Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 226 Bekerja sama.


__ADS_3

Aditya hanya geleng-geleng dengan Felly yang tampak bengong dan lebih tidak tau apa-apa.


" Jadi kamu tidak mendengarkan kita berdiskusi," sahut Aditya melihat Felly dengan menaikkan 1 alisnya.


" Aku mendengarnya kok," sahut Felly. Aditya mengusap-usap pucuk kepala Felly.


" Ya sudah kalau begitu, kamu juga mengikuti saja kemana alurnya. Yang jelas kamu ada di sisiku setiap saat," ucap Aditya tersenyum.


" Iya, baiklah. Seperti janji kita sebelumnya. Aku akan selalu mengikuti kamu," sahut Felly tersenyum. Aditya juga tersenyum yang lainnya juga senyum-senyum sendiri dengan 2 pasangan yang mulai bucin itu.


**********


" Damar, kamu harus ingat tanggal 22 tinggal 2 hari lagi. Itu adalah sidangnya Anderson dan kamu tau jika Aditya menang kamu akan hancur. Kakek tidak akan mempercayai kamu lagi," ucap Rebecca menegaskan.


" Aku tau mama tidak perlu mengingatkan ku," sahut Damar masih terlihat santai yang duduk di bangku kerjanya dan sang mama yang berdiri di depannya yang terlihat panik.


" Mama jelas mengingatkan mu. Karena jika tidak kamu akan kalah. Kamu selalu saja spele. Kamu mau kalah dari Aditya. Jika Anderson sampai bebas mereka akan semakin kuat dan kamu akan hancur," ucap Rebecca tampak kesal yang terus mengingatkan putranya.


" Mama saja sering kalah dari Aditya. Lalu kenapa harus sok-sokan mengingatkan ku aku tau apa yang harus aku lakukan," sahut Damar.


" Apa maksud kamu. Kamu bilang mama kalah dari Aditya. Jangan sembarangan kamu kalau bicara," tegas Rebecca yang mulai emosi.


" Lagian mama yang mulai sih, sudah tau Damar pusing malah di tambah-tambah lagi," sahut Damar dengan kesal memijat kepalanya.


" Itu karena kamu yang terlalu sepele dan santai-santai. Lihat akibatnya. Mama juga beberapa kali mengingatkan kamu. Karena mama tau yang akan terjadi jadinya. Jadi kamu dengarkan mama baik-baik. Jika Anderson bebas. Kamu akan melarat dan mama tidak bisa berbuat apa-apa!" tegas Rebecca menunjuk tepat di wajah Damar.


" Mama ingin lepas tanggung jawab," sahut Damar menatap mamanya dengan penuh kemarahan.


" Apa maksud kamu?" tanya Rebecca.


" Mama yang dulu yang berambisi untuk mengambil perusahaan Anderson dan mama juga jangan lupa jika mama yang sudah membuat Anderson di penjara dan sekarang mama ingin lepas tangan. Jika Anderson bebas itu berarti Damar yang salah dan kakek tidak akan tinggal diam dan mama ingin lepas begitu saja. Mama lah orangnya dan aku hanya alat mama saja," ucap Damar


" Cukup Damar?" bentak Rebecca, " Jangan bicara sembarangan kamu. Makanya mama menyuruhmu untuk hati-hati dan tidak santai seperti ini. Jadi jika terjadi sesuatu pada kamu. Itu karena kesalahan kamu sendiri jangan menyalahkan mama," tegas Rebecca membuat Damar mendengus kasar.

__ADS_1


" Mama benar-benar sangat jelas ingin lempar batu sembunyi tangan. Apa mama tau jika Anderson pasti bebas. Makanya mama langsung mencari aman dan menumbalkan ku," ucap Damar dengan sinis.


" Cukup ya Damar, mama tidak ingin mendengar ucapan kamu yang mengada-ada itu. Mama hanya mengingatkan kamu untuk lebih waspada. Jadi jangan bicara yang tidak-tidak yang membuat mama pusing," tegas Rebecca yang langsung pergi dari hadapan Damar dan membuat Damar menyunggingkan senyumnya.


" Bisanya hanya memerintah dan menyalahkan," ucap Damar yang tampak kesal dengan mamanya yang membuat kepalanya bertambah sakit.


**********


Di malam hari yang gelap terlihat Aditya dan Felly berada di dalam kamar di mana Felly dengan penampilannya yang berbeda. Felly yang menggunakan jeans hitam dengan memakai atasan jaket kulit berwarna hitam dan rambutnya di ikat satu.


" Kita akan pergi malam ini?" tanya Felly. Aditya berdiri di depan istrinya dan mengambil topi dan memasangkannya untuk Istrinya.


" Hmmm, kita akan mencuri malam ini," ucap Aditya dengan berbisik di telinga Felly.


" Ishhh," desis Felly yang memukul Aditya, " Jahat, kamu ini bukan suami yang benar, masa iya mengajari istrinya untuk mencuri," ucap Felly dengan menyipitkan matanya. Aditya mendengus mendengar kata-kata Felly.


" Kamu harus menurut. Karena aku suamimu. Lagian kita bukan mencuri harta benda. Tetapi kita mencuri sesuatu yang jauh lebih berharga," ucap Aditya menjelaskan.


" Kalau begitu ayo kita pergi yang lain sudah menunggu!" ucap Aditya. Felly mengangguk dan Aditya menggenggam tangan istrinya dan membawanya pergi untuk melanjutkan misi mereka malam ini.


************


Tidak berapa lama mobil putih seperti mobil kebersihan berhenti di depan pagar sebuah perusahaan. Di dalam mobil itu ada Aditya, Felly, Bion, Damar, Laura, Lusi dan Andre.


Andre dan Felly melihat ke arah Perusahaan itu yang sepertinya membuat kakak beradik itu merasakan sesuatu yang mana wajah mereka tampak sedih.


" Ini bukannya Perusahaan papa dulu?" tanya Felly yang sudah bertahun-tahun tidak melihat Perusahaan itu.


" Iya Felly, ini perusahaan papa. Kita akan masuk kedalam untuk mendapatkan sesuatu," sahut Andre yang tau perasaan sang adik begitu sedih.


" Kamu tenang saja Felly. Perusahan ini akan secepatnya kembali kepada papamu," sahut Elia.


" Iya kak," sahut Felly tersenyum.

__ADS_1


Tiba-tiba 2 mobil berhenti tepat di depan Perusahaan itu dan mata mereka fokus pada orang-orang yang keluar dari mobil itu yang tak lain adalah Rebecca Damar, William dan 2 orang Pria yang tinggi dengan perut buncit juga terlihat keluar dari mobil yang berbeda dengan menggandeng tas dan beberapa Pria yang sepertinya seorang bodyguard yang mana mereka masuk kedalam


" Siapa mereka?" tanya Felly.


" 2 Pria itu adalah pengacara Damar dan Rebecca. Mereka pasti ingin diskusi untuk sidang nanti. Mereka pasti akan mengatur strategi agar merek bisa menang di pengadilan. Mereka itu sangat licik," jawab Laura mengepal tangannya.


" Lalu apa mereka tidak akan tau keberadaan kita?" tanya Elia.


" Tidak akan karena mobil yang kita pakai mobil untuk kebersihan," sahut Bion.


" Terus apa kita akan masuk kedalam?" tanya Felly.


Laura terlihat mengambil kantung plastik dan mengambil isinya yang ternyata pakaian yang cleaning servis.


" Pakailah, Felly kita akan masuk kedalam untuk menyamar," ucap Laura. Felly melihat kearah Aditya. Dan Aditya mengangguk.


" Kamu jangan khawatir Laura akan menjagamu," ucap Aditya.


" Lalu kamu?" tanya Felly.


" Aku juga akan masuk kedalam dalam tujuan berbeda, Andre juga akan masuk begitu juga dengan Bion dan hanya kak Elia dan Tante yang ada di sini untuk menyerap beberapa informasi yang kita dapatkan dari dalam," jelas Aditya sejelas-jelasnya menjelaskan pada sang istri.


" Benar Felly, kita harus lebih pintar di bandingkan mereka. Kamu ingat kita hanya punya 1 kesempatan di sidang papa dan hanya itu satu-satunya untuk kesempatan kebebasan papa dan kita tidak punya banyak waktu," sahut Andre menambahi. Aditya mendekatkan diri pada Felly dan menggenggam tangan Felly dengan mengusap-usapnya.


" Kamu jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja. Jika selama ini aku gagal. 2 kali gagal untuk membebaskan papamu. Itu karena tidak ada kamu dan kali ini akan berhasil karena ada kamu di sisiku. Jadi jangan khawatir kita akan bisa menjalankan semuanya dengan baik," ucap Aditya yang kembali meyakinkan istrinya.


" Kamu mengertikan?" tanya Aditya. Felly mengangguk-angguk dengan cepat. Aditya tersenyum melihatnya.


" Kamu juga harus menjagaku. Aku tidak mau hanya di jaga Laura saja," ucap Felly. Aditya mendengus tersenyum.


" Pasti!" sahut Aditya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2