
Andre kembali memeluk Felly dengan erat. Dia masih mengkhawatirkan sang adik. Aditya melihat kakak yang memeluk adik perempuannya begitu takut adiknya kenapa-kenapa membuat Aditya merasa ada sesuatu di hatinya. Seperti akan tersentuh dan seperti ada penyesalan di dalam dirinya.
" Jika kakakku tau perbuatanmu. Jika dia tau apa yang kau lakukan kepadaku. Dia tidak akan melepaskan mu. Dia akan membunuhmu," bayangan kata-kata Felly teringat di pikiran Aditya.
Jelas tidak akan ada seorang kakak yang rela adiknya kenapa-kenapa. Dan mungkin jika Felly mengadukan semua perbuatannya pada Andre mungkin orang yang di hadapi Aditya sekarang adalah Andre. Karena sudah menghancurkan adik perempuannya.
Sama halnya dengan dia. Dia juga seperti itu. Jika terjadi sesuatu pada kakaknya. Dia juga merasakan sakit hati yang luar biasa dan itu yang pasti di rasakan Andre.
Aditya seakan menyesal dengan semua perbuatannya. Lagi dan lagi Felly tidak pernah bersalah dan tidak tau apa-apa. Tetapi Aditya seenaknya menjadikan dirinya sebagai alat balas dendam dan sudah menghancurkan hidupnya.
Aditya terlihat menarik napas panjang dan membuangnya perlahan lalu mengalihkan pandangannya dari pelukan kakak dan adik yang saling menyayangi itu dan melihat situasi perkelahian di depan mereka.
" Kenapa kakak bisa ada di sini dan siapa mereka?" tanya Felly yang ingin tau melihat orang-orang tersebut.
" Benar, kenapa mereka ada bersamamu?" tanya Aditya yang juga heran orang-orangnya bisa bersama Andre.
" Tuan Mark yang mengirim mereka kepada saya. Ada sesuatu yang mengganjal bagi tuan Mark dengan masalah Wiliam dan kami mencoba menyelidiki dan berusaha mencari tau. Sampai akhirnya kami menemukan tenda di hutan dan kami berusaha mencari kalian," jelas Andre.
" Wiliam apa dia juga ikut-ikutan dalam hal ini," batin Aditya yang merasa Rebecca, Leon dan Wiliam benar-benar menyerangnya secara terang-terangan.
" Aku tidak tau jelasnya Aditya apa yang terjadi. Sampai di Jakarta kamu bisa tanyakan pada tuan Mark," ucap Andre yang memang tidak tau secara rinci. Karena sang adik juga dalam masalah. Jadi dia hanya fokus mencari adiknya membawanya pulang.
" Apa yang terjadi. Kenapa perasaanku semakin tidak enak. Kenapa aku merasa ada hal yang aneh, merasakan ada yang tidak beres," batin Felly yang semakin panik.
" Sudahlah, sekarang kita ayo ke mobil," ucap Andre yang menghawatirkan kesehatan adiknya. Aditya mengangguk-angguk dan berjalan terlebih dahulu membiarkan Andre yang merangkul Felly.
Karena baginya sama saja. Andre juga bisa melindungi adiknya. Perkelahian tetap berlanjut dan Aditya tidak ikut dalam perkelahian karena mengotori tangannya saja. Sangat di sayangkan Leon tidak ada di sana. Jika ada Leon yang kemungkinan Aditya akan menghajarnya dan membunuhnya langsung tanpa starategi.
***********
Setelah lama di hutan dan berlari dari kejaran orang-orang yang ingin mencelakai Aditya dan Felly. Akhirnya mereka bisa kembali ke Jakarta. dan semua memang berkat Andre yang menyelamatkan mereka. Sehingga mereka tidak kenapa-kenapa.
__ADS_1
Lama di perjalanan. Akhirnya mobil yang di kendarai Andre tiba di rumah Aditya. Aditya melihat ke arah Felly yang duduk di sampingnya yang kondisi Felly pasti jauh lebih baik.
" Ayo turun!" ucap Aditya. Felly mengangguk dan akhirnya turun.
Mereka keluar dari mobil dan langsung memasuki rumah dengan tangan Andre yang memegang tangan adiknya. Yang pasti masih mencemaskan sang adik.
Saat memasuki rumah. Aditya menghentikan tangannya saat di ruang tamu yang melihat kakaknya bersama Bion.
" Kak Elia," ucap Aditya. Elia langsung berdiri dan berlari mendekati Aditya dan memeluknya.
" Kamu dari mana saja, mereka datang, mereka ingin mencelakai kakak. Kenapa kamu tidak," ucap Elia dengan suaranya yang bergetar yang menunjukkan rasa takutnya.
Aditya mendengarnya kaget dan melepas pelukannya dari kakaknya memegang ke-2 pipi kakaknya melihat wajah sang kakak yang pucat dan pasti ketakutan. Aditya melihat ke arah Bion. Bion menganggukkan kepalanya yang mempertanyakan semuanya adalah benar.
" Kurang ajar," kesal Aditya mengepal tangannya. Merapatkan giginya. Emosinya semakin naik saat benar-benar ada yang ingin mencelakai kakaknya.
" Maafkan Aditya kak. Aditya janji tidak akan meninggalkan kakak lagi," ucap Aditya yang kembali memeluk kakaknya. Dia seakan merasa bersalah. Karena hampir membuat sang kakak celaka lagi.
Felly melihat Aditya yang memeluk erat kakaknya. Bahkan wajah Aditya terlihat panik dengan mata Aditya yang berkaca-kaca yang membuat hati Felly terketuk seakan tau apa yang di rasakan Aditya.
Aditya pasti merasa prihatin dengan Elia yang ketakutan seperti masih trauma dengan masa lalu yang pasti sangat buruk.
Usia Elia yang 17 tahun harus hancur karena pemerkosaan yang di lakukan orang-orang yang biadap itu. Sementara dirinya yang juga mengalami hal itu.
Tetapi Aditya masih bertanggung jawab dan pasti Aditya tidak sekejam orang-orang itu dan usianya juga tidak semuda Elia yang pasti dia masih bisa berpikir dewasa yang sementara Elia pasti tidak sedewasa dirinya.
Tanpa Felly sadari air matanya harus menetes melihat Aditya dan Elia yang berpelukan. Hidup seseorang memang berbeda-beda. Dia masih memiliki keluarga yang mencintainya dan pasti saat masa-masa kecilnya di penuhi kebahagian.
Sangat berbeda dengan Elia dan Aditya yang pasti tidak seberuntung dirinya dan apa lagi Aditya yang harus di paksa dewasa karena keadaan yang membuatnya lebih dewasa di bandingkan usianya.
" Aditya janji Aditya tidak akan meninggalkan kakak. Maaf sudah membuat kakak ketakutan," ucap Aditya berjanji dengan memeluk erat sang kakak.
__ADS_1
************
Felly sudah mandi dan memakai kimono silver sepahanya. Felly duduk di pinggir ranjang dengan mengeringkan rambutnya yang basah.
" Aku sangat penasaran dengan kejadian 17 tahun lalu," batin Felly yang masih ingin tau secara detailnya.
Ceklek
Tiba-tiba pintu kamarnya di buka dan menampilkan Aditya masuk tiba-tiba.
" Ayo pindah kekamarku!" ucap Aditya tiba-tiba membuat Felly heran.
" Kenapa?" tanya Felly.
" Kak Elia akan tidur di sini. Jadi pindah kekamarku bibi akan memindahkan pakaianmu. Jadi pindah sebelum kak Elia tau. Kalau dan aku tidak 1 kamar," jelas Aditya memberikan alasannya.
" Lalu kenapa harus aku yang pindah. Kenapa bukan kau saja," ucap Felly yang. Membuat Aditya kesal. Lalu mendekati Felly yang seketika membuat Felly panik.
Paniknya Felly saat Aditya membuat menundukkan kepalanya dan Felly langsung mundur saat wajah Aditya telan di depannya.
" Kau ingin aku yang pindah kemari?" tanya Aditya dengan menaikkan alisnya.
" Kau yang memulai untuk pisah kamar dan jika terakhirnya kau repot sendiri karena kak Elia ada seharusnya kau yang pindah, bukan aku," jawab Felly dengan gugup. Aditya mendengus mendengar ucapan Felly.
" Apa kau merasa begitu gelisahnya saat aku pisah ranjang denganmu," ucap Aditya. Felly langsung menggeleng. Aditya memegang dagu Felly sampai Felly harus mendongak dan tepat di wajahnya.
" Aku tidak tau apa yang ada di dalam hatimu. Tetapi aku merasa kau mulai menyukaiku," ucap Aditya dengan percaya dirinya. Felly mendengarnya menjadi gugup dan langsung menepis tangan Aditya.
" Jangan sembarangan bicara," sahut Felly yang terlihat salah tingkah yang membuat Aditya tersenyum penuh tertawa kecil.
Dia pasti mengejek grogi Felly saat dia menebak perasaan Felly kepadanya. Aditya kembali berdiri tegak dan dengan ke-2 tangannya di lipat di dadanya. Sementara Felly malah kesal dan mengalihkan pandangannya kesana, kemari seperti tidak berani menatap Aditya.
__ADS_1
Bersambung.....