Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Part 131 Tiba-tiba ingin camping.


__ADS_3

Harison benar-benar tidak peduli dengan bantahan Rebecca. Dia merasa keputusannya sudah sangat tepat untuk memberi hukum jera kepada menantunya yang sudah mengecewakannya.


" Sial," desis Rebecca dengan mengepal tangannya dengan kuat.


" Papa benar-benar keterlaluan, bisa-bisanya papa melakukan hal itu. Tidak bisa di dibiarkan lagi. Kalau terus menerus seperti ini yang adanya aku dan Damar benar-benar akan tersinggir oleh Aditya. Belum lagi Aditya dan pengacaranya juga sudah semakin bertindak. Hal ini benar-benar tidak bisa dia anggap spele. Aku harus melakukan suatu hal. Aku harus melenyapkan ke-2 nya," batin Rebecca dengan penuh rencana yang benar-benar sangat licik.


**********


Aditya sedang berada di rumah di ruang kerjanya. Karena hari Sabtu dia tidak kekantor. Dia menyelesaikan sisa-sisa pekerjaannya di rumah.


Aditya sibuk membolak-balik dokumen yang di pegangnya. Entah apa isinya hanya dia yang tau.


tok-tok-tok-tok.


" Masuk!" sahut Aditya dari dalam. Pintu terbuka yang ternyata menampilkan Bion. Bion pun langsung masuk. Menundukkan kepalanya saat berdiri di depan Aditya.


" Ada apa?" tanya Aditya.


" Maaf tuan saya mendapat laporan berita. Jika Leon tiba di Indonesia," sahut Bion. Mendengarnya mata Aditya terbelalak kaget. Saat mendengar nama itu.


" Apa kamu bilang dia datang ke Indonesia," sahut Aditya benar-benar kaget mendengarnya sampai napasnya mulai berat.


" Benar tuan, ini tuan," Bion memberikan 1 lembar foto dan Aditya langsung melihatnya.


Di mana benar-benar Leon Pria ke-3 yang memperkosa kakaknya. Setelah, Heriyawan dan juga Wiliam.


Aditya yang melihat Pria yang sangar sekitar berusia 40 tahunan itu langsung geram. Sampai meremas foto itu dan mungkin ingin mencabik-cabik wajah Pria itu. Atau langsung mengirimnya ke neraka.


" Sial, berani-beraninya dia muncul. Setelah aku bersusah payah untuk mencarinya," sahut Aditya merapatkan giginya.


" Dan, ada satu lagi tuan," ucap Bion lagi. Membuat Aditya melihat ke arah Bion.


" Ada apa lagi?" tanya Aditya.


" Leon sampai ke Indonesia dan saya mengecek penerbangannya. Tiket yang di pesan dari akun Rebecca," jawab Bion. Aditya semakin kaget mendengar ucapan Bion.


" Apa katamu?" tanya Aditya tidak percaya. Jika Rebecca membantu penerbangan itu.


" Benar tuan," sahut Bion.


" Kurang ajar, berani-beraninya dia melakukan itu jadi dia yang membawa Pria itu pulang. Apa yang di rencanakan nya," desis Aditya dengan geram pada Rebecca yang sudah semakin memperlihatkan yang ingin menentangnya.


" Saya akan coba menyelidiki tuan," sahut Bion yang memang belum mencari informasi lengkapnya.


" Kau awasi Rebecca, William, dan juga Leon. Aku yakin seperti mereka terang-terangan ingin menyerangku," ucap Aditya yang mulai was-was.

__ADS_1


Dia tau Rebecca sebenarnya bukan lawan yang mudah. Kelicikan Rebecca bisa mengubah segalanya. Jadi dia benar-benar harus hati-hati dan tidak boleh lengah sedikitpun.


" Oh iya Bion, kak Elia, aku memintamu untuk selalu mengawasinya. Tambahi bodyguard di rumahnya dan benar-benar kau harus mengawasinya, jangan sampai terjadi apa-apa padanya," ucap Aditya.


" Baik Tuan, kalau begitu, saya permisi dulu," jawab Bion menundukkan kepalanya.


" Pergilah!" sahut Aditya, Bion mengangguk dan akhirnya pergi.


" Sial, mereka benar-benar sial. Berani-beraninya mereka menyerangku. Aku ingin melihat permainan apa yang akan kalian lakukan. Tidak apa-apa. Jika kalian benar-benar berkumpul. Aku tidak repot-repot lagi menunggu lama. Aku bisa mengirim kalian ke penjara sekali tiga dan tidak membuang waktuku," batin Aditya dengan mengepal tangannya.


Mungkin Leon adalah orang yang di carinya selama ini. Dan tau-tau Pria biadap yang merusak hidup kakaknya sudah kembali. Walau pria itu ingin di hancurkanya.


Tetapi Aditya tidak mempungkiri jika dia sangat khawatir. Karena Leon bukan orang sembarangan yang kemungkinan bisa mencelakai orang-orang di sekitarnya. Apa lagi Leon bekerja sama dengan Rebecca yang dia tau wanita itu bukanlah seorang manusia.


**********


Felly duduk taman belakang dengan membuka-buka majalah, dengan wajahnya yang senyum-senyum. Tidak tau apa artinya.


" Non Felly," tegur bi Warmi yang berdiri di belakangnya dengan membawa orens jus.


" Eh, bibi," sahut Felly.


" Ini non, jus yang non minta," ucap bibi langsung memberikan gelas yang di pegangnya.


" Saya permisi dulu non," ucap Bibi pamit.


" Eh, bi tunggu sebentar," ucap Felly menghentikan bi Warmi yang ingin pergi.


" Iya non, ada apa?" tanya bibi.


" Sini deh," sahut Felly langsung menarik tangan Bi Warmi menyuruhnya duduk di depannya. Membuat bi Warmi heran.


" Ada apa non Felly?" tanya Bi Warmi heran.


" Hmmm, bibi pernah camping tidak?" tanya Felly tiba-tiba. Hal itu membuat bi Warmi heran kenapa nyonya nya harus bertanya seperti itu.


" Aduh non, bibi kebanyakan bekerja dari dulu jadi tidak pernah merasakan hal-hal itu," sahut Bi Warmi dengan menggaruk-garuk kepalanya.


" Begitu! tapi kayaknya asyik banget ya kalau camping, buat tenda di pinggir sungai, terus memasak dengan alat-alat camping kayaknya enak banget," ucap Felly dengan senyumannya. Bi Warmi yang mendengarnya heran.


Mata bi Warmi turun ke atas meja yang ternya ada majalah yang terbuka itu adalah tentang perkemahan.


" Non sedang ngidam ya?" tebak Bi Warmi menebak-nebak.


" Ngidam, maksudnya," sahut Felly.

__ADS_1


" Iya non pasti sedang ngidam. Apa non pengen camping?" tanya Bi Warmi. Membuat Felly tertawa kecil.


" Nggaklah bi, tiba-tiba aja kayaknya senang aja gitu kalau camping, tidur dalam tenda kayaknya, asyik gitu," ucap Felly.


" Itu tandanya non Felly benar-benar ngidam," sahut Bi Warmi yakin majikannya itu sedang mengidam.


" Masa sih, kayaknya nggak deh," sahut Felly masih membantah.


" Iya non Felly, mending non Felly bilang deh sama tuan Aditya untuk pergi camping," sahut bibi langsung memberi saran.


" Ngapain di kasih tau. Jelas dia tidak ada urusannya dengan apa yang ada di pikiranku," sahut Felly dengan wajah mengkerutnya.


" Ya kan, non Felly ingin camping, berarti harus bilang suami. Jadi tuan Aditya bisa memberikan izin. Dari pada nanti bayi non Felly ada masalah," ucap Bi Warmi yang kembali memberi saran.


" Hmmm, begitu ya. Ahhhh, nggak ah. Lagi pula siapa juga yang mau camping," ucap Felly yang mengelak jika memang dia ingin melakukan kegiatan Camping.


Tetapi karena pelayan yang cukup akrab dengannya itu memberi saran untuk memberi tahu Aditya. Dia jadi membantah keinginannya yang memang ingin melakukan kegiatan itu. Wajahnya juga tidak bisa bohong dengan ke inginkannya itu.


Ternyata pembicaraan Felly dan pelayannya terdengar di telinga Aditya yang kebetulan lewat dan mendengar dari kejauhan 7 meter.


" Camping, apa lagi yang ada di pikirannya, apa dia anak kecil, anak sekolahan yang harus melakukan hal itu. Seperti tidak ada pekerjaan saja," batin Aditya mendengus kasar dengan geleng-geleng kepala mendengarkan keinginan Felly.


********


Aditya kembali ke ruang kerjanya dan duduk di bangku kerjanya. Aditya menyandarkan punggungnya di bangku kerjanya dengan fokus pada ponselnya.


Aditya menscroll ponselnya dengan membaca artikel dengan serius.


" Perubahan hormon ibu hamil sangat identik dengan manja yang berlebihan. Wanita yang hamil muda apa lagi hamil pertama biasanya sangat ingin di manja," baca Aditya dalam tulisan artikel itu. Sampai dia menaikkan 1 alisnya.


Tiba-tiba saja tangannya memang gatal ingin mencari tahu apa-apa saja keinginan wanita hamil.


" Wanita hamil biasanya sangat banyak permintaan. Mengidam hal-hal yang aneh, untuk para suami harus siap-siap di repotkan," bacanya lagi.


" Apa lagi ini. Kenapa banyak sekali," gerutu Aditya mendengus kasar.


" Memang apa yang akan terjadi jika permintaannya tidak di turuti," ucapnya yang ingin tau.


sampai menulis pencarian yang membuatnya penasaran.


" Anak akan ileran, ibu hamil bisa tersiksa, ada-ada saja," ucapnya geleng-geleng.


" Benar-benar Felly itu sangat merepotkan. Kapan dia tidak merepotkanku. Apa tidak bisa dia merepotkanku," batinnya mulai kesal. Padahal Felly tidak meminta apapun darinya dianya saja yang kepo sendiri.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2