Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 130 menurutinya.


__ADS_3

Felly keluar dari kamar mandi sudah rapi dengan dress coklat susu di atas lututnya. Felly langsung menghampiri cermin dan melihat wajah cantiknya di cermin seperti menelusuri wajah cantik itu.


" Apa iya wajahku tadi memerah," ucap Felly memegang pipinya. Dia mengingat kata-kata Aditya yang mengatakan wajahnya memerah.


" Ahhhhh, dia pasti bohong. Dia hanya mengerjaiku, jadi mana mungkin wajahku memerah, lagian merah dari mana," ucap Felly dengan wajahnya yang cemberut. Dia langsung mengambil bedak dan langsung memoles wajahnya dengan bedak.


Jangankan tadi sekarang saja wajahnya itu masih memerah. Di sela-sela dia memakai makeup. Terselip senyum manis tiba-tiba di wajahnya yang tidak tau apa artinya yang banyak kemungkinan senyum itu timbul. Karena mengingat pertengkaran mereka tadi pagi.


" Dia memang sengaja mencari keributan," gumamnya malah menyalahkan Aditya.


Lain dengan Felly yang berdiri di depan cermin sambil bergerutu di dalam hatinya. Berbeda dengan Aditya Yanga duduk di sisi ranjang sambil memakai sepatunya.


" Ada-ada saja, sembarangan mengatakan aku yang memeluknya. Apa dia amnesia setelah bangun. Jelas-jelas dia yang melakukan hal itu terlebih dahulu. Dia memang pintar sekali berakting," oceh Aditya yang ternyata masih menyimpan kekesalan kepada Felly yang menuduhnya seenaknya.


Setelah memakai sepatunya. Aditya mengambil jasnya lalu memakainya dan langsung keluar dari kamar.


Saat keluar dari kamar bersamaan dengan keluarnya Felly dari kamar juga. Tetapi Felly terlihat salah tingkah begitu melihat Aditya dan dia langsung buru-buru pergi sebelum semakin terlihat bodoh di depan Aditya.


Aditya yang melihatnya mengkerutkan dahinya. Merasa sangat aneh dengan tingkah Felly. Walau sebenarnya Felly memang selalu aneh dan kapan pula dia tidak aneh.


" Apa lagi yang di lakukannya, apa dia tidak bisa jalan pelan-pelan," ucap Aditya kesal dengan jalan Felly yang buru-buru yang seakan lupa kalau Felly sedang mengandung. Tidak ingin memikirkan istrinya lagi.


Aditya pun menyusul menuruni anak tangga dan yang benar saja ternyata Felly ada berdiri di tengah anak tangga yang sepertinya menunggunya. Membuat Aditya menghentikan langkahnya tepat 1 anak tangga lebih tinggi dari tempat Felly.


" Kenapa kau di situ, bukannya turun?" tanya Aditya heran.


" Aku ingin menagih janjimu," jawab Felly. Aditya mengkerutkan dahinya.


" Janji, kapan aku berjanji padamu," sahut Aditya heran.

__ADS_1


" Kemarin kau mengatakan akan membawaku bertemu papaku, tetapi sudah beberapa hari, kau tidak melakukannya," jawab Felly. Aditya mendengarnya tampak berpikir. Antara dia lupa. Atau dia ingat.


" Aku sibuk, nanti saja," jawab Aditya singkat yang langsung menuruni anak tangga dan melewati Felly.


" Aditya, tunggu kau kan sudah berjanji," ucap Felly yang langsung mengejar Aditya. Tetapi karena buru-buru, kakinya keseleo di pinggir anak tangga.


" A-a-a-," Felly berteriak saat ingin jatuh.


Aditya berbalik badan dan melihat Felly yang mau jatuh. Aditya langsung cepat-cepat mengambil tindakan mencegah Felly. Dan untunglah Felly jatuh di pelukan Aditya. Dengan wajahnya berada di dada bidang Aditya.


K-2 kaki Felly berada di pinggir anak tangga sementara Aditya di bawah 1 anak tangga dari posisi Felly menahan tubuh istrinya. Terdengar suara napas Felly yang naik turun dan pastinya juga Aditya yang pasti jantungan. Hampir saja Felly dan bayi mereka kenapa-kenapa.


Felly mengangkat kepalanya dengan perlahan dan melihat Aditya yang mana wajah Aditya terlihat cemas.


" Apa kau tidak bisa hati-hati, kau tau kau sedang hamil," ucap Aditya menekan suaranya dengan matanya yang melebar benar-benar marah kepada Felly yang sangat spele.


" Tapi tidak begini caranya," gertak Aditya. Felly terdiam dan tidak bicara lagi.


Mendengarnya Aditya membuang napasnya perlahan kedepan. Dia mencoba menenangkan dirinya dari ketakutannya. Aditya langsung meletakkan tangannya di bawah lutut Felly dan langsung menggendong Felly ala bridal style. Menuruni sisa-sisa anak tangga itu.


Felly awalnya kaget tapi refleks tangannya mengalung di leher Aditya dan tanpa melepas pandangannya pada Aditya. Napasnya juga sudah mulai stabil, tidak naik turun lagi seperti tadi.


Aditya tidak hanya membawanya menuruni anak tangga saja. Tetapi juga sampai keluar dari rumah dan tanpa Felly sadari Aditya sudah membawanya masuk ke mobil dan dan barulah Felly tersadar dan sekarang terlihat kebingungan.


" Kita mau kemana?" tanya Felly heran. Aditya diam saja dan mendudukkan Felly dan tanpa menjawab pertanyaan Felly dan kebingungan. Setelah memastikan Felly duduk dengan baik.


Aditya langsung berjalan menuju kursi pengemudi. Dan langsung duduk.


" Kita mau kemana?"tanya Felly masih penasaran.

__ADS_1


" Bukannya kau ingin ketempat papamu," jawab Aditya sambil memakai sabuk pengamannya.


" Apa itu berarti kau akan mengajakku ke sana," sahut Felly tidak percaya.


" Sudah jangan banyak tanya, pakai seat belt mu," ucap Aditya. Dengan cepat Felly langsung menurutinya. Dia takut Aditya akan berubah pikiran.


Aditya geleng-geleng dengan senyum tipisnya yang melihat Felly tampak senang bahkan wajah Felly yang tadi kepanikan sudah tidak ada lagi. Aditya akan terbiasa untuk menuruti permintaan Felly. Mungkin memang cara Felly meminta pada Aditya berbeda sampai Aditya tidak mengatakan tidak untuk Felly.


************


Rebecca dan Harison tampak berbicara serius di taman belakang.


" Papa tidak bisa melakukan itu pa, aku tidak sengaja mendorong Felly dan aku mengirim Foto-foto itu pada Aditya juga tidak bermaksud apa-apa," sahut Rebecca yang marah-marah. Sepertinya ada yang di katakan Harison sampai membuatnya marah seperti itu.


" Tidak sengaja juga kamu bilang. Tapi perbuatan kamu sudah mencelakai Felly dan terlebih lagi. Kamu juga sudah membuat Aditya dan Felly terlibat salah paham," ucap Harison.


" Tetap saja pa, papa tidak bisa memberikan hukuman seberat itu pada ku. Selama ini butik itu aku yang memegangnya dan aku tidak mau papa mengeluarkan ku dari sana," sahut Rebecca menegaskan.


" Butik itu adalah milikku bukan punya suamimu dan terserahku akan meletakkan siapa di sana. Dan ketika kau menghilangkan kepercayaan ku. Maka aku bisa memberikannya kepada orang yang bisa memegang amanah," sahut Harison.


" Tidak pa, papa sudah keterlaluan. Hanya gara-gara wanita baru di rumah ini. Di baru masuk 1 bulan tetapi papa sudah melakukan hal yang tidak masuk akal. Papa memberikan banyak kepadanya. Papa mengeluarkan Damar dari perusahaan utama, papa juga membiarkan Aditya mengelolah perusahaan yang sudah di kembangkan oleh Damar dan sekarang papa ingin aku untuk tidak berada di butik lagi. Itu sangat tidak adil pa," ucap Rebecca menekankan.


" Itu sudah keputusanku. Aku melakukan itu. Karena kamu juga tidak bisa menjaga kepercayaan ku," sahut Harison.


" Tetap saja itu tidak adil pa," sahut Rebecca.


" Itu hukuman jera untuk mu," sahut Harison langsung bangkit dari duduknya dan langsung pergi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2