Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Episode 199 Hal yang tidak di sangka.


__ADS_3

Cahaya matahari yang cerah kembali bangun dari tidurnya. Hanya tetasan air hujan terakhir yang berasal dari genteng rumah. Aditya yang memantau Felly dari depan rumah sudah tidak terlihat lagi.


Sementara Felly masih tertidur di atas tempat tidurnya. Sinar mata hari yang masuk dari sela-sela jendela membuat mata Felly terusik sehingga Felly mengerjap- ngerjapkan matanya.


Matanya terbuka sempitnya dan melihat langit kamarnya. Tiba-tiba wajahnya penuh pemikiran dan dengan cepat Felly langsung bangkit dari ranjangnya dan langsung berdiri menuju jendela dengan cepat seperti di kejar setan.


Felly membuka tirai jendela dan matanya mencari-cari keluar sepertinya melihat sang suami ada atau tidak. Felly terlihat membuang napasnya dengan perlahan kedepan seperti ada merasa kelegaan.


" Apa benar dia sudah pergi," batin Felly yang pasti memikirkan Aditya yang kemarin malam tidak di pedulikannya dan dan memilih tidur dan ternyata dia memang ketiduran dan baru terbangun dan ingin memastikan hal itu.


" Kamu mencari Aditya?" tanya Sabila tiba-tiba membuat Felly tersentak kaget. Saat sang mama yang tiba-tiba berada di depan pintu kamarnya.


" Mama," sahut Felly dengan pelan.


" Tadi malam, mama menyuruhnya pulang," sahut Sabila membuat Felly heran.


" Mama jadi bertemu dengannya. Lalu apa yang di katakan Aditya. Dan aku juga sebelumnya mengatakan jika Aditya ke Luar Negri," batin Felly yang terlihat bingung.


" Felly, tidak ada rumah tangga yang semulus yang kamu pikirkan. Di dalam rumah tangga pasti banyak masalah," sahut Sabila.


" Mama tau aku dan Aditya?" sahut Felly yang bisa menebak jika sang mama pasti sudah mengetahui jika dia dan Aditya bertengkar.


" Jika seorang istri pulang ke rumah orang tuanya tanpa suaminya dan juga berbohong dengan keberadaan suaminya. Itu pasti ada sesuatu pada hubungan rumah tangga mereka," ucap Sabila.


" Maaf ma, Felly tidak bermaksud untuk membohongi mama," sahut Felly terdiam mengakui kesalahannya yang mencampurkan masalah dia dan Aditya pada keluarganya.


" Mama tau mungkin masalah yang kamu hadapi dengan suami kamu begitu berat. Sampai kamu harus pulang segala. Tetapi dengan pulang kerumah orang tua itu bukan menyelesaikan masalah," ucap Sabila memberikan pencerahan pada anaknya.


" Mama tidak akan mengerti tentang apa yang aku alami ma. Mungkin bagi mama seperti itu. Tetapi apa yang aku alami sangat berat. Aku kehilangan segalanya. Dan aku pergi karena aku sangat lelah," batin Felly yang tidak bisa menanggapi kata-kata sang mama. Karena dia tidak mungkin menceritakan masalah itu lagi.


" Felly!" tegur Sabila.


" Ma, biarkan Felly di sini. Felly ingin mendapatkan ketenangan sebentar saja. Felly mohon jangan membahas Aditya di depan Felly," ucap Felly dengan lembut dengan suaranya yang tampak begitu sangat lelah. Sabila juga bisa melihat putrinya itu memang sangat banyak masalah.

__ADS_1


" Ya sudah, terserah kamu. Kamu sudah dewasa. Kamu istirahatlah. Mama hanya berharap kamu bisa menyelesaikan semuanya dengan kepala dingin. Bijaklah dalam segala hal dan pertahankan sesuatu yang sudah kamu mulai," ucap Sabila menjelaskan. Felly hanya mengangguk.


" Ya sudah mama keluar dulu. Kamu istirahatlah," ucap Sabila lagi yang langsung pergi dan Felly terlihat membuang napasnya perlahan kedepan dengan memijat kepalanya. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Saat pada akhirnya orang tuanya juga tau jika rumah tangannya sedang dalam masalah besar bahkan di ambang perpisahan.


**********


2 hari berikutnya Bion mendatangi rumah Felly dan Bion sudah berada di ruang tamu yang duduk berbicara dengan Felly.


" Untuk apa kakek mengajakku bertemu?" tanya Felly heran.


Dia memang bingung saat melihat kedatangan Bion. Yang awalanya dia akan berpikiran itu ada hubungannya dengan Aditya. Tetapi nyatanya tidak Bion mendatangi Felly justru berurusan dengan Harison yang menyampaikan amanah dari tuan besar itu.


" Saya juga tidak tau non. Tapi tuan Harison hanya menyuruh saya membawa nona Felly untuk menemuinya," sahut Bion yang memang tidak tau apa-apa.


" Apa kakek juga tau. Kau dan Aditya sedang tidak baik-baik saja," batin Felly dengan perasaannya yang mulai tidak enak.


" Bagaimana nona Felly. Apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Bion. Felly masih ragu. Tetapi permintaan Harison sangat tidak bisa di tolaknya. Karena Pria baik itu adalah malaikat untuknya.


Awalnya Harison pasti menyuruh Aditya untuk membawa Felly menemuinya. Tetapi Aditya sudah yakin Felly tidak akan mau. Bertemu dengannya saja Felly tidak mau apa lagi harus pergi menemui sang kakek. Dan Bion harus menjadi korban dan untunglah Bion tidak mendapat kesulitan.


************


Setelah melakukan perjalanan dari rumah Felly sampai ke Jakarta. Akhirnya Felly dan Bion sampai di rumah mewah Harison dan Felly sudah duduk di sofa yang ada di ruangan Harison.


Di dalam ruangan itu hanya ada Felly dan juga Bion yang berdiri di sampingnya. Tidak ada Aditya sama sekali dan Harison sendiri juga belum masuk keruangan itu.


" Aku dari tadi tidak melihat Rebecca. Di mana Rebecca. Apa dia benar-benar sudah mati," batin Felly. Alasan Felly juga memenuhi panggilan dari Harison adalah untuk memastikan keadaan Rebecca dan ternyata Felly tidak melihatnya sama sekali.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka dan menampilkan Harison yang berjalan dengan tongkatnya kecilnya dan Felly langsung berdiri ketika melihat Harison dan Bion sendiri menundukkan kepalanya.


" Duduk lah kembali Felly," ucap Harison mempersilahkan kembali.

__ADS_1


" Terima kasih kek," sahut Felly yang kembali duduk dan Harison pun duduk di depannya.


" Bagaimana kabar kamu?" tanya Harison.


" Baik kek," jawab Felly tersenyum tipis, " kenapa kakek memanggil Felly kemari?" tanya Felly bingung.


" Tidak ada yang serius Felly. Kakek hanya ingin menyampaikan kepada kamu mengenai hadiah yang pernah kakek berikan kepada kamu. Yang kamu harus melanjutkan kuliah di bagian ke Dokteran," sahut Harison.


" Lalu kek?" tanya Felly terlihat bingung.


" Felly, ini sudah waktunya kamu memulai untuk kuliah. Lagian semuanya sudah kakek persiapkan," sahut Harison. Felly terdiam dan masih terlihat ragu. Mungkin semuanya sudah mulai tidak sejalan. Dia memang menerima hadiah itu dan bersemangat untuk kuliah.


Tetapi sekarang semuanya seakan berbeda. Hubungannya dan Aditya di ambang perpisahan dan mungkin Harison membahas pendidikan itu. Karena tidak tau dia dan Aditya akan berpisah. Dan Felly tidak mungkin kuliah dana dari Harison yang mana dia dan Aditya sudah tidak bersama.


" Felly, kamu ini masih sangat muda. Walau sudah menikah. Jelas itu tidak akan menjadi penghalang. Lagian suami kamu bukannya sangat mendukung. Sampai dia sudah menyiapkan rumah sakit untuk kamu padahal kamu belum juga menjadi Dokter dan bahkan belum kuliah," ucap Harison membuat Felly bingung mendengar pernyataan Harison.


" Maksud kakek apa?" tanya Felly dengan wajahnya penuh kebingungan.


" Bion Aditya memang tidak memberi tahunya?" tanya Harison melihat Bion. Dan Felly semakin bingung.


" Mungkin belum Tuan," sahut Bion. Harison berdiri dan berjalan kemeja kerjanya dan terlihat mengambil dokumen bersampul hitam dan duduk kembali di hadapan Felly.


" Apa yang kakek bicarakan. Kenapa membawa-bawa nama Aditya. Mempersiapkan apa maksudnya," batin Felly dengan wajahnya bertanya-tanya.


" Ini Felly. Mungkin cucuku sangat sibuk sampai tidak bisa memberikannya pada kamu," sahut Harison memberikan dokumen itu pada Felly.


" Apa ini kek?" tanya Felly heran dan masih memegang dokumen itu tanpa membukanya.


" Pabrik yang dulu pernah di minta Aditya kepada kakek untuk membuat rumah sakit dan kakek tidak memberikannya karena itu untuk menantu dan akhirnya menjadi milik kamu dan kakek tidak menyangka kamu telah mempercayakan tanah terbengkalai itu pada Aditya dan dengan cepat bahkan kurang dari 4 bulan tanah yang dulu bekas pabrik itu sudah menjadi rumah sakit yang mewah dan atas nama kamu," jelas Harison membuat Felly terkejut dengan matanya yang hampir keluar.


" Sebenarnya dokumen ini sudah ada sekitar 3 Minggu bersama kakek, waktu itu Aditya datang meminta tanda tangan kakek untuk persetujuan rumah sakit itu milik kamu. Kakek juga menunggu-nunggu Aditya untuk mengambilnya lagi. Tetapi belum datang sampai sekarang dan sepertinya dia juga belum sempat untuk memberi tahu kamu," lanjut Harison yang semakin membuat Felly kaget yang tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2