
Dan Felly langsung tersentak kaget dengan ala yang di lakukan Aditya dan tanpa ampun Felly langsung membuka matanya dengan cepat dan spontan langsung mendorong dada Aditya. Karena tempat Aditya sangat terjang dan akhirnya Aditya terjatuh kelantai.
" Auhhhhh," keluh Aditya kesakitan dan Felly langsung duduk dengan wajahnya yang panik dan memerah karena dengan apa yang di lakukan Aditya.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Felly dengan suaranya yang mengeras dengan melihat kancing bajunya sudah terbuka dan Felly cepat-cepat ksmbali mengkancingnya. Sementara Aditya di bawah sana sudah kesakitan memegang pinggangnya yang tampak encok.
" Apa yang aku lakukan kamu yang apa-apaan main dorong-dorong segala. Sakit Felly, kamu bisa tidak jangan main-main dorong," sahut Aditya kesal menahan sakit. Wajah Felly berubah menjadi merasa bersalah dengan melihat Aditya yang kesakitan di bawah sana.
" Aku mana tau, itu salah kamu sendiri. Siapa suruh main asal buka-buka segala, tangan kamu itu keterlaluan, mau aku potong sekalian," sahut Felly tidak mau di salahkan dengan wajahnya masih cemas bercampur emosi dengan kelakuan Aditya.
" Ya kamu ngapain pura-pura tidur," sahut Aditya semakin kesal dengan Felly.
" Siapa yang pura-pura tidur, aku tidak pura-pura tidur," sahut Felly mengelak yang tidak mau di salahkan oleh Aditya.
" Masih saja berbohong. Sudah ketahuan juga," sahut Aditya kesal. " Cepat bantuin!" sahut Aditya menjulurkan tangannya.
" Minta tolong, tetapi menyuruh dengan nada seperti itu," sahut Felly yang tampak kesal dengan Aditya yang seperti menggertak mungkin karena kesakitan jadi volume suara Aditya berubah.
" Sudah cepat, kamu nggak usah bawel bantuin. Semua ini gara-gara kamu," sahut Aditya dengan kesal yang masih menyalahkan Felly
" Iya, main salah-salahan segala lagi," sahut Felly yang tidak ikhlas dan langsung menyambut uluran tangan Aditya. Dan bukan Aditya mananya jika tidak menjahili Felly lagi dan Aditya langsung menarik tangan Felly.
" Aaaaaa," teriak Felly dengan melotot yang langsung jatuh kedalam pelukan Aditya. Dia berada di atas tubuh Aditya yang duduk dengan ke-2 tangannya berada di dada bidang Aditya dan wajahnya mereka yang saling berdekatan. Aditya tersenyum saat melihat hal itu.
" Kamu sengaja melakukannya?" tanya Felly. Aditya menganggukkan matanya.
" Dasar," geram Felly yang ingin bangkit dari tubuh Aditya.
Namun Aditya menarik pinggangnya dan memperdekat Felly padanya sampai wajah Felly sudah semakin dekat dengan hidung mereka yang saling bersentuhan dan mata Aditya yang berkeliling menelusuri wajah cantik itu.
" Kamu mau kemana?" tanya Aditya dengan suara seraknya.
" Ya mau pergilah, mau ngapain lagi," sahut Felly dengan ketus.
" Kamu masih ingat dengan hal yang lumrah dalam pernikahan kita?" tanya Aditya.
__ADS_1
" Apa," sahut Felly heran dengan wajahnya yang penasaran.
" Kita memang sudah membaik, hubungan dan semuanya. Tetapi tetap kamu pada peraturannya," sahut Aditya membuat Felly semakin bingung.
" Peraturan. Peraturan apa?" tanya Felly heran.
" Peraturan pada intinya. Di mana kamu. Jika melakukan kesalahan akan tetap mendapatkan hukuman," sahut Aditya membuat Felly mengkerutkan dahinya.
" Hukuman apa. Memang aku melakukan apa?" tanya Felly dengan wajah paniknya.
" Kamu sudah mengerjaiku, pertama kamu pura-pura tidur dan ke-2 kamu menjatuhkanku," sahut Aditya memebelai-belai rambut Felly.
" Aku tidak pura-pura tidur dan masalah menjatuhkanmu. Itu kesalahan mu sendiri. Karena kamu yang memulai semuanya. Kamu yang melakukannya. Siapa suruh tanganmu itu bergerak-gerak kemana-mana," sahut Felly yang terus marah-marah di depan wajah Aditya.
" Bukannya kamu bilang kamu tidak pura-pura tidur. Lalu apa yang kamu lakukan tadi? tanya Aditya dengan menyunggingkan senyumnya dan Felly menjadi panik seketika.
" Hmmm, tidak siapa yang tau, aku hanya merasakannya saja," sahut Felly yang gugup.
" Apa yang kamu rasakan?" tanya Aditya.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Felly tampak gugup dengan memundurkan wajahnya kebelakang dan Aditya memajukannya yang mungkin tidak akan meloloskan Felly kali ini.
Brakk pintu kamar terbuka sesaat ketika Aditya ingin meraih bibir itu. Yang ternyata Elia yang membuka pintu.
" Maaf, salah masuk," sahut Elia yang langsung membalikkan tubuhnya dan membuat Felly dan Aditya yang gugup dan langsung berdiri dengan buru-buru dengan Felly yang membantu Aditya berdiri.
" Kak Elia ada apa?" tanya Felly dengan gugup.
" Hanya menyuruh untuk sarapan," sahut Elia masih tetap berbalik badan. Felly dan Aditya semakin gugup.
" Oh, begitu rupanya, iya kami akan turun secepatnya," sahut Felly dengan gugup.
" Kal Elia, selalu saja mau suka-sukanya masuk kamar," batin Aditya tampak kesal yang aksinya gagal.
" Sekali lagi kakak minta maaf, sungguh kakak memang benar-benar tidak sengaja untuk masuk," sahut Elia merasa tidak enak.
__ADS_1
" Tidak apa-apa kak," sahut Felly yang juga masih kelihatan gugup.
" Hmmm, ya sudah kalau begitu. Kakak tunggu di bawah," ucap Elia.
" Hmmm, iya kak," sahut Felly dan Elia langsung pergi keluar dari kamar itu dengan buru-buru yang sudah mengganggu adik dan adik iparnya yang bersama-sama.
Aditya dan Felly saling melihat dengan bernapas lega.
" Kamu sih," sahut Felly kesal.
***************
Sebelum sarapan bersama. Aditya mandi dulu. Karena masih ada luka di tubuhnya dan belum bisa untuk mandi sendiri. Felly harus ikut turun tangan membantu Aditya untuk membuka pakaiannya.
Di dalam kamarandi. Felly berdiri di depan Aditya dan membantu Aditya membuka 1 persatu kancing baju itu. Aditya hanya manja saja. Padahal dia jelas baik-baik saja.
Tadi malam saja masih bisa menggendong Felly dan sekarang berlagak tidak bisa membuka pakaian sendiri.
Dengan lembut Felly melakukan pekerjaannya dan pasti sangat gugup di depan Aditya. Tetapi dia tetap melakukannya. Sampai membantu Aditya melepas pakaian itu dari tubuh suaminya.
" Sudah selesai, kamu mandilah," ucap Felly.
" Kamu hanya membuka bajuku. Jadi mana bisa mandi seperti itu," sahut Aditya yang terus menatap Felly membuat Felly semakin gugup.
" Apa yang kamu katakan. Masa iya, aku harus membuka celana mu juga," sahut Felly tampak kesal yang tau maksud Aditya.
" Kamu istriku. Jadi jelas tidak ada masalah," sahut Aditya menggoda Felly.
" Tetap saja aku tidak mau," sahut Felly. Aditya mendengus tersenyum.
" Jadi kamu akan membiarkan ku seperti ini?" tanya Aditya membuat Felly langsung melihat Aditya.
" Jangan bertingkah dan jangan aneh. Kamu bisa melakukannya sendiri. Kalau kamu tidak mau membuka sendiri itu urusanmu," sahut Felly yang langsung mengoceh membuat Aditya tersenyum.
" Kamu mandi sendiri!" geram Felly yang langsung pergi dan Aditya hanya geleng-geleng yang memang suka menggoda Felly.
__ADS_1
Bersambung