Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps40 Masuk kedalam kandang singa


__ADS_3

Aditya menoleh ke arah pintu. Cukup takjub baginya melihat orang yang mengetuk pintu itu adalah wanita yang beberapa hari tidak di temuinya.


Wanita yang selalu banyak drama jika di depannya. Tetapi kali ini wanita itu masuk kedalam ruangannya seakan menyerahkan diri.


Sebelum masuk dengan sempurna Felly menarik napasnya dalam-dalam dan membuatnya perlahan, memberanikan melangkah masuk sampai kehadapan Pria itu.


" Berani sekali kau menemuiku," sahut Aditya Menyunggingkan senyumnya tetapi tetap melanjutkan pekerjaannya.


Felly terus membuang napasnya kedepan. Berusaha tenang tanpa mempedulikan omongan Aditya.


Dia hanya membawa keberanian untuk menemui Aditya berharap kali ini masalahnya selesai dengan pria itu. Walau itu tidak mungkin.


" Apa kau merindukanku, sampai harus datang menemuiku," sinis Aditya menaikkan 1 alisnya melihat wanita yang sudah di depannya dengan wajah yang terlihat jelas sangat gugup.


Felly tidak menjawab. Dia diam. Karena menjawab tidak ada gunanya. Dan hanya akan menjadi lama. Jika meladeni ucapan Aditya.


" Aku ingin mengembalikan ini," Felly meletakkan paper bag itu di atas meja di depan Aditya.


Aditya mengalihkan pandangannya pada paper bag itu dan mengintip isinya yang ternyata uang. Lalu Aditya melihat kembali ke arah Felly dengan alisnya naik satu.


" Apa kau kembali melacurkan dirimu tanpa sepengatuan ku makanya kau tidak butuh uang itu," sahut Aditya sinis. Tidak ada hari untuk tidak menghina Felly.


" Aku tidak melakukan apapun yang kau tuduhkan. Aku pasti butuh uang itu. Uang itu untuk biaya ibuku. Dan kau sudah membayarnya aku tidak membutuhkan uang itu lagi," jelas Felly. Aditya mendengus kasar mendengar bicara Felly.


Aditya berdiri dan dari tempat duduknya. Dengan ke-2 tangannya berada di sakunya Adita berdiri didepan Felly.


Saat Aditya melangkahkan kakinya maju lebih mendekat pada Felly refleks Felly mundur. Aditya melihat wajah wanita itu semakin gugup.


Aditya menyunggingkan senyumnya dan memajukan langkahnya lagi dan Felly terus mundur. Aditya sepertinya sangat suka mempermaikannya.


" Apa yang ingin di lakukannya," batin Felly mulai panik. Felly terus mundur dan sial nya Felly sudah membentur dinding dia sudah tidak bisa mundur lagi.


Sementara Aditya sudah sangat dekat dengannya. Aditya mendengus senyum saat wanita itu sudah terbentur dingding.


Felly mencari jalan keluar ingin pergi. Tetapi itu tidak terjadi. Aditya meletakkan telapak tangannya di dingding. Sehingga tubuh Felly sudah terkunci, membuat Felly mulai gelisah.

__ADS_1


" Minggir! aku hanya mengantarkan uang itu," ucap Felly dengan gugup. Tetapi Aditya menatap wajah Felly dengan seriangi nakal.


" Kau yang masuk kemari. Jadi kau juga tidak mudah untuk pergi," ucap Aditya dengan serak berbisik di telinga Felly membuat bulu kuduk Felly berdiri.


" Apa ini sudah waktunya kau melaksanakan tugasmu, bukannya seharusnya kau sudah mempersiapkan dirimu," ucap Aditya membuat Felly menatapnya dengan membulatkan matanya sempurna.


" Apa maksudmu?" tanya Felly dengan tubuh bergetar.


" Aku tidak jadi bermain malam itu denganmu dan bukankah ini sudah waktunya," jawab Aditya dengan matanya yang jelalatan menatap intens tubuh Felly.


" Apa yang kau katakan?" tanya Felly mulai punya firasat buruk.


" Aku memang membayar rumah sakit ibumumu. Tapi kau jelas tau. Jika semua itu tidak gratis. Malam itu aku tidak menyentuhmu. Itu karena aku tidak bernafsu denganmu. Jadi bukan berarti kau bebas. Jadi beda cerita dengan hari ini," ucap Aditya dengan seriangi nakal di wajahnya terus mengamati tubuh Felly dari bawah sampai atas.


" Tidak aku tidak mau. Itu berlaku malam itu dan tidak berlaku untuk hari ini esok atau sampai kapanpun," sahut Felly menekankan dengan matanya yang memerah yang menolak mentah-mentah.


" Kau kembali sok jual mahal kepada ku," sahut Aditya.


" Biaya rumah sakit untuk mamaku. Itu uang hak ku. Dan uang ini yang kau berikan malam itu. Karena kau membeliku. Kau tidak memakaiku. Jadi aku juga akan kembalikan, jadi kita impas," ucap Felly berbicara cepat-cepat. Aditya hanya menyimak kata-katanya.


" Apa kau lupa apa yang aku katakan malam itu. Jika kita tidak akan pernah selesai. Kau sudah terlanjur masuk kedalam semuanya," sahut Aditya Felly geleng-geleng.


" Aku tidak bisa melakukan itu. Drama ini belum selesai," sahut Aditya menatap Felly dalam-dalam.


Dia bisa melihat ke-2 bola mata itu benar-benar jelas mengatakan untuk mengentikan semuanya. Ada kelelahan di mata itu dan pasti ada rasa putus asa dan ada rasa kembali bertahan.


" Aku tidak urusan dengan Drama yang kau katakan. Aku hanya ingin menjalankan hidupku dengan baik. Jadi lepaskan aku dan Jika aku berutang masalah dengan biaya operasi mamaku yang kau bayar. Aku akan menggantinga kepadamu," sahut Felly asal-asalan.


Dia juga tidak tau dari mana mendapatkan uang untuk membayar uang pemberian Aditya kepadanya. Aditya mengeus kasar mendengarnya.


" Apa kau akan melacurkan dirimu agar mendapatkan uang untuk membayarnya," sinis Aditya menuduh Felly terus menerus.


Membuat Felly menatap Aditya dengan tatapan menantang. Felly mengepal tangannya lama-lama dia panas dengan omongan Aditya.


" Aku memang miskin dan kemarin aku memang melakukan kebodohan. Tetapi bukan berati aku akan melakukan itu demi uang, aku masih punya akal," tekan Felly tanpa melepas tatapannya.

__ADS_1


" Lalu kenapa akal mu tidak kau gunakan malam itu? tanya Aditya berdesis.


" Aku juga bertanya kepadamu. Kenapa akalmu tidak kau gunakan malam itu. Atau kau menggunakannya. Sangking di gunakannya akal mu tidak berfungsi," sahut Felly membalikkan kata-kata Aditya.


" Berani sekali kau," geram Aditya.


" Aku tidak takut denganmu," tegas Felly yang kembali kepancing emosi.


Ya jika dia emosi Aditya hanya akan semakin panas melihatnya.


Aditya mendengus kasar menatap wajah dengan keberanian besar itu. Aditya memajukan wajahnya reflek membuat Felly miring kekanan dengan tangannya yang sudah mengepal menahan takut


" Minyinggir dari ku! tegas Felly mulai gugup.


" Bagaimana jika aku tidak mau," sahut Aditya menyunggingkan senyumnya.


" Jangan macam-macam. Aku tidak ingin terlibat denganmu. Aku akan mengembalikan uangmu," ucap Felly gugup.


Aditya tidak memperdulikan ucapan Felly. Aditya melihat wajah Felly yang semakin ketakutan. Seakan menjadi hal yang menyenangkan untuknya.


Aditya semakin mendekatkan wajahnya agar bisa menjalankan aksinya. Benar-benar bibir merah yang terus bergetar itu membuatnya ingin melahapnya.


Brukkkk.


Bukaan pintu ruangan Aditya yang kasar membuat Aditya kaget dan menghentikan kegiatan yang hampir tercapai.


Aditya langsung menoleh kearah pintu siapa yang berani membuka pintunya dengan kasar. Felly melihat ke arah pintu


" Mas Damar!" Felly kesulitan menelan salavinanya sangat kaget saat Pria yang berdiri di depan pintu adalah Damar.


Berbeda dengan Aditya yang justru menyimpan senyum kemenangan. Waktu yang sangat tepat saat melihat Damar menangkap dirinya seperti itu dengan Felly.


Apa lagi saat melihat Damar yang berdiri mematung dengan wajah memerah. Ke-2 tangan itu mengepal seperti menahan amarah yang sudah tidak bisa di luapkan.


" Berani sekali kau masuk tanpa mengetuk pintu pintu," sinis Aditya yang menikmati keadaan itu.

__ADS_1


Tangan Aditya langsung di letakkan di pundak Felly menariknya lebih dekat dengannya, Felly diam bahkan tidak menghindar sama sekali saat tangan pria itu berada di pundaknya merangkul dirinya.


Bersambung........


__ADS_2