Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.

Pria Kejam Yang Merampas Kehormatan Ku.
Eps 229 Hari persidangan


__ADS_3

Felly dan Aditya sudah siap-siap di dalam kamar. Rania memakai dress berwarna peach selututnya dengan tangan rumbai-rumbai dengan rambutnya yang di biarkan di gerai yang sekarang duduk di depan Raihan di pinggir ranjang di mana dia sedang mengganti perban luka suaminya.


Raihan tidak lepas menatap Felly. Walau sudah sering menatapnya. Tetapi tidak ada kata bosan untuk tidak menatap wajah cantik itu.


" Jiwa ke Dokteran mu sudah mulai kelihatan," ucap Aditya tersenyum tipis, membuat Felly juga ikut tersenyum.


" Kamu bisa saja," sahut Felly yang sudah merekatkan perban.


'' Kapan kamu mulai kuliah?" tanya Aditya.


" Kayaknya Minggu depan," jawab Felly.


" Kalau kamu di kampus, kamu harus jaga mata. Jangan jelalatan untuk melihat cowok-cowok lain apalagi berani mencuri-curi untuk menatap Pria lain," ucap Aditya yang belum apa-apa sudah posesif pada istrinya.


Felly mendengarnya langsung melihat suaminya dengan sewot.


" Kamu dengar kan aku atau tidak. Jika aku sempat mendapati. Ada Pria yang menatapmu aku akan mencongkel matanya dan menjadi kan matanya barang antik yang akan di musiumkan," ucap Aditya.


" Kamu belum juga aku masuk kuliah, kamu sudah banyak ngaturnya," sahut Felly kesal.


Jika tidak mau di atur maka kamu harus menuruti suami mu," sahut Aditya menatap Felly dengan serius.


" Iya," jawab Felly tidak Ikhlas, Aditya menyunggingkan senyumnya mendengarnya.


" Sudah selesai," ucap Felly mengakhiri pekerjaannya.


" Terima kasih Dokter," sahut Aditya.


" Aku belum menjadi Dokter," sahut Felly berdiri untuk mengambil kemeja Aditya dan memakaikannya pada Aditya. Aditya masih saja menatapnya bahkan memajukan wajahnya untuk meraih bibir Felly. Tetapi Felly dengan cepat memundurkan wajahnya mengelak, Aditya mereka tertantang dan memajukan lagi dan Felly memundurkan lagi. Sampai Felly kesal dan memukul Aditya.


" Jangan menggangguku!" geram Felly, membuat Aditya mendengus tersenyum melihat marahnya Felly yang selalu menolak untuk di cium. Tetapi kalau sudah di cium malah tidak mau lepas. Felly berdiri dari depan Aditya lalu memberikan jas hitam untuk Aditya.

__ADS_1


" Pakai jasmu," ucap Felly ketus yang Aditya langsung meraih jasnya dari Felly dan bukan Aditya namanya tidak jahil yang langsung menarik tangan Felly membuat Felly kaget dengan membuka lebar matanya, saat tubuh kecilnya berada di pelukan Aditya dan Aditya mengunci Felly dalam pelukannya seakan tidak ingin Felly lepas darinya.


" Jangan terus jual mahal kepadaku," ucap Aditya yang Felly sedikit memberontak saat berada di pelukan itu.


" Hmmm, siapa yang jual mahal. Aku tidak jual mahal," sahut Felly berusaha melepas dirinya dark Aditya.


" Mari sama-sama berdoa. Hari ini adalah sidang papa, kita akan menghadapi hari yang penuh ketegangan," ucap Aditya. Felly yang di pelukannya tersenyum dan mengusap-usap pundak Aditya.


" Hmmm, aku selalu berdoa. Agar semuanya benar-benar lancar, kita datang kepengadilan bukan untuk melawan orang-orang jahat itu. Tetapi untuk menjemput papa," jawab Felly. Aditya tersenyum mendengarnya.


" Kamu benar, kita datang kesana untuk menjemput papa," sahut Aditya. Felly melepas pelukannya dari Aditya dan melihat wajah Aditya.


" Papa pasti akan bebas," sahut Felly dengan yakin. Aditya menganggukkan matanya.


" Jika papa bebas. Itu karena aku. Apa aku akan mendapatkan hadiah?" tanya Aditya. Felly tersenyum mengendus mendengarnya. Lalu memaggguk.


" Aku akan memberikan hadiah Apapun yang kamu mau," ucap Felly. Aditya memebelai rambut Felly dengan tersenyum.


" Aku akan menagihnya," sahut Aditya. Felly mengangguk mendengarnya.


" Hmmm, ayolah," sahut Aditya.


********


Akhirnya mobil mewah Aditya berhenti di depan pengadilan. Aditya, Bion, Elia dan Nayra berada dalam satu mobil. Aditya dan Felly, duduk di bagian paling belakang sementara Elia berada di paling dengan dengan Bion yang menyetir.


Sementara Andre, Sabila, Aqni, Wanti berada di mobil lain dan juga pengacara mereka tuan Mark juga di mobil lain yang mana 3 mobil mewah itu sudah terparkir di depan pengadilan.


" Bion, kamu di dalam mobil saja, kamu jaga kak Elia," ucap Aditya memerintahkan.


" Baik tuan," sahut Bion.

__ADS_1


Aditya pasti tidak ingin kakaknya masuk karena akan bertemu, dengan Rebecca, papanya Baskoro dan kakeknya.


Aditya tidak ingin memberikan papanya kesempatan untuk melihat wajah kakaknya dan juga Aditya tidak mau melukai perasaan kakaknya karena melihat orang-orang itu hanya akan membuka luka lama di hati kakaknya.


" Kakak tunggu di mobil ya," ucap Aditya dengan lembut.


" Iya, kakak akan menunggu di sini. Kalian masukkan dan semoga semuanya lancar," ucap Elia yang memberikan doanya.


" Amin," sahut Felly.


" Ya sudah, ayo Felly, kita masuk," ucap Aditya. Felly mengangguk.


" Jaga, kak Elia!" perintah Aditya. Bion kembali mengangguk. Lalu Felly dan Aditya pun keluar dari mobil untuk menghampiri keluarga yang lainnya yang juga sudah keluar dari mobil yang pasti akan mengikuti jalannya persidangan.


Elia hanya melihat dari mobil di mana Aditya dan yang lainnya sudah memasuki kantor persidangan tersebut dan tidak berapa lama mobil orang yang akan bertarung dengan Aditya juga sudah tiba.


Di mana bodyguard yang turun dan membukakan pintu untuk 2 pengacara hebat Rebecca yang menjadi andalannya semala ini. Selain itu Wiliam juga turun. Melihat Wiliam membuat Elia mengepal tangannya dengan menatap penuh kebencian yang seharunya Kemarin Pria itu juga mati di tangannya.


Dan mobil lainnya menyusul yang memperhatikan Damar dan Rebecca yang keluar dari dalam mobil. Mata Elia lebih memerah dan mungkin lebih membenci Rebecca karena sebagai penghancur hidupnya dan tubuhnya begitu bergetar ketika melihat wanita iblis itu.


" Kau akan segera mendapatkan balasan atas perbuatanmu," lirih Elia penuh dengan dendam. Membuat Bion melihat ke arah Elia. Karen memang mendengar suara bergetar Elia. Tetapi Bion sudah mengerti, dan wajar Elia membenci wanita itu.


Tidak lama dari situ mobil berhenti lagi dan bodyguard membukakan pintu yang ternyata sang kakek yang turun.


" Kakek!" lirih Elia yang pasti merindukan kakeknya yang bertahun-tahun memang tidak di temuinya. Bahkan air matanya menetes saat melihat kakeknya dan ada keinginan untuk Elia turun dan memeluk kakeknya. Tetapi Elia belum sempat melakukan itu. Seketika matanya melihat Baskoro yang tak lain adalah papanya.


Elia semakin sedih ketika melihat papanya. Tangisan kebencian di keluarkannya ketika melihat papa kandungnya. Pria yang dulu sangat memanjakannya. Namun membuangannya saat dia benar-benar hancur dan Pria itu harus di lihatnya yang membuat hatinya hancur yang merasa tidak di kasihi sama sekali.


" Kenapa mataku, harus melihat orang tua yang tidak bertanggung jawab itu," ucap Elia dengan suaranya tertahan dengan air matanya menetes saat melihat Baskoro.


Pria yang beberapa kali meminta pada Aditya untuk mempertemukannya dengan Elia. Namun Aditya tidak akan sudi mempertemukan kakaknya dengan ayah yang membuang mereka.

__ADS_1


Melihat Baskoro membuat Elia menangis terisak-isak. Dia harus mengingat penderitaannya di saat remaja dan sang ayah bukannya memberikannya dukungan malah menuduhnya yang tidak dan tega memasukannya Kerumah sakit jiwa hanya karena terpengaruh omongan Rebecca.


Bersambung


__ADS_2