Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 140 masih menelusuri.


__ADS_3

Kondisi tubuh Felly masih panas. Walau tidak separah tadi malam. Sekarang Felly berada di dalam gubuk tersebut membuka pakaiannya. Untuk kembali menggantinya dengan pakaiannya yang sebelumnya yang syukur-syukur sudah kering.


Sementara Aditya tidak ada di dalam gubuk tersebut mungkin dia keluar. Kemeja Aditya sudah terlepas dari tubuhnya. Felly menyangkutkan kemeja itu dan mengambil pakaiannya. Lalu langsung memakainya.


Saat ingin memakaikan ketubuhnya. Tiba-tiba Aditya masuk dan harus menyaksikan istrinya yang berganti pakaian.


Putih mulus yang hanya memakai pakaian dalam itu harus terlihat di matanya yang membuatnya menelan salavinanya. Tanpa melepas pandangannya dari keindahan tubuh yang pernah di sentuhnya itu.


Felly memang tidak menyadari ke datangan Aditya. Dia terus memakai pakaiannya sampai sudah terpasang dan sekarang tangan kirinya berusaha menarik res leting dressnya tersebut.


Walau dia merasa sangat kesulitan dan memang benar sangat kesulitan. Di tengah kesulitannya tiba-tiba sebuah tangan berada di pundaknya. Membuat Felly tersentak kaget dan mendongak ke atas yang ternyata Aditya.


Kulitnya yang di sentuh membuatnya merinding dan sangat gugup. Aditya dengan lembut menaikkan res tersebut dengan lembut. Felly menelan salavinanya dan memang terlihat gugup saat Aditya melakukan hal itu.


Selesai dengan pekerjaan itu. Adita memegang ke-2 pundaknya dan membalikkan tubuh Felly aga menghadapnya. Aditya mengeluarkan rambut Felly dari dalam baju Felly merapikannya. Punggung tangan Aditya memegang kening Felly yang memang masih hangat.


Felly diam saja dan tidak melepas pandangannya dari Aditya yang terkesan lembut. Tetapi sangat dingin. Perhatian dan rasa cemas yang ada di dalam diri Aditya memang terlihat sangat jelas.


" Apa kau baik-baik saja?" tanya Aditya. Felly mengangguk.


" Kita akan pergi dari sini!" ucap Aditya.


" Apa mereka akan mengejar kita lagi?" tanya Felly yang pasti masih takut.


" Mereka pasti masih mencari kita. Jadi kita harus pulang. Kita harus sampai Kerumah agar bisa menyelesaikan semuanya," ucap Aditya.


" Baiklah, jika begitu. Tetapi...." ucap Felly yang menahan kata-katanya.


" Tetapi apa?" tanya Aditya heran.


" Aku lapar," jawab Felly pelan. Perutnya memang berbunyi- bunyi dari tadi. Cacing dan bayinya di dalam sana meminta-minta untuk makan. Aditya terlihat bingung mendengar perkataan Felly.


Dari mana pula dia mendapatkan makanan. Tetapi dia pasti kasihan dengan istrinya yang tidak bisa di berikan makanan dan juga bayinya.


" Kita akan mencari makan," ucap Aditya seakan memberikan harapan. Walau dia tidak tau darimana harus mendapatkan makanan di dalam hutan itu.

__ADS_1


Jangankan makanan keluar dari hutan dan selamat dari orang-orang itu saja sudah syukur. Jadi untuk makan dia tidak tau dapat dari mana.


" Ayo kita pergi!" ucap Aditya. Mengambil kemejanya yang menggantung dana langsung memakainya sambil matanya melihat kearah Felly.


" Ya sudah, sekarang kita pergi!" ucap Aditya yang sudah memakai kemejanya. Felly mengangguk dan Aditya meraih tangannya menggenggamnya lalu keluar dari tempat itu.


***********


Aditya dan Felly berjalan menelusuri hutan mencari jalan keluar. Aditya yang menggengam tangan itu masih merasakan hangat. Beberapa kali dia juga melihat ke arah Felly yang sebentar-sebentar menyeka keringat Felly yang ada di dahinya.


Dari hatinya yang paling dalam Aditya pasti tidak tega melihat istrinya yang menahan sakit. Apa lagi Meraka berjalan pasti Felly menambah lelah.


" Kau masih kuat?" tanya Aditya menghentikan langkahnya melihat ke arah Felly.


" Hmmm, masih," sahut Felly yang sangat lemas.


" Bersabarlah kita akan sampai," ucap Aditya yang terus memberi harapan. Felly hanya mengangguk dan percaya-percaya saja jika memang akan baik-baik saja.


Lama berjalan dan sekarang Aditya dan Felly sudah berada di pinggir sungai dengan Aditya yang membakar ikan hasil tangkapannya dan tidak tau dari mana dia membuat api.


Aditya membakar ikan tanpa menggunakan pakaian. Karena kemejanya di berikan untuk Felly. Felly kedinginan dan menggunakan dress sama sekali tidak kuat untuk mengalahkan dingin di tubuhnya. Walau sinar matahari sudah terik.


Felly juga hanya tidur di atas daun pisang sebagai alasnya dan atapnya di berikan daun pisang yang melindungi Felly dari sinar matahari. Aditya memang membuat perlindungan kecil. Agar istrinya bisa terlindungi.


Aditya yang sudah selesai membakar ikan hasil tangkapannya menghampiri Felly. Yang meringkuk kedinginan. Aditya duduk di belakang Felly.


" Felly!" tegur Aditya yang memegang pundak Felly.


" Hmmm," Felly langsung terbangun dan berbalik badan melihat Aditya.


" Ayo makan," ucap Aditya. Felly mengangguk. Aditya membantunya untuk duduk. Menahan pundak Felly agar tidak jatuh. Karena Felly benar-benar sangat lemas.


Aditya memberikan Felly minum air kelapa yang di dapatkannya. Mungkin tanaman liar. Tetapi jelas itu sangat berguna untuknya.


" Minumlah!" ucap Aditya yang membantu Felly meminumkan air kelapa itu sampai kemulut Felly.

__ADS_1


Untunglah mendapatkan kelapa. Karena airnya bisa mengurangi rasa panas Felly dan pasti memberikan tenaga untuk Felly.


Selesai meminumnya Aditya meletakkan kembali di tempatnya dan Adita mengambil daging ikan tersebut meniupnya dan menyuapkan pada Felly. Felly membuka mulutnya sedikit dan memakan pemberian Aditya.


Lumayanlah ikan yang hanya satu ekor itu mampu mengisi perutnya. Aditya terus memberinya makan dengan lembut.


" Kamu bisa mendapatkan ikan. Tanpa memancingnya?" tanya Felly.


" Hmmm, aku bisa melakukan apapun," sahut Aditya menyombongkan dirinya membuat Felly tersenyum.


" Makanlah, biar kau kenyang," ucap Aditya.


" Lalu kamu bagaimana, kenapa kamu tidak makan?" tanya Felly yang melihat Aditya tidak makan.


" Aku tidak terbiasa memakan, makanan seperti ini. Jadi makanlah," jawab Aditya yang menyombongkan dirinya kembali. Felly mengangguk-angguk saja dengan kata-kata Aditya.


" Aku tau Aditya. Di dalam sifat kamu yang suka marah-marah, kamu memiliki hati yang lembut dan perasaan yang sangat berbeda dengan apa yang kamu tampilkan," batin Felly yang mulai mengagumi Aditya.


Selama dekat bersama Aditya. Dia memang merasakan kehangatan dan perhatian Aditya yang membuat jantungnya bergetar tidak menentu. Tidak tau apa. Sempat terpikir olehnya apa dia sudah mulai menyukai Aditya.


" Apa yang membuatmu, sampai harus tersenyum seperti itu?" tanya Aditya yang menangkap Felly senyum-senyum. Felly langsung menggeleng dengan cepat.


" Tidak, tidak ada apa-apa," jawab Felly gugup.


" Jangan seperti orang gila yang senyum-senyum. Sekarang makan," tegas Aditya. Felly mengangguk. Felly mengambil daging ikan itu tersebut dan mengarahkan ke mulut Aditya membuat Aditya menaikkan 1 alisnya.


" Aku tidak tau apa yang kau berikan di makananan ini. Mungkin saja kau meracuniku. Jadi kau juga harus memakannya. Jadi aku tidak mati sendirian," ucap Felly dengan santai.


" Kau menuduhku meracunimu," sahut Aditya yang kesal dengan Felly.


" Maka makanlah, jadi aku tidak akan berpikiran buruk," ucap Felly. Dengan menaikkan 1 alisnya.


Aditya membuang napasnya pelan dan akhirnya memakan apa yang di berikan Felly. Hal itu membuat Felly harus menahan senyumnya.


" Kau puas?" tanya Aditya dengan menekan suaranya yang terlihat kesal. Felly mengangguk-angguk dengan santai.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2