
Bion dan Elia menghabiskan waktu jalan-jalan bersama. Mereka memang layaknya orang pacaran yang berduan terus. Usia Elia sebenarnya tidak muda lagi untuk berpacaran. Ya kalau apa Bion harus langsung peka untuk menikahinya.
Elia dan Bion berjalan bersebelahan sambil Elia menikmati gulali, sesekali mereka saling melihat dan kembali fokus berjalan. Tangan kiri Elia dan tangan kanan Bion sama-sama menganggur dan hanya menggantung saja.
Namun ketika tangan itu tidak sengaja saling bersentuhan membuat Bion memberanikan diri untuk menggenggam tangan Elia dengan erat. Menyatukan 5 jarinya dengan 5 jari Bion.
Elia menoleh kearah Bion dan sama Bion juga menoleh ke arahnya yang mana mereka saling tersenyum dan sepertinya tidak ada masalah untuk Bion menggenggam tangannya justru Elia merasa begitu bahagia.
" Kamu mau?" tanya Elia menawarkan makanannya. Bion mengangguk dengan membuka mulutnya seakan memberi kode untuk di suapi. Elia dan Bion sama-sama menghentikan langkah mereka dan Elia langsung menghadap Bion dengan memberikan gulali itu pada Bion menyuapinya dengan lembut.
Mata Bion bahkan tidak lepas untuk tidak menatap Elia yahh pasti wajah Elia menjadi memerah karena mendapat tatapan seperti itu.
" Apa kita tidak sebaiknya pulang," ucap Elia dengan gugup.
" Kenapa memangnya kamu sudah lelah?" tanya Bion.
" Kasian Gina, bukannya dia pasti sudah mencarimu," jawab Elia yang ternyata memikirkan Gina.
" Kamu benar, aku mematikan handphone ku. Agar Gina tidak bisa menelponku. Tapi aku sudah bicara dengan Citra dan Citra yang mengurus semuanya," jelas Bion.
" Walaupun seperti itu. Tetapi dia pasti menunggumu. Nanti kondisinya memburuk. Alangkah baiknya kamu pulang," ucap Elia yang begitu baiknya yang tidak egois untuk menahan Bion harus bersamanya. Walau sebenarnya dia masih ingin bersama Bion. Karena seharian itu waktu yang sangat singkat bagi Elia.
" Ya sudah kalau begitu. Tapi aku akan mengantarmu pulang," ucap Bion. Elia menganggukkan kepalanya.
" Habiskan!" ucap Elia yang kembali menyuapi Bion.
" Terima kasih," sahut Bion. Elia mengangguk.
**********
Tidak lama akhirnya Bion mengantarkan Elia pulang. Mobil Bion berhenti di depan rumah Aditya. Elia tersenyum dengan membuka sabuk pengamannya.
" Sebenarnya aku ingin menemui Aditya. Hanya saja waktunya mepet yang mungkin Aditya sudah istirahat," ucap Bion.
__ADS_1
" Hmmm, kamu benar sih. Aditya dan Felly kayaknya sudah tidur. Karena mereka juga baru pulang dari rumah sakit," sahut Elia melihat arloji di tangannya, " memang kamu bicara apa. Biar nanti aku sampaikan?" tanya Elia.
" Besok saja aku menemuinya," sahut Bion.
" Oh, begitu," sahut Elia. Bion menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
" Ya sudah, kalau begitu aku masuk dulu. Makasih ya untuk hari ini," ucap Elia pamit.
" Sama-sama, kamu langsung istirahat ya," ucap Bion mengingatkan Elia.
" Iya kamu hati-hati ya," ucap Elia. Bion mengangguk dan Elia langsung keluar dari mobil. Setelah keluar dari mobil. Elia masih membungkuk dengan melambai pada Bion. Bion tersenyum lalu tidak menunggu lama Bion pun langsung melakukan mobilnya dengan kecepatan santai.
Elia tersenyum lebar yang mencerminkan kebahagiannya hari ini.
" Akhirnya bisa jalan bareng Bion, semoga besok Bion mengajak ku lagi," ucap Elia dengan senyumnya yang lebar. Suasana hatinya yang begitu bahagia, Elia langsung memasuki rumah untuk beristirahat.
Saat Elia memasuki rumah, ternyata malam-malam begini di ruang tamu masih ramai orang yang mana ada Aditya, Felly, Harison, Lusi, Laura dan Andre.
" Mereka belum tidur, tau gitu tadi Bion menemui Aditya," batin Elia yang heran melihat keluarganya itu.
" Hmmm, iya kek," sahut Elia.
" Kemarilah, ada yang ingin di bicarakan denganmu," sahut Harison memanggil cucu wanitanya itu. Elia mengangguk dan akhirnya langsung menghampiri kakeknya dan juga orang-orang yang ada di sana. Yang mana Elia duduk di samping kakeknya yang berhadapan dengan Andre.
" Ada apa ya kek, apa ada yang di bicarakan begitu penting?" tanya Elia.
" Iya kak Elia ini sangat penting," sahut Felly dengan wajahnya yang terlihat semangat. Namun Elia malah bingung.
" Memang ada apa?" tanya Elia heran dengan melihat satu persatu orang yang ada di ruangan itu.
" Andre ingin bicara penting untuk kamu Elia," sahut Luci. Mata Elia langsung menuju pada Andre dengan perasaan Elia yang juga semakin bingung.
" Ada apa Andre?" tanya Elia.
__ADS_1
" Hmmm, begini," sahut Andre dengan tangannya yang saling mengatup dan wajah Andre yang begitu serius saat bicara dengan Elia. Elia juga yang begitu penasaran mendadak sangat serius.
" Ada apa Andre?" tanya Elia lagi.
" Elia kedatangan mu kemari. Aku bicara penting di mana aku ingin melamar kamu," ucap Andre menyatakan niat baiknya pada Elia.
Elia begitu terkejut mendengarnya sampai mulutnya menganga yang tidak percaya jika Andre akan melamarnya. Namun Felly, tersenyum melihat kakaknya yang akhirnya menyatakan perasaannya pada Elia, Harison juga tersenyum. Begitu juga dengan Lusi dan Laura.
Namun Aditya terlihat datar mendengar lamaran Andre. Karena mungkin Aditya memiliki janji dengan Bion. Makanya eksperesinya tidak bahagia.
" Aku ingin kamu menjadi istriku. Aku sudah menyukaimu sejak lama," lanjut Andre yang mengatakan semua perasaannya kepada Elia. Namun Elia masih terlihat begitu schock sampai tidak bisa berkata-kata lagi.
" Elia, maukah kamu menjadi istriku?" tanya Andre lagi.
" Ayo kak Elia di jawab," sahut Felly yang begitu mendukung. Elia melihat satu persatu orang di ruangan itu. Orang-orang itu seolah menyuruhnya untuk menerima lamaran dari Andre.
" Aku tidak menyukai Andre mana mungkin aku menerima lamarannya," batin Elia yang merasa bingung dan juga tidak enak dengan Andre.
Elia kenapa kamu diam. Ayo jawab Andre," sahut Harison.
" Jika kak Elia pada akhirnya menerima lamaran Andre. Maka usaha Bion selama ini hanya sia-sia," batin Aditya yang malah terlihat resah.
" Andre jujur aku sangat kaget dengan kamu yang tiba-tiba melamar ku. Aku nggak tau harus mengatakan apa kepada kamu. Aku masih schok mendengarnya. Tapi maaf Andre aku tidak bisa menikah dengan kamu," sahut Elia yang tidak basa-basi yang langsung menolak lamaran Andre.
Tolakan itu membuat semua orang kaget. Termasuk Felly. Namun Aditya sedikit mengukir senyum dengan keputusan kakaknya yang menolak lamaran itu. Katana Aditya juga tau kakaknya juga menyukai Bion.
" Andre aku tidak pernah menyukaimu lebih dari seorang keluarga. Aku hanya menganggapmu adalah keluargaku dan aku tidak bisa menikah dengan kamu," ucap Elia dengan memberikan alasannya.
" Apa hanya itu alasannya Elia?" tanya Andre dengan suara beratnya.
" Aku juga menyukai Pria lain, aku dan dia sudah berhubungan dan itu salah satu alasan utamaku," jawab Elia yang jujur apa adanya.
" Maaf Andre, kita lebih baik berteman. Maaf untuk semuanya, aku permisi dulu!" ucap Elia yang langsung pamit begitu saja. Yang jelas dia sudah memutuskan tanpa memberikan harapan pada Andre.
__ADS_1
Bersambung