lagi. Mama sengaja menyuruh Aditya dan kamu datang, karena mama ingin mengucapkan terima kasih pada Aditya, karena sudah membantu papa kamu. Tapi kamu bisa-bisanya malah pakai acara ngambek segala. Felly kamu sudah menikah dan tidak pantas kamu membuat suami kamu pusing memikirkan kamu. Kamu jangan seperti anak kecil, kalau kamu tidak mau menemui mama lagi. Kami tidak perlu merepotkan suami kamu yang harus membujuk-bujuk kamu seperti anak kecil," ucap Sabila yang sekarang marah-marah dengan Felly.

__ADS_1


Wajah Felly jangan tanya, penuh kebingungan, penuh kemarahan, kekesalan, dia benar-benar tidak tau apa-apa. Tapi di sembur mamanya. Bukannya di sambut dan di peluk penuh kasih sayang. Tapi malah di omelin dan Aditya yang di belakang Sahila tersenyum tipis seakan menertawakan Felly yang di omeli.


" Mama, bicara apa sih, memang Felly ngapain?" tanya Felly penuh kebingungan.


" Sudahlah, kamu ini benar-benar bikin Mama malu sama Aditya. Kamu sudah mencerminkan keburukan pada bayi kamu. Mama kecewa dengan sikap kamu," ucap Sabila yang benar-benar marah dengan Felly.


" Ayo Aditya kita masuk kedalam, kamu pasti sudah lelah!" ucap Sabila yang menggandeng lengan Aditya dan benar-benar tidak peduli dengan Felly dan membawa menantunya masuk ke dalam rumah meninggalkan Felly di luar mematung.


" Apa sih mama. Malah ngomel-ngomel. Pasti Aditya sudah mengatai yang tidak-tidak pada mama, ishhhh, benar-benar dia melakukan semu dengan suka-sukanya, dasar penjilat," geram Felly dengan menggeertakkan ke-2 kakinya ke lantai yang benar-benar emosi dengan Aditya yang lagi-lagi bisa mencuri perhatian orang terdekatnya dan dia seperti tidak di anggap.


Aditya dan Sabila sudah memasuki rumah dan Felly pun sudah menyusul dengan wajahnya yang mengkerut.


" Ayo nak duduk!" ucap Sabila dengan ramah mempersilahkan Aditya. Sementara Felly tidak di perlakukan dengan baik.


" Iya ma," jawab Aditya.


" Sejak kapan dia jadi anak mama," batin Felly geram.


" Kamu pasti lelah, sebelum istirahat, kamu makan dulu ya, mama sudah siapkan makan malam untuk kamu," ucap Sabila.


" Tidak, tidak boleh. Kamu harus makan," ucap Sabila yang memaksa. " Mama akan siapkan sekarang," ucap Sabila yang langsung bergerak kedapur dan Felly sama sekali tidak di tawarkan. Benar-benar tidak di anggap di rumah itu.


" Sebenarnya anaknya siapa aku apa dia, kenapa mama tidak mempedulikanku dan Aditya benar-benar di perlakukan istimewa," batin Felly kesal menatap Aditya dengan horor.


Sementara Aditya tidak peduli dan tetap santai. Dengan cepat tangan Felly langsung melayang memukul bahu Aditya.


" Hey," ucap Aditya kesakitan saat mendapat pukulan.


" Apa yang kau lakukan. Apa yang kau katakan pada mama ku!" ucap Felly menguatkan volume suaranya.


" Apa yang aku katakan, aku tidak mengatakan apa-apa," sahut Aditya mengusap-usap lengannya.


" Bohong, kau pasti mengatakan yang tidak-tidak sampai mama ku marah-marah dan kau malah menikmati semuanya," geram Felly. Aditya menyunggingkan senyumnya, seakan menikmati kemarahan Felly.

__ADS_1


" Aku hanya mengatakan apa adanya. Aku mengatakan yang sebenarnya. Memang aku bersusah payah membujukmu untuk pulang kerumah mama mu, tidak ada yang salahkan dengan kata-kata ku. Kita lama sampai karena ulahmu," ucap Aditya dengan santai.


" Kau tidak mengatakan akan kemari. Kau memang sengaja melakukan semuanya. Kau benar-benar memuakkan," geram Felly yang kembali memukul Aditya.


" Felly!" tegur Sabila yang tiba-tiba datang membawa nampan yang berisi makanan yang benar-benar marah dengan Felly yang memukul suaminya.


" Auuhhhh," Aditya langsung meringgis kesakitan saat mertuanya datang seakan cari perhatian di depan mertuanya.


" Kamu ini apa-apaan sih, bisa-bisanya kamu memukul suami kamu," gertak Sabila yang mengomeli Felly.


" Ma, semua tidak yang mama pikirkan," sahut Felly mencari pembelaan.


" Kamu ini benar-benar. Aditya kamu tidak apa-apa?" tanya Sabila yang duduk di samping Aditya dengan meletakkan nampan yang di bawanya di atas meja.


" Kamu benar-benar ya, keterlaluan!" ucap Sabila yang memarahi Felly dan melihat lengan Aditya seakan mencemaskan Aditya.


" Apa sakit?" tanya Sabila yang khawatir.


" Lumayan ma," jawab Aditya dengan wajahnya yang penuh kesakitan. Sementara Felly sudah mengepal tangannya benar-benar emosi tingkat dewa yang melihat Aditya. Capernya minta ampun.


" Maafkan Felly ya, dia memang terkadang aneh," ucap Sabila.


" Tidak apa-apa ma, aku sudah biasa mengalami hal ini," sahut Aditya seakan sangat menyedihkan. Mata Felly melotot melihat tingkah Aditya yang benar-benar membuatnya citra buruknya hilang di depan mamanya.


" Kamu ini ya Felly," sahut Sabila mengomeli Felly lagi.


" Terserah!" sahut Felly dengan suaranya yang kuat dan langsung pergi dengan penuh kemarahan. Aditya melihatnya yang pergi tersenyum penuh kemenangan.


" Anak itu, kalau di kasih tau selaku keras kepala," ucap Sabila yang geleng-geleng dengan kepergian Felly.


" Tidak apa-apa ma, itu wajar," sahut Aditya.


" Kamu benar-benar sabar menghadapinya. Ya sudah sekarang kamu makan, baru setelah ini kamu istirahat," ucap Sabila. Aditya mengangguk.

__ADS_1


Tampaknya Aditya sangat bahagia hari ini. Selain mendapat perlakukan istimewa dia juga membuat Felly kesal, jadi kebahagiannya double.


Bersambung....


__ADS_2