
" Apa maksud kamu?" tanya Felly dengan wajahnya yang menatap serius.
" Felly, anak yang kamu kandung adalah anakku. Jika anak itu telah pergi. Maka aku akan menanam benihku kembali di rahimmu," ucap Aditya dengan menatap Felly dalam-dalam membuat Felly kaget mendengarnya.
" Kau!" kesal Felly yang langsung mendorong Aditya. Kata-kata Aditya pasti membuatnya kesal dengan Aditya yang bicara suka-sukanya ingin kembali membuat dedek bayi.
" Kau pikir aku mau. Kali ini aku tidak akan tertipu dengan mu. Aku tidak akan termakan dengan rayuan manis mu itu," ucap Felly dengan marah-marah penuh emosi.
" Apa yang salah, kita menikah dan kau sudah mendengar sendiri. Jika aku tidak akan pernah menceraikanmu. Lalu apa. Mari kita perbaiki semuanya dengan menghadirkan malaikat kecil di dalam hidup kita," ucap Aditya dengan entengnya yang tampak tidak berdosa mengatakannya.
" Aku tidak mau brengsek," geram Felly yang langsung memukul Aditya dengan tangannya dan Aditya harus menghindar dengan meletakkan tangannya di wajahnya menghalangi Felly yang terus memukulnya.
" Keluar dari sini!" geram Felly yang membuka pintu terus mendorong Aditya dengan terus memukul-mukul Aditya sampai keluar dari kamar. Sampai tanpa Felly sadari sang mama berdiri di depan pintu kamar dan melihat perbuatan anaknya.
" Mama," lirih Felly menghentikan perbuatannya ketika melihat sang mama yang menatapnya horor dengan ke-2 tangan mamanya yang di letakkan di dadanya dan Aditya langsung menoleh kebelakang melihat ibu mertuanya itu.
" Apa yang kamu lakukan kepada suami kamu?" tanya Sabila dengan nada mengintimidasi.
" Nggak, nggak ngapain-ngapain," sahut Felly mengelak yang merasa tertangkap basah.
" Kamu pikir mama buta hah!" sahut Sabila. Aditya menyimpan senyum tipis yang melihat Felly berubah menjadi panik saat mamanya ada di depannya. Dan Felly menatap dengan kesal kepada Aditya yang seakan mengejeknya.
" Ma, semuanya tidak seperti yang mama pikir," sahut Felly yang mencoba menjelaskan.
" Kamu ya Felly, sebesar apapun masalah kamu dengan suami kamu. Apa yang kamu lakukan sangat tidak terpuji. Kamu tidak boleh melakukan KDRT pada suami kamu. Itu sangat tidak baik," ucap Sabila yang mengoceh terus membuat Felly merasa di pojokkan.
" KDRT bagaimana. Tidak ada yang KDRT. Mama sangat berlebihan," sahut Felly. Aditya hanya tersenyum miring yang masih mendapat pembelaan dari mertuanya yang kemungkinan dia memang tidak akan pernah berpisah dari Felly. Walau Felly tetap ngotot. Tapi mertuanya berpihak padanya.
" Lalu apa namanya kalau ini tidak KDRT," sahut Sabila.
__ADS_1
" Mama hanya melihat yang barusan. Mama tidak melihat kejadian sebenarnya," sahut Felly mencoba mencari pembelaan.
" Mama tidak percaya kata-kata kamu. Apapun yang kamu lakukan sangat tidak pantas. Kamu hanya akan menjadi istri durhaka," sahut Sabila mengutuk sang anak, " Cepat minta maaf pada suami kamu," lanjut Sabila membuat Felly kaget dan langsung melihat ke arah Aditya.
" Nggak," sahut Felly dengan cepat.
" Kamu benar-benar mau menjadi istri durhaka," sahut Sabila lagi.
" Ma, sudahlah, ini tidak sepenuhnya salah Felly. Aditya yang salah dan Felly tidak perlu minta maaf, biar Aditya yang minta maaf, Felly hanya kesal jadi dia bertindak seperti itu," sahut Aditya yang langsung cepat bicara karena dia juga tidak ingin Felly harus meminta maaf.
" Dasar caper!" desis Felly kesal.
" Kamu lihat suami kamu Felly. Dia begitu baik. Tetapi kamu tidak bisa mencontohnya. Mama benar-benar harus geleng-geleng kepada kamu," sahut Sabila yang memuji Aditya. Sementara wajah Felly begitu kesal dengan Aditya yang terus mencari muka di depan mamanya.
" Felly, maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi," sahut Aditya yang memang betul-betul minta maaf.
" Felly suami kamu sedang meminta maaf, kenapa kamu diam?" tanya Sabila.
" Felly, mau pergi sudah telat," sahut Felly yang tidak mau menjawab apa-apa. Aditya menghentikan tangannya saat melewati Aditya.
" Kita pergi bersama," ucap Aditya menegaskan. Felly melihat ke arah sang mama dan memang harus mengatakan iya. Karena mamanya melihatnya dengan tatapan horor.
" Ma, kami pergi dulu," sahut Aditya berpamitan.
" Iya, kalian hati-hati," sahut Sabila tersenyum manis pada menantunya itu dan Aditya mengangguk, lalu membawa Felly pergi dengan tetap memegang tangannya. Walau Felly tidak ikhlas. Tetapi dia memang tidak punya pilihan lain selain pergi bersama.
Sabila geleng-geleng dengan melihat kepergian putrinya dan menantunya.
" Aku hanya berharap. Felly bisa lebih dewasa lagi dan bisa menyelesaikan masalahnya dengan Aditya. Tidak berlarut-larut seperti ini," batin Sabila dengan penuh harapan.
__ADS_1
Felly dan Aditya berjalan menuju mob dan Felly langsung melepaskan tangannya dari Aditya. Ketika sudah tidak terlihat mamanya lagi.
" Lepaskan! jangan mencari kesempatan," geram Felly dengan emosi. Aditya hanya diam saja dan Bion yang sudah di depan mobil membukakan pintu mobil bagian belakang untuk Felly dan Aditya.
Felly melihat Aditya dengan kesal dan dia tidak punya pilihan lain selain harus berangkat dengan Aditya.
" Aku tidak mau duduk bersamamu," ucap Felly dengan kesal dan memasuki mob yang duduk di bagian paling depan. Bion pun heran melihatnya dan mana mungkin dia duduk bersebelahan dengan majikannya. Aditya mendengus melihat Felly yang terus melakukan cara agar tidak dekat dengannya.
" Kamu masuk kedalam," ucap Aditya mengarahkan matanya ke dalam mobil di bagian bangku belakang.
" Hah! tapi Pak," sahut Bion kebingungan.
" Sudah masuk saja," sahut Aditya yang langsung berjalan dari belakang mobil yang ternyata memasuki bagian pengemudi mobil dan Bion kebingungan dengan menggaruk kepalanya dengan ujung jarinya dan tidak punya pilihan selain memasuki mobil.
Felly langsung tersentak kaget ketika melihat Aditya sudah berada di sampingnya.
" Kau," geram Felly. Felly melihat kebelakang dan melihat Bion sudah duduk santai di sana.
" Ishhh," geram Felly yang membuka pintu mobil yang punya rencana untuk pindah. Tetapi sayang Aditya sudah menguncinya. Felly berusaha membuka tetapi tidak bisa.
" Aditya!" geram Felly melihat kearah Aditya yang sedang memakai sabuk pengaman.
" Pakai sabuk pengaman mu. Kita harus buru-buru. Jangan sampai terlambat," ucap Aditya.
Felly pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Selain menurut saja. Tidak ada gunanya membantah Aditya pasti akan menang. Aditya tersenyum miring dan mulai memajukan mobil sementara Bion yang duduk di belakang penuh kebingungan.
Ini baru terjadi seumur hidup di mana Bion baru di supiri oleh atasannya sendiri yang begitu galak dan mungkin Bion menyaksikan pasangan suami istri yang bertengkar itu. Felly harus menahan kekesalannya yang berada di samping Aditya. Dan Aditya harus banyak-banyak bersabar.
...Hari ini up 3 jadi jangan bosan-bosan buat tinggalin jejak ya....
__ADS_1